MEGAN

MEGAN
PENSI



Hari ini acara pensi di sekolah tiba. Megan dan yang lainnya sudah memakai seragam serempak. yang laki-laki menggunakan Celana lepis dan kaos warna Navy polos, di tambah dengan slayer berwarna abu-abu yang di ikat di leher. yang perempuan menggunakan rok seatas lutut bermotif kotak-kotak dengan atasan kaos berwarna abu-abu polos serta slayer berwarna hitam di ikat di leher.


Hari ini Yoga terlihat sangat cool di mata para perempuan di sekolahnya, kaosnya yang di gulung di bagian lengan dan memakai topi menghadap kebelakang membuat aura pria itu semakin keluar, Megan pun mengakui bahwa Yoga sangat terlihat tampan hari ini.


"Makan dulu yu. masih ada waktu 30 menit buat ngisi perut" ajak Refas. kini pria itu masih setia merangkul Hana dengan romantis


"Yuk! gue pengen makan mpe-mpe loyo. udah lama kayaknya gue lupain ibu jutek karena makan bakso mang Arip terus" jawab Regan setuju


Mereka semua akhirnya menuju ke kantin untuk mengisi perutnya, saat tampil nanti pasti sangat menguras habis tenaga mereka.


Di lorong sekolah menuju kantin Gita memberhentikan langkahnya tepat di depan toilet sekolah, yang lain sudah semakin menjauh dari kediaman Gita. gadis itu masuk ke dalam toilet dan menangis sejadi-jadinya di depan cermin toilet, hatinya terasa sesak dan sakit setiap kali melihat Refas bersama Hana. ia sudah terlalu dalam jatuh pada harapannya kepada Refas.


"Gue yang harusnya sama Refas! gue yang seharusnya ada di samping dia sekarang! gue yang seharusnya nemenin dia setiap saat! bukan Hana! tapi Gue!" ucap Gita kalap di dalam toilet, ia memukul wastafel berulang kali untuk melampiasi kekesalannya. lima tahun sudah ia mencintai Refas, namun sedikitpun pria itu tidak dapat merasakan kehadirannya.


"Wow! nusuk temen sendiri ternyata!" suara yang baru saja keluar dari toilet membuat Gita terkejut menoleh.


Di dalam teras toilet Gita membulatkan matanya tak percaya bahwa ada Geng Kunyuk yang ternyata mendengar ucapannya barusan. di tambah lagi, Rebbeca ikut serta di sana. gadis itu tersenyum miring ke arah Gita, matanya menatap Gita tajam seperti mendapat santapan daging yang akan di lahapnya pagi ini, Rebbeca sudah tidak khawatir ketika ingin melawan Megan dan yang lainnya nanti, karena sekarang gadis itu sudah menjadi bagian dari Geng Kunyuk.


"Mau apa lo Sat!" ucap Gita berusaha menghampus air matanya.


Rebbeca Memajukan langkahnya dan berjajar tepat di hadapan Gita, ia menarik kerah seragam gadis itu. terlihat dari matanya Rebbeca ingin sekali balas dendam atas kejadian dua hari lalu di gudang sekolah yang menimpanya.


"Kalo lo bisa main keroyokan, gue juga bisa dong?" ucap Rebbeca. tangannya masih mencengkram erat kerah seragam Gita


Gita melepas cengkraman itu dengan keras, Rebbeca terpental dari hadapan gadis itu beberapa langkah. dengan cepat Gita langsung keluar dari toilet dan menuju ke kantin, bukannya takut untuk melawan Geng Kunyuk. tetapi pikirannya saat ini sedang buyar, badannya terasa lemas untuk membuang tenaga melawan mereka. Gita memilih untuk pergi dari pada harus menguras habis energinya sebelum tampil nanti.


Sampainya di area kantin lagi-lagi Gita harus menahan rasa sakit di dadanya. ia menghampiri meja Megan dan yang lainnya perlahan, sebisa mungkin senyum lebarnya ia kembangkan.


"Dor!" ucap Gita mengageti Megan yang sedang menyantap batagor dengan lahap.


Megan memejamkan matanya Geram "Hiihhh! lo tuh ya! kalo gue keselek gimana!" omel Megan sedangkan Gita hanya menyengir tanpa dosa


"Lo dari mana si?" tanya April


"Toilet"


"Oke itu dia penampilan dari Club tari kelas X IPS 1. Sekarang kita tampilkan penampilan Band dari kelas gabungan XII IPA 3 dan XI IPA 1. untuk Refas dan teman-temannya silahkan naik ke atas panggung untuk tampil" Suara dari panitia terdengar jelas di telinga Megan dan yang lainnya, mereka semua menghabiskan makannya dengan cepat dan langsung bergegas menuju ke lapangan.


Namun langkah mereka terhenti ketika Geng Kunyuk menghalangi jalan mereka.


"Lebih baik lo gak usah main sama Gita lagi, karena dia fake friend!" ucap Jessica kepada Hana


"Kita mau tampil! gak ada waktu buat ribut sama kalian! minggir!" ucap Megan berusaha mencari cela untuknya jalan


"Gita itu suka sama Refas!" kini Rebbeca mulai bersuara.


Megan dan yang lainnya membulatkan mata terkejut, terutama Gita. gadis itu sudah membeku di tempat. terlihat Hana memajukan langkahnya perlahan dan menjajarkan tubuhnya dengan Rebbeca.


"Lo kira gue bakal percaya sama omongan yang keluar dari mulut sampah kaya lo?!" ucap Hana dengan berani. Gita melepas nafasnya Lega


"Kita gak ada waktu buat ngurusin cabe-cabean kurbel kayak kalian. jadi minggir sebelom gue suruh ibu jutek sama bang boy buat ngusir lo" kini Regan membela. ucapannya barusan cukup menusuk untuk Geng Kunyuk Refas dan yang lainnya tersenyum bangga ke arah pria itu.


Geng kunyuk pun membelah celah untuk memberi jalan kepada Refas dan yang lainnya. Jessica sudah geram di tempat tak terima atas ucapan Refas. Megan Gita April dan Hana menoleh kebelakang melihat Jessica sedang menghentak-hentakan kakinya kesal. mereka mengeluarkan jempolnya dan memberi tanda jempol kebawah kepada Geng Kunyuk.


"Bisa-bisanya kita di bilang cabe-cabean kurbel! Siaaaaalllll!" gerutu Jessica kesal.


Rebbeca tersenyum miring, ia membisikan sesuatu ke telinga Jessica. gadis itu pun tersenyum, seketika kekesalannya hilang.


________________________


Megan dan yang lainnya tampil dengan sempurna di atas panggung, seluruh penonton di lapangan terlihat berjoget ria di tambah lagi Smoke Boom di nyalakan dan menimbulkan asap warna-warni yang membuat acara pensi tahun ini seperti acara kelulusan sekolah.


"Mana suaranya!" suara Gita di atas panggung membuat seluruh murid yang menjadi penonton di tengah lapangan semakin bersorak heboh.


"Habis ini kalian bisa foto, bikin boomerang dan Video Tik-Tok gratis sama kita!" Ucap Regan mengambil alih Mic dari tangan Gita.


Huaaaaaaaa!


Suara di satu sekolah itu benar-benar pecah. sesuai expetasi mereka semua bahwa acara akan sepecah ini, tidak sia-sia latihan band mereka setiap hari di laksanakan.


"Are you ready selfie with me!" kini Xeo yang mulai bersuara dan mengambil alih Mic dari tangan Regan


"Reaaaadyyyyyy!!!!!!!" teriak seluruh murid yang sekarang sudah menjadi penonton.


Megan tersenyum kecil sambil memainkan drum-nya. awal kisahnya dengan Yoga di lapangan waktu itu bisa membawa Megan jauh dalam masuk ke kehidupan pria itu, padahal rasa sesak masih terasa saat mengingat masalahnya dengan Yoga, tapi ia beruntung bisa di izinkan kenal dan dekat dengan teman-teman konyol dari Refas. ia juga bersyukur memiliki ketiga sahabat yang selalu menghiburnya.


Refas dan yang lainnya sudah turun dari atas panggung, seluruh penonton meminta mereka untuk memainkan satu lagu lagi, tetapi Refas dan yang lainnya tidak bisa melanjutkannya sudah tiga lagu mereka mainkan. Gita memilih untuk stop karena gadis itu memikirkan kesehatan Yoga.


Sekarang mereka sedang di krumuni siswa-siswi yang meminta foto, Refas dan yang lainnya melayani mereka dengan ramah.


"Keren banget ide dari lo Dy pecah Abis!" ucap Refas kini Mereka sudah kembali ke kantin untuk Rehat sebentar.


"Gak kaya marawisan kan?" ledek Aldy menyindir Regan


"Tapi kalo kita mau tampil marawisan juga bisa" ucap Regan tidak merasa bersalah.


Kini Megan duduk di sebelah Yoga, gadis itu terlihat sedang mengelapi keringatnya lelah, Refas yang melihat itu langsung beranjak untuk membatu adiknya tetapi Yoga menahan itu. ia memberi kode kepada Refas biar dirinya saja yang membatu Megan mengelapi kringat gadis itu.


"Gerah Ya?" ucap Yoga, pria itu meniup niup udara yang keluar dari mulutnya ke arah wajah Megan


"Aduh! pasti bau naga ya Gan?" ucap Regan mengganggu adegan romantis itu


Yoga memejamkan matanya geram, ia menoyor kepala Regan tidak berperasaan. Refas dan yang lainnya hanya tertawa mendengar celotehan dari mulut Regan.


Mereka semua sekarang sudah larut dalam tawa. Yoga terus menggenggam tangan Megan di sela tawanya.


"Nih kalian liat!" tiba-tiba Geng Kunyuk datang lagi menjadi pengrusuh, ia memberikan ponselnya yang memutar video Gita di kamar mandi sedang menangis di depan cermin toilet.


Gita langsung membeku di tempat, yang lainnya pun melihat video itu dengan mata membulat, Rebbeca ternyata diam-diam merekam kejadian itu di toilet tadi.


Hana berdiri dan langsung berhadapan dengan Rebbeca, ia tersenyum miring pertanda meremehkan. sedangkan Rebbeca memandangnya bingung.


"Lo pikir dengan lo kasih video ini ke gue. gue bakal benci Gita gitu? sory ya! lagi-lagi lo semua gagal ngelawan Kita!" ucapan dari mulut Hana lagi-lagi membuat Refas dan yang lainnya terkejut.


Hanna mengeluarkan secarik kertas dari saku rok yang ia pakai. memberikan kepada Rebbeca untuk membacanya dengan keras.


"Baca yang Keras!" suruh Hana. Rebbeca membuka kertas itu perlahan, Jessica juga ikut melihat kertas itu yang isinya Foto Megan Gita April dan Hana saat liburan di Bali tahun lalu.


"Sakit rasanya jatuh cinta pada laki-laki yang tak pernah sadar akan kehadiran gadis yang sudah lima tahun mencintainya diam-diam" Rebbeca membaca setiap kalimatnya dengan teliti. "Hana. lo sahabat gue yang paling gue sayang, sakit rasanya tau kalo orang yang gue cinta suka sama lo Hana. tapi gue bahagia karena selalu ngeliat senyum manis lo depan gue setiap kali lo di perlakuin spesial sama Refas, gue cemburu tapi gue bangga sama diri gue sendiri karena gue udah bisa bantu bikin lo bahagia dengan ngeikhlasin Refas buat lo, gue sayang Lo Hana. gue harap lo jaga Refas dengan baik" sambung Rebbeca


Itu adalah kertas diary Gita yang jatuh tak sengaja di bawah bangkunya dan ketika piket Hana menemui itu. selama ini Hana sebenarnya sudah tau bahwa Gita menyukai Refas.


"Lo bisa baca dengan jelas. Gita sebaik itu sama gue, dia rela korbanin kebahagiaanya buat gue. jadi menurut lo apa gue bakal jauhin Gita setelah gue tau video itu?" ucap Hana di hadapan Rebbeca. lagi-lagi Geng Kunyuk Merasa berapi-api.


"Jauh-jauh sebelom lo kita usir secara kasar" sambung Megan


Hana menghampiri Gita dan merangkul gadis itu. "Ta. gue udah tau dari lama kalo lo suka Refas, maafin gue ya karena gue ambil dia dari lo. gue juga gak bisa boong Ta. gue sayang sama dia" Gita langsung menatap Hana dengan mata berkaca-kaca


Refas langsung beranjak dan menghampiri Gita juga, ia berjongkok sambil menggenggam erat tangan Gita. "Maafin gue kalo selama ini gue gak sadar lo suka sama gue, gue gak peka atas perhatian lo selama ini buat gue. makasih lo udah kirim Hana buat gue, makasih lo bisa sedewasa ini menanggapi masalah Ta. gue seneng kenal lo, Lo cewek yang kuat dan pemberani. sekarang gue udah tau lo sayang sama gue, tapi maafin gue gak bisa nerima cinta lo Gita. tapi yang jelas gue seneng bisa kenal sama Lo." ucap Refas kepada Gita. dengan senang hati Refas memeluk Gita pertanda maaf darinya. Gita mengangguk pelan ntah kenapa hatinya sudah merasakan Lega sekarang mendengar pernyataan itu keluar dari mulur Refas.


Hana mengeluarkan senyumnya, ia sama sekali tidak cemburu atas kejadian itu. ia tau bahwa Refas hanya minta maaf dan tidak ada niat lebih, ia juga merasa senang karena bisa memberi kesempatan bahagia untuk Gita walaupun hanya dalam hitungan menit. April langsung melepas pelukan Refas dan mengambil alih memeluk Gita. Hana April dan Megan pun menyusul memeluk gadis itu. detik berikutnya keempatnya tertawa bersama. banyak sekali hal indah dan sedih yang sudah mereka rasakan selama ini. Refas dan Yoga tersenyum senang melihat itu.


"Refas, Yoga, Xeo, Aldy.. maukah kita berpelukan seperti ciwi-ciwi itu?"


"Ogah!" ucap Refas Yoga dan Aldy bersamaan


"Tapi gue mau. ayo Gan kita berpelukan" Xeo berulah.


April langsung membulatkan matanya, ia menghampiri Xeo dan memukul pria itu marah.


"Ihhhh Xeoooo! apaansi kamu!"


Yang lainnya tertawa melihat kejadian itu.


Di sela tawa Mereka, Yoga langsung menarik tangan Megan untuk menjauh dari sana.


"Ikut gue" ucap Yoga


"Eh kemana?" tanya Megan


"Udah ikut aja"


Yoga pun membawa gadis itu keluar dari area kantin, tangannya terus menggandeng tangan Megan tanpa di lepas.


"Inget ya ini sekolah!" teriak Refas ketika melihat Yoga sudah menjauh. pria itu hanya memberi kan jempolnya pertanda sip.


___________________________


"Waaawww! gue baru tau kalo sekolah kita punya tempat tersembunyi senyaman ini!"


Megan tersenyum lebar ketika sudah sampai rooftop sekolah yang di penuhi dengan foto menggantung dari Yoga Refas Xeo dan Regan. di sana ada satu sofa besar yang masih sangat bagus. meja di penuhi bunga mawar dan membuat atap buatan dari terpal yang terpasang kokoh. tempat itu di rombak saat Yoga dan ketiga sahabatnya masih duduk di bangku kelas sepuluh.


"Ini waktu kemana?" tanya Megan menunjuk salah satu foto yang menggantung di sana.


"Labuan Bajo" jawab Yoga


"Ihhh mau kesanaa"


"Nanti gue ajak kesana"


"Kalo ini dimana?" tanya Megan lagi, menunjuk foto yang lainnya


"Rumah Regan"


"Wihhhh! keren juga ya ternyata Regan orang kaya sama kaya Lo"


"Iya emang. tapi kelakuannya aja gak cocok jadi orang kaya"


"Ihh di sini ada Gita" ucap Megan lagi memperhatikan foto yang lainnya


"Iya itu waktu kita ke rumah Regan juga, dia kan balik bareng gue jadi sekalian gue ajak main"


Megan mengangguk-anggukan kepalanya pelan. "lo sama tiga sahabat lo itu sedeket itu ya?"


Yoga terkekeh pelan "lo bahkan bisa nilai kedekatan kita sendiri Megan"


"Iya si deket banget"


"Kalo lo? sama tiga sahabat lo juga gimana?"


"Mereka tuh lucu! baik. gue sayang sama mereka, apa lagi gita ya allah lucu. kalo april makannya banyak, Hana suka ngam.." ucapan Megan terhenti ketika ia melihat Yoga sedang memperhatikannya


"Ternyata bener kata Gita. lo cerewet, kenapa gak dari dulu begini?"


Megan diam tidak menjawab. ia berjalan menuju sofa, Yoga pun sana.


"Menurut lo, lo bakal benci gak sama orang yang udah bikin lo menderita?" tanya Megan


"Emangnya gue bikin lo menderita? kan gue deketin lo aja baru"


"Itu bukan jawaban!"


Yoga menghela nafas berat. "Iya benci pasti"


"Jadi apa gue dulu harus bersikap baik sama lo?"


"Sekarang gue mau tanya, apa kesalahan gue?"


"Gue gak bisa pastiin jelas itu kesalahan lo si Ga, cuma gue kalo liat lo inget kejadian dua tahun lalu. karena lo mirip bokap lo"


"Gita juga sekilas mirip sama bokap gue, kenapa lo gak benci dia?"


"Karena dia sahabat gue. Mas Refas juga ngelakuin hal itu ke lo, dia gak benci sama lo karena lo sahabatnya dia"


"Tapi Refas benci Gita?"


"Ngga. cuma ada tiga orang yang dia benci atas kejadian ini"


"Siapa?"


"Lo gak perlu tau"


Yoga menangkap wajah Megan dengan senyum yang mengembang di bibirnya. "Maafin gue ya kalo emang gue bikin lo menderita, lo boleh benci gue. tapi gue minta plis jangan jauhin gue. gue janji gue bakal selesaiin masalah ini buat lo, supaya lo bisa jadi milik gue sepenuhnya"


"Lo seyakin itu gue bisa jadi milik lo?"


"Yakin seratus persen"


"Karena?"


"Karena lo udah gak segalak dulu, dalam hitungan beberapa bulan ini gue bisa luluhin lo"


"Terus?"


"Pasti sebentar lagi masalah ini selesai dan gue bisa milikin lo"


"Kalo gitu gue tunggu lo nembak gue di lapangan pas Classmeet selesai ujian akhir semester nanti"


"Gue cuma di kasih dua bulan buat cari tau masalah ini?"


Megan mengangguk pelan. mereka masih larut dalam obrolan lainnya di Rooftop.