MEGAN

MEGAN
DAMAI



Kejadian di lorong sekolah seminggu lalu membuat Yoga menjauh dari Megan, Yoga sama sekali sudah tidak pernah mengganggu Megan lagi, padahal di sekolah mereka sering berpapasan, dan ketika Yoga main ke rumahnya juga mereka masih sering berpapasan.


Kejadian itu juga membuat Megan di diami oleh Gita, sudah seminggu ini ia melihat Gita tidak ingin bicara atau bahkan sekedar menyapanya, April dan Hana yang netral juga bolak balik menemani Gita dan Megan, atau sering kali April dan Hana berpencar, April menemani Megan dan Hana Menemani Gita, selalu begitu secara bergantian.


"kalian diam di sini sampai waktu mengajar ibu di kelas XI IPA 1 selesai"


Seluruh murid kelas XI IPA 1 melihat Refas dan teman temannya berpakaian sangat berantakan berdiri di depan kelasnya, terutama Yoga dan Refas, mereka di hukum oleh guru dan tidak boleh masuk ke dalam kelasnya sampai jam pelajaran itu selesai. Dari dalam kelasnya Megan memperhatikan sang kakak. sesekali ia juga memperhatikan Yoga, tidak bisa di pungkiri Yoga memang selalu terlihat cool dan tampan. bahkan dalam keadaan seperti itu.


"Hei kalian! sini masuk" ucap Guru yang sedang mengajar, memanggil Refas dan teman temannya untuk masuk ke dalam kelas XI IPA 1 "kalian harus ikut belajar di sini, sampai pelajaran ibu selesai" ucap Guru itu lagi.


Refas dan teman temannya protes tidak terima "tapi buu" jawab mereka serempak


"Tidak ada tapi tapian, kalian sendiri yang membuat Onar jadi kalian harus bertanggung jawab!"


Refas dan teman temannya memilih duduk di bangku belakang, menyadari hal itu sang guru pun langsung meralat. "Hei kalian"


"ck apa lagi si ini elah" gerutu Regan kesal


"Ibu tidak akan membiarkan kalian duduk bersamaan, karena pasti kalian akan bercanda. April kamu pindah ke depan Sini kamu Regan duduk di sini dengan April, Hana kamu pindah di barisan kedua dari depan kamu, kamu Xeo duduk dengan Hana di sana, Gita kamu duduk di ujung sana dan kamu Refas duduk dengan Gita, sisanya kamu Yoga duduk dengan Megan di sini" atur guru itu.


Refas dan teman temannya hanya menurut saja, jujur mereka tidak setuju dengan guru itu, Refas dan teman temannya harus merasakan malu karena belajar bersama dengan adik kelasnya.


"Bu saya mau duduk sama Gita aja, Refas duduk di sini boleh ya bu?" kini Yoga mulai komplain


"Tidak ada pindah pindah! atau kamu mau ibu pindahkan sekalian di tengah lapangan?" nyali Yoga pun menciut, tidak ada pilihan lain selain nurut dengan guru itu.


Megan memperhatikan pelajaran dengan tenang, Wajah datarnya selalu terpampang di sana, Yoga sesekali melihat ke arah samping Memandangi Megan yang terlihat begitu cantik di matanya.


"bagi air dong" ucap Yoga


Megan masih diam saja, dirinya tidak merasa terpanggil. Yoga pun menyenggol lengan gadis itu dengan sikunya "Gan bagi air" ucap Yoga lagi.


Megan langsung menoleh "Lo ngomong sama gue?" tanya Megan dingin


"Iya lah masa ngomong sama setan" jawab Yoga ngasal.


"Megan Yoga! kalian dari tadi berisik sekali, keluar sekarang Juga!"


Megan membulatkan matanya, ia tidak salah apa apa namun harus ikut kena imbasnya. "Tapi bu Yoga duluan yang ngajak ngomong saya" ucap Megan membela Diri.


"Tidak ada tapi tapian, kalian berdua keluar sekarang juga!"


Megan dan Yoga akhirnya keluar, ntah hal apa yang ingin mereka lakukan, yang jelas Megan Semakin membenci pria yang ada di sampingnya ini sekarang.


"Lo ngapain si ngikutin gue!" ucap Megan galak, sedari tadi Yoga memang mengikutinya.


"Gue cuman mau tanggung jawab"


"Buat apa?"


"Ya buat yang tadi, karena gue. lo jadi di suruh keluar, gue ikutin lo biar lo gak sendirian, ini jam pelajaran jadi gak ada yang bisa nemenin lo selain gue"


"Yoga! gue baru aja tenang seminggu ini ngga dengar bacotan lo, dan gak dapet kerusuhan dari lo, tapi hari ini gue apes banget harus dengar bacotan lo lagi"


Yoga diam sejenak "Gue mau ke UKS, mau ngadem. lo mau ikut gak?" ajak Yoga


Megan menaikan sebelah alisnya "lo mau perkosa gue lagi di sana?"


"Ngga, gue cuman mau ngadem, kalo lo gak mau ikut gak papa. gue gak akan ngikutin lo lagi"


Yoga meninggalkan Megan sendirian di Lorong tengah, gadis itu melihat ke anehan dalam diri Yoga, sepertinya pria itu marah. tidak ada pilihan lain selain ikut dengannya ke UKS, untuk pergi ke kantin pun tidak mungkin. dengan cepat Megan menyusul Yoga.


"Gue minta maaf" kini Posisi Yoga sedang terbaring di atas ranjang UKS, terdengar ada suara Yoga pun membuka matanya, terlihat Megan sedang berdiri di sampingnya.


"Buat apa?"


"Tadi omongan gue kayaknya nyinggung lo"


Yoga mengubah posisinya menjadi posisi duduk, ia menatap wajah Megan dengan lama. "Lo masih benci sama gue?" tanya Yoga


Megan mengerutkan keningnya "kenapa lo nanya itu?"


"Karena dari mata lo gue bisa liat, ada banyak kebencian di sana"


"Lo sendiri? udah ngerubah perasaan lo setelah lo liat ada banyak kebencian dari diri gue buat lo?" tanya Megan kembali menatap Yoga, kini obrolan mereka mulai serius.


"Sakit sih ngedenger orang yang gue suka sebenci itu sama gue, apa lagi dengernya dari mulut lo sendiri. tapi gak tau kenapa gue gak bisa aja gitu berenti suka sama lo, tapi kalo lo ngerasa risih gue bakal berusaha buat ngga ganggu lo terus ko" kini ucapan Yoga mulai beda terlihat dari matanya Yoga sedang berusaha sekuat mungkin untuk melupakan Megan.


Megan berlirih dalam hati, tiba tiba perasaanya tidak enak muncul dalam dirinya. "apa gue terlalu kasar ya sama si Yoga?" Megan masih berdiri di samping ranjang, kepalanya terus memikirkan ucapan Yoga barusan, bahkan Megan seharusnya tidak memikirkan hal ini. tapi ntah kenapa kepalanya mau berfikir menuju ke sana.


"Lo kalo ngerasa risih di sini, lo bisa keluar" ucap Yoga menyadari Megan masih berada di sampingnya dan sama sekali tidak mengubah posisi itu


"Lo ngusir gue?" tanya Megan dingin


"Gue cuman nyaranin, kalo lo risih lo bisa tinggalin gue, atau lo mau gue yang keluar?"


Megan menoyor kepala Yoga, tatapnnya masih sama, dingin. "Diam aja kenapa sih gak usah banyak omong!" omel Megan


Megan merasa ada keanehan di dalam diri Yoga saat gadis itu menoyor kepalanya, ia memang dahi Yoga lagi, ternyata pria itu demam, Pantas sedari di depan kelas wajahnya terlihat pucat.


"Lo sakit?" tanya Megan


"Ngga"


"Tapi badan lo panas" ucap Megan lagi, gadis itu sambil mengecek lebih dalam suhu tubuh Yoga "sebentar gue ambil air buat ngompres dulu"


Megan keluar dari ruang UKS, gadis itu menuju ke kantin untuk meminjam mangkuk dan membeli es batu, masalah air Megan bisa mendapatkannya di mana saja. ntah kenapa pikirannya Cemas, Megan terlihat terburu buru membawa mangkuk yang berisi air es.


"Emang agak dingin, tapi nanti juga panas lo agak mendingan" ucap Megan sambil mengompres Yoga.


Yoga mengeluarkan sedikit senyumnya, ia suka ketika Megan seperti ini. "Gan gue harap waktu bisa berhenti di sini, gue mau lo kaya gini terus"


"Gue cari paracetamol dulu" Terlihat Megan sedang serius mencari Paracetamol untuk Yoga, di atas ranjangnya lagi lagi Yoga tersenyum.


"Megan" panggil Yoga pelan


Yoga menarik tangan Megan dengan lembut. "Udah udah, gak papa gue gak bakal mati kalaupun gak minum paracetamol" ucap Yoga sambil tersenyum, tangannya masih menggenggam erat tangan Megan


"Gan makasih ya lo udah perhatian sama gue hari ini, walaupun gue tau besok ataupun setelah keluar dari sini lo bakal berubah lagi, gue sayang lo, bahkan sangat" ucap Yoga lagi, kini ia meraih tangan Megan dan menciumnya. "Gue mau tidur sedikit tenang, lo mau kan tungguin gue di sini?" kini Yoga sudah memejamkan matanya.


Megan masih berdiri matung di tempat, dunia seakan benar benar berhenti saat itu juga, Megan merasakan hal aneh dalam dirinya. hatinya terasa nyaman ketika Yoga menggenggam tangannya erat, ntah ini perasaan apa, yang jelas Megan merasakan nyaman. gadis itu sungguh menemani Yoga sepanjang tidurnya.


\*\*\*\*\*\*\*


"Kemana si tu anak" gerutu Regan mencari cari Yoga.


Jam istirahat pun sudah tiba, Refas dan teman temannya juga sudah lepas dari hukumannya, sekarang mereka mencari keberadaan satu sahabatnya yang hilang, sejak di perintah keluar dari kelas Yoga sudah tidak lagi terlihat. bahkan Refas juga sudah mengirimnya banyak pesan namun tidak ada jawaban di sana.


"Ini luka di ujung bibir gue mau gue obatin, lo mau temenin gue ke UKS gak?" tanya Refas kepada Xeo dan Regan, mereka hanya mengangguk setuju.


Refas dan teman temannya memang di hukum karena lagi lagi mereka berkelahi dengan Jaja, tapi bukan mereka yang mulai tapi Jaja, di gudang sekolah Refas dan teman temannya di sekap lalu di hajar oleh Jaja dan kawan kawan. tetapi Jaja memang pintar memanipulasi, ia mengadu kepada guru bahwa Jaja lah yang di kroyok dengan Refas dan teman temannya.


"Astagfirullah!" ucap Regan kaget ketika ia membuka pintu UKS melihat ada Megan dan Yoga, dan yang lebih parahnya lagi seragam Yoga tidak terpasang. "di cariin sampe ke antariksa ternyata di sini"


"Inalillahi kalian ngapain?" timpal Xeo


Terlihat Yoga terbaring dengan seragam sekolahnya yang sudah tidak lagi terpasang, Megan memang dengan sengaja membuka seragam sekolah Yoga karena ia tidak sengaja menumpahkan air kompresan ke atas sergam Yoga tadi.


Di lorong sekolah menuju kantin, Gita April dan Hana sedang tertawa bersamaan, langkah mereka terhenti ketika melihat Refas Regan dan Xeo sedang berdiri di depan ruang UKS.


"Kalian ngapain di sii..." Ucapan Gita terhenti ketika Melihat Yoga sedang tertidur pulas di atas ranjang dengan seragam sekolah yang tidak di di pakai. di sertai dengan Megan yang juga tertidur di bangku sebelah ranjang. "Astagfirullah" kini Gita dan yang lainnya mulai terkejut


Refas dan Gita masuk ke dalam ruagan, mereka sama sama membangunkankan adik mereka masing masing, Megan dan Yoga pun berusaha membuka matanya ketika tubuhnya merasa di gerakan oleh seseorang.


April Hana Xeo dan Regan menunggu di luar ruangan "Menurut lo, si Yoga beneran perkosa si Megan atau ngga?" tanya Regan kepada Xeo


"Kayanya si mereka abis latihan" Jawan Xeo ngasal.


April dan Hana langsung memukul lengan mereka berdua "Heh! lo berdua kalo ngomong asal jeplak aja! Megan mana mungkin ngelakuin hal itu!" ucap April dan Hana membela sahabatnya.


Xeo dan Regan terpekik kesakitan. "Heh kalian berdua! kalo ngomong sama kakak kelas itu yang sopan, untung cewek lo ah!" jawab Regan kesal


"Tau kalian! mau kalian kita perkosa?" timpal Xeo


April dan Hana membulatkan matanya. "******* Lo!" pukul mereka berdua


Regan dan Xeo hanya terpekik kesakitan, memang the power of cewek, mereka pun harus mengalah. "Iya iya ampun, kita bercanda doang" lirih Xeo dan Regan kesakitan.


Di dalam ruangan terlihat Megan dan Yoga


sudah membuka matanya dengan sempurana, Refas menatap Megan dengan tatapan penuh banyak pertanyaan, sedangkan Gita. ia sudah bertolak pinggang, gadis itu siap menghajar Yoga kalau memang betul Yoga melakukan hal yang tidak pantas di sekolah.


"Kalian ngapain di sini?" ucap Refas dingin kepada sang Adik


Yoga dan Megan saling bertatapan, mereka masih belum menjawab pertanyaan dari Refas. "Tau! kalian ngapain di sini?! pake buka baju lagi lo!" marah Gita terhadap Yoga.


"Kit.." kini Yoga mulai buka suara, seketika ucapannya terhenti, Megan meletakan jari telunjuknya di atas bibir Yoga.


"Udah biar gue yang jelasin, lo masih kurang sehat harus istirahat" ucap Megan.


Gita dan Refas saling bertatapan secara bergantian, mereka menaikan sebelah alisnya pertanda bingung.


"Jadi tadi pas di suruh keluar dari kelas, kita mutusin buat di sini, terus kita ngobrol ngobrol sebentar, dan gue liat sama gue cek suhu tubuh Yoga panas, jadi gue kompres lah si Yoga pakai air dingin, dan gue ngelepas seragam Yoga karena tadi gue gak sengaja numpahin air di seragamnya, tuh seragamnya gue jemur di kursi" ucap Megan menjelaskan. "terserah kalian mau percaya atau ngga" sambungnya.


Refas dan Gita mengangguk anggukan kepalanya, penjelasan Megan cukup masuk akal, terlebih lagi memang Yoga sedang sakit. Gita mengetahui hal itu ketika Yoga menolak minum obat dari mamahnya sebelum berangkat ke sekolah.


Gita mendekatkan diri ke arah Megan "Mmm.. Megan makasih ya lo udah repot repot ngurus si Yoga, maafin gue ya Sat!" ucap Gita sambil menjulurkan tangannya


Gita nenoleh ke arah Gita, ia menaikan sebelah alisnya "Gak" jawab Megan dingin


Gita menarik tangannya ia menunduk malu. "Gak mungkin lah gue gak maafin lo" ucap Megan tiba tiba


Gita langsung melihat Megan dengan tatapan marah, ia menggetok kepala Megan dengan ngasal "dasar Lo anak Setan"


"sini peluk" ucap Megan sambil membuka tangannya Lebar, Gita langsung memeluk sahabatnya itu. April dan Hana tiba tiba menerobos masuk dan ikut berpelukan.


"Aaaaaaa kangen banget sama kalian" ucap April dan Hana bersamaan.


Refas dan Yoga hanya saling bertatapan, perempuan memang selalu seperti itu. di ambang pintu Xeo dan Regan memperhatikan ciwi ciwi yang sedang berpelukan.


"Regaan, kamu mau gak aku peluk?" ucap Xeo begitu menjijikan


"Aaaa aku kangen banget sama kamu Xeo, ayo kita berpelukan" jawab Regan terdengar lebih menjijikan


Refas dan Yoga menggelengkan kepala atas kekonyolan Xeo dan Regan, Megan dan teman temannya Menoleh lalu memberikan tatapan tajam ke dua pria itu.


Mereka akhirnya keluar dari ruang UKS. lagi lagi Megan dan teman temannya terlihat akur dengan Refas dkk. seluruh mata di lorong sekolah menggigit dasinya sendiri ketika melihat Megan berjalan di rangkul dengan Refas menuju kantin. Refas Xeo Regan dan Yoga memang memutuskan untuk bergabung dan pergi ke kantin bersama dengan Megan dan teman temannya.


"Kalian tetep duduk di bangku kalian, kita duduk di bangku Kita ya Sat!" usir Gita kepada Refas dan teman temannya setelah sampai kantin.


"Pelit banget si Lo" jawab Yoga.


"Heh! kalian itu laki laki badan bertubuh besar mau ikut duduk di sini? ini satu bangku aja udah penuh sama kalian ber empat Sat!"


Xeo tiba tiba duduk menyempil di samping April. "ini buktinya gak sempit"


Megan Gita dan Hana beratatapan secara bergantian, mereka yakin Bahwa April sedang salah tingkah sekarang karena Xeo duduk tepat di sampingnya.


"Ekhem ekhem" Ucap Hana meledek


April hanya bisa diam di tempat, pipinya merah padam. Megan dan Gita hanya tertawa bersamaan. di sela keseruan mereka, Yoga terus memperhatikan Megan, Gadis itu terlihat begitu ceria ketika bersama sahabatnya, tawa Megan begitu telihat di mata Yoga, ia sangat jarang melihat Megan tawa selepas itu.


"Gue ke sana dulu ya, kalo mau makan pesen aja, nanti gue yang bayar" ucap Refas kepada Megan, ia lalu pergi menuju tempat duduknya mengusap sayang puncak kepala Megan. Xeo dan Regan menyusul


"Gue juga ke sana dulu ya kembaran tersayang, mmmmmuuuuah!" kini Yoga terlihat lebih romantis, Ia mencium pipi Gita di tengah tengah pasang mata yang memperhatikannya.


Gita terlihat mengelap pipinya. "Hihhh! lo bau gausah cium-cium gue Sat!" jawab Gita marah.


Yoga hanya tersenyum, kemudian Melirik ke arah Megan dan mengedipkan sebelah matanya.