Maulidiyatul Hanifah

Maulidiyatul Hanifah
eps 9



Asyif segera menuju kantornya semua karyawan memberi hormat padanya sesekali karyawan wanita menguncingnya karena ketampanannya,asyif tetap berjalan dengan wajah dinginnya namun tidak mengurangi sedikit ketampanannya lelaki yg berjalan di belakang asyif juga tak kalah tampan lelaki yg menyandang ceo diperusahaan,tak lain alex skertaris asyif jika asyif kembali ke jogja mengurus perusahaan walau hanya sebentar.


"pak asyif memang idaman banget,tampan udah kaya apa lagi,gue mau jadi istrinya,"gumam salah satu pegawai disana


"iya,gue juga mau jadi istri kedua pun gak apa-apa,"


"udah-udah,jangan ngehalu ayo lanjut kerja,"ajak sarah ketika melihat temannya menguncingkan asyif,


ruang ceo


Asyif duduk dikursi kebesarannya kini ia fokus dalam masalah kantornya alex sibuk dengan tugas yg diberikan asyif tadi pagi,dua manusia itu sedang fokus dengan tugasnya masing2,hingga waktu makan siang asyif masih fokus dalam tugasnya hingga ketukkan pintu membuyarkannya.


"masuk,"


alex yg dibalik pintu itu segera masuk ruangan yg biasanya menjadi ruangannya


"waktunya makan siang tuan," beritahu alex saat dihadapan tuan mudanya,asyif melihat jam yg melingkar dipergelangan tangannya tak terasa waktu berjalan dengan cepat menurutnya.


"iya,eh lex nanti habis makan aku ingin melihat 2 orang yg membuat masalah dalam perusahaan,"


"baik tuan muda,"


asyif langsung keluar menuju restaurant kesukaannya,dan pastinya alex ikut bersamanya.


"kau kapan nikah lex?"


pertanyaan asyif disela2 makan mereka,membuat asyif tersedak oleh makanan yg didalam mulutnya.


uhuk


uhuk


alex segera menyambar minuman yg ada disamping makanannya,alex menatap tuan muda yg terlihat santai


"saya belum terfikirkan tuan,"


asyif mengenyitkan dahinya mendengar jawaban alex,asyif tak ingin bertanya lagi kembali melanjutkan makan siangnya hingga habis,kini mereka sudah ada diruang asyif dengan dua karyawan yg tersangka.wajah erna dan ega terlihat tegang ketika menghadapi ceo sesungguhnya,ketika cukup lama hening diruangan suara asyif menghidupkan dengan santai ia berbicara pasti mengontrol emosinya.


"kalian tau apa yg membuat anda berada disini?"


"tidak tuan,"jawab ega dan erna bersamaan,mereka tetap menundukkan kepalanya


"apa kau ini bodoh?"tanya asyif masih menetralkan suaranya


ega dan erna diam


"lex,bisa2nya kau memiliki karyawan bodoh macam mereka,"


"maaf tuan,"


"Kasih tau mereka apa kesalahan mereka,"


alex mengambil rekaman cctv kantor dan laporan keuangan perusahaan,memperlihatkan mereka berdua apa kesalahan mereka.erna dan ega terdiam kini tubuhnya terasa kaku ketika kesalahan mereka terbongkar raut muka mereka kini menegang


"sudah faham?" tanya asyif


mereka diam menundukkan kepalanya


"bentar lagi siapkan dirimu untuk mendekap dipenjara,"ucap asyif masih santai karena memang ia selalu santai menghadapi masalah tak ingin kegabah yg akan membuat ia rugi sendiri,ega dan erna langsung sujud dikaki asyif berharap ceonya memaafkan kesalahan mereka.


"maafkan kami tuan,tolong jangan penjarakan kami,kami tau akan kesalahan kami,"ucap mereka bersamaan


asyif diam tak berkutik,hanya menatap kedua karyawannya yg sujud dikakinya


"berdiri,"pinta asyif tegas kali ini


mereka menuruti apa yg asyif ucapkan,mereka menundukan kepalanya


"lihat saya,"


erna dan ega mengangkat kepalanya menatap wajah asyif yg terlihat marah walau tertahan.


"pergi dari sini,persiapkan dirimu untuk bertemu polisi,"


"taun bisakah anda memberi kesempatan kami lagi,"


asyif tertawa mendengar ucapan ega.


"kalian bahkan juga tidak mempertimbangkan menghinati perusahaan,"


mereka diam karena asyif tak mengampuninya


"bawa mereka pergi dari hadapan saya lex sebelum saya kehilangan kesabaran,"


alex membawa ega dan erna keluar polisi sudah berada dihalaman depan kantor membuat karyawan lainnya kaget dan bingung


"gue tidak tau,ni"


"eh lihat rah,ega dan erna bersama pak alex apa mereka bermasalah?"


"udah2 nanti kita tau sendiri,kembali bekerja ni,gak enak dilihat pak alex,"


"eh iya2,"


semua karyawan terkejut ketika erna dan ega dibawa polisi,tapi mereka diam dengan penuh rasa penasaran,alex kembali menemui asyif untuk berdiskusi tentang pengganti jabatan dan tentang pembuatan proyek baru mereka,


"besok kita metting membahas ini lex,beritahu bawahanmu untuk persiapan besok,"


"baik tuan,"


"eh iya sudah bereskah mereka,?"


"sudah tuan,"


"kamu sekarang harus lebih tegas lex,jangan tunggu keputusanku aku sudah percaya seluruhnya sama kamu,"


"tapi tuan yg berhak adalah anda,"


asyif hanya diam kemudian kembali fokus pada pekerjaannya alex langsung meninggalkan ruangan dan menjalankan tugasnya,


kampus


Hanifa terasa lega ketika cukup lama berada diruang sidang,kini ia hanya memikirkan pekerjaan setelah wisuda semoga saja asyif mau memberinya pekerjaan,dinda sudah menunggu hanifa didepan ruang sandari tadi,menemani sahabatnya melihat hanifa keluar ruangan wajah cemas dinda berubah senang.


"gimana han,lancar?"


"alhamdulillah din,akhirnya sebentar lagi aku wisuda,"


"aku ikut seneng han tinggal nunggu skripsiku,"


"aku pasti bantu kamu,selesaikan skripsimu nanti biar aku yg kasih ke pak asyif"


"benarkah han," (dengan wajah berbinar2)


hanifa tersenyum kepada dinda,sahabatnya langsung memeluknya.mereka berjalan beriringan menuju caffe yg biasa mereka kunjungi sambari bertukar cerita


"pak asyif memperlakukanmu dengan baik kan han?"


"iya din,jangan khawatir,"


"apa kau sudah melakukannya?"


uhuk


uhuk


hanifa tersedak mendengar pertanyaan dinda yg kedua,hanifa sudah tau apa yg dinda maksud,hanifa meraih minumannya agar mengembalikan tenggorokannya,ia menatap dinda yg menunggu jawabannya


"apa tidak ada pertanyaan selain itu?"


dinda hanya tersenyum tanpa rasa bersalah.hanifa melanjutkan makannya tak ingin membahas lebih lanjut tentang hubungannya dengan dosennya,walau ia tau dinda pasti kecewa dengan jawaban hanifa


"maaf han,jika aku terlalu keppo," ucap dinda sedih,hanifa kembali menatap dinda


"lain waktu akan aku ceritakan din,selesaikan skripsimu dulu,"


"aku boleh kerumahmu,?"


"boleh ayo setelah ini kita kerumah pak asyif,"


hanifa mengambil ponselnya mencoba menghubungi asyif berulang kali tapi tidak ada jawaban


asyif yg dikantor terasa terganggu dengan ponselnya yg terus dering,ia hanya meliriknya dan sibuk dengan pekerjaannya,hingga pesan whatsapp masuk dari hanifa yg sekarang menyandang status menjadi istrinya,


chat whatsapp


dinda: pak,boleh saya membawa dinda pulang kerumah,untuk nemenin saya?


asyif: y


"apa2an ini dia jawab sesingkat itu gk ngehargain gue capek2 ngetik nungguin dia bales tapi apa ini cuman y aja"grutu hanifa pada asyif dalam hati.


dinda: makasih pak


asyif: dilihat


hanifa segera menghabiskan makannya dan segera pulang kerumah dosennya,dengan naik montor bersama dinda hingga depan rumah asyif,asisten rumah menghormati hanifa dan menyambutnya ketika masuk dalam rumah dinda yg sudah tau tradisi rumah ini hanya diam mengikuti setiap langkah hanifa