Maulidiyatul Hanifah

Maulidiyatul Hanifah
eps 3



Sudah hampir 3 bulan lebih hanifah fokus untuk skripsinya,saat semua sudah selesai payahnya dosen menyuruhnya untuk bertemu asyif mengkoreksi skripsinya,sudah berapa minggu ini asyif tidak pernah masuk kampus,hanifa sudah bertanya pada dosen dimana tempat tinggal asyif,akan tetapi tidak ada jawaban memuaskn dari dosen2nya yg ia dapat pasti tidak tau dimana dosen es batu tinggal membaut hanifa semakin kesal bahkan ,hingga hari ini dosen itu tidak ada nongol membuat hanifa langsung pergi meninggalkan kampus bersama sahabatnya namun sebelum kembali kekost hanifah mengajak dinda mampir kepantai terdekat setidaknya menghilangkan suntuknya berapa hari ini ya pasti gara2 dosen sialan itu,setidaknya mampir kepantai membuatnya refleksing sebentar, mereka memilih memakai angkot daripada mengendarai montor sendiri cuma ingin iseng2 aja naik kendaraan umum yg jarang sekali orang gunakan kecuali orang sederhana dan mereka tak lupa mengabadikan moment saat asyik melihat sunset sore itu.



ini ilusitrasi dinda dan hanifa,maaf jika kurang memuaskan😌


"skripsimu udah selesai han,?"


"belom din tinggal nunggu koreksi si es batu,"


"es batu?"tanya dinda bingung


"pak asyif,"


"owh,kok es batu sih han,ganteng gitu kok,"ucap dinda sambari mengingat2 wajah dosen gantengnya itu,hanifa tidak merespon perkataan sahabatnya ia memilih menikmati keindahan pantai yg mulai memetang kala itu.hingga jam sudah menunjukan 08:00 dua sahabat itu mulai meninggalkan pantai,sudah lebih 5 jam mereka disana,namun sialnya mereka tadi memilih naik angkot disini dengan keterpaksaan harus berjalan kaki lumayan jauh untuk mencari taksi,akan tetapi dipertengahan perjalanan hanifa harus terpisah dengan dinda rumah dinda yg berbeda arah sama kostnya hanifa,walau sebenarnya ia ingin dinda menemaninya hingga kostnya,tap dia urungkan karena tidak enak sudah mengajaknya selarut ini toh baginya berapa meter lagi sudah jalan raya.walau hanya ditemani lampu remang2 hanifa tetap melangkahkan kakinya dan pasti mengumpulkan ke beraniannya


brukk....


hanifa terjatuh,tertabrak oleh seorang laki2 entah siapa? tiba2 laki-laki itu menodong hanifa dengan senjata tajam,hanifa seketika terdiam mematung menatap benda tajam yg dihadapannya ia masih berposisi duduk dijalan,jalanan yg jarang orang lewati dan ternyata ini alasan mereka tidak melewati jalan sini,tubuh hanifa mulai bergidik ketika lelaki itu mendekatinya.


"serahkan uangmu,atau aku bunuh sekarang juga,"ucap lelaki itu yg tak lain seorang pencopet atau begal,hanifah tetap diam rasanya bibirnya susah untuk berucap walau sekata,rasa takut amat kuat hingga air mata hanifa sudah membasahi pipi mulusnya


"serahkan juga atau kau mau mati sekarang juga,"ucap begal itu penuh penekanan


"i,iya,saya akan serahkan," jawab hanifa gugup tiba2copet itu menyentuh pundak hanifa wajahnya sudah semakin dekat


"aku ingin bermain sebentar denganmu,"ucap begal itu tatapan matanya begitu tajam seakan ingin menerkam hanifa,seketika itu hanifa menendang bagian bawah begal itu dan langsung berlari dari cengkramannya dengan berteriak minta tolong,begal tetap mengejar hanifa walau dengan tertatih menahan sakit,tanpa hanifa sadari sebuah mobil berhenti dihadapannya hanpir saja menabrak hanifa kalau pengemudi mobil tidak cepat2 mengerem mobilnya,hanifa yg menyadari menatap mobil dihadapannya tanpa fikir panjang hanifa segera masuk dalam mobil ,dan lagi-lagi hanifa merasa sial karena sang pemilik mobil adalah si es batu,saat suara khasnya membuat hanifa menengoknya


"woi,siapa yg nyuruh lu masuk mobil gue,?"tanya asyif wajah dinginnya tetap setia disana tanpa ekspresi senyum sedikitpun,hanifa langsung menengok sumber suara,matanya bertemu dengan dosen es batunya sedikit terkejut kenapa selalu situasi seperti ini dia bertemu dosen dingin,mengharuskan hanifa bersabar menghadapi lelaki didepannya


"maaf pak,tapi kali ini tolong saya,"pinta hanifa memelas,agar lelaki es batu mau berbaik hati padanya


"turun,"


hanifa seketika mematung bagaimana tidak, diluar sana ada begal menunggunya dan saat ada tempat aman untuknya tapi malah tak menerimanya,terasa air mata hampir jatuh,tapi dia mencoba tegar difikirnya mungkin sekali lagi memohon mungkin bisa meluluhkanya fikir hanifa


"pak plis,diluar sana ada jambret dan ingin memperkosa saya,"terang hanifa kali ini memasang muka sangat memelas,asyif tanpa bicara langsung turun dan membuka handle pintu keluar,hanifa sudah tau maksud dosen es batu hanifa dengan rasa kesalnya keluar,begal sudah terlihat hanifa semakin ketakutan namun dia mencoba tenang karena asyif memilih meninggalkannya tanpa menolong dirinya,


"ayo sayang,kita senang2 malam ini,"ucap begal itu ketika sudah menangkap hanifa yg termenung melihat mobil asyif pergi,dan seketika itu ia tersentak mendengar ucapan seorang apa lagi dengan lancang menyentuh pergelangan tangannya,hanifa langsung memberontak mencoba melepaskan tanganya dari preman itu namun


preman itu langsung menyeret hanifa menuju tempat gelap,hanifa sudah berteriak tapi hasilnya nihil,ketika lelaki itu mulai menarik paksa baju dan 2 kancing bajunya yg sudah tercopot dari baju hanifa dan rambut sudah sedikit berantakn karena hanifa terus memberontak membuat preman itu tak segan menjambak rambut hanifa,


"tolong lepaskan saya,"suara hanifa mulai memghilangkan tangis yg tak henti,seakan baginya malam ini adalah hari terakhirnya menghirup udara


"kau ingin aku melepaskanmu?,mencicipi tubuhmu saja belom,"ucap preman itu menyeringai,hanifa sudah tergulai lemas rasanya tenaganya sudah habis melawan,


bruk...


suara pukulan seorang,namun hanifa sudah kehilangan kesadar tak tau siapa penolongnya didetik2 terakhirnya,orang itu tak lain adalah asyif, dia mengurungkan niatnya untuk meninggalkan hanifa apa lagi saat dalam kejauhan melihat hanifa diseret seorang membuatnya putar arah walau ada berdebatan dulu dengan otak dn hatinya yg tak senada,hingga akhirnya ia memilih menuruti kata hatinya,asyif menghajar preman itu hingga babak belur asyif juga pandai dibidang bela diri,dia belajar dari kakeknya sejak kecil hingga pernah menjadi juara 1 lomba dibidang itu,asyif memakaikan jasnya pada hanifa yg terbaring tak sadarkan diri diatas tanah,asyif membopongnya menuju mobilnya terpaksa membawa hanifa pulang kerumahnya,semua mata pelayan menatap heran tuannya membawa pulang seorang gadis asing kerumah besar karena sejak penghianatan vika,asyif tak pernah membawa lagi gadis kerumah asyif membawa hanifa kekamar samping kamarnya dengan perlahan ia menaruh hanifa keranjang langsung keluar memanggil salah satu pelayan rumahnya.


"tolong bantu gadis itu berganti baju dan jangan lupa kasih minyak kayu putih dia sedang pingsan,tadi saya menemukan dia dijalan,"tutur asyif langsung menuju kamarnya,memulai membersihkan dirinya tak lupa dengan lebam disebelah bibir kirinya,setelah itu asyif mendatangi kamar hanif untuk mengecek keadaannya,


"bi,nanti dokter ars kesini langsung suruh saja ia nanganin gadis ini,kalau cari saya katakan saya di ruang kerja,"tutur asyif segera meninggalkan kamar hanifa,bi ami hanya menganggukan kepala tanda mengerti semua ucapan tuan mudanya,ada rasa iba dihati gadis itu ketika menatap gadis cantik itu,teringat putrinya yang meninggal karena pemerkosaan,tak begitu lama dokter arsya sudah datang wajah menunjukan kekhawatiran pada sahabatnya,tanpa bertanya pada bi ami arsya langsung masuk kamar asyif,dan ia tidak menemukan keberadaan asyif.


"mas arsya,yang sakit ada dikamar sebelah,"ami memberitahu saat arsya sudah berada dikamar tuan mudanya,arsya hanya mengenyitkan dahi,mengikuti langkah bi ami


"pacarnya asyif,?"tanya arsya pada dirinya sendiri,arsya segera memeriksa hanifa


"dia hanya sok dan butuh banyak istirahat sepertinya ia kurang tidur berapa hari ini saya kasih obat tolong suruh dia meminumnya dengan teratur,"terang arsya sambil memberi obat pada ami.


"baik mas,tuan muda ada diruang kerja jika tuan ingin menemuinya,"


arsya hanya tersenyum pada ami segera menyusul asyif diruang kerja,pasti mencari jawaban atas kepenasarannya


ceklek...


Asyif mengalihkan pandangannya dari komputernya,melihat seorang memasuki ruangannya tanpa permisi,arsya duduk berhadapan dengan sahabatnya yang sibuk dengan komputernya,


ruang kerja asyif k



"njir cewek lu cantik banget syif,"


asyif melirik sahabatnya sekilas dan kembali kekomputernya,arsya yang sudah tau betul sikap sahabatnya memilih diam menunggu asyif menyelesikan pekerjaannya,


"gimana keadaanya?" tanya asyif saat sudah menyelesaikan pekerjaanya


"dia hanya sok dan kurang istirahat berapa hari ini,cukup dia mengistirahtakna badannya secukupnya,"


asyif hanya diam


"cewek lu cakep nyet,"


"mau,"


"boleh kalau lu ngizinin mana ada sih orang dikasih bidadari nolak hahah,"


"balik lu,gue mau istirahat,"


"ngusir nih,udah buru2 kesini kirain ada apa2 sama lu,sekarang malah lu usir tawarin makan dulu kek,"keluh arsya


"ayo,makan gue juga lupa belum makan,"


"gitu dong jadi sahabat punya hati dikit,"


asyif melirik tajam sahabatnya,arsya hanya santai mengikuti langkah asyif hingga keruang makan,menyantap makanan yang sudah tersedia