
Sudah 2 hari asyif dirawat hanifa dengan telaten,sekarang badannya terasa cukup untuk beraktivitas kembali,saat membuka mata terasa sebuah tangan melilit diperutnya,dan terlihat gadis cantik tidur pulas dengan posisinya,3 malam mereka tidur bersama,walau awalnya hanifa sedikit canggung namun paksaan asyif membuatnya harus menerimanya,bukan tak ada kamar lagi entah mengapa asyif tak tega melihat gadis itu berjaga dengan tidur disofa,terlihat sadis baginya,asyif menatap hanifa begitu pulasnya gadis itu membuat asyif ingin memeluknya juga,hembusan nafas yg begitu terasa di dada asyif walau terbalut oleh baju tidur,tanpa asyif sadar iya begitu menikmati pagi harinya yg disambut dengan wajah hanifa yg terasa begitu cantik,asyif menyibakkan rambut hanifa dan membuat sang pemilik rambut itu menggeliat, asyif langsung memejamkan matanya kembali,ya pastinya berpura2 tidur
"eh," hanifa terkejut saat menyadari posisinya sekarang,
"bisa2nya aku buat dia seperti guling,tapi memang begitu terasa nyaman,"ucap hanifa dengan suara khas bangun tidur,namun sangat jelaslah terdengar oleh asyif,segera ia bangkit dan membersihkan diri sebelum kegiatan yg ia lakukan,ketika hanifa sudah masuk kamar mandi asyif segera beranjak masih teringat ucapan hanifa nyaman,berarti gadis itu nyaman dengan posisinya tadi,fikir asyif mengartikan ucapan nyaman hanifa menuju balkon kamarnya sambari menunggu gadis itu menyelesaikan aktivitas mandinya
"kenapa gadis itu terlihat imut saat tidur?,"batin asyif,sambari membayangkan momentnya tadi
asyif sedikit menggerakan tubuhnya untuk menghilangkan letih dibadannya.udara pagi yg sudah berapa hari tak ia hirup kini dia bisa merasakkannya kembali.hanifa yg sudah rapi, langsung mencari keberadaan suaminya yang sudah tak ada ranjang,
"loh,udah bangun,tapi dimana batang hidungnya,ah entahlah toh dia udah besar,"fikir hanifa
dia segera berganti baju dan pastinya mencari keberadaan lelaki yg menyebalkn itu
"anda disini tuan?" suara hanifa ketika mendapati asyif bersantai dibalkon kamar,
"hemm,"
"anda gak mandi tuan,?"
"iya,"
"oke,saya tunggu anda di meja makan," ucap hanifa sambari melangkah meninggalkan balkon
"air panas udah kamu siapakan?"
sekatika hanifa menghentikan langkah kakinya,kembali menghadap lelaki es batu
"udah tuan asyif,semua udah saya siapkan kecuali baju ganti anda,"
"oh oke,gak sia2 saya punya istri yg bisa diandalkan,"
"emng udah kewajiban saya yg sudah menjadi istri anda,"tutur hanifa
"nanti antar saya keluar,"
"mau kemana?"
"ikut saja repot amat,"ucap asyif ketus kemudian berjalan meninggal hanifa dibalkon,pasti kesal ya itu yg dirasakan hanifa,siapa yg gak ksel coba diketusin setiap hari,
...****************...
asyif dan hanifa sudah berada dipantai jogja,anam memilih pergi sendiri daripada harus bertiga dengan mereka,tanpa canggung hanifa selalu mengabadikan momentnya,sudah lama ia tidak traveling dan pastinya hari ini sangat menyenangkan baginya walau asyif masih dengan sikap sok cool nya,tapi perlahan hanifa mau mengimbangi sifat asyif,toh buat apa diambil pusing,dicuekin biarin asal masih dikasih
uang nafkah,hahahah๐๐
"tuan bisa foto saya?" (hanifa menyodorkan hanfondnya pada asyif)
"apa kau fikir gue fotografy?"
"jangan gitu tuan,saya kan minta bantuan,"( hanifa memasang wajah imutnya,walau hanya dibalas lirikan oleh asyif)
"kanapa ia begitu imut sih,eh kanapa malah memujinya,"batin asyif
asyif mengambil hanfond hanifa dan menyuruhnya berpose..
"cepat berpose,"pinta asyif
cekrek
cekrek
"sudah puasakah?"
"anda pintar juga tuan mengambil foto,"ucap hanifa ketika melihat dirinya dilayar ponselnya,asyif hanya meliriknya,tanpa berbicara apapun
"tuan,boleh saya renang?"
"terserah,"
"oke,"
hanifa langsung berjalan meninggalkan asyif,namun tak lama ia kembali lagi kehadapan asyif
"eh,mau kemana?"
"kita renang bareng tuan,"
"kita gak bawa baju ganti,"
"uang anda banyak,"
hanifa terus menggandeng tangan asyif,dengan terpaksa asyif mengikuti kemauan hanifa hingga 4 pasang kaki itu menyentuh air,
hanifa langsung menjeburkan dirinya ke air pantai,dia sangatlah suka dengan air dulu sebelum sesibuk ini,ia selalu meluangkan waktu untuk sekedar berenang baginya itu bisa merilekskan fikirannya,banyak moment yg mereka abadika namun memang hanifa yg begitu rewel ingin mengabadikan setiap apa yg ia lakukan,
"coba lihat hasil jebretannya tuan,"
asyif menyodorkan hanfondnya pada gadis yg duduk didekatnya,sesekali ombak kecil mengenai kaki mereka.hanifa sibuk melihat foto2nya di ponsel asyif,
"anda bakat jadi fotografy tuan," ucap hanifa sambil memperlihatkan fotonya yg tidur diair pantai
"apa kau ingin menggoda pengunjung pantai,dengan gaya fotomu seperti ini," ucap asyif terlihat kesal dengan pose hanifa
"siapa yg niat menggoda toh gak salahkan saya pakai baju begini,tapi jujur jebretan anda memuaskan nanti kirim diponsel saya ya tuan,,"tukas hanifa sambil mencubit hidung mancung milik asyif
"eh apa kau gak ada tata krama?"
"maaf," ucap hanifa sambil meninggalkan air pantai yg sambari tadi membuatnya senang,asyif mengikuti langkah kaki gadis itu kemudian menarik lengan hanifa dengan buru2,sponta hanifa merintih kesakitan
"apa,tuan bisa melepaskan lengan tangan saya,ini sakit tuan,"
asyif tak menggubrisnya hingga didepan toilet kamar mandi khusus wanita
"lihatlah,bajumu memperlihatkan tubuhmu,apa kau ingin menontonkan tubuhmu untuk lelaki lain sedangkan saya suamimu belum pernah mencicipinya,"tutur asyif tanpa menghiraukan sekelilingnya dan pasti banyak yg mendengarkan setidaknya tidak ada laki2 disana kecuali asyif,hanifa hanya diam mendengar kata2 asyif dan benar baju basahnya seakan menontonkan lekuk tubuhnya,
"tunggu disini biar saya carikan baju ganti untukmu jangan kemana2,"
hanifa menganggukan kepalanya,
...****************...
mereka masih menikmati daerah keraton itu,malioboro yg padat pengunjung itu,mereka berjalan beriringan
"tuan,bisakah kita kesini malam hari,sepertinya suasana malam akan lebih indah deh,"
"iya,lain waktu,"
"malam ini,apa tidak bisa tuan?"
"apa kau tidak capek seharian di sini?
"huft,ya udah deh,"
asyif melihat hanifa sekilas wajahnya berubah menjadi kesal,asyif hanya memandangnya tanpa rasa bersalah pada gadis itu,matahari sudah condong ke arah barat namun dua makhul lawan jenis itu masih menikmati setapak jalan malioboro walau tak ada pepatah kata dari mulut mereka,tanpa bergandengan seperti orang yg berlalu lalang di jalan malioboro, 2 manusia itu larut dalam pemikirannya sendiri hingga langkah mereka terhenti disebuah rumah makan ,
"tuan,kita akan kejakarta kapan?" tanya hanifa sambari menunggu pesanan makanan mereka
"entah,"
"bentar lagi saya wisuda,"
"lantas apa hubungannya dengan saya,"
"tuan,bisa gak sih anda sedikit formal terhadap saya," hanifa sudah mulai kesal dengan sikap asyif yg bagi hanifa tidak profesional,mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan mahasiswinya juga yg ingin segera melaksanakan wisuda,hanifa langsung terdiam tanpa berbicara kembali,hingga pesanan mereka terhidangkan..
maaf baru bisa update lagi,baru buka noveltoon lagi,udah jarang juga buka hp,penyakit sering umat jadi gak sempat update lagi,maaf untuk sebesar2nya jika saya kurang profesional dalam membuat sebuah cerita dan bnyak kekurangan dalam penulisan atau cerita yg kurang mengenakan dan seru๐๐๐