
Hanifa mulai tersadar saat rasa lapar terasa menyiksanya,ia mengenyitkan dahinya,saat tau dirinya sedang ditempat asing,dia mulai mengingat kejadian semalam,apa aku sudah disyurga? fikirnya,eh tapi ini seperti dunia nyata hanifa melihat sekeliling ruangannya,ada rasa kagum saat melihat mewahnya kamar yg ia tempati saat sedang melihat dan mengagumi kamar tidur itu,ia di kagetkan dengan datangnya wanita paruh baya yg tak lain adalah bi ami denga. membawa nampan makanan untuknya hanifa juga terkejut saat tersadar bahwa ia tidak memakai pakaiannya,melinkan pakaian asing,apa dia sedang dijual oleh preman itu bahkan ia bangun ditempat asing
"nona sudah bangun,ini sarapan nona dan ini obatnya,"
"maksih bu,jika boleh tanya ini saya sedang dimana bu?"
"nona sedang dirumahnya tuan muda,"
"hah,tuan muda?"ucap hanifa kaget,karena ia baru tau seorang memanggil majikannya tuan muda,seperti anak orang kaya batinnya
"iya tuan muda asyif nona,"
"berarti ini kamarnya,?"
"bukan nona,ini kamar khusus keluarga jika mendadak ada yg datang,"
"owh,bu punya baju ganti,?"
"tinggal ambil dilemari non,tadi tuan muda sudah bilang sebelumnya,"
hanifa hanya menganggukan kepala,untuk ke 3 kalinya dosen es batu menolongnya walau lebih sering membuatnya kesal,punya hati juga ya dosen itu,batin hanifa ia segera menghabiskan sarapannya lalu mencari hanfondnya yang sudah berada dilaci meja,dia fikir ponselnya sudah dibawa kabur preman itu
"baik juga pak asyif tasku juga dibawain haahh,"ucap hanifa segera menghubungi sahabatnya
tut..tut...
"han,kamu dimana kok dikost gak ada?"tanya dinda cemas
"nanti aku jelasin,aku mau mandi dulu."
sambungan telfon langsong betakhir,segera hanifa masuk ke kamar mandi yg terletak juga dikamar ,hanifa dibuat terkagum lagi dengan model kamar mandi asyif yg terlihat menawan
"pak asyif kaya juga,"ucapanya langsung merendamkan tubuhnya,menikmati air hangat setidaknya merilekskan fikirannya,sudah lama juga iya meninggalkan kemewahan dari ayahnya
#########********#*#****#**#***
kost hanifa
Dinda sedang kebingungan melihat sahabatnya tidak ada,fikirannya sudah tidak tenang apa lagi hanfond hanifa tidak bisa dihubungi,dinda sudah berulang kali mundar-mandir sambari menatap ponselnya tak kunjung berdering,berharap hanifa segera mengabarinya
"kau dimana sih han,?"tanya dinda pada dirinya sendiri,tak berapa lama ponsel dinda berdering buru2 ia mengangkatnya
"han,kamu dimana kok dikost gak ada?"tanya dinda cemas
"nanti aku jelasin,aku mau mandi dulu."
tut tut...
sambungan terputus dinda semakin bingung dengan sikap hanifa,perasaanya sudah tidak enak sendari tadi,baru saja mau tenang telfon sudah terputus
"nih anak,sudah buat khawatir lagi mana ngasih tau gak jelas gitu,"grutu dinda ia mencoba menengkan fikirannya berharap bertemu sahabatnya dalam keadaan baik
kantor asyif
Asyif dengan wajah dinginnya menuju keruangan,mengabaikan karyawan yg menyambut dirinya,seperti biasa asyif hanya memantau pekerjaan anam hingga siang,karena ia mempunyai tugas tersendiri yaitu dosen walau sebenarnya asyif ingin kekampus akan tetapi tak tahan dengan rengekan sahabatnya,sampai diruangannya ia bertemu anam dengan berkas tertumpuk di meja.
"lihat tugas lu menjadi beban bagi gue,"protes anam
"lu juga membuat gue bekerja dua kali,"
"maksud lu?"
"sudah hampir satu bulan gue gak masuk ke kampus,"
"ya itu salah lu lah,udah enak2 jadi ceo milih dosen,"
"gue hanya ingin mencari pengalaman"
"huft,tapi tidak dengan memberatkan gue,"
"udah jangan berisik gue lagi fokus,"
hingga jam makan siang asyif belum juga keluar ruangan,bahkan hari ini ia tidak bisa mengajar lagi,bi ami sudah memberi tahu asyif jika hanifa sudah pergi sejak tadi pagi,asyif hanya mengiyakan saat bi ami memberitahunya kefokusan asyif seketika buyar ketika ponselnya berdering sebuah nomor asing tercantum diwhatsappnya
"makasih pak sudah menolong saya tadi malam dan memberi saya tumpangan,kalau boleh saya ingin mengajak bapak keluar sebentar untuk sekedar makan☺️"
asyif langsung tau siapa pemilik nomor asing itu,tanpa asyif sadari ia menekan foto profil menampakan gadis cantik itu,asyif akui jika pemilik nomor itu cantik tapi sayang ia selalu menjengkel setiap bertemu dengannya.tanpa asyif sadari anam juga ikut mengintai ponsel asyif yg memperlihatkan jelas wajah gadis cantik walau sebagian i
"wah cakep bener tu cewek syif,"suara anam membuat asyif segera mematikan ponselnya,ia menatap anam tajam
"dapet dari mana tuh cewek?"
######********#######*
Hanifa yg sudah menceritakan kejadian menimpanya pulang kepantai pada dinda,membuat sahabatnya menangis menyesali meninggalkan sahabatnya sendiri dijalan kemarin
"udah deh jangan cengeng,kita jalan2 yuk suntuk nih biar kamu gak nangis lagi hehehh,"
"kau tidak trauma han?"
"ini kan masih siang din,apa yg ditakutin asal jangan kayak kemaren😁,"
"oke,hayuk kita jalan"
"gitu dongkan seneng aku lihatnya,"
dua sahabat itu terus bersenda gurau diatas montor,menikmati setiap kebersamaan,bahkan tak ada setiap moment yg mereka lewat mengabadikan dengan pose2 mereka
"setelah ini aku ingin segera mencari kerjan din,biar terlepas dari keluarga yang terusuk mengusikku"
"apa kau tidak akan pulang han?"
"entahlah,aku lebih nyaman disini,"
dinda tak ingin mengikuti urusan sahabatnya,ia memilih diam menatap sedih dengan keadaan hanifa,wanita cantik nan cerdas harus memiliki kisah hidup yg sangat jauh bila dilihat dari segi penampilannya.
hanifa terus menatap ponselnya jikalau asyif mau dengan penawarannya,tapi centang dua itu hanya membiru cuman iya baca tapi tak diblsnya membuat hanifa kecewa,mungkin ia risi harus makan dengan wanita sepertiku,fikir hanifa ketika langit sudah menandakan petang mereka buru2 meninggalkan tempatnya,
"udah lama aku gak ke club nih din rasanya kering nih tenggorokan,"tutur hanifa dipertengahan jalan
"kapan2 han,sambari ngerayakin skripsi lu nanti jika sudah dikoreksi,"
"kau mau ikut gue ngeclub din?"
"enggak,gue udah tobat kamu aja sendiri,"
"huft,kirain mau nemenin,"gumam hanifa kesal,entah apa yg membuat dinda berhenti ke club,dia belum tau jelas alasan sahabatnya,
*******#######********
Kediaman asyif...
Baru saja asyif menyelesaikan tugas kantornya,ketika ia akan tidur ponselnya berdering membuat asyif harus mengambilnya terdapat nama papahnya disana segera asyif mengangkatnya walau dengan malas,
"hallo pah,"
"waalaikumsalam,"
"eh,assalamualaikum pah,"
"waalaikumsalam,"
"ada apa pah tumben telfon malem2,?"
"nelfon anaknya sendiri apa gk boleh?"
"boleh pah boleh,tidak biasanya papa telpon semalam ini,"
"papa,cuma mau tanya udah dapat calon belom,?"
"hemm,emang kenpa sih pah minta asyif buru2 nikah?"
"papa,ingin sekali melihatmu bahagia nak,jangan terpuruk dengan masa lalumu,ayah juga ingin menimang cucu syif,"
"aku takut pa,mama tidak akan suka dengan pilihan asyif,"
"jangan fikirkan itu syif,yg ngejalanin kamu apapun pilihanmu papa akan suka biar urusan mamamu papa yg nanganin hahhhh,"
"in sya allah pa,do'ain asyif segera menumukan tulang rusuk asyif,"
"amin nak,doa papa akan selalu untukmu,"
"maksih pa,udah dulu asyif mau istirahat",
"ya nak maaf papa ganggu istirahatmu,"
"gak masalah pa,assamualaikum pa,"
"waalaikumsalam",
asyif segera memejamkan matanya walau fikirannya terus mengganggunya,dalam waktu dekat harus mendapat istri,apakah allah akan mendekatkan jodohnya segera,fikir asyif.