
Shit....
Sebuah mobil yg tiba2 berhenti,terhadang seorang gadis cantik dengan rok selutut dan rambut yg ia biarkan terurai,wajah putih,cantik dengan kumis tipis merentangkan tangan,tanpa rasa dosa ia melangkahkan kaki menghampiri sang pemilik mobil,
"maaf mas boleh saya ikut,?"
asyif sang pemilik mobil itu mengernyitkan alis menatap sinis gadis cantik itu,ada rasa sebal disorot matanya,namun ada rasa iba juga dihatinya melihat gadis dihadpanya terlihat begitu terburu2,hingga akhirnya dia memutuskan mengasih gadis itu tumpangan
"pliss,mas saya sudah telat masuk kuliah." hanifah memohon,berharap pemilik mobil berhati mulia,mau memberinya tumpangan.
"masuklah."asyif tanpa menatapnya,dengan rasa lega haniffah memasuki mobil,
"kau fikir aku supir,?"
hanifah tersentak ucapan lelaki pemilik mobil dia berfikir sejenak,oh ya,kini ia duduk dijok belakang seakan pemilik mobil supirnya,hhahahh hanifah menertawai kebodohannya
"duduk depan.!"
tanpa fikir panjng hanifa langsung beralih duduk di bangku depan,tiada pembicaraan diantara mereka.hingga mereka sudah didepan gerbang kampus hanifah.ia menatap lelaki yang mengantarnya raut wajah hanifah bingung,ya lah ia belum mengasih tau dimana dia kuliah tiba2 hanifah sudah berada di area kampusnya,
"turun,"suruh asyif tanpa mengacuhkan wanita dismpingnya langsung keluar
"eh iya,mas makasih."jawab hanifah gugup bagaimana lelaki itu bisa tau ia kuliah disini,dan anehnya lelaki itu ikut turun apa mungkin ia mahasiswa baru?,ah bodo amat yang penting sekarang dia tidak telat kekampus,sampai didepan kelasnya hanifah sudah disambut sahabatnya dinda,dia adalah sahabat hanifah mulai masuk kuliah disini dan orang satu2nya yg ia percaya,bahkan melebihi saudara sendiri,kadang kalau kedua orang tua dinda pergi keluar kota dinda memilih tidur dikost hanifah kadang juga hari libur,hanifah bergantian kerumah dinda kekuarga dinda sudah menganggap hanifah anaknya sendiri
"hampir masuk nih tumben kau hampir telat?"tanya dinda sambari memasuki ruangan
"ya nih tadi ban montorku bocor,untung saja ada orang yg mau ngasih aku tumpangan din."tutur hanifah mengingat kejadian berapa menit lalu,
2 jam lalu...
hanifa baru saja menyelesaikan makanannya dikost, walau hanifa tergolong anak orang kaya namun ia memilih ngekost dan jauh dari keluarga,sudah hampir setahun lebih hanifah tidak mengunjungi keluarganya karena ingin fokus menyelesaikan kuliah yang tinggal berala bulan lagi,hanifah segera menyalakan montor maticnya menuju kampus,baru separuh perjalanan montornya tiba2 oleng ya saat dilihatnya ban montornya kemes,dengan berat hati hanifah menuntut montornya hingga kebengkel terdekat,sudah lumayan jauh ia berjalan meninggalkan montornya dibengkel memilih jalan kaki sambil menunggu taksi lewat karena tinggal 1 jam lagi mata kuliahnya mulai, ia tak ingin ketinggalan,tapi hingga sejauh ia berjalan tiada taksi yg lewat,tanpa fikir panjang hanifah menghentikan mobil lewat,dan ternyata allah masih baik dan memberi seorang penolong.
flasback usai....
jam sudah mulai namun dosen juga belum datang,sambil menunggu hanifah memilih untuk mempelajari lebih dahulu,hanifah seorang anak yg cerdas,namun banyak orang yg membencinya karena gaya berpakaian hanifa yg terbuka,dan sering melihat hanifah keluar masuk club,tidak sedikit orang yg mengunjingnya "namanya bagus,cantik tapi sayang suka dunia malam paling juga sudah gak perawan tuh orang," kira2 begitu guncingan mereka namun hanifa tidak menanggapinya baginya cukup dirinya yg tau tentang kehidupannya,konsentrasi hanifah memudar saat ada bisikan dari belakng bangku dan penghuni wanita lainnya dengan pujiannya masing2
"wah dosen baru nih,ganteng pula,mau deh jadi istrinya," guman salah satu mahasiswi,dan berakhir membuat hanifa mendongkak kan kepala melihat seorang yg menjadi buah bibir,mata hanifah terbelalak melihat seorang tampan,dengan senyum mengembang dibibirnya,dia adalah orang yg berapa menit lalu memberinya tumpangan,berarti ia seorng dosen fikir hanifa,mungkin allah menyuruhku berterima kasih padanya,okey akan ku coba nanti,gumam hanifah dalam hati,netra asyif dan hanifah bertemu membuat senyum manis asyif memudar seketika
"eh,cuek amat nih dosen sama yg lain senyum dan denganku langsung menatap penuh kesal,nyesel gue senyum padanya,"grutu hanifah dalam hati
##########
Hanifah berjalan dengan sahabatnya menuju area parkir,karena hanifah ingin meminta tumpangan langkah hanifa terhenti ketika melihat seorang yg akan memasuki mobil orang itu tak lain adalah asyif dosen baru dikampus dan orang yg memberi tumpangan pada hanifa,hanifa langsung menghampiri asyif sedikit berlari karena takut asyif keburu pergi dan itu membuat dinda terheran2 dengan sikap sahabatnya
"pak asyif tunggu,"teriak hanifah berhasil membuat sang pemilik nama menengok dan berhenti melakukan aktivitasnya,wajahny masih sama dingin.akan akan tetapi tidak membuat ketampanannya memudar sedikitpun.
"apa,mau numpang lagi,?"ucap asyif tanpa beban,alhasil membuat hanifah kesal,rasanya ingin menyekik nih orang.kalau tida memikirkn ia sudah baik padanya berapa waktu lalu.
"tidak pak tidak,"
"eh maaf pak,saya hanya ingin berbicara denganmu,"
asyif diam tanpa memandngnya,hal itu membuat hanifah kesal,ia segera mengahpus kesalnya karena harus berterima kasih dengan lelaki angkuh ini,dasar dosen gak ada akhlak,kalau tidak karena membantuku,cih gak akan aku seperti ini rasa ingin membunuhnya,cacian hanifa dalam hati
"hei,apa kau akan terus mematung seperti ini?"ucapan asyif membuat hanifah kembali dalam dunianya ia tersenyum pada lelaki dihadpanya walau yg ia dapat hanya wajah dinginnya.
"eh maaf pak,saya hanya mau berterima kasih pada anda karena sudah menolong saya tadi,kalau boleh saya ingin mengajak bapak makan untuk tanda terima kasih saya,"
"lo fikir gue bapak lo,"
"eh,saya hanya menghormati anda karena anda dosen saya pak,"
asyif diam langsung melajukan mobilnya tanpa menghiraukan ajakn hanifah ataupun ucapannya,hanifah langsung kesal,ia mencaci asyif dalam hati yg mulai pergi meninggalkan area parkir mata semua siswi menatap sinis,dinda menghampiri sahabatnya dan ingin mencari info tentang apa yg dilakukan hanifa barusan
"woi,jangan melamun pulang yuk,"
"huft,ayok."dengan kesal hanifa melangkahkan kaki
"sebenarnya apa sih hubunganmu dengan pak asyif?"
"hah,kau fikir aku punya hubungan dengan lelaki angkuh itu?"
"hemm...,"ucap dinda sambari menatap sahabatnya,yg raut wajahnya menandakan kekesalan memdalam,namun mencoba untuk dtitahan
"dia yg menolongku tadi din,"tutur hanifa memulai menjelaskn pada sahabatnya yg pastinya keppo,dinda hanya diam menunggu komplitnya penjelasan
"aku tadi berniat berterima kasih dan ingin mengajaknya makan,pada akhirnya kau tau sikapnya,sungguh aku ingin membunuhnya sekarang juga din,"ucap hanifa kesal
"sabar han,mungkin suasana hati pak asyif sedang kacau jadi begitulah,"
"hah,kau membelanya huft,"
"loh,aku tidak membelanya han,"
"dari awal ketemu wajahnya tidak ada enak2nya dipandang wajah kayak es batu gitu,"
"tapi dia tampan han,"jujur dinda,hanifah menatap sahabatnya sinis,
"eh,apa?"tanya dinda tanpa bersalah
"kau,udah gila din buat apa tampan kalau sikapnya seperti itu tak punya hati,"
"jangan gitu han,kalau kau suka sendiri tau rasa kau,eh moga aja jodohku,"
hanifah makin kesal melihat tutur kata sahabatnya,ia memilih mengabaikan karena kesalnya masih seluruhnya untuk sikepala es batu itu.