
Sebelum menjenguk neneknya ratna asyif mampir ke toko oleh2 untuk membawakan buah tangan rencananya dia tak akan lama disemarang karena banyak tugas yg masih penting selain ini tak lain adalah dosen yg sering menghubunginya untuk segera masuk ke kampus membahas tentang wisuda,sampai didepan ruangan neneknya ratna asyif mencoba mengetuk berapa kali pintu,hingga ratna membuka pintu ruangan dengan rasa bingung atas kedatangan asyif yg tak pernah ia duga,kini kekaguman pada asyif semakin tubuh dihati ratna,asyif tesenyum simpul pada ratna yg terlihat tegang dan bingung
"eh,pak asyif mari masuk,"(ratna bingung)
asyif memasuki ruangan terlihat nenek sepuh yg terbaring diranjang rumah sakit,asyif menaruh buah tangannya dimeja,wanita sepuh itu masih memejamkan mata padahal jam sudah menunjukkan 9 pagi,asyif duduk disofa yg tersedia disana melihat sekeliling ruangan yg terlihat sederhana,
"bagaimana tuan bisa tau nenek saya dirawat disini?" tanya hanifa sambil duduk disamping asyif namun dengan jarak lumayan jauh
"kau lupa siapa saya?"
"eh iya,anda seorang ceo yg memiliki banyak perusahaan dimana2,"
"hahah,saya gurau saja kenapa wajahmu begitu serius,?"(asyif tertawa melihat reaksi ratna yg menanggapinya serius)
"heheh,"(ratna merasa malu)
"nenekmu sakit apa?"
"stroke pak,sudah sangat lama beliau menderita penyakit ini semenjak meninggalnya kakek saya dengan tragis,beliau sok mengakibatkan darahnya terus menekan karena banyak memikirkan kakek saya hingga ginilah beliau sekarang stroke,"
asyif hanya mengangguk mendengar cerita ratna,
"aku pulang dulu,sudah hampir satu jam saya disini,"ucap asyif sambil melihat jam tangannya.
"eh iya pak,makasih sudah mau menjenguk nenek saya,in sya allah saya akan segera memberi kabar tentang keputusan saya pada bapak,"
"oke saya pasti akan menunggu kabar baiknya,oh ya salam buat nenekmu saya pulang dulu,assalamualaikum,"
"waalaikumsalam,"
asyif sudah meninggalkan area rumah sakit,5 jam lagi ia harus kebandara untuk kembali kejogja.bukan tak ingin jalan2 dulu atau menikmati kota semarang namun pekerjaan yg terus membuatnya sibuk dan terjatuh sakit hingga sekarang ini
flasback off
...****************...
Hanifa masih setia menunggu asyif yg masih terbaring diranjangnya sesekali hanifa memejamkan matanya karena kantuk yg menyerangnya dan pada akhirnya ia tertidur disofa yg tersedia disana,
ilustrasi kamar asyif dijogja😁😁
ketika asyif mulai terbangun matanya langsung tertuju pada gadis yg tertidur pulas disofa kamarnya,gadis dengan pakai minimnya terlihat lelah asyif ingin bangkit menghampiri gadis itu,namun tubuhnya yg masih terasa lemah membuatnya mengurungkan niatnya,gadis yg sudah seminggu lebih tak ia temui,kini berada dihadapannya,entah rindu atau tidak tapi mellihat gadis itu hati asyif terasa tenang.tanpa asyif sadari wanita yg ia tamati begitu lama kini sudah membuka mata,hanifa merasa dirinya sudah harus bangun dari alam mimpinya,matanya menangkap netra asyif yg melihatnya hanifa dibuat bingung baru kali ini dosen dinginnya menatapnya seperti itu apa bajunya terbuka atau salah tidur atau gimana?
"apa tuan baik2 saja?"
pertanyaan hanifa mengembalikan kesadarab asyif,asyif tergugup lngsung mengalihkan pandanganny ketika hanifa tahu ia sedang menatapnya,hanifa mencoba mendekat dan menempelkan punggung tangannya ke dahi asyif mengecek suhu badannya.
"ngapain lu pegang gue tanpa izin?"
"eh,maaf tuan saya hanya ingin mengecek suhu badan tuan,"
asyif hanya meliriknya
"apa tuan lapar?,biar saya ambilin makanan dulu,"
hanifa meninggalkan asyif dikamarnya menuju ruang makan,hanifa menatap dua orang yg tengah asyik mengobrol diruang keluarga,saat hanifa melintasi mereka, alex dan anam hanya acuh tetap dalam pembicaraan mereka,
hanifa bertanya pada seorang wanita paruh baya yg sedang sibuk dengan tugasnya,
"maaf non,bibi belom sempat buatin,"
"eh,ya udah biar aku yg buatin untuk tuan asyif,"
"jangan non,biar bibi saja,"cegah wanita paruh baya yg tak lain bernama minah,
"saya gak apa2 bi,bibi selesaikan tugas yg lainnya,lagian cuma buat bubur saja,"
minah hanya diam mendengar jawaban dari nona mudanya,ia memilih melanjutkan apa yg ia kerjakan barusan
...****************...
Asyif bersandar diheadboard ranjanganya,sambari melihat pesan whatsapp yg masuk di ponselnya,banya sekali pesan terutama dari kampus tempat mengajarnya,3bulan lagi akan diadakan wisuda sedang semua menunggu intruksi dari sang pemilik universitas yg tengah dijogja mengurus urusannya,
ceklek...
pintu kamar asyif terbuka melihatkan siapa orang dibalik daun pintu itu,wanita dengan pakaian minimnya memasuki kamar asyif dengan tangan membawa makanan dan minuman yg ia taruh dibaki nampan,aroma masakan itu sangat tercium membuat selera makan asyif tubuh,ingin segera mencicipinya
"maaf tuan nunggu lama,tadi saya buatin bubur dulu untuk anda,"
asyif hanya diam,hanifa duduk di tepi ranjang,sambil mengaduk bubur yg ia bawa,agar sedikit mendingin
"saya suapin ya taua?,"
asyif sedikit tercengang dengan perkataan hanifa,ia memilih diam,dengan telaten hanifa menyuapin asyif,terlihat wajah asyif begitu tegang.
"kenapa anda bisa jatuh sakit tuan,?"petanyaan hanifa disela2 kediaman diantara mereka yg begitu lama,
"apa saya tidak pantas sakit,?"
"eh bukan gitu tuan,anda kan orang yg sangat kuat,masa bisa jatuh sakit,sangatlah langka,"(tutur hanifa tanpa dosa,al hasil membuat asyif sedikit kesal pada wanita yg di sampingnya)
"maksudmu apa?"
"tidak tuan,lupakan saja,obat anda dimana?"
"dilaci,"
"anda harus,jaga kesehatan tuan tugas and tambah menumpuk pastinya,kampus sudah menunggu tuan untuk persiapan wisuda juga,"
"iya saya tahu,"
"kalau tau,kenapa sampai tidak bisa menjaga pola makan tuan dan kesehatan tuan sendiri,?"
"apa kau secerewet ini?"
"heheh,maaf tuan saya hanya mengingatkan tuan,"
"sepertinya kamu bakat jadi khotib jumat,"
"eh," hanifa lngsung diam mendengar ucapan asyif ia memilih membereskan sisa makanan asyif dan membawanya kedapur.