
Asyif sudah bersiap untuk menuju. kantornya,hanifa yg masih terdiam sejak semalam tak melontarkan sepatah katapun,t begitulah wanita kalau ngambek,asyif tak menanggapinya dengan serius,walau dalam keadaan hati yg sangat kesal dengan makhluk yg ada dihadapannya Hanifa tetap telaten melayani asyif,ya hanya dentingan piring dan sendok yg berbunyi dipagi itu,dua insan itu larut dalam pemikiran masing²,
kantor asyif
saat sedang larut dalam tumpukan pekerjaan,ketukan pintu terdengar dari luar,membuat Asyif harus menghentikan pekerjaannya sebentar
"masuk."
ceklek
tak
tak
tak
suara Haigh heels terdengar menyetuh lantai ruangan asyif,wanita dengan baju tertutup,dan senyum manis tersungging diraut wajahnya menghampiri asyif,ya dia ratna gadis yg berapa Minggu lalu ia temui,spontan asyif berdiri menyambut kedatangan kliennya,
"nona ratna,ada apa hal yg ingin anda bicarakan?"
"mari duduk dulu," suruh asyif sopan,ya begitulah perlakuan asyif terhadap kliennya
"thanks,tuan."
asyif tersenyum
"saya ingin menanyakan sesuatu tuan?"
"ya,"
"kalau gak keberatan,saya ingin juga mengenal produk saya dalam bisnis ini?"
"tentu tidak masalah nona,biar produk anda diproduksi dan promosikan di PT saya dijakarta, berhubung besok saya juga akan kembali ke ibu kota,anda bisa mengirim file nya ke handphone atau serahkan kealex,anda juga bisa berdiskusi dengannya tentang bisnis ini,"
"baiklah, semoga berkah kedepannya bagi kita tuan asyif,saya pamit dulu,"
"amiin ya Allah,"
"assalamualaikum,"
"waalaikumsalam,"
asyif menatap gadis yg baru saja keluar dari ruangan nya,baru kali ini ia bisnis dengan wanita seanggun Ratna,
dering telfon
alex: halo,tuan
asyif:iya
alex:semua sudah saya urus,besok pagi penerbangan anda dengan nona muda,
asyif:thanks Lex,sudah membantu
Alex:sama2 tuan,sudah tugas saya melayani anda,
Tut
tut
Tut
sambungan telepon Sudan berakhir
...****************...
Hanifa duduk dibalkon kamar asyif baru saja mengakhiri percakapannya dengan sahabatnya, hatinya begitu sedih karena sikap dosen kepala es itu
^^^"mentang-mentang pengusaha kaya seenak jidat aja mengambil keputusan,emang gue kuliah gak bayar apa,"maki Hanifa walau hanya terdengar dirinya sendiri^^^
tangisnya mulai pecah, bagaimana tidak ia sudah mengidamkan wisuda namun gara² dosen dingin itu ia harus menunggu entah sampai kapan,rasanya sudah lelah hidup yg ia jalani selama ini,ia hanya ingin segera mencari pekerjaan,dan menghidupi kebutuhannya,
"apa ini karma gue ya, karena dulu begitu bejat," batin Hanifa
"andai dulu kakak mau menerima cinta ifa,"ucap Hanifa sambari melihat foto ia dan lelaki dihanfondnya,
lelaki yg bernama Fakih kakak angkatnya sejak SMP dulu saat Hanifa menduduki kelas 2 SMP ia pindah kelas,ya setiap tahun di sekolah Hanifa semua siswa siswi diacak memasuki kelas yg berbeda dari sebelumnya,berawal itulah pertemuan Hanifa dan Fakih,lelaki dengan postur tubuh tinggi tegap,kulit putih dan senyum yg tak bisa ditinggalkan asyif menyertai wajah tampan itu, banyak siswi yg mendambakan menjadi kekasihnya,saat Fakih sedang menyalin catatan suara Hanifa mengganggu kefokusan Fakih yg ada didepannya,hingga membuatnya menengok kebelakan,Hanifa gadis yg ceria hanya menatap sorot mata Fakih dengan biasa,
"bisa pelan suara sedikit,!"
"oh,maaf,"ucap Hanifa merasa bersalah dengan sosok lelaki dihadapannya,Fakih hanya tersenyum,semakin hari Fakih dan Hanifa akrab karena sikap Fakih yg sosial dan Hanifa yg periang menyatukan mereka,bahkan keluarga Fakih mengenal Hanifa ketika Fakih mengajaknya belajar di rumahnya hingga SMA mereka sepakat untuk satu sekolah lagi,tak bisa dipungkiri sebuah perasaan muncul dari satu pihak yaitu Hanifa,saat kelas 2 SMA ia memberanikan diri untuk mengatakan cintanya pada Fakih, Namun nihil Fakih tetap bersikeras bahwa diantara mereka hanya sebuah ikatan kakak dan adik,setelah kejadian itu Hanifa sedikit menjauh dari Fakih, tetapi itu tak berlangsung lama karena Fakih selalu mendekatinya bahkan melupakan kejadian yg mereka alami,hingga sekarang ia memendam perasaan untuk sang kakak angkatnya,yg sudah jarang berjumpa hingga 3 tahun silam,karena Fakih anak orang yg terbilang kaya,ia harus meneruskan kuliah diluar negri,dan Hanifa disinilah tempatnya, bahkan memberi kabar saja sudah 3 bulan yg lalu,fakih berkata ingin memfokuskan dirinya sementara waktu,lagi2 air mata Hanifa mengalir semakin deras, mengingat sudah jauh dari orang² terdekatnya bahkan fakih yg selalu ia buat sandaran sudah tidak ada kabar,
......................
Asyif memutuskan untuk pulang lebih awal dari jam biasanya karena mendapat laporan dari kepala asisten bahwa sambari tadi pagi Hanifa tak keluar kamar membuat pikiran asyif sedikit terganggu dan memutuskan untuk menemui gadis itu,dalam perjalanan asyif memikirkan keadaan Hanifa,hingga mobilnya terparkir di halaman rumah neneknya,
ceklek
asyif segera menuju kamarnya mencari keberadaan gadis itu,dan ia menemukan Hanifa tertidur disofa balkon,wajah yg terlihat letih dan sembab,asyif mentap wajah yg membuatnya kemari,
"kau itu,menjengkelkan,"ucap asyif tersenyum,ia membopong tubuh gadis mungil itu menuju tempat tidur, segara asyif mengganti kemejanya dengan baju rumah,ia memilih duduk disamping Hanifa sambil mengerjakan tugas kantor dengan laptop dipangkuannya
bruk
tangan Hanifa tiba2 menyentuh laptop dipangkuan asyif,untung asyif sigap menangkap laptopnya yg hampir jatuh,asyif meletakan laptopnya dilaci, kemudian berbaring menghadap Hanifa yg memeluknya menatap wajah gadis yg selalu mengusik harinya, tanpa asyif sadari pusaka asyif menegang dibawah,hasrat kelakiannya seakan muncul ingin menerkam gadis yg tidur disampingnya namun,dia ingat perjanjian mereka berdua bahwa asyif tak akan meminta haknya sebelum Hanifa siap tapi,entah sampai kapan asyif menahannya sedangkan ia adalah lelaki normal yang pastinya juga memiliki nafsu,
cup
sebuah kecupan mendarat dengan mulus dikenang Hanifa tetapi ia masih masih terlelap dalam mimpi indahnya,asyif mendekatkan tubuhnya dalam pelukan Hanifa hingga tercium jelas harum tubuh gadis itu,pada akhirnya asyif ikut tidur
tok
tok
tok
"tuan,nyonya makan malam sudah siap," suara bi Minah dari luar kamar asyif,Al hasil membuat Hanifa terbangun akan tetapi tidak dengan asyif,saat Hanifa mulai sadar dalam dunia nyatanya ia dikejutkan dengan posisinya memeluk asyif yg tidur disampingnya,
"hah😲, bagaimana bisa aku memeluknya dan kapan ia kembali?"gumam Hanifa dalam hatinya,dia segera beranjak dari tempat tidurnya tetapi, pergelangan tangannya ditahan oleh asyif yg ternyata juga terbangun,
"mau kemana?"tanya asyif dengan suara khas bangun tidur
"mau siap² makan malam tuan,"
asyif menarik tangan Hanifa Al hasil membuat Hanifa terjatuh diatas asyif, tangan asyif menyibakkan rambut Hanifa yg menutup sebagian wajahnya
"nanti biar bibi bawa makanannya keatas,"
Hanifa hanya diam menatap asyif,dan belum menyadari posisi mereka yg intim,tiba2 asyif mengeratkan pelukannya membuat Hanifa tersadar
"eh,apa yg tuan lakukan, tolong lepasin saya,"
asyif hanya tersenyum, menatap Hanif yg mencoba lepas dalam genggamannya
"tuan,jangan seperti ini,"
"saya suamimu jadi berhak melakukan apapun,"
"tapi tuan,"ucap Hanifa sedikit gugup, jantungnya berdetak begitu kencang,
"bisakah kita tidur kembali?"
"sudah malam tuan,kita makan dulu,"
"sejak kapan kau mengaturku?"
"maaf,"
"boleh aku meminta hakku?" tanya asyif walau sebenarnya malu,
"hak apa tuan,?" Hanifa pura² tidak tau
terima kasih sudah mau membaca ceritanya walau masih sangat berantakan maaf jika ada kosa kata yg kurang mengenakkan 🙏