
Asyif baru saja tiba dirumah sore menjelang,dia mampir ke makam kakek dan neneknya terlebih dahulu,asyif segera membersihkan dirinya yg terasa lengket,
"sudah lama dia saya tinggal,apa dia baik2 saja?"(asyif memikirkan hanifa)
"eh apa2an gue mikirin cewek itu,"ucap asyif pada dirinya sendiri,ia masih asyik merendam dirinya dibathtub,sudah 5 hari asyif berada dijogja meninggalkan hanifa,
ruang kerja
Asyif masih sibuk diruang kerjanya menyelesaikan tugas yg masih berantakkan,membuatnya harus ekstra profesional,banyak file dari perusahaannya yg di luar daerah ataupun laur negara masih juga masalah kampus yg banyak dosen bilang dia segera masuk kampus banyak mahasiswa menanyaakan skripsi,asyif dibuat pusing harus dia yg menghandle semuanya bahkan ilham juga turut membantunya mengoreksi laporan dari setiap perusahaan asyif,
tok
tok
"masuk,"
alex yg dibalik pintu itu langsung masuk ketika mendengar intruksi dari tuan mudanya,terlihat asyif sibuk dimeja kerja tangan yg masih mengetik di keyboard laptopnya,alex masih berdiri didepan meja kerja asyif menunggu intruksi dari tuan mudanya untuk duduk,
"duduk lex,"(asyif yg menyadari alex berdiri dihadapannya)
"waktunya makan malam tuan,"
"jam berapa ini?"
"jam 20:45 wib tuan,"(alex melihat jam arlojinya)
"bentar lex bantu saya menyelesaikan ini,"
"baik tuan,"
"filenya akan saya kirim ke kamu,"
"apa sebaiknya anda makan dulu tuan,"
"bantu saya selesaikan ini dulu,"
"baik tuan,"
mereka sibuk dengan tugas mereka masing-masing hingga tak terasa jam sudah menunjukkan 11 malam lebih tapi mereka masih didepan laptot masing2
"lex,"panggil asyif ketika sudah menyelesaikan tugasnya,alex yg juga baru selesai langsung menatap tuan mudanya
"iya tuan,"
"tadi pagi aku sudah bertemu pak haris,"
"lalu apa beliau menyetujuinya tuan?"
"beliau menyerahkan semua pada putrinya,"
alex diam mendengar ucapan tuan mudanya
"bagaimana cara agar mendapatkan persetujuannya?"
"apa tuan sudah bertemu dengan putri pak haris?"
asyif menatap alex kemudian mengangguk,
"apa anda juga sudah berbincang dengannya?"
"iya lex,kau seperti detektif apa harus menayaiku sedetail itu,"(asyif mulai sebal)
"maaf tuan,jika boleh saya beri solusi,coba anda lebih dekat dengan putri haris kemungkinan bisa membuat luluh hatinya,"
"maksudmu apa aku harus mendekatinya?"
"bukan itu maksud saya tuan,"
"lalu,"(asyif melirik alex)
"mencoba berteman dengan putrinya,apa salahnya tuan,"
asyif mencoba memikirkan saran dari skertarisnya,walau terkesan konyol tapi setidaknya berteman tidak apa-apa,tetapi bagaimana jika hanifa akan mengetahui jika dia mempunyai teman wanita? ah,masa bodoh sejauh ini hatinya tidak tertarik dengan gadis menyebalkan itu,asyif masih dalam lamunannya hingga suara alex membuatnya harus kembali dalam alam sadarnya
"tuan," panggil alex yg melihat sendari tadi tuan mudanya diam
"hem,"(mencoba biasa walau sebenarnya sedikit terkejut)
"anda sedang memikirkan ucapan saya?"
asyif tidak menjawab hanya melirik alex kemudian berpindah menatap jam arlojinya jarum jam menunjukkan pukul dini hari,dia ingat bahwa belum menyentuh sedikit pun makanan kini perutnya sudah terasa perih.
"aku mau makan,"
"iya tuan,biar saya hangatkan dulu makanannya,"
asyif diam melihat alex yang meninggalkan ruangannya,asyif masih memikirkan saran alex,sedangkan alex sudah pergi menuju dapur membuka kulkas dan mulai menghangatkan makanan yg di masak bibi semalam,
rumah ratna
selesai makan malam ratna membawa piring dan barang kotor bekas makanan ke dapur,mereka tidak membawa jasa pembantu karena dari dulu almarhum ibunya tidak menyukainya ibunya berprinsip jika masih bisa dilakukan sendiri mengapa harus merepotkan orang lain? ibunya sangat mandiri dan disiplin itulah yg ratna pelajari dari sang ibunya riris,selesai membersihkan cucian kotor ratna mengambil dokumen dari asyif yang ia taruh didalam laci kamarnya,ketika asyik membaca didepan rumah dengan secangkir teh hangat,ratna harus menghentikkan aktivitasnya karena ayahnya tiba-tiba menghampirinya,
"fokus amat nak,"
"astaghfirullah yah,"(ratna terkerjut dan hampir menjatuhkan kertas yg dibacanya)
"segitunya kau nak,"
"maksud ayah?"(ratna bingung)
"serius banget kamu bacanya,"
"asyif sepertinya anak yg baik ya rat?"
ratna menutup dokumennya kemudian menatap manik mata ayahnya,
"maksud ayah gimana lagi?"(ratna semakin bingung dengan apa yg ayahnya bicarakan)
"asyif anak baik,"
ratna mengenyitkan dahinya mencoba memahami tujuan pembicaraan ayahnya
"jangan bilang ayah suka dengan tuan asyif?"(ratna yg mulai mengerti tujuan pembicaraan haris)
"masak iya,laki2 suka laki2 rat"(haris tertawa,ratna memanyunkan bibirnya karena ayahnya pasti sedang mengerjainya)
"kamu tadi bisa ketemu asyif gimana rat?"
"kenapa ayah membahas asyif mulu?"
"maaf-maaf,ayah hanya saja ingin kau terbuka dengan ayah,"
"ratna tidak sengaja menabrak asyif yah,awalnya wajahnya sangat dingin bahkan tersenyumpun tidak,"
"apa seperti itu,?"
"hemm,begitulah yah tapi saat pembicaraan tadi berdua dengannya,asyif tak semenakutkan awal bertemu,"
"rat,lelaki yg memiliki raut wajah seperti itu kadang ada suatu yg pernah terjadi padanya di masa lalu hingga membuatnya berubah,namun kamu juga harus tau bahwa lelaki seperti itu memiliki hati lembut sebenarnya,"
"apa iya yah?"
"iya nak,"
"bagaimana ayah tau,?"
"ayah banyak pengalaman nak,"(haris tertawa)
"coba deh kamu browsing tentang asyif,"
"buat?"(ratna bingung dengan permintaan ayahnya)
"asyif sepertinya bukan orang sembarangan,"
"maksud ayah apa lagi sih?,apa asyif bukan manusia?"
haris tertawa mendengar ucapan putrinya
"browsing dulu rat,karena ayah tidak asing dengan wajah asyif,"
"oke-oke," ratna menuruti kemauan ayahnya,dan benar nama asyif ada di internet orang yg terkenal kekayaannya,bahkan disini ia tercantum terkaya ke 4 di dunia,bisnisnya ada dimana2 luar ataupun dalam negara tapi mengapa ratna baru tau,dan disini tertulis asyif yg terkenal dingin dan jarang tersenyum,ratna mulai tersenyum karena memang benar tetapi tidak semenakutkan awalnya,
"senyum2 sendiri,?"(haris yg heran melihat ratna tersenyum memandang androitnya)
"ini yah,disini juga tercantum asyif terkenal orang dingin,padahal tadi biasa saja tak semenakutkan diberita ini,"
"ya begitulah nak,seperti apa yg tadi ayah bilang,"
"tapi disini tertulis bahwa asyif orang terkaya yg menduduki peringkat ke 4,ayahnya bernama hendra wijaya,"
"hendra wijaya?"
"iya yah,apa ayah kenal?"
"sepertinya,"
"ini sepertinya ayah ayah asyif?"(sambari memperlihatkan foto yg baru saja iya lihat )
"ayah seperti tidak asing dengan wajah itu?"
"ayah mengenalnya?"
"entah lah rat,"
ratna diam ia kembali melihat foto keluarga asyif,ketika sedang melihat foto masa kecil asyif layar ponselnya berubah kepanggilan, seorang sedang memanggilnya,
"assalamualaikum om,"
"waalaikumsalam rat," suara seorang laki2 dari sebarang sana
"dari siapa?" haris yg penasaran putrinya menerima panggilan
"om edo, yah"
haris hanya menganggukkan kepala membiarkan putrinya melanjutkan pembicaraan
"nenek sekarang sedang dirumah sakit rat,"
"innalillahi,sejak kapan om?" ratna mulai panik mendengar kabar dari omnya disemarang tentang keadaan neneknya
"dari tadi pagi,keadaan nenekmu kritis apa bisa kau kesini dengan ayahmu besok?"
"tentu om,ratna akan kesemarang besok,"
"alhamdulillah,karena om ada tugas di luar kota,"
"iya om ratna akan kesana dengan ayah,apa om mau berbicara dengan ayah sebentar,?"
"boleh,"
ratna menyerahkan ponselnya kepada haris yg sudah terlihat cemas,mendengar pembicaraan putri dan adeknya,haris memiliki adik yg tinggal bersama ibunya disemarang ibunya yg sudah sakit stroke,sebenarnya haris ingin menemani ibunya yg sudah renta tapi karena tidak bisa meninggalkan jogja yg menyimpan kenangan bersama istrinya alhasil adikknya yg berjodoh dengan orang sana dengan tidak keterpaksaan adiknya mau merawat ibunya dan tinggal bersama beliau.