Maulidiyatul Hanifah

Maulidiyatul Hanifah
eps 6



Hanifa sudah berada dikampusnya ia segera menuju ruang asyif,banyak anak yg mengguncingnya ketika melewati mereka,tapi hanifa mengabaikannya walau sebenarnya ia ingin membungkam mulut mereka,


"eh gak tau malu masih saja nongol dikampus,emang tampang2 gak punya malu,"


"iya dasar wanita liar, dosen baru langsung digoda rendahan sekali tuh cewek,"


cacian mahasiswa setiap hanifa melintas hingga didepan ruangan asyif,ia menarik nafas lalu menghembusakan dengan perlahan,mencoba tenang dan menahan tangisnya.tanpa permisi ia langsung masuk,asyif yg terlihat sibuk seketika terhenti melihat hanifa masuk dalam ruangannya,tidak ada ucapan apa2 dari asyif,karena dia sudah tau maksud hanifa datang menemuinya,


"maaf pak saya lancang,saya hanya ingin kita menjelaskan kebenarannya,karena saya sudah mencoret nama baik bapak,"


asyif menghembuskan nafas kasar,mencoba meyakinkan hatinya dan berharap hanifa menerima keputusannya


"kita harus nikah,"


kata itu yg terlontar dimulut asyif dan pastinya membuat hanifa terkejut,bagaimana tidak bukan ini yg hanifa inginkan,hanifa diam memikirkan perkataan asyif menimbangkan dengan mantab karena itu akan menyangkut masa depannya.


kantor asyif


asyif menceritakan semuanya ke anam tapi tidak dengan kisah hanifa karna baginya itu aib hanifa, dan anam hanya mendengar apa yg dikatakan sahabatnya itu,


ting...


hanfond asyif berbunyi,ia melihat dari dosen salah satu kampusnya


***whatsapp


bu ika;pak bisa kekampus,?


asyif:ada apa bu?


bu ika:mengirim foto***,


bangsat siapa yg diam2 memotret saya,"batin asyif,


"kenapa diam syif?"tanya anam yg membuat asyif tiba2 diam,


asyif langsung memperlihatkan foto yg dikirim bu ika,salah satu dosen di kampus asyif


"bangsat,siapa yg berani berbuat itu,?"


asyif hanya diam,fikirannya semakin kalut


"perintah ilham untuk menyelidiki ini semua," seru asyif,


"aku tau syif siapa yg ingin menjatuhkanmu,?"


asyif seketika langsung menoleh


"remon,ya pasti remon musuhmu sejak sma,"


"entah,gue ke kampus dulu,ingin menyelesaikan masalh ini,dan beritu ilham untuk mencegah foto itu sampai ke entertaiment,bayar berapa pun,"


"mentang2 uang banyak,ginilah sukanya,"


asyif tidak menghiraukan ucapan anam,ia memilih langsung menuju kampus,


tapi ketika ia sampai di kampus fotonya bersama hanifa semalam tersebar,banyak dosen meminta asyif agar menikahi hanifa,dosen lainnya sangat menghormati asyif sebagain pemilik kampus jadi banyak masukkan yg meminta asyif menikahi hanifa,dilain sisi juga tetap menjaga nama baik keluarga asyif,sebelumnya anam juga berkata sedemikian rupa,namun asyif hanya diam takutnya hanifa tidak akan mau menikah dengannya,karena menikah bukan sekedar ucapan tapi perbutaan,persiapan


ruangan asyif


"bagaimana?"


"saya bingung sendiri pak,anak luar sudah pada mencemooh saya nasib saya semakin berantakan sekarang"


"jalan satu2nya kita nikah,"


"saya tidak pernah berfikir harus menikahi seorang yg tidak saya cintai,"


"saya pastikan lu aman dengan gue,bahkan gue tidak menyentuh lu,"


hanifa menatap asyif,


"lu boleh pegang omongan gue,kalau tidak lu suruh gue tidak akan nyentuh lu,"


"mungkin ini yg terbaik pak,saya terima"


"ok,kita sekarang langsung ke kua,"


"iya,"


"huft,gue malu keluar,"


asyif langsung mengambil topinya dimeja dan memakaikannya ke hanifa walau hanifa terasa sungkan namun ia tidak bisa menolaknya apa lagi topinya ada inisial A,



hanifa berjalan beriringan dengan asyif dan dinda mengikutinya dari belakang dan pasti menyimpan kebingungan,tapi ia akan mendapat jawabannya ketika sudah saatnya,banyak mahasiswa yg menatap 3 manusia yg jalan bersama,dan beribu pertanyaan dibenaknya hanifa memilih duduk dibelakang bersama dinda sedngkan asyif depan bersama supirnya,tidak ada sepatah katapun yg terucap diantra mereka ya hening dan hening hingga mobil asyif terparkir dirumah mewahnya ilham,anam dan arsya sudah berada diruang tamu menunggu kedatangan mereka.


"penghulunya baru diperjalanan,"beritahu anam ketika sahabatnya memasuki rumah bersama 2 orang gadis pasti bagi ilham asing tidak dengan anam dan arsya yg sudah pernah melihat hanifa,ilham adalah skertaris asyif sebelum anam,karena ada kendala di luar negri ilham diutus menyelesaikan dan anam berpindah posisi,dinda makin terkejut ketika mendengar kata penghulu tapi ia hanya menyimpan kebingungannya.


"bi ami,"panggil asyif,ami langsung menghadap tuan mudanya,


"iya tuan,"


"ini mereka bawa kekamar atas tadi mua baru perjalanan,"


ami hanya mengangguk mengantar dinda dan hanifa ke tempat biasanya ia tidur dirumah asyif,hanifa membersih diri terlebih dahulu sambari menunggu mua,dinda semakin terkagum dengan kamar rumah asyif begitu menawa melihatkan betapa kayanya dosennya itu.ketika semua sudah siap hanifa turun kebawah,dinda masih menunggu penjelasan hanifa yg tak kunjung ia dapat,semua sudah berkumpul dibawah hanifa perlahan turun semua mata menatap pengantin wanita,asyif terkerjut karena hanifa terlihat lebih cantik walau senyum tak mengembang diwajahnya hingga hanifa duduk disebelah asyif,dia baru tersadar kalau ia mengagumi wanita yg akan bergelar menjadi istrinya ,



"apa semua sudah siap?"


"in sya allah pak,"ucap hanifa dan asyif serempak,asyif menjabat tangan penghulu dan mulai mengucap ijab qobul, disahkan oleh sahabat asyif dan pembantu asyif,dinda demikian.



"saya terima nikahnya maulidiyatul hanifa binti bapak rudi dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai,"


"sah,"ucap penghulu dan disahuti saksi yg ada,hanifa mencium tangan asyif ketika selesai memasngkan cincin nikah mereka



perasaan hanifa semakin tak karuan,antara percaya atau tidak karena dalam sekejap ia sudah bergelar istri,tanggung jawabnya semakin bertambah ketika sudah usai,semua meminta asyif dan hanifa berpose untuk mengabadikan moment mereka dan harus ganti bermacam gaun ,walau hanifa menolak namun paksaan sahabat asyif mampu membujuk hanifa asyif menuruti apa mau sahabatnya.








anggap aja itu foto asyif dan hanifa😁


hanifa harus terpaksa tersenyum,sebenarnya ia risih dengan pose2 yg diatur teman asyif tetapi dia tak berani membantah karena terlalu dekat dengan dosennya,walau hanya pernikahan sederhana tapi cukup membuat dia lelah,dinda baru pulang berapa menit lalu hanifa sudah masuk kekamarnya,membersihkan diri dan mengistirahatkan badan hanifa memilih tidur dengan kemeja putih tanpa pakai bawahan karena ukuran kemeja sudah cukup menutup bawah,hanifa sangat suka pakaian terbuka baginya itu lebih nyaman,asyif dan 3 sahabatnya masih bercengkrama diruang keluarga,membicarakan hal2 bodoh sambari menikmati secangkir kopi dan cemilan,


"gak nyangka bro,lu sekarang udah gak lajang,"celetuk arsya membuat semua tertawa terkecuali asyif,


"wah siap2 ngeronda nanti lu hahah,"anam menimpal asyif tetap diam tak mengecoh ucapan sahabatnya,


"ham,besok lu masuk kantor ganti posisi gue sementara,sampai tugas dosen gue selesai,"


"baik tuan,"


"alhamdulillah gue akhirnya keposisi semula,"ucap anam


"lu bentar lagi pindah perusahaan cabang,"


"what,yg bener dong syif,"


"lu sekarang harus bisa mandiri an,perusahaan bokap lu nanti yg megang siapa kalau bukan lu,"


anam hanya diam mengiyakan ucapan asyif,karena benar anam harus mulai belajar tak mengandalkan orang seperti berapa bulan lalu menggantikan posisi asyif ia masih kuwalahan apa lagi,nanti memegang perusahaan peninggalan ayahnya,percakapan mereka selesai dini hari semua memilih pulang kerumah masing2,asyif segera masuk ke kamarnya tapi sebelumnya ia menengok hanifa yang tidur dikamar biasanya,terlihat hanifa begitu pulasnya tidur



asyif segera memejamkan matanya ketika selesai membersihkan diri,tapi fikirannya masih menerka kejadian hari ini dengan sekejap ia menikahi gadis yg tak pernah dia cintai bahkan yg selalu mengusik harinya sekarang asyif memiliki tanggung jawab atas hanifa,hendra dan ika orang tua asyif belum ia kabari takut mamanya akan marah,tinggal nunggu waktu tepat mengungkapkan semua ini,