Maulidiyatul Hanifah

Maulidiyatul Hanifah
eps 10



Sudah seminggu lebih asyif dijogja,tanpa mendengar kabar darinya walau sedikit cemas terhadap asyif,dinda hampir setiap malam tidur dirumah asyif menemani hanifa sambari menyuruh hanifa membantunya,tapi malam ini dinda tidak menemani hanifa karena kedua orang tuanya pulang dari luar negri,hanifa yg masih santai duduk dibalkon sejak sarapan pagi tadi,entah apa yg ia fikirkan hingga seorang menghampirinya dibalkon membuatnya kaget


"nona muda anda harus segera bersiap2 kejogja,"


suara ilham membuyarkan lamunan hanifa,hanifa mengenyitkan alisnya mendengar ucapan ilham.


"tuan muda sakit nona,"


"apa,?" (terkejut langsung berdiri )


ilham mengangguk,


"kapan pesawat saya terbang?"


"sekarang juga nona,"


"tapi saya belum menyiapkan baju saya,?"


"saya sudah menyuruh orang sana menyiapkan baju anda,"


"bentar aku siap2 dulu,"


ilham mengangguk,lalu meninggalkan kamar hanifa,dan menunggunya diruang tamu.tak butuh waktu lama ilham menunggu hanifa,kini mereka menuju bandara internasional soekarno hatta,


"ham,sebenarnya pak asyif sakit apa?"


"pak asyif hanya kurang menjaga pola makannya dan tidurnya,maka dari itu aku menyuruh anda menyusulnya untuk menjaganya karena cukup lama beliau berada dijogja pak asyif sangat elergi pedas dan magh jadi jangan sampai beliau memakan pedas dan pastikan makan tepat waktu tolong jaga tuan muda nona,saya percaya dengan anda,"


hanifa diam mendengar tutur kata ilham tentang asyif,bagaimana pun asyif sekarang suaminya yg harus ia jaga,di bandara sudah ada anam menunggu ilham dan hanifa,


"hati2 dijalan tuan,nona"


"iya ham,kau jaga perusahaan baik2 aku dan hanifa akan menjaga asyif disana,"


ilham mengangguk mengiyakan ucapan anam,hanifa dan anam duduk sejajar hanifa hanya diam bukan karena takut naik pesawat melainkan masih sungkan dengan anam yg baru berapa kali ia temui.


rumah nenek asyif jogja


hanifa dan anam sudah berada dijogja,seperti halnya dirumah asyif semua orang menyambut kedatangan mereka,alex yg baru saja dari kamar asyif langsung menghampiri anam saat melihat pria yg ia kenal memasuki rumah.


"mari tuan,"


"bagaimana kabar asyif?"


"tadi dokter baru mencabut selang infusnya tuan," anam belum memperhatikan wanita disamping anam,


"ya udah antar hanifa kekamar asyif,"


"hanifa?" ucap alex bingung,anam langsung melirik wanita disampingnya alex langsung faham tak banyak bertanya ia mengantar hanifa hingga kedepan pintu kamar asyif


"tuan muda baru saja tidur nona,anda bisa menunggunya didalam"


"iya,eh tunggu namamu siapa?"


"alex nona,kalau butuh apa2 tinggal panggil saya,"


"iya makasih,"


alex hanya tersenyum kemudian berlalu meninggalkan hanifa,hanifa memilih masuk melihat keadaan asyif,terlihat dia tidur dengan pulas,wajahnya pucat ada plaster ditangan kanannya,perlahan hanifa mendekat menempelkan punggung tangannya di dahi asyif mengecek suhu badan asyif,


ruang tamu


Anam masih berbincang dengan alex,tentang bagaimana asyif bisa terbaring sakit,karena asyif jarang sekali sakit akhir2 ini,


"kenapa asyif bisa jatuh sakit?"


"maaf tuan ini memang kelalaian saya,"


anam hanya menatap alex meminta penjelasan yg lebih detail


"gini tuan selama satu minggu ini kita sibuk tuan kita baru mencoba bekerja sama dengan kebun teh tuan,"


"terus apa kalian berhasil?"


"kita baru mencoba membuat laporan tuan,semoga saja segera mendapat kabar baik,"


"semoga kita berhasil,asyif rela jatuh sakit seperti ini,"


"tuan boles saya bertanya?"


"silahkan,"


"maaf jika saya terlalu lancang tuan,bukan karena saya penasaran atau apa,hanya saja agar tidak ada kesalah fahaman dirumah ini kelaknya,"


"iya lex,kau ini mau bertanya apa mau curhat?"ucap anam karena bingung dengan pembicaraan alex,yg selalu muter2 😃


"maaf tuan,"


"hemm,"


"nona muda tadi apakah pacar tuan muda?"


anam langsung menatap alex,alex hanya diam menunggu jawaban dari anam


"itu istrinya asyif"


"apa?"


"iya asyif nikah hampir 2 minggu,"


"nanti saya akan memberitahu kepala asisten disini tuan agar mereka bisa hormat pada nona muda,"


"iya,"


flasback on 1 minggu lalu


Hari ini asyif sudah bersiap untuk ke kebun teh,mencoba mendatangi langsung untuk mengajak kerjasama dan melihat kebun teh yg selalu alex ceritakan banyak perusahaan yg mengincar ingin bekerjasama,terutama remon,asyif sangat membenci remon sejak dulu


"tuan apa anda yakin ingin mendatangi langsung?"tanya alex saat asyif sudah memasuki mobil


"iya,kau tenang saja ada pak arif bersama saya,kau ke kantor saja,"


"baik tuan,hati2 dijalan,kalau ada apa2 hubungi saya,"


asyif hanya tersenyum mendengar tutur kata alex yg selalu mencemaskannya,mobil asyif sudah menuju arah kebun teh jam baru menunjukan 07:45 wib,tapi pengunjung disana sudah ramai kini asyif dan arif berjalan mengelilingi kebun teh hawa dingin masih terasa disana,berulang kali asyif mencangkupkan tangannya dan menggosoknya berharap mendapat rasa hangat,


bruk...


seorang menabrak asyif hingga hampir membuat asyif kehilangan keseimbangan,netra asyif dan gadis itu bertemu gadis cantik berhijab menabrak asyif



"oke," (asyif tetap dengan wajah dinginnya)


"makasih tuan saya permisi dulu,"


asyif tersenyum singkat kepada wanita dan melanjutkan perjalanannya.


"tuan apa,tuan tidak ingin kerumah pemilik kebun teh ini,?"


"tentu,sebelum itu kita mampir diruko itu dulu,"



"baik tuan,"


mereka memasuki ruko itu penciuman asyif langsung mendapat bau harum dari teh,membuat asyif semakin tertarik dengan tempat ini,dia memilih salah satu tempat duduk yg menampakkan kebun teh,seorang wanita menghampiri asyif dan arif,


"silahkan mau pesan apa tuan?"


asyif menoleh kesumber suara ia terkejut demikian dengan wanita itu orang yg berapa menit lalu ia temui kini dihadapannya kembali.


"apa kau bekerja disini?" bukannya menjawab pertanyaan gadis itu tadi asyif malah menanyainya


"saya pemilik tempat ini tuan,kebetulan pelayan saya baru sibuk dengan urusannya,"


asyif diam menatap gadis itu,


"apa kau juga tau siapa pemilik kebun teh ini?"


"pak haris tuan,"


"bisa kasih tau dimana rumah beliau,?"


"boleh,mari saya antar,"!


asyif langsung beranjak dari tempat duduknya,disusul arif mengikuti langkah tuan mudanya,


"nita,mbak tinggal dulu kerumah," ucap gadis itu kepada pegawainya,yg baru melintas dihadapan mereka,asyif yg mendengarnya mencoba mencerna ucapan gadis itu


"apa kau pemilik kebun teh ini,?"tanya asyif saat mereka berjalan beriringan,wanita itu hanya tersenyum hingga didepan rumah pak haris,


"assalamualaikum,"


"waalaikumsalam,"sahut seorang dari dalam sambari membuka pintu rumah,lelaki paruh baya


"siapa ni ratna,?"


"katanya ingin bertemu ayah,"


"eh,ayo masuk dulu nak,"


asyif dan arif mengikuti langkah pak haris sedangkan ratna pergi kebelakang untuk menjamu tamu mereka


"ada apa nak anda ingin menemui saya,?"


"saya disini ingin mengajukkan kerjasama dengan bapak,"


"siapa nama anda nak,"


"saya asyif dari perusahaan x,"


"oh ya,semoga bisa menjalani hubungan baik dengan kamu nak"


"in sya allah pak,"


"semua terserah putri saya nak,"


"apa harus dengan putri bapak?"


"iya nak,"


"iya,pak nanti biar saya bicara padanya,"


haris hanya tersenyum tak lama ratna datang dengan nampan berisi cemilan dan minuman,ratna baru saja meletakkannya diatas meja,


"boleh saya berbicara dengan anda?"


ratna yg mendengar ucapan asyif terkejut ia lalu menatap ayahnya,haris menganggukkan kepala seraya mengizinkan putrinya berbicara dengan asyif diluar


"kami permisi sebentar pak,"


"iya,nak hati2 dijalan,"


mereka berlalu dari hadapan haris dan arif,mencari tempat untuk perbincangan mereka


"mungkin anda sudah tau maksud saya kesini,saya hanya berharap anda menyetujuinya," ucap asyif membuka percakapan mereka


"boleh saya membaca dokumennya dulu?"


"tentu,ku harap semua sesuai dengan anda,"


"banyak orang yg meminta saya kerjasamaa sejauh ini saya hanya membacanya,jarang seorang ceo berani terjun sendiri seperti anda,"


"saya ingin melihat keadaan tempat yg akan kerjasama dengan saya,"(asyif tetap dengan wajah datarnya,)


"apa anda seyakin itu tuan asyif,"


"of course,"


ratna hanya tersenyum menatap asyif,ratna langsung faham dengan karakter orang didepannya wajah dingin yg pertama kini tak seseram sekarang,mereka terus berjalan menyusuri kebun teh,tanpa mereka sadari fotografy memotret mereka


"mas,mbak boleh bilang bahwa kalian begitu serasi," ucap fotografy itu sambari memperlihatkan fto mereka,dan pastinya membuat mereka terkejut


"apa anda tak punya sopan santun,memotret seorang tanpa izin,"(asyif ketus)


"maaf mas,"(merasa bersalah,tukang foto)


asyif hanya meliriknya,


"maafkan juga ucapan teman saya mas,memang ia seperti ini,judes,"ucap ratna mendapatkan lirikkan dari asyif,


"kenapa berbicara seperti itu padanya,?"


"dia ketakutan melihatmu berbicara seakan ingin membunuhnya,"(ratna tersenyum) mereka kembali ke rumah ratna setelah cukup lama mereka berkeliling,asyif segera pulang saat matahari sudah mulai kecondong kebarat.