Maulidiyatul Hanifah

Maulidiyatul Hanifah
eps 5



Hari ini hanifa begitu semangat masuk kuliah,rasanya ingin segera menemui asyif harapannya dosen es batu masuk kekampus hari ini,dan menerima skripsinya senyum terus merekah diwajahnya dinda nampak cemas karena biasanya ketika sahabatnya ceria ada akhir yg menyedihkan,hanifa dengan bahagianya menuju ruangan asyif,dinda hanya menunggunya diluar tak ingin ikut campur urusan sahabatnya,hanifa dengan percaya diri mengetuk pintu ruangan asyif


"masuk,"


hanifa dengan rasa gugup membuka ruang dosen es batu,berharap hari ini dia berhasil dan segera sidang.


"permisi pak,"suara hanifa seketika membuat asyif mendongkakan kepalanya wajahnya langsung berubah dingin,walau begitu hanifa tetap masuk dan duduk berhadapan dengan dosen dinginnya,


"siapa yg suruh lu duduk?"suara asyif membuat hanifa refleks bangkit,rasa kesal seketika datang rasanya ingin sekali membunuh lelaki yg tak punya hati ini,


"saya ingin menyerahkan skripsi saya pak,sudah lama saya menunggu bapak masuk kampus,"tutur hanifa


"apa urusan saya dengan skripsimu,?"


"hah pertanyaan macam apa ini?,konyol sangat konyol apa dia pura2 begok atau emang sudah begok nih dosen,ingin sekali aku membunuh makhluk tak punya hati seperti dia," cacian hanifa dalam hati


"bu rika bilang kalau bapak yg mengkoreksi skripsi saya,"


asyif menatap hanifa sekilas lalu kembali dengan aktivitasnya,


"taruh meja,nanti kalau saya sudah mood akan saya koreksi,"


"hah,yg benar dong pak,masak iya nunggu bapak mood,ya kali saya gak wisuda2,"tutur hanifa emosi bagaimana tidak punya dosen tidak profesional masak ia nunggu mood, hanifa langsung meninggalkan ruangan dosen es batu itu bahkan sedikit keras menutup pintu ruangan asyif,asyif hanya diam seperti tidak pernah terjadi apa2, dengan tampang kesal dan air mata yg hampir saja jatuh,hanifa berlari meninggalkan kampus mengabaikan keberadaan sahabatnya dan teriakkan dinda hingga ia berakhir ke club yg sudah berapa bulan tak ia kunjungi.denduman musik disko terdengar keras penjaga yang sudah kenal dengan hanifa langsung menyambutnya dengan senyuman.


"baru kelihatan mbak?"


"iya om lagi sibuk skripsi,saya masuk dulu,"


"oh,silahkan mbak,"


hanifa sudah minum berapa botol,dengan sahabat minumnya hanifa keluar club,ketika baginya sudah cukup untuk meminum dan menghilangkan akalnya hanifa sudah berjalan sempoyongan dipinggir jalan bahkan ia lupa membawa montornya,sudah berapa kali hanifa diteriaki seorang karena hampir kesrempet tapi ia tetap berjalan menyusuri jalan hingga anifa lagi2 akan terserempet


brukkk....


hanifa terjatuh tepat didepan mobil itu,hingga membuat sang pemilik mobil turun,mencari tahu seorang yg ia tabrak jam sudah menunjukan 23:30 asyif baru saja dari rumah anam menjelaskan dan menyelesaikan pekerjaan kantor,sebelumnya anam sudah menyuruh asyif untuk tidur dirumahnya namun asyif memilih untuk pulang hingga ia menabrak seorang karen kantuknya tidak fokus dalam menyetir mobil,asyif bergegas menolongnya


deg


deg


deg


jantung asyif berdekat saat melihat wanita yg ia tabrak,walau sepertinya gadis itu terlihat baik2 saja karena asyif cepat menginjak remnya dan wanita itu tak lain adalah hanifa gadis yg tadi pagi menemuinya,dan sering mengganggunya sekarang tergeletak di depan mobilnya,asyif segera menolong hanifa


"stop,"suara hanifa membaut asyif mengehentikan niatnya,tanpa sengaja asyif mencium bau alkohol ditubuh hanifa,namun ia coba tidak berfikiran negatif tentang gadis ini


"biar gue bantu lu berdiri,"


hanifa menengok dengan masih pengaruh alkohol tapi dia tau siapa pemilik suara itu.dengan cepat hanifa berdiri asyif yg menyentuh pundak hanifa reflek menurunkan tangannya,


"jangan sentuh gue,"sentak hanifa langsung berjalan meninggalkan asyif,dengan geloyoran dan lagi2 hanifa hampir saja terserempet montor dengan segera asyif menolongnya hingga jatuh kepelukan asyif,dia menuntun hanifa walau gadis itu memberontak,hingga mereka duduk dibangku pinggir jalan yg sudah tersedia disana asyif mencopot jasnya dan memakaikannya ke hanifa.


"kenapa selalu bapak yg nolongin saya?"tanya hanifa antara sadar dan tidak,asyif hanya diam tak tega meninggalkan hanifa dalam keadaan seperti ini,


"kenapa bapak diam?"


"gue gak tau,kenapa selalu bertemu dengan lu dalam keadaan seperti ini,"


"ohh,"


"kenapa lu bisa kayak gini,?"


"semua gara2 bapak juga,saya seperti ini,"


"gue,"


"iya,bapak yg menambah beban hidup saya andai bapak tau saya sudah menunggu bapak berminggu2 dan mencoba sabar setiap bapak menjengkelkan,"


asyif diam menyerna setiap ucapan hanifa


"bapak tak pernah tau bagaimana perasaan saya ketika mendengar kata2 bapak tadi sore,saya capek pak sejujurnya ayah saya sudah meminta saya segera pulang untuk dinikahkan dengan temannya yg berusia 48 tahun pak,saya sudah menolaknya nerulang kali bahkan sekarang ayah saya sudah menutup semua aset saya,biaya kuliah saya sudah ia tutup kemaren,uang pemberian ayah saya sudah menipis,saya hanya berharap bapak mau menolong saya,saya ingin segera wisuda pak agar bisa mencari kerja dan tinggal memikirkan biaya kehidupan saya pak,apa bapak tega dengan gadis cantik kayak saya nikahin om2,saya juga diancam ibu tiri saya kemaren pak apa bapak tega,tapi memang bapak tak punya hati,semenjak ibu saya meninggal hidup saya tambah hancur ketika saya sudah mulai mencoba tenang bapak hadir menambah beban,"ucap hanifa sambari memukuli lengan asyif matanya masih terpejam,hati asyif sedikit terluka mendengar perngakuan gadis didepannya rasa iba muncul,spontan asyif memeluk hanifa yg sudah menangis tersedu2


"lepas pak lepas,saya benci dengan bapak.jangan sentuh saya,"berontak hanifa,asyif melepaskan pelukannya


"eh,kenapa gue jadi baper gini sama nih gadis,"batin asyif baru menyadari apa yg ia lakukan


***cekrek


cekrek


seorang memotret asyif dan hanifa,tanpa mereka sadari***


"sebegitu bencinya lu samague,? tapi emang lu juga menyebalkan,"


"harus bapak itu lebih mengalah dengan seorng wanita,"


"iya,kamu menyebalkan lebih dari saya,"


"bapak yg lebih menyebalkan,bapak tau setiap bertemu dengan anda selalu menjengkelkan tapi saya tetap sabar karena berulang kali anda menolong saya,"


"setiap hari saya disiksa pak,seperti saya ngepel tidak mau tidak segan2 ibu tiri saya mengunci saya kekamar mandi dengan baju basah kuyup itu cukup lama 3 sampai 4 jam pak,bahkan saya pernah diguyur air pantas bagian tangan karena lupa ngasih gula ke kopinya,ayah saya bahkan lebih membela ibu dan adik tiri saya pak daripada saya anakmya sendiri,"tutur hanifa dengan terbata2


"sudah pak,saya lelah dengan hidup saya,"


asyif diam tak tau bahwa gadis yg terlihat begitu ceria memendam dukanya,asyif merasa tak tega harus meninggalkan gadis itu dijalan,sambari nerenungu ucalan hanifa saat asyif lihat jam arlojinya sudah 1:30 wib sudah cukup lama ia bersama hanifa mendengar keluh kesah wanita dihadapannya, saat ingin mengajak wanita itu pulang,hanifa sudah tertidur bersandar dikursi,asyif segera membopong gadis dihadapannya menuju mobil.saat sudah berada di kediamannya ART asyif dibuat terperongo oleh apa yg ia lakukan,membopong gadis karena itu hal langka yg asyif lakukan,asyif membawanya kekamar tamu,namun ia tertahan oleh hanifa yg mengigau menyebut ibunya


"bunda jangan tinggalin hanifa,hanifa butuh bunda,"ucap hanifa matanya masih erat terpejam,dan hanifa menarik lengan asyif,spontan asyif hampur memeluk hanifa dan akhirnya asyif ikut terlelap dengn kantuk yg mendatan


"asyif ya allah,"teriak anam yg terkejut dengan pemandangan dihadapannya.pagi itu anam menyusul asyif karena ada metting karena asyif dihubungi sangatlah susah,tapi apa yg ia dapat asyif tidur sekasur dengan seorang gadis bahkan anam belum mengenal gadis itu.


"apaan sih brisik lu nyet,"ucap asyif tanpa membuka mata memilih tidur kembali karena asyif belom menyadari keberadaan hanifa


"pagi2 emak2 kost udah ribut aja,ganggu kedamaian orang,"celetuk hanifa tanpa menyadari bahwa ia bukan dikostnya


"apa ibu2 kost,?"ucap anam


"eh ini kan rumahnya pak asyif berarti saya,"ucap hanif


"bacot lu, berisik ganggu orang tidur,"grutu asyif sambil menaikkan selimutnya.hanifa yg mulai sadar,


"aaa,kenapa ada lelaki masuk kost gue,lu ?"tanya hanifa kaget melihat anam di depannya tanpa ia sadar bahwa disampingnya ada asyif,asyif langsung bangkit dari tidurnya dengan wajah lesunya


"kenapa mulut lu,gak bisa diem,"asyif mulai kesal dengan kegaduhan manusia dua ini,al hasil hanifa langsung menengok ke sumber suara,asyif yg masih tenang tidur disisi hanifa,membuat ia begitu terkejut spontan mengangkat selimutnya menutup dadanya


"anda kenapa tidur dikamar saya pak?,anda memperkosa saya,?"


"lihat baju lu masih utuh,inget2 tadi malam siapa yg nahan gue saat mau keluar,"tutur asyif langsung keluar kamar meninggalkan hanifa yg terbengong,hanifa memilih segera meninggalkan rumah asyif ketika sudah membersihkan diri,tanpa berpamitan dengan asyif, karena bi ami bilang kalau asyif kekantor,pastinya hanifa melanjutkan tidurnya dikostnya yg sempat terjeda,lagi2 hanifa terganggu kali ini suara sahabatnya dinda


"apa sih ganggu orang tidur,?"


"ini sudah siang,"


"apa,?"


"dan sekarang lihat grub kelas,"


"buat apa,?"


"lihat dulu,"


"iya bawel,aku ambil hp dulu,"


hanifa terus mencari tasnya,ia ingat bahwa semalam pulang dari club membawa tas tapi dimana tasnya?,hanya montornya yang ia tinggal dan baru dia ambil pulang dari rumah pak asyif,apa ia lupa dengan tasnya saat sudah sangat kesal dengan lelaki es batu itu.dinda setia menunggu hanifa mengambil hanfond


"din,"


"iya,"


"hp,gue kok gak ada,?"


"emang kamu taruh mana sih?"


"tadi malam saat pulang club aku udah bawa yg ku tinggal hanya montor dan kunci montor."


"dan sekarang dimana han,?"


"apa ketinggalan dirumah pak asyif ya,?"tanya hanifa pada dirinya sendiri,


"pak asyif,jadi kamu semalam,?"


"aku ketemu dia,terus gak inget lagi gimana kejadian seterusnya yang ku inget aku bangun dan tidur seranjang dengannya,"jelas hanifa dengan lancarnya,dinda hanya terkejut dengan apa yang dikatakan hanifa,


"antar gue kerumah pak asyif ambil tas gue,"


"apa lu udah di apa2in dengan pak asyif?"


"wah fikiran lu udah geser,gue gak diapa2in pak asyif,"


"yakin han?"


"yakin lah,baju saya masih komplet,"


"bentar tadi aku kesini mau minta penjelasan ke kamu,"tutur dinda sambil mengambil ponselnya dan menunjukkan foto hanifa dipelukan asyif,hanifa langsung terkejut menatap foto didepannya


"foto ini sudah tersebar diseluruh kampus han,dan semua terjawab sudah saat kau bilang tadi,udah berulang kali aku bilang stop dengan dunia malam,sekarang bukan kamu aja yg tercoret nama baikmu,tapi pak asyif sekarang ikut tercemar,"


hanifa diam mematung membenarkan perkataan sahabatnya.


"tunggu bentar,aku mau mandi dulu,"


"eh,kamu denger gak sih aku tadi bilang apa,?"


"denger makanya aku mau mandi dulu"


dinda bingung dengan cara pemikiran sahabatnya,namun dinda percaya hanifa mampu menyelesaikan masalahnya karena cukup dinda berada disampingnya memberinya suport.