
para keluarga kim dan juga kang sudah selesai makan mereka berbincang bincang diruang keluarga
"maaf tuan mengganggu tapi nona sihwa ada didepan tuan"kata penjaga
"ngapain dia kesini?"tanya jinwa
"saya tidak tau nona tapi dia memaksa untuk masuk"
semua orang bergegas untuk menemuinya
"jungwoooo keluar kamu hikss.. hiks..."teriak sihwa
"kenapa kamu membuat keributan disini"bentak ayah jungwoo
"aku mau mengatakan sesuatu hiks.. hikss... biarkan aku masuk
sihwa sudah terisak isak ingin masuk dan memohon agar memberinya kesempatan bicara jadi ayah jungwoo memberinya kesempatan
"bukakan pintu untuknya"suruh ayah jungwoo
"jungwoo maafkan aku hiks... hiks... "
tangis sihwa sambil berlutut didepan jungwoo
"aku hamil jungwoo hiks... hiks... "
"apah?" serentak semua orang kaget atas pengakuan jungwoo begitu juga hyuji
"nggak nggak mungkin"jungwoo membantahnya
"ini anak kamu jungwoo hiks... hiks.. "mengusap usap perutnya sambil menangis sejadi jadinya
"nggak tapi aku nggak pernah menyentuhmu bagaimana kamu bisa hamil"
"kamu nggak ingat malam itu saat kamu mabuk jungwoo?"
"apa benar yang dia katakan? "tanya hyuji yang sudah mulai menangis juga
"nggak sayang aku berani sumpah aku nggak pernah menyentuhnya"ucap jungwoo mencoba untuk meyakinkan semua
"kamu jangan buat keributan disini
udahlah terima kenyataan ajah"kata jinwa memarahi sihwa
jungwoo dan jinwa tau bahwa sihwa hanya berpura pura karena mereka yau sikap sihwa yang tak suka menangis dia benci apabila airmatanya membasahi makeupnya
PLAAKK hyuji menampar sihwa karena mengganggu keluarganya
"kamu pikir aku harus peduli? kamu udah kalah jungwoo sekarang milikku kamu itu hanya masa lalunya dan nggak bisa lagi kembali dengannya"hyuji betul betul sudah melampiaskan amarahnya pada sihwa karena sihwa sudah mengganggu keluarga kecilnya itu
"aku nggak tau kamu hanya bohong atau nggak tapi aku istri sah dari jungwoo sedang mengandung anaknya"
DEG.....
semua orang kaget bahkan sihwa berhenti menangis
saat hyuji mengatakan semuannya sihwa langsung menjambak rambut hyuji
"beraninya kamu menyentuh jungwooku"
mereka berdua berkelahi benar benar melampiaskan amarahnya bahkan jungwoo dibantu penjaga kesusahan untuk memisahkan keduanya.
"pergi kamu"usir ayah jungwoo
hyuji dibawah kekamarnya oleh jungwoo
sihwa diseret keluar oleh penjaga
"awas kamu hyuji aku akan membalasmu tunggu saja"sihwa berteriak sangat marah pada hyuji
"kaka beneran hamil"
"hmm"
"jinwa bisa tinggalkan aku kami sebentar? "
"huh baiklah"
saat jinwa sudah keluar jungwoo mendekati hyuji memegang tangannya manatap penuh kasih berharap hyuji tidak termakan kata kata sihwa tadi
"sayang"panggil jungwoo
"sayang aku tau kamu marah, tapi itu semua nggak benar aku nggak pernah menyentuhnya"jelas jungwoo
"hmm"singkat hyuji
"kamu marah? "
"aku beliin baju yah. atau kamu mau sweter yang waktu itu kita lihat"
"hmm"
jungwoo *** bahwa hyuji sekarang ngambek karena perlakuan sihwa tadi tapi dia bingung harus membujuknya dengan bagaimana.
"ohiyah sayang aku mau nanya"penasaran
"kamu beneran hamil?"
tiba tiba hyuji langsung salting karena pertanyaan itu jujur ajah nih yah hyuji sebenarnya hanya menggertak sihwa tapi dia nggak tau bahwa keluarga bakal jadi berharap kayak gini apalagi jungwoo dia sangat berharap banyak.
"e..eh iyah aku hamil"jawab hyuji mencoba menutupi kebohongannya
"tapi kok___"jungwoo kayak nggak percaya karena yang dia tau bawaan ibu hamil itu pasti ngidam
"apa? kamu nggak mau aku hamil? karena kamu mau anak dari si perempuan ular itu? "gerutu hyuji
"nggak kok sayang aku heran ajah kenapa kamu nggak bilang dari awal?"
"yah karena aku mau kasih surprise sama kamu"
jungwoo mengiyakan saja apa yang dikatakan istrinya dia nggak mau kalau dia banyak nanya istrinya malah tambah ngambek
jungwoo pamit pada hyuji untuk turun kebawah menjelaskan kepada semua agar mereka tidak salah paham
sementara hyuji?
"aku harus gimana nih?"
hyuji sedikit bersalah pada semua orang karena alasannya tadi untuk mengusir sihwa membuat semua orang merasa berharap padanya.
"ayah aku minta maaf atas kejadian tadi aku beneran nggak melakukan hal itu yah"jelas jungwoo pada ayahnya yang didengar oleh semua keluarga
"ayah tau nak kamu nggak bakal kayak gituh jadi tenang lah urus istrimu jangan sampai dia kelelahan"
"baik yah"
jungwoo balik kekamarnya untuk memeriksa keadaan hyuji
tapi pas balik kekamar baru di pintu sudah dihadang hyuji
"jungwooo"
"ada apa sayang? "
"sebenarnya aku nggak hamil aku hanya menggertak ajah" hyuji memeluk jungwoo dengan sangat kuat sehingga jungwoo kesusahan bernapas