
paginya saat bangun
jungwoo dan hyuji belum baikan hyuji masih sangat marah pada jungwoo
"pagi sayang"senyum jungwoo pada hyuji saat hyuji membuka matanya
"lepaskan"bergegas pergi kekamar mandi
"kakaaaaaaa"teriak jinwaa dan menuju kekamar jungwoo dan hyuji
"ada apa"tanya jungwoo saat melihat jinwa diambang pintu
"cih untuk saat ini kaka bukan kakaku aku kemari mencari kak hyuji tantangan dari ayah sudah dilayangkan jika terlambat maka akan kalah mana kak hyuji"
"apah tantangannya?"
"sorry kak kita nggak setim tanya ajah sama pasangan kaka it"
saat hyuji membuka pintu kamar mandi dia langsung dikagetkan dengan sambutan jinwa yang langsung menariknya keluar
jungwoo menelpon sihwa
"apa tantangannya"
"sayang kita nggak bisa bahas ditelepon ayo bertemu di***** aku tunggu"putus sihwa seakan buru buru
"kenapa jinwa jangan menarikku nanti jatuh"
"kita nggak punta banyak waktu kak ayah hanya memberikan 6 jam untuk kita membujuk nenek agar memberikan anggrek caladenia spider anggrek paling langka didunia itu hanya ada 2 didunia salah satunya milik nenek"sembari masuk kemobil
tapi terhalang binsen yang menutup pintu pagar
"maaf nona tuan melarang anda keluar"
sementara jungwoo melajukan mobilnya
"aku duluan"lalu jungwoo dengan kecepatan tinggi"
"dasar curangg" jinwa langsung menabrak pintu pagar jadi binsen terpaksa membukakannya
"jinwa bagaimana jika kita kalah? "tanya hyuji karena dia tidak tau apa apa tentang ini
"apa kaka tidak tau? ayah memberikan kita tiga tantangan dan jika poin kita kalah maka kak jungwoo harus menikah dengan kak sihwa aku harus tapi jika kita menang ayah akan mengakui kaka adalah menantunya"jelas jinwa
tapi kelihatan hyuji tidak semangat
"kenapa kak?"sembari fokus dan mengejar jungwoo
"aku tidak tau apakah akan menang aku ragu jinwa"
"aku tau kaka akan menang kakak harus semangat aku nggak akan mau kalah dari kak jungwoo"yakin jinwa membuat hyuji sedikit ada harapan
sihwa sudah ada dirumah nenek disusul jungwoo hyuji dan jinwa
saat didapati sihwa dan nenek sedang becanda sambil sihwa mimijit mijit kaki nenek
"nenekkk"senyun jinwa sembari menyingkirkan sihwa karena untuk saat ini mereka adalah lawan
"jangan menjilat jinwa kecilku nenek tau maksudmu"senyum nenek karena sudah tau maksud jinwa
"ayo semuanya masuk"
hyuji hanya terdiam karena memang dia tidak tahu apa apa yang dia tahu adalah jika dia kalah dia harus berpisah dari jungwoo dan ikhlas melihat jungwoo dan sihwa menikah..
"sebelum nenek memberikan anggreknya terlebih dahulu baca ini dan jawab sesuai yng kalian tau"memberikan sebuah kertas yang berisi pertanyaan
"nenek mau sihwa dan gadis ini yang menjawabnya"
bagai kiamat menurut hyuji karena pasti dia tidak akan tahu apa yang akan dijawab karena memang dia tidak bisa membaca
sementara sihwa menerima surat itu dengan senyum jinwa yang melihatnya ingin muntah memamerkan muka jijiknya
"kamu pasti bisa sayang"Ucap jungwoo dalam hati sembari menatap hyuji
"kaka pasti bisa kaka harus menjawab semuanya"jinwa memberikan suratnya pada hyuji
"ah nenek ini sangat mudah
1.jungwoo tidak suka bubur karena dia tidak suka rasanya hambar
2.jungwoo sangat suka basket dia selalu mengajak sihwa main sore hari
3.jungwoo nggak pernah marah sama sihwa jadi yang sihwa tau jungwoo sangat lembut sama sihwa dia sangat baik sama sihwa
mendengar itu nenek jungwoo merasa bangga
"bagaimana denganmu nak?"melirik hyuji karena hyuji dari tadi hanya diam
"kalau dari jawaban sihwa pasti pertanyaannya tentang makanan kesukaan,hobi,dan sikap jungwoo padaku juga bagaimana sikap jinwa"gumam hyuji
"aku tidak tahu pasti jawabannya karena setiap makanan yang aku sajikan jungwoo selalu memakannya,jungwoo tidak pernah mengajakku untuk bermain basket aku tidak tahu hobinya,sikap jungwoo padaku itu rahasia karena dia suamiku aku tidak pantas untuk mengungkapkannya,kalau jinwa dia sangat baik padaku dia selalu ada jika aku membutuhkan seseorang untuk berbicara,dia dengan setia merawatku saat sakit dia bagaikan adil kandungku sendiri"lirik hyuji pada jinwa sembari tersenyum
jinwa yang mendengar itu memeluk kaka iparnya sembari menangis haru
"oouuhh kaka"
"heeeehh nenek memberikan anggreknya pada sihwa dan jungwoo.. keluarlah nenek ingin bicara dengan hyuji"dengan tatapan tidak senang
"tapi nek"jinwa yang tidak terima akan keputusan neneknya itu
"keluarlah jinwa,dan kau jungwoo jaga sihwa baik baik"
hyuji yang terpaku mendengar itu serasa tuhan sedang tak berpihak padanya nenek jungwoo tidak memilih dia juga membanggakan sihwa didepannya tak terasa air matanya sudah jatuh
jungwoo menatap lirih hyuji dia tau hyuji sedang sangat sedih saat ini karena satu harapan hyuji pupus untuk bisa bertahan dengannya
mereka meninggalkan hyuji juga nenek berdua
"maafkan aku Nek"menunduk hyuji malu untuk menghadap nenek jungwoo
"mendekatlah"panggil nenek jungwoo
"dari mana asalmu?
"pulau****"singkat hyuji
"kamu lulusan apa"tanya nenek hyuji lagi tapi kali ini mukanya sangat datar
"aku tidak bersekolah nenek"hyuji sudah menangis
"nenek kasih tahu padamu surat yang kamu pegang tadi isinya berbeda dengan sihwa tapi kamu malah mengikuti jawaban sihwa.apa kamu tidak bisa membaca?"tanya nenek jungwoo
"iyah nek"hyuji menjawab dengan pasrah dia malu pada nenek jungwoo
menarik napas panjang"nenek akan bacakan padamu, sebenarnya nenek menyukai jawabanmu tapi jawabanmu salah nak
nenek akan tanya
1.kesan pertamamu pada jungwoo apa?
"pertama kali dia menatapku dan bercinta denganku hatiku berdegup kencang tapi aku belum menyadarinya disitu"
2.apa yang membuatmu masih tetap bertahan dengan jungwoo?
"karena aku berjanji tidak akan meninggalkannya"
3.jika jungwoo tidak memilihmu apa kamu masih akan tetap bersamanya?
"selama aku mampu dan selama dia belum menjadi milik orang lain aku akan tetap disisinya meski Akhirnya aku harus merelakannya"
jawaban hyuji membuat nenek jungwoo senyum dia tidak menyangka bahwa hyuji memang tulus pada jungwoo nenek jungwoo menyuruh hyuji untuk menunggunya dan dia mengambil sesuatu dikamar
"ini bawalah pada ayah jungwoo tapi jangan memperlihatkannya dulu pada sihwa dan lainnya"
"apa ini nek?"
"bawa saja"senyum nenek jungwoo sembari menepuk pundak hyuji
"apa nenek bicarakan mengapa lama sekali?"ketus jinwa karena capek menunggu
tak lama hyuji keluar
"apa kamu baik baik saja? "apa yang nenek katakan"kata panik jungwoo karena takut hyuji di apa apain neneknya
"aku baik baik saja sayang"senyum hyuji sembari memegang pipi jungwoo
"jangan sentuh milikku"menapik tangan hyuji
hyuji ingat kata kata nenek sebelum dia keluar"jika kamu benar benar mencintai berjuang lah dan jangan biarkan sihwa mendapatkan nenek menyetujuimu"
sehingga hyuji punya alasan yang kuat bahwa dia harus memenangkan kompetisi ini
"hah ini baru satu pertandingan dia belum jadi milikmu dan ingat aku akan merebut apa yang sudah menjadi milikku"ketus hyuji dan berlalu meninggalkan mereka berdua
"sayang aku tau kamu nggak akan melepaskanku berjuanglah kamu pasti bisa"senyum jungwoo saat melihat hyuji ingin mendapatkannya kembali..........