Litmatch Made Us Meet

Litmatch Made Us Meet
Kita Ini Apa?



Hari ini hari minggu bertepatan hari libur aku bekerja, tadi baru dikabari temanku untuk ngumpul bareng lagi, lets go kita berangkat.


Dengan semangat aku mengendarai motor ke tempat yang dituju.


"Sorry telat" ucapku sambil membuka helm dari kepala lalu menaruhnya di kaca spion.


"Santai aja, kita juga baru pada datang" jawab salah satu temanku.


Aku segera duduk di kursi kosong yang masih tersedia, semuanya udah pada berkumpul mungkin cuma aku yang terlambat.


"Eh, ada cewek tuh godain yuk" ajak salah satu temanku.


Saat ini kami lagi ngumpul di cafe tempat biasa kami nongkrong.


"Hai cantik kenalan dong" timpal temanku yang satu lagi saat cewek itu lewat dari depan meja kami.


"Sendiri aja" goda yang lain lagi.


Cewek itu hanya tersenyum menanggapi kata-kata gombalan dari teman-temanku lalu segera pergi.


"Tumben pak ketua tidak braksi, biasanya juga jadi garda terdepan" sindir salah satu temanku.


Aku hanya diam tanpa menanggapi omongan mereka, Untuk saat ini aku lagi tidak ingin mendekati wanita manapun entah sudah muak atau mau rehat sejenak.


"Pak ketua, hei! Kenapa bengong" ucap salah satu temanku, menyadarkan aku dari lamunan.


"Ini kita udah ngumpul jadi mau ngapain nih?" Tanyaku langsung ke intinya.


"Touring yuk udah lama kita tidak melakukanya" ajak salah satu temanku.


"Setuju"


"Boleh tuh, aku juga lagi pengen motoran"


"Ide bagus"


"Boleh juga sekalian buat melatih ketahanan seberapa jauhnya kita mengendara" jawabku menyetujui.


"Lets go" jawab temanku yang tadi diam aja hanya menyimak percakapan.


"Aku touring dulu yah sama teman-teman" tulisku mengirim pesan pada alisa.


"Iya hati-hati mengendaranya, jangan terlalu ngebut" pesannya dari sana.


"siap ibu ketua, laksanakan" balasku sambil memberi emot hormat di akhir kata.


"Dian, ayo!" Panggil temanku yang sudah menuju motor.


"Bentar, aku kabari alisa dulu" sahutku sambil fokus pada handphone.


"Jangan lupa sholat yah cantik... jangan lupa makan, terus bobo siang, yah khalis. Kalau nanti aku sudah pulang aku kabari lagi, oke" tulisku lalu segera send pada alisa.


Setelah itu aku segera melangkah menuju motorku terparkir.


Saat ini kita lagi beristirahat, selama 2 jam berkendara rasanya capek juga.


"Kamu masih deket sama cewek itu?" lontaran pertanyaan dari temanku tiba-tiba.


"Masih" jawabku pendek.


"Yaudah buruan pacarin biar ada status, setelah itu putusin biar nambah jumlah mantanmu" lontar salah satu temanku.


Aku menatap temanku satu persatu lalu tertunduk diam, rasanya aku tidak tega menjadikan-nya salah satu di diantara mantanku cewek itu, dia tidak seperti cewek lainya dia terlalu lugu.


"Jangan bilang kamu sudah benar-benar jatuh cinta kali ini?" Todong temanku yang lain.


"Apa iya, kamu sudah bertaubat dari gelar fak boy-mu?" Timpal salah satunya lagi.


"Kalian ini terlalu kepo dengan kisah asmaraku, sudah! jangan dibahas lagi, sekarang mending kalian tutup mulut jangan banyak komentar" tundingku pada mereka.


Setelah itu aku berjalan menuju motor segera melanjutkan perjalan, setelah beristirahat di tepi jalan sebentar. mereka segera bangkit dari duduk lalu mengikutiku tanpa banyak komentar lagi.


□□□□□□


Hari ini sangat melelahkan sekali, kami mengunjungi berbagai tempat yang bisa untuk touring disana.


Saat ini aku sedang berbaring di kasur, sambil memgang ponsel mengecek pemberitahuan masuk.


Tiba-tiba aku teringat belum mendengar kabar dari alisa, aku segera mengirim pesan padannya.


"Assalamu'alaikum, lagi apa alisa?" Ketiku lalu mengirim pesan padanya.


"Wa'alaikum salam, ini lagi buat tugas" balasan dari sana.


"Oh lanjutlah, maaf aku jadi mengganggumu?" Kirimku lagi padanya.


"Tidak kok, lagian udah mau selesai juga. Kamu lagi apa?" balasnya dari sana.


"Lagi baringan aja, capek tau seharian touring, mana jauh lagi" curhatku padannya.


"Lah, yang mau ikut siapa? malah ngeluh ini anak." balasnya dari sana.


"Suka kamu" timpalku mengirim balasan di akhiri emot love.


"Bukan itu maksdunya ian..." balasnya dengan emot marah dari sana.


"Iya...iya... suka ngegame, dan suka BTS juga" beritahuku mode serius.


"Wow, kamu fanboy BTS? You are kidding me?" Tanyanya tidak percaya.


"Yes, i'm not kidding you" balasku meyakinkan.


"Siapa bias mu?" Tanyanya penasaran.


"Jimin dan taehyung" ketik-ku lalu mengirim balasan padanya.


"Yaudah, makasi udah mau jawab" balasnya dari seberang


"Lalu bagaimana?" Bunyi pesanku ambigu.


"Bagaimana, apanya?" Balasnya tidak mengerti.


"Bagaimana dengan status kita?" Ketik-ku lalu segera mengirim pesan padanya, dengan emot tertawa agar tidak terlalu canggung.


"Yang pasti kita tidak pacaran, tapi kalau mau cerita pasti aku dengerin, lebih tepatnya seperti sahabat karena aku tidak ingin berpacaran untuk saat ini" balasnya dari sana panjang lebar.


"Oke. Tapi kalau TTM bisa kan?" Aku mencoba dengan status lain agar bisa dekat dengannya.


"Mungkin bisa" balasanya dari sana dengan jawaban yang tidak pasti.


"Baiklah, kamu sudah makan?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.


"Belum, soalnya nyelesain tugas dulu" balasan pesan darinya.


"Kebiasaan" balasku singkat.


"Bentar lagi atuh, baru juga jam sembilan" dalihnya.


"Makan sayang! Biar aku temenin" aku mencoba memberanikan diri memanggilnya sayang.


"Iya... iya... tapi kamu tidak keberatan nungguin aku makan?" Tanyanya merasa sungkan.


"Ngapain keberatan, bahkan aku keringanan. malah bagus dong bisa nungguin makan, teman tapi sayang kaya kamu" sedikit gombalan kuluncurkan padanya.


"Kamu ih, malah gombal" balasnya dari sana.


Aku yakin saat ini pasti dia sedang tersipu malu, pengen lihat deh reaksinya, tapi sayang saat ini lagi tidak video call sama dia, jadi dia aman dengan ekspresi yang tak terlihatkan olehku.


Tapi aku heran dimana-mana cewek pasti senang dikasih status, bahkan mereka duluan yang mempertanyakan, ini malah aku yang mempertanyakan duluan malah memilih jadi teman emang aneh ini cewek pikirku.


Selang beberapa menit masuklah chat darinya.


"Aku sudah selesai makannya" bunyi pesan itu.


"Nah begini kan bagus, biar kamu tidak sakit perut nantinya" pujiku padanya.


"Iya, bagaimana tadi touringnya seru tidak?" Tanyanya penasaran.


"Seru banget, soalnya udah lama banget kita tidak touring, jadi sekalinya touring pilih tempat yang paling jauh, pokonya seru banget" ceritaku antusias padanya.


"Baguslah, biar kamu bisa refreshing tidak suntuk kerja terus" balasnya dari sana.


"Iya sih, kamu bagimana hari ini? apa saja yang kamu lakukan, dear?" Aku mencoba lagi mengubah nama panggilan.


"Hari ini, aku abis jalan-jalan sama teman dari pantai marina, seru banget loh, apalagi pemandanganya sangat bagus" beritahunya, kelihatannya dia sangat antusias.


Pantai marina terletak di Jalan Yos Sudarso, Kompleks PRPP, Tawang Sari, Semarang. pantai di Semarang ini letaknya bersebelahan dengan pantai Maron, tapi dekat dengan bandara internasional Ahmad Yani.


Selain itu pantai yang berada di Jawa tengah ini juga, dekat dengan museum Ranggawarsita serta kawasan wisata PRPP.


Meskipun aku belum pernah dari sana, tapi sedikit banyaknya aku tahu dari cerita temanku.


"Wih, berarti hari ini kita jalan-jalan dong, meskipun tidak di tempat yang sama yang penting kita refresingnya di hari yang sama" tulisku, memberi balasan.


"Iya, ian..." balanya dari sana


"Kamu tetap mau manggil aku ian, tidak mau ganti jadi dear atau bee gitu?" Pancingku padanyan.


"Heum gimana yah, aku tidak terbiasa jadi mungkin perlahan-lahan, oke?" Balasnya.


"Oke baiklah, aku tunggu perubahan panggilannya" balasku di akhiri emot love.


"Heum, udah dulu yah, aku mau nemenin teman pergi ke kota dulu yah, Assalamu'alaikum" bunyi pesan dari sana mengakhiri pesan.


"Iya, wa'alaikum salam" balasku lalu aku segera membuka aplikasi game mobile legend, dan segera berseluncur disana.


Aku sedikit senang saat ini, meskipun alisa tidak mau berpacaran, setidaknya dia masih bisa dekat denganku dengan status TTM.


Sebenarnya aku teringat dengan perkataan teman-temanku tadi siang, tapi dengan jawaban dari alisa sepertinya dia bukan cewek biasa yang mudah ditaklukan, jadi aku hanya bisa mengikuti alurnya saja tidak harus memaksa dia untuk menjadi korbanku selanjutnya, seperti perkataan teman-temanku.


Meski kita tidak ada status yang mengikat, setidaknya kita saling terpikat~ Dianran ekadanta