Litmatch Made Us Meet

Litmatch Made Us Meet
Penjelasan



[ Yank, jangan salah paham, dia bukan siapa-siapanya aku kok, cuma teman]


[ Jadi ceritanya begini, dia itu mantan aku dulu yank, terus dia lagi diteror sama cowok lain sebut saja mantan nya gitu]


[ Jadi, biar dia gak diteror lagi mamanya minta tolong sama aku buat jagain dia]


[ Kamu jangan marah yah? aku gak bakal kecewain kamu, disini aku cuma membantu dia dari teroran mantan cowoknya]


[ Hati aku tetap milik kamu yank, gak ada yang bisa ngertiin aku selain kamu, kamu yang selalu ada buat aku, dia sudah jadi masalalu, kamu percaya yah, Sama aku?]


Dua hari setelah aku meminta penjelasan darinya baru ada klarifikasi darinya hari ini.


[ Aku akan mencoba percaya padamu, lain kali kasih kabar jangan menghilang begitu saja]


[ bilang sama aku kalau ada sesuatu yang seperti ini biar aku gak salah paham]


Balasku mencoba tenang berdamai dengan keadaan, aku harus percaya padanya meskipun aku tidak tahu seperti apa kejadian yang sebenarnya.


Banyak orang yang mengatakan bertahan-nya suatu hubungan itu dilandasi dengan kepercayaan, ketika kamu saling mencurigai satu sama lain itu hanya akan menimbulkan pertengkaran dan semuanya jadi berantakan.


Mungkin memang begitulah kejadian nya, dia hanya sekedar memabantu cewek itu tidak lebih, aku mencoba berpikir positif.


[ Iya yank maaf, lain kali aku akan memberi tahumu, aku bukan menghilang tapi jarang bermain ponsel, soalnya disuruh dokter untuk banyak beristirahat jangan sampai kecapaian]


[ Aku memang sempat online sebentar hanya untuk mengganti foto profil aku saja, soalnya mantan cowoknya Finda minta bukti kalau finda itu udah punya cowok]


[ Jadi biar dia gak diganggu terus, dia minta tolong sama aku, asal kamu tahu yah yank, cowok itu sampai mengirimi jampi-jampi buat finda]


Ternyata nama cewek itu finda? aku bingung harus bagaimana, disatu sisi cewek itu mantanya, di sisi lain cewek itu juga butuh bantuan, sepertinya aku tidak boleh egois, aku harus percaya padanya bahwa dia hanya kasihan pada cewek itu.


Jika hatinya benar hanya untuk ku, seberapa banyak tamu yang berdatangan menghampirinya dia akan tetap memilihku aku, tapi jika hatinya bukan untuk ku seberapa kuat aku mempertahankan hubungan, tetap bukan aku tuan rumah di hatinya.


[ Ya ampun, apa sampai separah itu?]


[ iya, gak apa-apa sayank tolongin aja kalau begitu, kasian]


[ patuhi apa kata dokter! jangan melawan biar cepat sembuh, selalu minum obatnya!]


Tulisku mengirim balasan padanya, aku prihatin dengan nasib wanita itu karena aku tahu hati sesama wanita itu pasti hampir sama, sama-sama peka dan lembut, jadi aku bisa merasakan jika ada diposisi wanita itu.


Namun jika hati wanita telah dilukai dan dikhianati dia akan berubah menjadi orang yang tidak pernah kamu kenal, dia akan berubah menjadi seorang yang egois, karena dia tidak mau berbagi apalagi diselingkuhi.


Bahkan mungkin akan melakukan sesuatu tindakan diluar nalar, bisa jadi melukai diri sendiri atau melakukan hal yang lebih dari apa yang kamu lakukan padanya, begitulah wanita.


Ada juga tipikal wanita dia akan mengalah dan tidak melakukan apa-apa, namun dia akan pergi tanpa permisi dan meninggalkanmu selama-lamanya tanpa ingin melihatmu kembali.


Jika nantinya terjadi padaku aku tidak tahu akan berada di posisi wanita macam apa? yang aku inginkan hanya aku pemilik hatinya untuk selama-lamanya.


[ Iya sayank, terimakaih sudah mau mengerti aku]


[ Aku gak apa-apa dear, aku baik-baik saja, kamu jangan khawatir yah? aku akan berusaha untuk sembuh demi kamu]


Balasny dari sana mencoba meyakinkanku.


[ iya Sayank, kamu harus kuat! tetap semangat, jangan ngeluh, ada aku bersamamu!]


Aku berusaha memberinya semangat, dan mencoba mentranfers kekuatan ke dalam dirinya dengan dukungan dariku, aku harus jadi penguat baginya.


[ Terimakasih, khalisku]


Sudah lama dia tidak memanggilku dengan sebutan itu, membuat aku tersenyum saat membacanya.


[ Sama-sama, pak ketua]


[ Semangat untuk sembuh! jangan menghilang tanpa kabar lagi yah? serumit apapun masalahnya tetap kabari dan kasih tahu, Hwaiting pak ketua!]


Aku mencoba membercandainya, untuk mencairkan suasana.


[ Kamu yah, selalu saja meledek aku saat-saat seperti ini, jadi menyesal menceritakan nya padamu]


Balasnya dari sana, sepertinya dia ngambek.


[ Uluh... uluh... Ngambek nih, big baby boy-nya aku?]


Aku semakin menggodanya.


[ Panggilan apa lagi itu? Yank.... Udah yah, jangan dibahas lagi! Aku gak suka!]


Sepertinya dia malu karena terus aku ledekin.


[ panggilang sayank aku buat kamu, karna kalau lagi ngambek kamu itu seperti bayi besar]


[ Dear, sudah dulu yah? Kamu sudah bisa istirahat! aku juga lagi ada urusan sebentar]


Balasku padanya ingin mengakhiri obrolan.


[ Suka-suka kamulah mau manggil aku apa. mau monyet, ayam, bebek, elang, lebah. terserah kamu, yang penting kamu bahagia diatas kekesalanku]


[hem... baru juga online sebentar udah ditinggal pergi aja]


Balasnya dari sana dengan kesal.


[ He... he... gak ngabsenin nama hewan juga yank...]


[ Yaudah aku tinggal dulu yah?]


Aku jadi gemas kalau melihat dia kesal.


[ Bodoh amat, Iya, pergilah! ]


Balasnya dari sana dengan singkat, kelihatan-nya dia tidak senang aku tinggalkan seperti ini.


Setelah mengakhiri percakapan dengan nya, aku segera memilah-milah pakaian yang kotor lalu segera menuju kamar mandi untuk mencucinya.


Karena akhir-akhir ini aku sering sibuk, membuat pakaian jadi banyak menumpuk.


"Alisa! aku izin pamit keluar sebentar, mau jalan sama teman-teman" tiba-tiba muncul vidya dari balik pintu kamar mandi sambil menyembulkan sedikit kepalanya.


"Iya, hati-hati! Jangan pulang malam" jawabku dari dalam kamar mandi.


"Hem..." balasku singkat, lalu di segera melangkah pergi.


Aku kembali melanjutkan kegiatanku agar cepat selesai.


Setelah memakan waktu beberapa menit akhirnya selesai juga, aku segera mengangkatnya ke tali jemuran.


Selesai menjemur pakaian aku memilih untuk tidur, apalagi tidak ada vidya disini rasanya bosan kalau tidak ada teman mengobrol.


Jika menghubungi dianran itu tidak mungkin, aku tidak ingin mengganggunya apalagi memintanya untuk menemaniku, mungkin saat ini dia sedang beristirahat apalagi kondisi tubuhnya sedang tidak baik-baik saja masih dalam tahap pemulihan.


☆☆☆☆☆☆


Tiga hari kemudian


"Ai, aku mau cerita"


Ucapku dari ujung telephone pada seseorang diseberang sana.


Hari ini aku libur kuliah jadi tidak harus pergi ke kampus, aku memilih menghubungi temanku untuk bercerita padanya.


"Dia lagi?"


Jawabnya dari sana, langsung tahu kemana arah pembicaraanku.


"Iya, aku bingung, Ai"


"Bingung kenapa?"


"Aku bingung harus bagaimana, kemarin dia sempat berkabar denganku, namun ada ada sesuatu yang terjadi"


Ceritaku padanya dengan suara rendah tidak bersemangat.


"Kejadian apa? Dia baik-baik saja kan?"


Tuturnya dari sana dengan sedikit khawatir.


Aku tahu dia bukan khawatir pada dianran, namun dia tidak ingin melihat aku bersedih, karena dia tahu ini pertama kalinya aku sedekat ini dengan seorang lelaki, jadi dia tidak ingin melihat aku hancur karena kehilangan.


"Dia... baik-baik saja" jawabku lesuh.


"Lalu?"


Aku mengirim semua isi chat kami padanya beserta foto profil dianran.


"Buka whatsApp! lihat isi pesanku"


Tuturku menyuruhnya untuk membukanya.


"Baiklah, aku matikan dulu"


Dia segera mengakhiri panggilan, aku memilih menunggunya sambil memakan snack yang sudah tersaji disampingku, dengan membuka youtube menonton video disana.


Selang beberapa lama kembali masuk panggilan suara darinya.


"Bagaimana?"


Tanyaku langsung to the point padanya.


"Tunggu! Jadi mereka balikan? Kenapa tidak temanan saja?" Tanyanya dari sana dengan bingung.


"Katanya dia cuma membantu mantanya itu dari teroran cowok lain" jelasku padanya.


"Tapi tidak harus ganti foto profil juga, apa lagi balikan, memangnya tidak ada cara lain apa?"


Disini dia mulai goyah sepertinya, sudah tidak mendukungku lagi seperti dulu awal-awal aku cerita padanya.


"Nah itulah dia, tapi aku percaya kalau dia sayang sama aku karena feeling aku kuat mengatakan-nya, saat itu kami pernah melakukan panggilan suara, dan dia pernah menangis sampai sesegukan begitu untuk aku."


"kalau memang dia memilih cewek itu, otomatis dia tidak bakal memberi harapan dan menghubungi aku lagi"


Aku masih meyakinkan sahabatku, bahwasanya dia melakukan itu hanya karena ingin membantu perempuan itu, tidak ada maksud lain apa lagi meninggalkanku.


"Semoga dia memang serius denganmu, aku terharu jika dia memang benar-benar tulus padamu"


Disini dia masih mencoba percaya kalau dianran tidak membohongiku, dia juga masih mendukung hubungan kami sepertinya.


"Semoga saja, dia juga pernah meminta ingin berbicara dengan mamaku, namun karena mamaku jauh disana aku masih belum bisa mengabulkan nya, apalagi aku sibuk kuliah"


Ceritaku lagi memberitahu keseriusan diaran padanya.


"Dari cerita kamu aku mengakui membuat aku baper dan terharu, namun ketika kamu mengatakan mereka balikan lagi, membuat hati aku tidak bisa menerimanya merasa ada yang aneh"


Temanku yang satu ini memang orangnya mudah peka, dan akan merasa curiga jika ada sesuatu yang aneh menurutnya, dia orangnya tidak mudah dibodohi, dia juga anakanya suka memberi masuk kan atau arahan jika kita sudah tidak tentu haluan, makanya jika ada masalah aku sering cerita padanya.


"Iya nanti aku cari tahu lagi bagaimana kebenaran-nya"


Disini kami seperti menyelidiki suatu kasus yang belum terpecahkan, aku sebagai penyelidik dan dia sebagai penganalisis ketika sudah menerima info dariku, jadi kami saling bekerja sama untuk masalah asmaraku, kalau dipikir-pikir kami sudah seperti detektif cinta saja.


"Ya sudah, jika ada apa-apa kamu cerita saja padaku, cari tahu lagi kebenaran-nya hingga tuntas, jangan sampai dibodohi oleh cinta"


"Kamu jangan hanya mendengarkan perkataan dariku saja, jangan juga percaya pada perkataan nya, tapi kamu harus bisa mencari kebenaran yang sesungguhnya"


Tuturnya dari sana memberi intrusksi padaku.


"Baiklah, kalau begitu sudah dulu yah, soalnya aku masih ada pekerjaan lain yang belum diselesaikan" pamitku mengakhiri obrolan.


"Hem, baiklah" jawabnya singkat.


Setelah panggilan berakhir aku segera bergegas kedapur untuk mencari keberadaan vidya, sudah lama aku tidak melihatnya mana tahu dia ada sesuatu dan butuh bantuanku.


Aku tidak tahu kamu mengatakan yang sebenarnya atau hanya tipuan semata, namun setiap omonganmu aku mencoba untuk percaya~Lalisa nayyala trishala


Tbc❤


Terimakasih sudah mampir ...😘


Jangan lupa beri dukungan, dukunganmu semangat author....😀