Litmatch Made Us Meet

Litmatch Made Us Meet
Tanpa Kabar



Hari berganti hari terus berlalu, hubungan yang terpatri semakin terjalin indah, semua terasa semakin nyata sehingga memupuk rasa menjadi semakin dalam.


Aku tidak menyangka hubungan ini akan bertahan hingga detik ini, dari yang awalnya aku berpikir hanya untuk coba-coba, malah menghantarkanku ke dalam rasa yang telah susah untuk diputuskan.


Disini pelajaran pertama aku merasakan rasa cinta yang sesungguhnya, membuatku lebih dewasa, mengajarkanku untuk dapat membagi waktu, untuk mengerti dan peduli pada orang lain selain orang tua dan orang terdekatku.


hari ini aku menjalanakan aktivitas dengan tidak bersemangat, sudah seminggu aku tidak mendengar kabar darinya.


Setelah dia memberi tahuku keadaan-nya yang terakhir kalinya bahwasanya dia sakit parah, sampai saatbini dia tidak pernah lagi memberi tahu bagaimana kabarnya, membuat aku tidak bisa tenang terus memikirkan-nya.


Aku membuka litmatch melihat apakah dia aktif disana? namun hasilnya nihil, lalu aku membuka whatsApp tapi dia tidak aktif juga, tiktoknya juga sudah lama tidak ada ada postingan yang terbaru.


Aku jadi khawatir dengan kondisinya, aku mencoba bercerita pada temanku yang berbeda wilayah denganku, aku menceritakan semuanya padanya dari mulai aku bertemu dengan dianran hingga sekarang dia sakit parah, jadi dia banyak tahu tentang aku dan dianran.


[ Dia tidak aktif di berbagai akun media sosialnya, sekarang aku harus bagaimana?] Keluhku padanya, mengirim pesan lewat WhatsApp.


[ Kamu bersabarlah, mungkin dia lagi berusaha untuk sembuh, kamu jangan mengganggunya dulu]


balasnya dari sana berusaha menenangkanku.


[ Tapi aku khawatir dengan nya, aku ingin mendengar kabarnya walau hanya pesan singkat saja]


Aku masih terus ngotot meminta dianran untuk mengabariku, walau aku tahu sahabatku juga tidak bisa berbuat apa bahkan diapun tidak mengenalnya.


[ Aku mengerti saat ini kamu sangat gelisa ingin mengetahui kondisinya, tapi kamu tenanglah dulu, tunggu saja kabar darinya]


Saran-nya dari sana mencoba memahami situasiku.


[ Iya, aku akan bersabar menunggu kabar darinya, tapi saat ini aku sangat takut jika nantinya aku mendapatkan kabar yang tidak bisa aku terima]


Balasku dengan kegelisahan yang tak terlukiskan.


[ Jika nantinya dia pergi untuk selama-lamanya, ketahuilah bahwa kamu wanita terakhir di akhir hidupnya]


Temanku terus memberi suport dan dan wejangan, agar aku tidak terus menerus memikirkan nya, jika nanti aku drop kuliahku bakal terganggu, dan aku yang rugi sendiri, begitu katanya.


'Cinta boleh, tapi terlalu bucin itu tidak baik! karena jika dia tidak diambil tuhan duluan, dia akan di rebut orang darimu'


begitulah perinsip temanku. dia juga pernah mengatakan,


' jika kamu ingin hatimu baik-baik saja, maka jangan memberi sepenuhnya pada orang lain, karena ketika mereka menemukan hati yang lain mereka akan mengembalikan hatimu yang sudah rapuh itu kembali padamu, hati yang sudah tidak utuh lagi seperti dulu'


'Seperti kamu meminjamkan barang pada orang yang tidak bertanggung jawab, jika tidak lecet mungkin sudah hancur, jadi berikanlah pada orang yang bisa bertanggung jawab untuk menjaganya dan menghargainya'


Begitulah dia selalu mengingatkanku, meskipun dia mendukung hubunganku dengan diaran, tetapi terus menyuruhku untuk waspada dan jangan terlalu terhanyut di dalamnya, tapi mau bagaimana lagi aku sudah begitu jauh melangkah hingga di titik ini.


Dia bernama Aida kavya tanisa, biasa aku memanggilnya dengan sebutan 'Ai' teman satu kelasku dari SD hingga SMA, namun kami bersahabat semenjak dari SMP hingga sekarang.


Aku menceritakan semuanya padanya sehingga membuat dia baper parah, bahkan ketika aku menceritakan penyakit dianran padanya, dia sempat menangis ikut prihatin dengan penyakit dianran.


Dia juga mengatakan jangan sampai kisahku seperti di novel dikta dan hukum, dimana nadihira kehilang kak dikta orang yang paling berarti dalam hidupnya, pergi meninggalkan-nya karena penyakit ginjal yang dialaminya.


○○○○○


Biar bagaimanapun suasana hatiku yang sedang kalang kabut ini aku harus tetap berangkat kuliah, dari semalam aku terus menyepam chat di berbagai akun sosial medianya yang dapat terhubung dengan nya.


Namun berapapun banyak chat yang kulayangkan tetap tidak ada respon darinya, hingga kini aku tidak tahu bagaimana keadaanya sekarang.


Saat aku lagi termenung sambil mendengarkan penjelasan materi dari dosen di depan, tiba-tiba ponselku bergetar menandakan pesan masuk.


Dengan semangat dan terburu-buru aku segera membuka resleting tas mencari ponsel, mungkin itu pesan masuk darinya yang telah lama aku tungu-tunggu, aku segera mengeceknya sambil senyum merekah terbit di bibirku.


Namun seketika senyumku langsung padam, saat melihat ternyata bukan pesan darinya melainkan dari seseorang.


[ Alis, Sudah lama kita tidak saling berkabar, bagaimana kabarmu sekarang?]


Isi pesan itu darisana, membuat aku langsung kecewa.


[ Aku baik, kamu bagaimana?]


Balasku dengan tidak bersemangat.


[ Aku baik juga, bagaiamana dengan diaran apa kalian masih bersama?]


Bunyi pesan itu dari sana, membuat aku kembali teringat pada diaran.


[ kami ada sedikit problematika yang belum terselesaikan]


Balasku memberitahunya keadaan kami yang sebenarnya.


[ problem apa?]


[ Aku sudah lama tidak mendengar kabar darinya, sampai saat ini aku masih menunggu pesan darinya]


Tulisku membalas pesan darinya.


[ berarti tadi kamu sempat kecawa, bukan? saat kamu tahu ternyata pesan itu dariku bukan darinya!]


Balasnya dari sana membuat aku terdiam, seratus persen tebakan-nya benar.


[ Itu... kamu sedang apa sekarang?]


Aku berusaha mengalihkan pembicaraan, agar tidak menyakiti hatinya.


[ Aku sedang menunggu seseorang yang hatinya masih milik orang lain, namun aku bisa apa, aku tidak bisa memaksa untuk bersamanya]


"....."


Jawabanya membuat aku terdiam tanpa kata, sudah ku alihkan juga namun dia tetap meneruskan-nya, akhirnya aku hanya bisa mengikutinya saja.


[ Aku kan, sudah mengatakan kita hanya berteman saja, aku tidak bisa memberimu rasa lebih dari itu]


Tulisku mengirim balasan padanya, yang entah sudah berapa kali aku terus mengatakan-nya padanya, namun dia tetap tidak pernah menyerah.


[ Baiklah, jika nantinya kamu terluka atau tidak diinginkan lagi olehnya, maka datanglah padaku aku masih disini akan selalu menunggumu ]


Balasnya dari sana membuat aku jadi merasa bersalah padanya, harusnya dia tidak melakukanya padaku yang hanya akan menyakitinya dirinya saja.


Dia bernama danendra darmawangsa, biasa aku memanggilnya nendra, orang yang aku kenal terlebih dahulu sebelum bertemu dengan dianran.


Dia pernah mengungkapkan rasanya padaku, namun aku menolaknya karena aku telah memilih dianran, tapi dia tidak pernah menyerah untuk itu.


Aku sempat bertemu dengan nya sekali, dia asli orang semarang dan bekerja di konter ponsel di semarang, dia orangnya dewasa dan perhatian, dia juga orang yang lembut, tapi walau bagaimanapun aku tetap menganggapnya sebagai sahabat cowok untuk ku.


[ kamu tidak bekerja?] Tanyaku padanya terus mengalihkan pembicaraan.


[ Lagi senggang, sedang tidak ada pelanggan. apakah kamu sedang ada kelas saat ini? dan apakah aku menganggumu?]


Balasnya dari sana dengan tidak enak hati.


[ oh, begitu, iya! namun dosen nya telah keluar sedari tadi, jadi saat ini aku sedang menunggu mata kuliah berikutnya]


Dia masih terus lanjut berkirim pesan denganku sebentar, hingga dia menghentikan chat karena telah ada pelanggan yang datang, aku juga telah datang dosen yang siap memberikan materi selanjutnya, jadi kami memutuskan untuk disambung nanti lagi.


Dia sebenarnya ingin juga menginjak bangku perkuliahan, dia menyukai jurusan psikologi atau tidak sebagai guru (Bk) bimbingan konseling.


Namun karena biaya masih belum terkumpul, dia memilih bekerja dulu baru mewujudkan cita-citanya untuk menjadi penanganan kosultasi masalah dari orang lain.


Karena dia memiliki permasalahan yang rumit dengan masalalunya yang mengenai mentalnya, makanya dia memilih jurusan itu menurutnya dia akan membantu orang lain, yang memiliki masalah dengan gangguan mental dan batinya.


Dia belajar dari perjalanan hidupnya, bahwasanya berat jika ketika kita sedang ada masalah, namun tidak ada teman untuk kita berbagi cerita.


Makanya jika aku sedang ada masalah aku sering cerita padanya, dan dia mampu menyelesaikan-nya dengan baik dan mampu membuat kita bisa tenang dengan masukan-masukan darinya.


Begitulah cita-citanya yang dia inginkan, dia benar-benar bisa menebak karakter seseorang tanpa dia melihat secara langsung.


Ketika aku sampai di rumah aku segera beristirahat sebentar, lalu menuju dapur untuk memasak.


Vidya lagi keluar untuk memberi perlengkapan dapuryang sudah mulai menipis, dia belanja minguan tidak mengajak ku, karena aku lagi berada di kampus jadi dia memutuskan nya pergi sendiri.


Setelah selesai memasak, aku langsung makan tanpa menunggu vidya lagi, lalu setelah itu aku segera ke kamar untuk beristirahat.


Aku kembali mengecek ponsel menunggu pesan darinya, langsung menuju whatsApp melihat pesan masuk, aku segera membuka chat kami yang sudah lama tidak ada percakapan disana, hanya pesanku yang bejibun tanpa balasan satupun darinya.


Aku sering mengecek kapan terakhir kali dia aktif ketika sudah tidak pernah menerima kabar darinya lagi, dan kagetnya aku ternyata 2 jam yang lalu dia sempat aktif, namun anehnya dia tidak membalas pesanku.


Dan juga ada yang janggal dengan foto profilnya, aku segera mengklik untuk melihatnya.


Yang semakin membuat aku terkejut ialah di foto profil whatsApp nya ada foto cewek dengan dirinya, sepertinya foto itu di ambil ketika saat lagi jalan-jalan di luar karena di belakang nya ada baground pantai.


Membuat hati aku meradang menahan sakit, aku berusaha tenang mengiriminya pesan menanyakan apa maksud dari foto tersebut.


karena dia lagi tidak aktif, aku memilih menunggu balasan darinya sambil istirahat, karena saat ini aku benar-benar lelah apa lagi aku belum siap mengahadapi kenyataan yang nantinya ia berikan.


Aku mengirimimu pesan hanya untuk mengetahui keadaanmu, aku mengharpkan balasan yang memuaskan bukan menyakitkan~ Lalisa nayyala trishala..


Tbc❤


Terima kasih udah mau mampir...😘