
Lin feng yang telah tiba di gerbang depan gerbang kota bergegas masuk ke dalam kota
Di balik pintu gerbang dan tembok yang tinggi itu, terdapat kota yang padat dengan gedung² 2 sampai 3 lantai berjejer di kedua sisi jalan
Lin feng berjalan menyusuri jalan sambil melihat² sekeliling
setelah beberapa saat, Lin feng segera sampai di depan sebuah toko dengan gedung berlantai 3
terdapat papan nama bertuliskan " toko awan"
Lin feng segera memasuki toko tersebut.
segera setelah Lin feng memasuki toko tersebut, seorang gadis berusia 16 atau 17 tahun menghampiri nya
"selamat datang tuan muda, ada yg bisa saya bantu?" ucap gadis itu
" bawakan aku 10 pasang pakaian dan 1 jubah yang cocok untuk ku, sisa uang nya untuk mu." ucap Lin feng sambil memberikan sebuah kantung emas kepada gadis itu
Lin feng sedikit terkejut terkejut, saat di kota Bai, dalam sebulan saat Lin feng masih mencuri di kota bai, dia tau seperti apa orang² memperlakukan orang lain
takut pada yang kuat dan menindas yang lemah, orang² tanpa latar belakang yang kuat akan di tindas apalagi, yg terlihat seperti pengemis
awal nya dia berpikir bahwa dia akan di usir saat masuk ke toko dan harus menunjukan beberapa koin emas sebelum mendapat perlakuan yang sedikit baik
dia tak menyangka gadis di depan nya sangat akan sopan
" baik tuan muda, tuan muda bisa menunggu sebentar, saya akan mengambil pakaian terbaik di lantai 2" ucap gadis tersebut dengan tersenyum gembira sambil berlari ke lantai 2
dia sangat senang, kantung emas tersebut berisi, setidak nya 50 koin emas, sedangkan harga pakaian pesanan Lin feng, hanya sekitar 20 koin emas, gaji bulanan nya saja hanya 2 koin emas
setelah kurang dari 10 menit, gadis tersebut kembali dengan membawa beberapa pasang pakaian di tangan nya
" silahkan di lihat tuan muda, ini adalah pakaian dengan bahan terbaik dan dengan model yang cocok dengan tuan muda" ucap gadis tersebut
dari keringat di kening nya, terlihat jelas bahwa dia telah bekerja keras untuk mencari pakaian² ini
" terima kasih, apakah kau memiliki saran penginapan yang nyaman di kota ini?" ucap Lin feng sambil memasukan pakaian ke dalam cincin penyimpanan nya
melihat dari warna dan model serta tekstur baju tersebut, itu seharusnya berkualitas tinggi dan cocok untuk nya
"jika ingin penginapan yang mewah, lurus ke timur di pusat kota, ada sebuah penginapan 4 lantai, penginapan musim semi, jika ingin yg tenang maka ada sebuah penginapan sederhana lurus ke selatan, di jalan cabang di depan, ada sebuah penginapan berlantai 2 penginapan air tenang" ucap gadis tersebut dengan jelas
" baiklah terima kasih, sampai jumpa" ucap Lin feng dan segera pergi dari toko tersebut
segera Lin feng berjalan ke arah selatan dan tak butuh waktu lama bagi nya untuk sampai di penginapan air tenang yang di maksud gadis itu
Lin feng dengan cepat masuk dengan koin emas di tangan nya untuk menghindari masalah dan memesan kamar
dia sangat lelah karena bertarung dengan hewan buas dan sudah rindu dengan kasur yang empuk
setelah sampai di kamar nya, Lin feng segera membersihkan diri dan mengenakan pakaian baru nya sebelum tidur.
keesokan hari nya, Lin feng terbangun saat matahari sudah tinggi
Lin feng segera keluar dari penginapan dan pergi ke restoran berlantai 2 yang tepat di sebrang penginapan
setelah bertanya² kepada orang² yang sedang makan dengan mengorbankan 2 koin emas, Lin feng akhir nya sedikit paham tentang keadaan kota ini.
legenda mengatakan, kota kejatuhan adalah tempat dimana seorang pendekar tahap kaisar pernah jatuh ( terbunuh)
pedang tersebut memancarkan berbagai pemahaman tentang kultivasi pedang dan hukum.
banyak orang berdatangan ke sini untuk melihat dan merasakan nya sehingga, tempat ini menjadi ramai dan menjadi kota ini.
sayang nya, setelah pedang tersebut berada di sini selama seminggu, pedang tersebut di menghilang entah kemana.
di duga, pedang tersebut telah di ambil oleh seseorang yg kuat
setelah makan hingga kenyang, Lin feng memutuskan untuk berjalan² di kota
beberapa saat kemudian Lin feng tiba di sebuah tempat yang sangat ramai, ini adalah pasar namun bukan pasar biasa melainkan pasar khusus kultivator.
di pasar ini, kebanyakan di jual peralatan kultivator seperti pedang, tombak sampai armor
selain peralatan, ada juga berbagai herbal namun, lin feng tak mengetahui seperti apa fungsi mereka
Lin feng mampir ke beberapa toko untuk melihat² namun belum ada yang menarik minat nya
setelah berputar² sebentar mata Lin feng tiba² tertuju pada sebuah benda di toko yang iya lewati
"berapa harga pisau tua ini?" ucap Lin feng memegang sebuah pisau
" hahaha, nak mata mu memang tajam, itu adalah pisau yang di temukan di reruntuhan kuno, kualitasnya sangat baik, 50 koin emas" ucap penjaga toko sambil tersenyum
" 20 koin emas dengan tongkat ini, jika tidak, aku akan pergi" ucap lin feng langsung sambil menunjuk sebuah tongkat besi tua
"deal" ucap penjaga toko langsung dengan senyum lebar
Lin feng segera membayar nya, dan memasukan pisau dan tongkat tersebut ke dalam cincin ruang nya
"bocah tunggu"
saat lin feng hendak pergi, terdengar suara dari belakang nya
segera lin feng menoleh dan melihat seorang pemuda berusia sekitar 16 atau 17 tahun sedang berjalan ke arah nya
" bocah, keluarkan barang yang kau beli tadi, aku ingin membeli nya" ucap pemuda itu dengan mendominasi saat sampai di depan Lin feng
" idiot" ucap lin feng berbalik dan hendak pergi
.
.
.
.
(prev cap 9): makan batu)
maaf kalo bahasa nya kurang pas
masih belajar
kalo ada yg kurang pas, komen aja biar saya perbaiki di bahasa nya
dan untuk up nya kalo gk ada apa² 1x sehari ya.. soal nya ini bukan novel translate + masih belajar jadi gk bisa buru² takut malah ngaco