Lin Feng

Lin Feng
14. kabut aneh



" siapa" ucap kultivator ranah roh dan melihat ke arah sebuah pohon


mengikuti pandangan kultivator ranah roh, 6 orang lain nya melihat ke sebuah pohon


di sebuah pohon yang tinggi dengan batang yang kokoh, berdiri seorang anak yang terlihat berusia 13 atau 14 tahun yang sedang memandang mereka.


" huf bocah sialan, mengagetkan saja, turun lah ke sini bocah, biarkan aku menguliti mu dan mencincang tubuh mu sedikit demi sedikit" ucap kultivator ranah roh dengan marah


dia sangat fokus bertarung dengan singa darah sehingga tak memeriksa sekitar dengan presepsi nya, saat berhasil mengalahkan singa itu, dia cukup lelah sehingga dia tak waspada.


dia tersentak kaget saat merasakan seseorang sudah berada tak jauh dari mereka dan membuat nya sedikit takut


dia tak menyangka bahwa itu hanya seorang bocah yang seharusnya jauh lebih lemah dari nya.


mendengar kata² kultivator ranah roh itu, lin feng mengerutkan kening dan wajah nya menjadi gelap


menguliti ku? mencincang tubuh ku? bukankah kita tak punya dendam?


apa mungkin kalian para sampah yang di katakan di buku? orang2 yang sangat suka membunuh orang lain?


lin feng ingin turun dan membunuh mereka


namun lin feng tetap bersabar dan menenangkan diri, dia berkata


" kalian semua, ini adalah peringatan, pergilah dan menjauh dari daerah ini, aku takkan Mempermasalahkan kata² mu tadi" ucap lin feng yang tak ingin membunuh sembarangan


dia merasa, ada yang mengganjal di hati nya setiap dia ingin membunuh


"apa? apa aku tak salah dengar? hahahhaa bocah ini memperingati kita? hahahah" ucap lelaki berkepala plontos dan tertawa


semua anggota kelompok yang lain juga tertawa terbahak² bahkan si kultivator ranah roh pun ikut tertawa


" bos, serahkan bocah ini padaku, akan ku kuliti dia" ucap lelaki kurus dan menyerang ke arah Lin feng dengan pisau di tangan nya


melihat si lelaki kurus menyerang, si ketua dan anggota lain nya menggelengkan kepala


dalam hati mereka, lin feng pasti akan memohon untuk mati


di atas pohon, lin feng melihat pria kurus menyerbu ke arah nya dengan wajah dingin


aku sudah memberikan kalian kesempatan


kata lin feng dalam hati dan menerjang ke arah pria kurus denga sebuah pedang di tangan nya.


gerakan lin feng sangat cepat.


dalam pandangan pria kurus dan ke 6 lain nya


lin feng masih beberapa meter dari pria kurus, namun, dalam sekejap lin feng tiba² muncul di belakang pria kurus


saat lin feng muncul di belakang nya, pria kurus itu tiba² merasakan hawa dingin di lehernya, kemudian pandangan nya gelap dan tubuh nya mulai roboh


sebuah garis dara muncul di leher pria kurus dan kepala nya terpisah dari tubuh nya ketika tubuh nya roboh


darah mengalir keluar seperti sungai


melihat kepala pria kurus itu terpenggal, lelaki berkepala plontos dan 4 anggota lain nya merasakan hawa dingin menusuk tubuh mereka.


ada sedikit ketakutan di mata mereka saat melihat ke arah lin feng


" bajingan bunuh dia" kultivator ranah roh meraung marah dan menyerbu ke arah lin feng


dia sangat marah karena pria kurus itu adalah adik nya


melihat kepala adik nya terpisah dari tubuh nya, dia sangat marah


melihat ketua mereka menyerang ke depan, meskipun sedikit takut, 4 anggota lain nya juga ikut menyerbu ke arah lin feng


mereka masih memiliki lebih banyak keyakinan pada ketua mereka yang berada di ranah roh


namun ada 1 orang yang tak ikut menyerang, dia adalah si pria botak.


dia tau persis bahwa bahkan jika ketua nya bertarung dengan si pria kurus, si pria kurus masih bisa menahan nya sesaat


dia yang paling berpikir jernih dan tahu bahwa kelompok mereka bukan tanding bocah itu


memikirkan ini dia kabur tanpa di sadari si ketua dan 4 orang lain nya


benar saja, saat kultivator ranah roh dan 4 orang lain nya menyerbu ke arah lin feng


lin feng tiba² menghilang dan saat muncul kembali, dia sudah berada di belakang mereka


setelah itu, 4 orang tiba² terjatuh ke tanah dan kepala mereka terpisah dari tubuh mereka.


sementara itu, ada bekas darah di leher ketua, dia berhasil sedikit membelokan serangan lin feng


melihat ini, lin feng kembali menyerang


"tutunggu ampuni aku.." ucap ketua kelompok tersebut tiba² keringat dingin membasahi tubuh nya karena serangan sebelum nya hampir membunuh nya


namun lin feng tak memperdulikan nya dan segera memenggal kepala kultivator ranah roh itu


setelah memenggal kepala ketua kelompok itu, lin feng segera mengejar pria berkepala plontos


jika mereka memiliki banyak orang lagi, itu akan merepotkan sehingga lin feng tak berencana melepaskan nya


lin fen terus mengejar pria botak itu dengan mengeksekusi langkah awan mengambang


saat jarak mereka kurang dari 300 meter


lin feng mengeluarkan sniper dan membidik


boom


lin feng melepaskan tembakan.


peluru melesat dan berbelah angin


tusss


dara terciprat saat peluru menembus tubuh pria berkepala botak


karena sedang berlari kencang, pria itu terguling-gulin dan terjatuh


Lin feng tak ingin terlalu lama mengejar pria botak ini karena takut terjadi hal yang di inginkan seperti bertemu kelompok orang lain atau, masuk ke wilayah hewan buas yang kuat


karena itu dia segera menggunakan sniper


melihat bahwa pria berkepala botak itu telah jatuh, lin feng segera menyimpan sniper nya dan bergegas ke tempat pria botak


saat lin feng sudah dekat, dia melihat bahwa pria botak itu tak bergerak samasekali.


" berpura-pura mati?" ucap lin feng berjalan semakin mendekat


"titidak jangan mendekat, jangan bunuh aku, akan ku beritahu sebuah rahasia" saat lin feng sudah semakin dekat, pria botak itu tiba-tiba bangun dan berkata dengan wajah ketakutan


lin feng melihat bahwa peluru nya sedikit meleset dan tak mengenai jantung pria botak itu, yah itu wajar karena target nya bergerak dengan cepat


"ohh rahasia apa itu?" ucap lin feng bertingkah seolah penasaran


" itu.. akan ku beritahu tapi, jangan bunuh aku" ucap pria botak itu


" itu tergantung tergantung seberapa berharga informasi mu" kata lin feng


mendengar kata² lin feng, wajah pria botak itu sedikit membaik


" baik, sebenarnya kami di sewa oleh keluarga Xing untuk menjaga bagian luar hutan ini agar kultivator dari kota terdekat tak mendekat ke kedalaman hutan, aku berpikir mereka pasti menemukan harta Karun atau semacam nya dan ingin memonopoli nya" ucap pria botak tersebut


" hmm informasi ini memang berguna, baiklah akan ku biarkan kau hidup" ucap lin feng dan segera meluncur ke kejauhan


melihat lin feng meluncur ke kejauhan, pria botak itu menjadi rileks


namun setelah beberapa saat


tubuh nya tiba² merinding


roarr


lin feng yang meluncur ke kejauhan masih bisa melihat bahwa seekor hewan buas tingkat 3 menengah serigala darah racun menelan pria botak tersebut hidup²


lin feng telah melihat telah melihat serigala ini berlari ke arah mereka di kejauhan saat pria botak menyelesaikan kata² nya, dan buru² kabur


untung nya jenis serigala ini mengandalkan racun dan gerakan nya tak segesit serigala lain, sehingga dia tak bisa mengejar lin feng


segera, lin feng kembali ke tempat dia membunuh kultivator ranah roh dan lain nya


saat lin feng sedang berlari, dia mulai melihat kabut keluar dari arah kedalaman hutan dan mempercepat langkah nya


semakin lama kabut akan semakin tebal


saat dia sampai, beberapa hewan buas telah berkumpul di tempat itu, bau darah memang sangat mengundang hewan di hutan ini


untung nya dia telah membersihkan hewan buas di daerah ini sehingga tersisa beberapa hewan buas setara ranah roh yang tak tertarik ke sini dan hanya ada beberapa hewan buas tingkat 2 puncak


dengan pengalaman nya 1 bulan ini, lin feng tak berkelahi dengan hewan² itu dan menginjak langkah awan mengambang dan dengan cepat merebut cincin penyimpanan kelompok itu dan pergi dengan cepat.


jika dia membunuh mereka, akan lebih banyak darah yg menyebabkan lebih banyak hewan buas berkumpul


dia juga tak begitu mengerti namun, kabut itu sangat aneh.


setiap kali kabut muncul, hewan buas akan menjadi lebih ganas dan sangat mudah tertarik oleh bau darah


setelah mendapat cincin penyimpanan, lin feng segera kembali ke goa tempatnya tinggal


.


.


.


komen yang mau kasih saran penggunaan bahasa, author masih belajar, jadi kalo merasa ada yang kurang pas, komen aja