Lin Feng

Lin Feng
29. dia pasti anak haram tetua



Namun saat ini, teriakan terkejut tiba² datang dari sebuah sudut


" darah bambu emas" teriak yan ran kaget, mata nya bersinar penuh keinginan saat melihat getah berwarna emas di dalam bambu


mendengar teriakan keterkejutan ini, semua orang segera melihat ke arah yan ran


suasana di ruangan sangat sunyi, tak ada yang berbicara


mata mereka masih sama, meminta penjelasan


namun, yan ran yang tadi berteriak kaget telah menekan keinginan nya dan berusaha tenang di tempat nya


"ehem tetua, ini..."


saat semua orang sedang melihat ke arah yan ran, lin feng terbatuk saat melihat ke arah tetua


semua orang segera kembali melihat ke arah tetua dan lin feng


"uhuk uhu" tetua pengawas juga sadar dari lamunan nya saat mendengar batuk lin feng


dia termenung karena tak menyangka dia, alkemis kelas 4, salah mengenali sebuah herbal dan seorang junior yang terlihat berumur 13 atau 14 tahun harus menunjukan untuk nya.


ini merupakan pukulan yg cukup berat bagi tetua, dia meragukan kerja keras nya selama ini


"uhuk ais orang tua ini sepertinya sudah terlalu tua, seperti kata pepatah, pahlawan datang dari yang muda, jawaban mu benar, itu adalah bambu darah emas, herbal tingkat 4, bambu ini biasanya berwarna sedikit keemasan di luar nya dan bagian dalam nya berwarna emas murni" ucap tetua menjelaskan dan sedikit menghelengkan kepala sebelum melanjutkan


" aih bambu ini berwarna merah darah murni di luar nya, ku pikir ini hanyalah bambu darah herbal kelas 3, ternyata ini adalah bambu darah emas berusia 500 tahun yang sangat² langka, karena sudah cukup tua, semua bagian luar nya menjadi warna darah namun di bagian dalam nya tetap berwarna emas, terlebih lagi, bambu darah emas ini telah menghasilkan getah yang di sebut esensi darah bambu emas, ini sangat bermanfaat bagi kecantikan jika di gunakan oleh wanita" ucap tetua menjelaskan panjang lebar


pantas saja yan ran mengenali nya dan penuh keinginan, ternyata itu adalah barang yang sangat bagus untuk kewanitaan


kebanyakan wanita biasanya memang sangat sensitif jika menyangkut hal² kecantikan


"teman kecil, tetua ini merasa malu, poin mu adalah 100 dan sebagai kompensasi atas kesalahan penilaian, bambu darah emas itu menjadi milik mu, karena mengenali nya, seharusnya teman kecil juga tahu harga nya" ucap tetua lagi sambil menangkupkan tangan nya


dia sangat malu, dia sudah berusia di atas 50an dan harus di cerah kan junior yang sangat muda


mendengar kata² tetua, semua orang di dalam ruangan segera mengerti apa yang terjadi dan menganggukkan kepala mereka


namun setelah itu mereka segera sadar


orang ini mencerahkan tetua? poin penuh di setiap tingkat dari 3 tingkat tes alkemis?


hisss


orang² di ruangan menarik napas dingin dan menatap lin feng seolah menatap monster


dengan performa lin feng ini saja, dipastikan bahwa pencapaian alkemis nya akan jau lebih tinggi dari 5 alkemia terhebat kekaisaran yan


orang² yang menyanjung ma hong dan menghina lin feng sebelum nya berkeringat dingin


mereka berharap ada lubang untuk bersembunyi


pada saat yang sama, ma hong terjatuh ketanah dan tatapan nya kosong


"tak mungkin, dia sama sekali tak mengerjakan soal tingkat 2 dan 3, tak mungkin, bagaimana bisa dia tiba² memiliki nilai sempurna dan mencerahkan tetua, tak mungkin, aaargh pasti dia anak haram tetua, dia dan tetua pasti bekerja sama" ma hong yang terjatuh di tanah menggila dan meraung melontarkan tuduhan


plak


aargh


boom


saat ma hong menyelesaikan kata² nya, seseorang tiba² muncul di depan ma hong dan menampar nya dengan keras hingga terbang menabrak dinding


saat melihat orang ini, orang² di ruangan sangat terkejut


"salam ketua gedung"


orang² yang ada di ruangan itu segera memberi hormat


hanya lin feng yang masih tak bergeming dan tak ada tanda² akan membungkuk


yah orang yang datang adalah ketua gedung alkemis kekaisaran yan


"siapa, ke,ketua. kenapa? " ma hong dengan memegang pipi nya bangun dan ingin marah namun, saat melihat ketua gedung


dia menurun kan suara nya dengan cepat dan ketakutan


"bawa dia keluar, menghina tetua? dia akan di hukum berat" ucap ketua dengan membelakangi ma hong


saat ketua menyelesaikan kata² nya, beberapa orang muncul di belakang ma hong dan membawa nya pergi


ketua gedung melihat kepada lin feng dan tersenyum


"sungguh luar biasa, kekuatan jiwa kurang sedikit untuk menjadi tingkat 4, dan menyelesaikan 3 tahap soal ujian alkemis dengan benar dalam waktu setengah batang dupa, itu pun sebenar nya kau sudah lama menyelesaikan nya namun kau menunggu sedikit" ucap ketua gedung dengan tersenyum


mendengar kata² ketua gedung ekspresi orang² di dalam ruangan termasuk yan ran kembali normal dan menggelengkan kepala


sudah lah, tak perlu kaget lagi, ini bukan lagi monster, tak perlu membuat malu dengan membanding - bandingkan


"ketua gedung terlalu menyanjung" ucap lin feng dengan menangkupkan tinju nya


dia melihat ke arah ketua gedung dan mengukur nya, namun hasil nya nihil


meski tak sekuat guru nya dan orang tua yg suka mengagetkan itu, seharusnya orang ini tak jauh lebih buruk


"haahaha anak muda yang baik, sama sekali tak sombong, aku ingin tahu apakah aku bisa bertemu guru mu, seseorang yg bisa menciptakan monster sepertimu, aku ingin tahu apakah aku bisa mendapat pencerahan atas masalah ku, " ucap ketua gedung melihat lin feng dengan harapan


dia ada di lantai atas bangunan gedung alkemis, saat hasil tes kekuatan jiwa lin feng keluar, tetua pengawas telah memberitahu nya


setelah itu, dia telah mengawasi lin feng dengan presepsi nya


dia melihat dengan jelas bagaimana lin feng dengan santai mengerjakan soal²


apalagi, sebenarnya dia juga ikut mempersiapkan herbal² untuk ujian bersama tetua pengawas, jadi dia juga ikut salah mengira itu adalah bambu darah


"aku harus minta maaf, guru ku datang menghampiri ku hanya sesekali, aku bahkan tak tahu dia di mana sekarang, mungkin nanti jika dia mendatangi ku, akan ku katakan pada nya untuk membantu tetua dulu" ucap lin feng dengan hormat


ketua gedung ini berusia sekitar 40an, tubuh nya tak seperti alkemis lain, itu sanga berotot seperti jendral di medan perang


dari sikap ketua ini, lin feng telah menilai


orang ini dan tetua pengawas pantas di hormati


orang² dengan sikap lurus sangat jarang, sungguh luar biasa ada 2 orang di tempat ini


" sayang sekali, baik lah sekarang ujian bisa di lanjut kan, aku akan tetap di sini dan mengawasi ujian, setelah ujian ini" ketua gedung dan duduk bersama tetua pengawas


meskipun tetua terlihat sangat menghormati ketua gedung, namun sikap ketua gedung pada tetua lebih seperti sahabat


baik lah, ujian ke 3 di mulai


ada banyak herbal di setiap meja


muai dari herbal kelas 1 sampai kels 3


ada masing² satu resep pil tingkat setiang tingkat 1,2 dan 3


kalian bisa memurnikan pil dengan itu, atau bisa juga dengan resep yang kalian ketahui


nilai yg kalian dapatkan akan berdasarkan pil kalian


ujian di mulai


ucap tetua pengawas mengumumkan