Lin Feng

Lin Feng
28. darah bambu emas



setelah mengumpulkan jawaban mereka, yan ran dan ma hong kembali ke tempat duduk mereka


"heh termyata soal² itu sangat mudah" ucap ma hong tertawa


luar biasa² tuan muda ma hong pasti akan mendapatkan nilai tertinggi di ujian kelas 2


"tentu saja, tuan muda ma hong adalah alkemis kelas 2, beraninya beberapa orang dengan kekuatan jiwa yang sedikit kuat menyombongkan diri di hadapan nya" ucap beberapa orang yang dari awal menjilat ma hong


ma hong mengangkat kepala nya tinggi² dan melirik lin feng


namun dia menemukan bahwa, lin feng sama sekali tak memperdulikan nya


ini membuat nya sedikit kesal


heh bocah, hanya alkemis kelas satu, berani nya tak menghormati ku, awas saja kau, dan 2 orang lain nya yang berani mendahului ku di ujian kelas 1, awas saja jika aku sampai tahu siapa kalian


ucap ma hong dalam hati


tetua pengawas yang melihat ma hong menggelengkan kepala


bocah ini belum pernah melihat langit yang lebih tinggi


beberapa saat kemudian, tetua pengawas selesai memeriksa jawaban semua orang.


"baik lak, aku akan membacakan nama² orang yang lulus ujian pertama, masing² dari kalian akan mengikuti tes terakhir yaitu memurnikan pil" ucap tetua


"baik lah nama pertama yang lulus adalah, wijanarko tes tingkat 1 dengan poin 63, markona, tes tingkat 1 dengan poin 64 , ......" uca tetua lagi membaca satu per satu nama² yang lulus


"yan ran, tes tingkat 1 poin 89 dan tingkat 2 poin 75 , ma hong tes tingkat 1 poin 89 dan tingkat 2 poin 79." ucap tetua masih membaca nama namun tiba²


"bhaaahahaha ternyata bocah ini bahkan tak lolos tes tingkat satu hahhaah, sungguh membuang² bakat jiwa nya, pengetahuan nya sungguh buruk" ma hong yang berada di tempat nya tertawa keras dan menunjuk ke arah lin feng


namun dia tak tahu bahwa saat dia tertawa, itu menyebabkan tetua berhenti membaca dan mengerut kan kening


"hhahaha benar, sungguh pemborosan memberinya kekuatan jiwa yang kuat" beberapa orang juga ikut tertawa, bersama ma hong


yan ran yang duduk di sudut menghela nafas dan menggelengkan kepala


perasaan kekalahan nya telah hilang dari hati nya


"diaamm" saat orang² masih tertawa, tetua pengawas berkata dengan pelan namun disertai energi qi, suara nya menusuk langsung ke telinga semua orang yang tertawa


"ma hong, berani nya kau memotong ku saat aku masih membacakan nama yang lulus, meskipun aku tak memiliki hak menghukum mu karena guru mu adalah teman ku, akan ku pastikan dia menghukum mu dengan benar" ucap tetua dengan dingin


dia mulai merasa sangat tak senang dengan Ma Hong


kemampuan nya biasa saja, setiap generasi selalu ada orang seperti nya, namun dia sangat sombong


mendengar ini, wajah ma hong sangat pucat, saat dia tertawa, dia lupa siapa tetua pengawas ini, orang yang setara guru nya


beraninya dia memotong nya, namun dia sedikit bingung, seharusnya tetua ini tak semarah ini


namun ma hong tetap diam, dia sama sekali tak berani berbicara membalas tetua


" dan kalian, kalian juga akan ku hukum nanti" ucap tetua melihat orang² yang tertawa bersama ma hong


mendengar ini, wajah orang² itu juga pucat, mereka baru saja sampai di sini, sudah membuat marah salah satu dari 5 alkemis terkuat, mereka sungguh sial


beberapa sat kemudian, ruangan telah tenang, tetua pengawas menari nafas dan melanjutkan


"baik lah, aku akan membacakan nama terakhir"


mendengar ini, semua orang di ruangan melihat ke arah tetua


masih ada lagi?


beberapa orang yang telah kecewa karena nama nya belum di panggil melihat ke arah tetua dengan penuh harap


namun saat ini, mata tetua pengawas melihat ke seseorang di barisan depan


saat dia melihat ke orang itu, ekspresi wajah nya yg marah sebelum nya hilang dan sedikit tersenyum


jelas dia melihat ke arah lin feng, dia sangat menyukai bocah ini, sangat berbakat namun rendah hati


dari awal sampai akhir, dia tak menyombongkan pencapaian nya sedikit pun


mendengar ini, ruangan menjadi sepi


semua arang di ruangan terdiam


100 poin di tes pertama dan kedua, 99 poin di tes ke 3, apa kau bercanda?


semua orang menatap tetua seolah meminta penjelasan


tak ada satu orang pun yang berani bertanya karena kemarahan tetua sebelum nya


saat ruangan masih sepi, sebuah suara tiba² terdengar


"tetua, bolehkah aku tau bagian mana kah dari jawaban ku yang salah?" ucap lin feng dengan ekspresi tak puas di wajah nya


bagaimana mungkin jawaban nya salah? jawaban nya berasal dari pengalaman seumur hidup kaisar jiwa


mendengar ini, semua orang melihat ke arah lin feng


saat menemukan ekspresi tak puas di wajah nya, urat² keluar di wajah orang orang


wajah mereka gelap,


kau masih tak puas? apakah kau masih harus tak puas? mati saja kau sialan, poin mu saja sudah sangat tinggi, mungkin kah bocah ini anak haram tetua ini?


kerumunan mengutuk dalam hati


ma hong dan yan ran mematung dan melihat ke arah tetua, dari wajah mereka, jelas sedang meminta penjelasan


namun, tetua pengawas mengabaikan semua orang, hanya ada lin feng di mata nya, dia sangat menyukai sikap lin feng


"tak puas meski kurang 1 poin? anak muda yang baik, suka bekerja keras dan melampaui batas nya, bagus nak, pencapaian masa depan mu akan tak terbatas hhahaha," ucap tetua itu denga tersenyum


dia semakin menyukai lin feng


" lihat lah, ini jawaban mu yang salaah, itu adalah batang bambu berdarah, herbal kelas 3, kau menulis nya batang bambu darah emas , herbal kelas 4, " ucap tetua tersebut menjelaskan dengan sabar


melihat tetua yang meladeni lin feng dengan sabar, kerumunan kembali mengtuk


menjelaskan dengan baik? jika kami bertanya, gakut nya kami akan di kebiri, huh aku sekarang yakin, dia pasti anak haram tetua,


batin semua orang di ruangan yg masih mematung


mereka menatap lin feng dan tetua secara bergantian seperti orang bodoh


"oh batang bambu ini" ucap lin feng dan


prrak


lin feng mematahkan batang bambu


setelah bambu patah, bagian dalam nya terlihat


itu berwarna emas, selain itu, ada sedikit getah berwarna emas di dalam nya


ini...


tetua yang melihat hal itu mematung


itu benar² batang bambu darah emas? herbal kelas 4?


aku salah?


saat melihat tetua mematung, semua orang merasakan sesuatu yang salah dan melihat ke arah bambu di tangan lin feng


mereka tak tahu apa yang salah karena mereka sama sekali tak tahu apa itu bambu darah, apa lagi bambu emas


bahkan ma hong juga bingung


teriakan terkejut dari sebuah sudut


" darah bambu emas" teriak yan ran kaget, mata nya bersinar penuh keinginan saat melihat getah berwarna emas di dalam bambu