Lin Feng

Lin Feng
27. menguap dengan malas



saat ujian di mulai, yan ran lihat ke arah lin feng sebelum dengan cepat mengerjakan soal, dia juga sangat ingin menjadi murid salah satu dari 5 alkemis tingkat 4


melihat lin feng menolak apa yang dia impikan, dia sangat marah di hati nya, dia merasa telah kalah, di ujian ke 2 kali ini, dia ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dari lin feng


selain yan ran, ma hong juga melihat ke arah lin feng dan mencibir dalam hati


heh meskipun kekuatan jiwa mu kuat, lalu apa, ujian ini adalah soal pengetahuan, aku sudah pernah mengikuti ujian seperti ini, meskipun soal nya berbeda, aku dapat dengan mudah menyelesaikan soal ini, dan mendapat hasil yang lebih baik dari mu


aku tak percaya, pengetahuan mu lebih baik dari ku


di sisi lain, Lin feng dengan santai mengambil 3 level soal ujian dan melirik nya beberapa saat sebelum mengisi nya dengan cepat


sebelum nya, dia sengaja menahan kekuatan jiwa nya di alkemis tingkat 3 karena, meskipun kekuatan jiwa nya telah mencapai tingkat 5, kultivasi nya terlalu rendah, dia tetap hanya bisa menyempurnakan pil tingkat 3


untuk pil tingkat 4, bahan pil tak bisa lagi di murni kan dengan api biasa, di butuhkan beberapa hukum misterius untuk membentuk api dari qi dan jiwa yang kuat


meskipun lin feng mewarisi ingatan kaisar jiwa, hukum hanya dapat di pahami sendiri, tak dapat di ajarkan


itu seperti prinsip² yang terkandung dalam tekni² lin feng namun, hukum lebih mendalam dari prinsip


saat ini, lin feng menulis jawaban dengan cepat, tangan nya menari dengan penah tanpa jeda


soal² ini sebagian adalah tentang beberapa penyakit yang merupakan petahuan yang harus di ketahui sesui tingkatan alkemis, dari alkemis tingkat 1 hingga 3 pengetahuan nya jelas berbeda


selain penyakit, ada juga soal untuk mengenali tanaman obat, terdapat banyak tanaman obat di atas meja, yang harus di lakukan adalah, menulis ciri² obat dan menuliskan nama nya


bagi lin feng yang memiliki ingatan kaisar jiwa, soal² ini sangat mudah


setengah batang dupa berlalu, lin feng yang duduk di meja paling depan, tiba² berdiri dan membawa jawaban nya ke depan


tetua yang mengawasi ujian segera melihat ke arah nya, dia bisa melihat bahwa, lin feng membawa 3 lembar jawaban


ini bahkan baru setengah dari batas waktu untuk mengumpulkan jawaban tingkat 1, apakah bocah ini sudah menyelesaikan 3 tingkat soal?


ucap tetua dalam hati


meskipun dia yakin dia juga bisa melakukan nya, dia sudah sangat tua, bagaimana mungkin itu di bandingkan


dalam hati nya,dia telah menganggap tinggi lin feng tanpa sadar, ini karena, perangai lin feng yang tenang dan sama sekali tak kekanak-kanakan


"pergilah dan menunggu di tempat, hasil nya akan di umumkan bersama yang lain" ucap tetua mengambil lembar jawaban lin feng


lin feng kembali ke tempat nya dan menunggu dengan tenang


orang lain terlalu fokus dengan jawaban mereka, tak ada satupun yang menyadari bahwa lin feng telah mengumpulkan jawaban nya


saat ini, tetua pengawas sedang memeriksa jawaban lin feng


soal untuk alkemis tingkat 1 dan 2 di jawab dengan sangat teliti dan semuanya benar


dia segera memeriksa jawaban untuk soal alkemis kelas 3


jawaban lin feng sangat genius dan teliti, tetua pengawas bahkan mendapat beberapa pengetahuan baru tentang cara merawat pengakit


ini membuat nya melihat ke arah lin feng untuk waktu yang lama seolah ingin mengukur nya


saat dia lanjut memeriksa jawaban, dia seperti melihat sesuatu dan menghela napas


pada akhir nya, dia tetap anak muda


ucap tetua menghela nafas lega dan mencoret salah satu jawaban lin feng


jika lin feng menjawab semuanya dengan benar, itu terlalu genius


genius no 1 kekaisaran yan bahkan hanya bisa menjawab 85% jawaban dengan benar dan dia di anggap sangat genius


jika lin feng menjawab dengan sempurna, apa nama nya?


usia lin feng bahkan lebih muda dari genius itu


meskipun begitu, sepertinya tetap akan ada pergeseran peringkat genius di kekaisaran yan


beberapa saat kumudian, tersisa seperempat dupa sebelum dupa pertama selesai


ma hong dan yan ran tiba² berdiri dan dengan percaya diri mengumpulkan jawaban nya


namun saat mereka sampai di meja pengawas, mereka mematung


ada 3 lembar jawaban di sana?


"tetua, jawaban siapa ini" ucap ma hong dengan hormat, namun wajah nya gelap


3 orang lebih cepat dari nya?


yan ran juga melihat ke arah tetua menunggu jawaban


siapa 3 orang yang lebih cepat dari nya? dia bahkan kalah dari 3 orang?


"pergilah, kerjakan soal lainnya yang ingin kalian ambil, jangan urusi hal² tak penting" ucap tetua dengan malas


anak muda sangat sangat peduli dengan jawaban orang lain, bukan nya belajar agar jawaban mereka lebih baik


mendengar jawaban ini, mereka dengan enggan kembali ke tempat mereka, mereka tak berani melawan tetua


namun saat telah duduk, mereka seperti mengingat sesuatu dan melihat ke arah lin


mereka menemukan bahwa, lin feng sedang duduk dengan malas menguap dan tak sedang mengerjakan soal


melihat ini, urat di dari mereka timbul


aku bersusah payah mengerjakan soal agar bisa lebih cepat dari mu, namun kamu tetap lebih cepat dari ku dan duduk santai menguap tanpa beban?


sialan, ku doakan semua jawaban mu salah


yan ran mengutuk dalam hati sebelum mengambil soal tingkat ke 2 dan mengerjakan nya dengan cepat


saat waktu 1 batang dupa selesai, semua orang telah mengumpulkan jawaban kelas 1


saat ini, orang² melihat bahwa, hanya tersisa ma hong dan yan ran yang mengerjakan soal


huh lihat, ternyata bocah itu hanya mengerjakan soal kelas 1


heh, kekuatan jiwa yang kuat bukan berarti pengetahuan mendalam, dia masih sangat muda, aku yakin jawaban ku lebih baik dari nya


beberapa orang berdiskusi dengan berbisik saat melihat lin feng yang menguap karena mengantuk menunggu jawaban di umumkan


setelah 1 batang dupa kembali berlalu, ma hong dan yan ran kembali mengumpulkan jawaban mereka


mereka melihat ke arah lin feng dan menghela nafas


bocah ini ternyata hanya mengikuti ujian kelas 1


jelas saat mereka mengerjakan soal kali ini, mereka sesekali akan melihat ke arah lin feng dan menemukan hang terakhir menguap dengan malas dari waktu ke waktu