
" HAH.... "
Tanya keheranan Ismira, sambil melepaskan pelukanya. Dan mentap wajah Gilang yang menatapnya dngan tatapan kosong.
" Kamu ga bercanda kan???.. Gimana kalo mereka tau kamu setengah gagaran??.... "
Ucapnya sambil menatap cemas karena tau jika Gilang saekarang bukan lagi manusia normal.
" Entah lah Mi, aku udah gak tau harus Gimana. Yang jelas aku ga bisa nolak!!.. Lagian aku bisa nyari informasi tetang apa itu gagaran, atau jenis hybrid kaya kita. "
Ucap Gilang sambil menghela nafas panjang.
" Sekarang kita tidur aja dulu!. Besok aku ada tes masuk bar bar king .."
Ucap Gilang sambil berbalik badan menuju kamar untuk beristirahat dan bersiap untuk tes besok.
Di ikuti ismira yang berjalan di belakang nya dan masuk kamar yang sama dengan Gilang.
" Besok kalo kamu bangun duluan, bangunin aku ya mi "
Ucap Gilang sambil menarik selimbut untuk alas tidur di lantai.
" Ngapain di lantai?!.. Udah di kasur aja!!... "
Tanya nya sambil menahan tubuh Gilang yang hendak tidur di lantai.dan menyuruhnya agar tidur satu ranjang dengannya.
" Yaudah, aku tidur di pinggir kiri kamu di kanan "
Ucap Gilang sambil merebahkan Badanya di atas kasur dan segera memejamkan matanya.
Pagi pun menyinari kamar mereka terlihat Ismira yang memeluk Gilang.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar. Segera Gilang bangun dari tidurnya, dan melihat wajah kekasihnya yang tidur di sampingnya sebari memeluk dirinya.
" Emmhhh... Jam berapa sekarang??... "
Ucap Gilang sambil memcoba meraih Handphone di sebelah kananya. Yang ternyata dalam kondisi mati. Karena terlepas dari kabel charge yang menancap di handphonenya.
" Lang.... Mira.... Bangun!!.... "
Sayup sayup terdengar dari luar suara wildan yang menyuruhnya untuk segera bangun dari tidurnya.
Lantas gilang membangunkan badanya namun di tahan Ismira yang masih ingin tidur.
"Mo kemana?,. Udah biarin aja!!... "
Racaunya yang masih setengah sadar dan menarik kembali Gilang ke atas kasur tempat ia tidur.
" Dah siang yang, aku mandi duluan ya. "
Ucap Gilang sambil mencoba melepaskan lengan kekasihnya itu dan segera berdiri lalu berjalan keluar kamar.
Tak lama ia membuka pintu rumahnya. serta menyuruh Wildan untuk masuk kedalam dan memintanya untuk menunggu sebentar di ruang tamu.
" Tunggu bentar!, gue mandi dulu. Kalo mo kopi atau teh bikin aja ke dapur, sekalian bikin dua!... "
Ucap tawarnya yang langsung di iyakan oleh Wildan dan sesaat ia melihat Gilang yang sekarang agak dingin tak seperti biasanya.
Saat iya menyeduh kopi di dapur, ia di hampiri ismira yang datang mengunakan tank top serta celana pendek, sambil mengisik kedua matanya
Dan taqk menyadari kehadiranya di dapur.
" Baru bangun mir?? ...."
Sapanya sambil focus menuangkan air ke gelas kopi.
yang langsung di peluk Ismira dari belakang yang membuatnya kaket bukan kepalang sampai ia menuangkan air terlalu banyak kedalam gelas .
" Makasih ya yang udah dibikinin teh, love you "
Ucapnya sambil mencium pundak Wildan yang masih ia sangka kekasihnya itu.
Tak lama Gilang keluar dari kamar mandi dan melihat Wildan yang di peluk kekasihnya itu.
" Mi lagi ngapain??!... "
Ucapnya sambil menahan tawa karena kelakuan kikuk kekasihnya itu yang menyangka Wildan adalah dirinya.
Mendengar hal itu, sontak. Ia membuka kedua matanya, dan segera melepas pelukanya serta sadar bahwa pria di hadapanya itu bukan kekasihnya.
Sontak wildan melihat kearahnya dengan cengengesan menahan tawa.
yang langsung mendapat pukulan tepat di mukanya.
" Sumpah yang aku kira itu kamu!!.... "
periknya sambil terus mengibas ngibaskan tanganya karena tak kuasa menahan malu serta melihat Gilang yang berjalan mendekat kearahnya.
Namun saat Gilang tepat di depanya ia malah mendapatkan ketukan jari di dahinya.
" Lain kali jangan gitu lagi ya!!.. "
Ucapnya sambil tersenyum, membuat kekasinya berdiri mematung sebari tertunduk menahan malu.
Lantas Gilang mengambil segelas kopi yang sebelumya di buat oleh Wildan dan menanyakan keadaan setelah 'sarapan pagi' dengan pukulan kekasihnya.
" Gak papa lu??... "
Tanyanya sambil meminum kopi yang terlihat banyak tumpahan air di meja.
" Mantap Anjir... "
Jawabnya sambil menangah kearah langit langit rumah.
Sontak Ismira memeluk Gilang menyembunyikan mukanya di balik punggung Gilang sambil mengerutu tak karuan.
" Dih... Napa dah??... Dah dah!!... Pindah ke ruang tamu aku pengen baju dulu "
Titahnya sambil berusaha melepaskan pelukan kekasihnya. Dan berjalan ke arah kamar untuk menggunakan pakaian, karena sedari tadi ia hanya mengunakan celana jeans panjang.
Lantas mereka berdua berjalan menuju ruang tengah, dan terlihat raut muka Ismira yang khawatir dan terus menengok ke arah kamar.
" Lu ko nempel terus ke si Gilang??.. gak kaya biasanya?? "
Tanya Wildan yang keheranan karena gadis itum terus memeluk kekasihnya itu.
" Lu gak mikir apa kalo Gilang itu hybrid ?? Gimana kalo dia ketauan setengah manusia?!.. "
Ucap Ismira sambil melihat tajam kearah Wildan yang sekaligus menjawab pertanyaan wildan.
Sontak mendengar hal itu Wildan tertunduk karena mungkin kesalahan diiirinya Gilang yang malah harus menanggung beban.
" Gue belum bujuk dia, tapi kalo misalnya ada sesuatu terjadi ma dia. Lu yang harus tanggung jawab!! "
Ucap Ismira dengan nada sedikit meninggi dan menatap wajah Wildan dengan tajam.
Mendengar ada keributan di ruang tengah, Gilang langsung datang menghampiri dan segera menanyakan prihal keributan yang terjadi di antara mereka berdua.
"Soal yang tadi??...Dah lupain lagian bukan salah dia juga kok. "
Ucap Gilang mencoba mencairkan suasana di antara mereka berdua.
Lantas Ismira menarik nafas panjang, dan segera berdiri dari kursi yang ia duduki sambil menepuk pundak Gilang.
" Hati hati aja ya yang tes nya, jangan gegabah!!.. inget kamu sekarang apa!!. "
Ucap Ismira sambil berlalu pergi kearah kamar dan segera menutup pintu kamarnya.
" Dih.... Napa lagi tuh anak??.. Yo Wil tar keburu telat!!.. "
Ucapnya sambil melihat kearah kamar dan segera berdiri. Dan mengajak Wildan agar cepat cepat menuju lapangan untuk ikut.
Lantas mereka berdua pun bangkit dari duduknya, Dan berjalan keluar rumah. Saat Gilang menutup pintu rumahnya, terlihaat Wildan yang masih saja menundukan kepalanya serta raut wajahnya yang murung memikirkan sesuatu.
" Napa lu murung kaya kucing abis di siram air?? "
Tanya pembuka Giolang yang melihat wajah sahabatnya yang kini murung, terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
" si Ismi tadi ngomong apaan??..ampe lu murung gitu?? "
Tanya kedua Gilang yang masih keheranan melihat Wildan yang diam tampsa sepatah katapun.
" Lu yakin sama ini semua??... "
Jawab Wildan dan membalas bertanya kepada Gilang tentang keputusannya untuk ikut bar bar teamn dan juga menjadi wakilnya.
" Lu pasti di ceramahin tentang gue yang setengah hybrid kan?... Gue dah tau pasti dia bakal bilang ke lu "
Ucap Gilang sambil menepuk pundak sahabatnya.