LAST STAND

LAST STAND
22. MEET WITH CRAZY TEAM (1)



Segera mereka membuka pintu dan juga melihat di sekitar untuk memastikan semua aman. dan segera menerbangkan drone oleh Yukky untuk memberi pengelihatan lebih luas.


" Dek,.. naik sini ke punggung susah jalan kalo sambil nerbangin drone..." Ucap Gilang sambil memberikan tas punggungnya pada Ismira.


Lantas Yukky mengikuti arahan Gilang. Dan mereka berempat melanjutkan dengan arahan Yuukky, agar terhindar dari para gagaran atau inang yang mungkin saja mengancam.


setelah tiga puluh menit berjalan mereka berniat berisrirahat namun, dari


kejauhan terdengar suara seperti raungan yang membuat mereka berhenti.


" diem!!.... jangan banyak suara,!! Yukky coba cek arah sana!!." Ucap Wildan sebari mencoba menghalangi langkah mereka. Dan menunjuk arah di samping kirinya.


" Gak ada apa--'belum selesai berbicara Gilang berteriak karena melihat rombongan inang mendekat berlari kearah yang mereka.


"Will!!.." ucap teriak Gilang sambil menurunkan Yukky dan, menghunuskan katana kecil dari balik pungggungnya, "Mi bawa Yukky sembunyi ngejauh dari sini!!... sekarang!!..." teriak Gilang sambil menunjuk mobil mengisyaratkan mereka agar sembunyi di sana.


"Jangan mati.." ucap Ismira sebari menuntun Yukky menjauh dari area peperangan, " Gak akan!!.." Sebari tersenyum kecil menandakan bahwa sekarang ia sudah ragu lagi untuk berperang.


Segera Gilang berlari menerjang monster itu, meninggalkan Wildan di belakang. " Anj#ng malah pamer!!... " ucap wildan karena di tingal sendirian oleh Gilang.


'Raghh' gerang inang kesakitan karena berhasil tertusuk tepat di mulut hingga tembus ke tengkuk lehernya, dan segera menarik katanya kearah samping kanan dan berhasil memengal salah satu inang.


Setelah beberapa inang berhasil di tumbangkan, Gilang merasakan badanya berbeda dan mulai seperti memiliki kontrol sendiri.


"Anj#ng kenapa tangan gue!!.." gumatnya menendang dada salah satu inang di hadapaanya. "Wil!!.. back up, gue---" belum selelai ia berbicara, ia berhasil terkena terkaman inang yang membuatnya jatuh.


"Lang!!.." teriaknya sambil mencoba membantu Gilang namun, keadaan tidak memungkinkan karena inang yang terus datang menyerang mereka.


Tak lama saat mereka mulai terdesak. terdengar raungan kendaraan terdengar mendekati mereka. yang sontak membuat Wildan tersenyum dan berteriak.


"Maju sini kalian bang#ad!!..." teriaknya sambil menusuk perut salah satu inang dan merobeknya membuat isi perut inang itu berhamburan.


Suara raungan kenalpot kendaraan itu makin mendekat, dibarengi suara bising musik yang makin menarik perhatian inang agar berbalik mengejar sumber suara itu.


terlihat rombongan empat mobil pick up. yang dua dari empat mobil itu membawa alat pengeras suara. berada di belakang mobil yang membawa rombongan penuh dengan orang menggunakan jaket hitam.


Lantas para inang berlari menuju rombongan mobil itu. namun, bukanya meperlambat laju kendaraan, mereka malah menabrak para inang yang berlari menuju rombongan mobil.


Terdengar raungan para inang yang tertabrak, beradu dengan suara kenalpot mobil yang terus menabraki mereka satu persatu. serta mulai terdengar suara alunan musik keras yang semakin menambah para inang untuk lari menuju mereka.


Kemeriahan mereka datang tak sampai situ, ketika dua mobil yang membawa pengeras suara itu makin menaikan volume suaranya. dan menyalip mobil yang penuh rombongan.


tak lama salah satu mobil itu menuju Gilang, yang sedang kesusahan menahan inang yang menerkamnya.


Sontak pintu penumpang mobil itu di buka yang menyebabkan inang yang menerkamnya terpental. dan menutup kembali pintu mobil itu.


dukk...


Suara pintu itu tertutup, sambil terus melaju meninggalkan Gilang yang terkapar di tanah. Namun beberapa saat terdengar suara decitan ban, yang membuat Gilang menadahkan kepalanya keatas dan menoleh kebelakang.


terlihat seorang turun dari kursi penumpang sambil membawa toa kecil melingkar di pinggangnya


"Sorry ya yang tadi!!..." Ucap seseorang berjalan tenang mendekati inang yang terlempar pasca di hantam pintu olehnya.


Segera inang itu berlari kearahnya, dan dengan santai pria itu masih berjalan dan malah berusaha menyalakan rokok di mulutnya.


"Awas!!.." Teriaknya mengakibatkan inang itu malah berlari kearahnya.


sontak Pria itu berlari dan melompat serta berhasil memiting kaki inang itu, dari belakang dan berhasil menjatuhkan inang itu.


Setelah berhasil menjatuhkan inang tersebut. pria itu menjambak kepala inang itu, dan mengeluarkan pisau dari bahunya serta mengorok inang itu. namun tak berhasil. Tetapi ada yang aneh inang itu. karena mengeluarkan darah dari hidungnya serta mulutnya.


"Cuhhh..!! evo berapa lagi ini..!! " keluhnya terdengar sebari membuang rokok di mulutnya.


Tak lama ia membanting kepala inang itu dan duduk di punggung inang yang sekarang terkapar di tanah.


"Dah lu duduk aja sana!!..tapi siniin katana kecil lu!!.. "


Titah sambil menadahkan tanganya. meminta katana kecil yang ia bawa.


Terlihat seseorang Dengan stelan jaket hitam dan celana jeans sobek. serta rambut yang di ikat.


"Lu siapa??..." Tanya Gilang sambil mencoba berdiri.


"Komandan Divisi explore bar-bar king.. Gilang Oglost tolong,..katananya..." ucap pinta kembali pria itu menadahkan tanganya.


Lantas Gilang memberikan katananya dengan cara di lempar dan mengelincir di tanah, sontak pria itu menangkapnya segera menusuk kepala belakang inang itu. Dan behasil menembus kepalanya.


Setelah berhasil menusukan katana milik Gilang. pria itu berdiri sebari mencabut kembali katananya serta berjalan mendekati Gilang.


"Lu gak kenapa-napakan??.. Siapa Lu??.." Tanya keheranan pria itu, sambil menadahkan tanganya membantu Gilang Berdiri.


"Gak..gu...gue Gilang" ucapnya terbata bata karena sudah hampir kehabisan tenaga pasca menahan inang cukup lama.


Setelah Gilang bangun, pria itu segera mengunakan toa kecilnya yang cukup membuat Gilang menutup kupingnya karena suara dengungan toa kecil itu.


"ngingg...."


Suara toa itu melengking keras. memekan telinga Gilang, yang lantas menutup kupingnya dan menundukan kepalanya, menjauh dari toa itu karena tidak kuat menahan suara itu.


"Tes... tes....TURUN SANA KALIAN!!.." Teriaknya memberi komando pada anak buahnya, namun mereka sudah bertarung terlebih dahulu sebelum ia memberi komando.


"Lu telat nge#ot!!.. Anak-anak dah turun duluan dari tadi!!.." ucap pria berbadan kekar yang sekarang berada di belakang pria itu.


"Yaelah... Baru aja mau epic kaya di film, dah males Gue!!.. Bawa aja tuh orang masuk mobil!!.." Ucapnya sebari memberikan toanya serta mencabut katana di pinggang temanya, dan berjalan menuju Wildan serta Grombolan inang.


"Yaelah... gitu doang ngambek!!..." ucap pria itu sebari membantu Gilang berdiri.


dan menanyakan keadaan Gilang yang sedari tadi tepelanga, melihat sikap mereka yang santai saat bertarung.


" Itu temennya bantuin!!... Dia mungkin bisa mati!!.." perik Gilang pada orang itu karena membiarkan temanya melawan gerombolan inang sendirian.


"Biarin aja,.. Lagian cuma inang evo biasa, bukan gagaran." ucap santai pria itu pada Gilang. Yang membuat ia semakin tidak percaya karena baru bertemu dengan orang 'segila' mereka.


"Satu inang buat satu batang rokok Ogost!!.. Jangan sampe tembus yah... gue mau ngobatin dulu anak ini!!..." Teriaknya mengunakan toa kecil yang sebelumnya di berikan oleh pria yang di sebutnya dengan nama 'Oglost' itu.


"Apa lu udah Gila?!!... Mereka bukan lagi manusia!!.." Ucap Gilang membentak orang itu, namun pria itu malah tersenyum dan menyuruh Gilang untuk menyaksikan temanya.


"Liat aja... mereka gak tau kalo yang mereka lawan juga bukan 'manusia'.." ucap tenangnya sambil menyalakan Rokok di mulutnya.