LAST STAND

LAST STAND
29. CONFUSED TO JOIN



" CIPA??... "


Gumat Gilang yang kebingunggan mendengar perkataan Anissa sebari berlari keluar.


" Nissa tunggu aku ikut!!.. "


Teriak Ismira yang khawatir dengan temanya yang langsung berlari keluar rumah, lantas Wildan meminta Gilang untuk ikut menyusul kekasihnya sementara dirinya akan pulang ke rumahnya.


Namun Gilang yang binggung malah ikut keluar mengejar kekasihnya tampa payung yang membuat ia kembali basah kuyu.


Setelah berlari tak lama ia berhenti di depan pagar rumah yang terlihat dari luar, Annisa sedang memangku kepala Oglost dan Ismira yang membantunya untuk memindahkan badanya.


" Mi!!... "


Teriaknya yang langsung membuka gerbang rumah itu dan berlari menuju mereka.


" Bi... Bi.... Sadar..!! "


Ucap Annisa yang terus menampar lembut wajah Oglost yang tertutup darah dari pelipisnya.


" Biarin gue yang bopong!!.. Lu buka aja pintu!!.. "


Tegas Gilang yang langsung mengalungkan tangan pria itu ke pundaknya dan membantunya berdiri agar bisa di pindahkan ke dalam rumah.


Setelah pintu di buka ia langsung masuk dan membaringkan Oglost di kursi tamu yang terdengar rintihan kecil dari mulut pria itu.


" Duh... La..ma.. "


Ucap Oglost yang masih terlihat sangat lemah serta terlihat matanya yang akan terbuka namun terasa berat baginya.


" Bi!!... Tahan sebentar aku ambil dulu alat - alat. Mir kamu ke belakang bawa air sama baskom. "


Ucap paniknya yang langsung berlari masuk ke kamar dan Ismira yang nampak ikut panik karena binggung harus kemana.


Tak lama, Terlihat Annisa yang sudah membawa beberapa alat medis dan baju ganti dari dalam kamar serta Ismira yang membawa Air dan kain yang di pinta Annisa.


" Mira cepetan!! "


Pintanya sebari membantu Oglost untuk duduk agar jaket serta bajunya bisa di buka.


Setelah jaket dan bajunya di buka. terlihat banyak bekas luka dan beberapa bekas jahitan yang melekat di badan oglost. Serta luka sayatan di pundak kirinya, yang mengaga membuat Ismira dan Gilang meringis melihatnya.


" euihh.... Pasti sakit "


Ringis Gilang. yang langsung kaget saat Anissa membasuh luka Oglost dengan alkohol, serta mengeluarkan benda seperti kail ikan yang sudah terlilit tali warna hitam dan langsung menancapkanya ke pundak Gilang.


" Yang... Bentar, di jaket aku ada rokok!!.. Tolong bawain!!.. "


Pintanya sambil menahan tangan Anissa dengan tangan kananya.


" ihh.. Kebiasaan bentar aku pake masker dulu!!.. "


Ucap Anissa sambil munduk memakai masker dan menarik jaket yang sebelumnya ia lepaskan dari badan Oglost.


Setelah menemukan rokok. Lantas Ia menarik satu batang rokok dan menyimpanya di mulut Oglost serta membakarnya.


" Dah, sini aku jait dulu lukanya. "


Tutur lembutnya sebari menarik pundak Oglost untuk di tangani olehnya.


Setelah bersih dan di tempel plaster luka. Ia langsung memeluk serta mencium kening Oglost.


" Dasar.. bikin aku khawatir mulu. "


Ucap nya sambil mendekap erat Oglost. melihat Itu Gilang dan Ismira bertanya tanya tentang siapa sosok Oglost. Karena baru kali ini mereka melihat orang dengan luka cukup parah di obati bahkan di jahit tampa merasa kesakitan sedikitpun.


" ekhemm..."


" Bi kamu tidur gih!!.. tar malem aku bangunin!!.. "


Ucapnya menyuruh untuk Oglost untuk mengistirahatkan badanya. Karena melihat keadaanya yang sudah menghawatirkan.


" Makasih ya yang, eh kalian gue tidur dulu ya "


Ucapnya sambil berdiri dan masuk ke kamar untuk istirahat.


" Tuh cowok beneran laki lu?? Dia asli punya penyakit CIPA??... Baru pertama gue liat penyakit itu secara langsung. "


Tutur Ismira tak percaya dengan apa yang ia lihat.


" Hooh, sebenernya kasian gue sama laki gue!!.. Tapi Dah gue bujuk turun jadi ketua team explore aja juga susah "


Tutur Anissa yang dibarengi dengan menyalakan rokok di mulutnya serta membenarkan penyakit yang di derita Oglost.


" CIPA ??? jenis penyakit apaan ?? "


Tanya Gilang yang masih kebinggungan dengan nama penyakit yang terdengar asing di kupingnya.


" Cipa itu nama penyakit langka, yang ngebikin orang itu ga ngerasa sama semua jenis rasa sakit. Kedengeranya keren, cuma itu bisa jadi petaka kalo lukanya di organ vital. "


Tutur Ismira menjelaskan secara singkat tentang penyakit yang di derita Oglost dimana ia tak bisa menerima rangsangan rasa sakit seperti pada umumnya manusia.


Mendengar itu Gilang hanya mengangguk angukan kepalanya, penjelasan itu pula yang menjawab pertanyaan Oglost kepadanya tentang betapa bahagianya memiliki rasa sakit.


" Terus kamu ko bisa akrab sama dia ?? "


Tanya Gilang menanyakan tentang kedekatan Annisa dengan kekasihnya Ismira yang seperti terlihat sudah lama kenal.


" Gue salah satu dokter di rumah sakit tempat Ismira kerja sebelum wabah ini terjadi. Gue sama cewe lu bahkan satu kosan. "


Tutur Anissa menceritakan kedekatanya dengan Ismira yang cukup dekat sebelum wabah inang terjadi.


merekapun mulai mengobrol satu sama lain tentang bagaimana mereka bisa selamat dan bertemu satu sama lain serta Anissa yang menjelaskan sistem Shelter sama seperti saat Wildan ucapkan dan juga menjelaskan beberapa team yang terbagi di shelter.


" Di sini di pimpin sama seorang chief, selain warga biasa ada juga beberapa team yang di bikin berdasarkan kemampuan individu masing masing. Dan itu semua kebagi jadi tujuh team. yaitu Explore , Healer, Logistic, Mapping, Builder, Mechanic, Farmer. sama yang paling tinggi itu bar bar king. Team khusus yang isinya orang orang 'gak takut mati' "


Menjelaskan tentang sistem di shelter dimana semua di lakukan berdasarkan pembagian tugas team. Selain orang biasa yang bertahan di sana, Kehadiran beberapa team itu yang menunjang kehidupan di shelter tersebut.


" Mir... Lu kan perawat lu mau ga ikut team gue??... Jujur gue butuh orang buat di medic. Kebetulan gue ketuanya. "


Pinta Annisa yang berharap Ismira untuk ikut ke team medic.


Mendengar hal itu sontak Ismira kaget karena baru mengetahui bahwa sahabatnya ternyata salah satu ketua team di shelter itu.


" Tapi aku kan dulu perawat magang, gak kaya kamu dokter. "


Tegasnya seolah enggang dan berusaha menolak ajakan untuk masuk team medic.


" Lagian gue sekarang ribet ada bocil "


Tambahnya yang mempertegas ke enganan dia untuk masuk team medic.


" Yaudah itu hak lu sih... Gue ga akan maksa cuma ngajak doang kok. Selebihnya itu ada di lu mir "


Tegasnya sambil mematikan rokok di asbak. Dan mempersilahkan Ismira dan Gilang untuk pulang kerumah Agan, dan menitipkan Winni kepada mereka untuk beberapa hari kedepan.


" Gue nitip Winni buat sementara waktu. Oh iya, tar malem kalian ikut 'malem berkabung' buat Agan sama Rizal yang gugur. sekalian buat ketemu chief. Tar anak anak ke sana "


Titah sekaligus ajakan untuk menghadiri sebuah acara yang di dedikasikan untuk mendiang teman mereka yang gugur di pertempuran.


" Yaudah gue pamit balik dulu "


Sambil berdiri dan memeluk sahabatnya itu.