
Tak lama datang Gilang, yang membuat Ismira mengakhiri pembicaraanya dengan Yukky.
"Rez Oglost mangil buat pemakaman Rizal Gua tadi di datengin orang buat nyuruh lu berangkat"
Ucap Gilang sambil berdiri di depan kusen ppintu.
"Dek nanti kita ngobrol lagi, istirahat aja sama tolong jaga mereka ya! Siapa lu sorry lupa Sekalian lu ikut lang gue butuh tau kronologi Agan meninggal.?"
Titah Reze sambil mengerutkan dahinya mencoba mengingat nama gadis yang bersama Yukky itu.
"Ismira,. Namanya Ismira,.yaudah gue ikut lu, Mi tunggu aja di sini sama yukky"
Jawab Gilang seolah enggan memperpanjang percakapan karena merasa risih melihat kekasihnya bersama pria lain dalam satu ruangan.
Lantas mereka berdua meninggalkan Ismira dan Yukky yang tetap tinggal untuk menunggu Wini sadar.
Setelah mereka berada di depan rumah. Terlihat banyak orang yang sudah menunggu Reze dan Gilang.
" Ayo Lang , "
Ajaknya sambil menyalakan rokok di mulutnya dan menujukkerumunan orang dengan rokok mulutnya.
Lantas mereka semua berjalan menuju sebuah lapangan bola yang sudah ada Oglost menunggu di liang lahat dan beberapa warga berkumpul mengelilinngi liang lahat untuk memakamkaan jenazah Rizal.
Terdengar isak tangis perempuan dan juga para teman temanya yang ikut bertempur bersamanya datang untuk melihat rekanya.
Beberapa dari mereka bahkan ada yang sampai di bopong temanya, dan tak sedikit terlihat yang terlilit perban di badanya.
Terlihat Oglost yang menatap jenazah itu dengan raut datar karena merasa sangat bersalah telah mengakhiri nyawa temanya itu.
Setelah mereka selesai mengubur jenazah itu. Mulai satu persatu orang ikut menguburkan itu kembali untuk pulang, karena cuaca mulai mendung. Dan terlihat hanya menyisakan seorang ibu ibu dan sisa pasukan dari explore team yang setia menunggu ketuanya itu bankit dari posisi terduduknya, sambil terus mengusapi bahu perempuan yang munggkin ibu dari temanya.
"Buk yang sabarya, Rizal mungkin sudah tenang di alam sana"
Ucap Oglost memberi semangat kepada ibunda Rizal yang terus menangis tersedu- sedu.
""Hong, Brud tolong ambilin payung bentar lagi takut Hujan kasian ibunya Rizal"
Titah Reze pada dua orang di depanya meminta agar di bawakan payung untuk Ibuda Rizal yang masih berada di makam anaknya.
Lantas dua orang itu berlalu ke belakang Reze dan Gilang untuk membawa payung.
"Lang, gimana ceritanya lu bisa sama Yukky??.. Gimana nasib pak Herdi??..."
Tanya Reze yang membuat Gilang kaget karena ia tak tahu jika Reze salah satu orang yang kenal dengan orang yang dulu menyelamatkanya.
" Dulu sebelum gue ketemu Wildan ma Agan, sebelumnya gue ketemu sama keluarga pak Herdi. Namun sebuah insiden dateng dan gue gabisa nyelametin pak herdi."
Jawab Gilang sebari tertunduk dan mengepalkan tanganya kala harus menggingat kejadian saat ia harus menyaksikan Pak Herdi yang mati terbunuh.
" Insiden apaan??... Terus kalo buat kasus Agan??.."
Tanya kembali Reze pada Gilang sambil menyalakan Rokok yang ia keluarkan dari sakunya. Dan menawari rokok pada Gilang agar ia bisa sedikit tenang saat bercerita.
Namun segera di tolak dengan lembut oleh Gilang dengan cara goyangan kepalanya sambil berkata "ngga dulu".
Lantas Gilang bercerita dari saat ia di selamatkan oleh keluarga itu, menerima mereka seperti bagian keluarga, dan mulai akrab satu sama lain. Namun semua berubah saat stok makanan menipis dan mereka mulai memberanikan diri untuk keluar.
" Saat stok makanan mulai menipis. Maksa kita buat berjuang nyari ke luar, tapi kejadian muncul saat kita semua di serang sama orang yang kita gak kenal dan di culik"
Saat Gilang mulai akan bercerita kembali . Kedua orang yang sebelumnya di perintah oleh Reze datang dan membawa Tiga buah payung.
" Kasihin sama si Oglost Hong!!... Siniin satu!!.."
Titah Reze yang langsung di lakukan salah satu dari mereka yang berpostur agak berisi namun agak kecil dari reze.
Saat payung itu akan di berikan kepada ketuanya, ibu Rizal langsung mengambil paksa payung itu dari tangan nya dan langsung berdiri serta memukulkan payung itu ke muka Oglost.
Sontak Oglost yang terkena pukulan itu langsung tersungkur ke tanah dan terlihat menutupi wajah yang terkena pukulan.
Melihat ketuanya di pukul, sontak beberapa anggota langsung mencoba menghampiri namun, di tahan oleh Reze yang mengacungkan tanganya ke atas tanda untuk mereka berhenti.
Sambil tak kuasa menahan tangis sang ibu terus menerus memukuli Oglost yang bahkan sampai tersungkurpun sang ibu terus memukulinya dengan Payung sampai rusak.
Tak lama sang ibu menghentikan tindakanya dan terduduk lemas sambil terus memaki maki Semua orang.
" Harusnya dia ga ikut sama orang orang to**** kaya kalian!!!... Dia anak baik-baik!!... Kenapa kalian bawa dia ke luar gerbang!!... "
Caci maki ibu itu sambil menangis sejadi jadinya membuat semua orang terdiam seribu bahasa.
Seketika badan ibu itu ambruk ke tanah membuat Bahong yang berdiri di dekat mereka langsung membopong kepala ibu itu sambil berusaha menyadarkanya
"Bukk... Ibu bangun bu!!.."
Ucap bahong sambil mengangkat kepala ibu itu serta mengoyang goyangkan badanya.
" Hong..... Bawa ibu itu ke rumahnya... "
Suara Oglost Ririh sambil membangunkan badanya yang habis di pukuli sebelumnya oleh ibu itu.
"Tapi lu Glost....."
Jawab khawatir Bahong tak kira melihat wajah ketuanya yang terlihat dari pelipisnya mengeluarkan cukup banyak darah.
" Dah pergi sana!!.. Pastiin ibu itu gak kehujanan!!.. yang lain juga boleh pulang!!.."
Jawab ketuanya sambil mengomando seluruh pasukanya untuk segera pulang dan jangan memperdulikan dirinya yang sekarang sudah bisa berdiri kembali.
Sontak satu persatu anggotanya mulai meninggalkan area pemakaman dan ada juga yang membantu Bahong untuk mengangkat badan ibunya Rizal.
Setelah semua anggota pulang, dan hanya menyisakan Oglost yang tetap berdiri di dekat batu nisan serta Reze dan Gilang yang tetap dilokasi pemakaman.
Tak lama Hujan mulai turun membasahi pemakaman itu dan terlihat Oglost yang menatap langit, membiarkan tetesan air membasahi mukanya.
" Glost lu ga papa kan?? "
Tanya Reze sambil membuka payung yang ia pegang. Yang namun di tanya balik oleh Oglost
" Rez sebenernya apa arti hidup team kita? "
Tanya baliknya yang langsung di jawab dengan tenang.
" Gue tau rasanya posisi lu, Gue balik duluan tar jam 7 malem kita ngumpul di base"
Jawabnta sambil meminta Gilang untuk meninggalkan area pemakaman itu meningalkan Oglost seorang diri.