LAST STAND

LAST STAND
32. FIGHT FOR REVANGE



" Tes... Tes... "


Suara seseorang yang mengawali pertemuan dimalam itu.


" Lang, gue ke anak anak dulu. Tar kalo dah beres jangan balik dulu. "


Ucap reze sambil menepuk pundak Gilang dan berjalan berlalu meningalkan mereka.


" Makasihya sudah datang ke sini. Buat teman teman dari semua team "


Sambut seseorang yang berdiri di depan kursi di tengah tengah seluruh team


" Silahkan perwakilan dari team yang berkabung untuk duduk di kursi "


Ucap moderator, yang langsung datang orang yang sebelumnya menyambut rombongan Gilang. Dengan langkah yang sempoyongan, Dan duduk di kursi sambil menyilangkan kakinya serta menegak miras dari botol yang ia gengam.


Melihat itu sontak Gilang bertanya tanya tentang sebenarnya apa yang terjadi.


" Dari team farmer sudah dari team explore perwakilanya tolong "


Ucapnya meminta perwakilan dari team explore untuk maju. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang maju ke depan.


Lantas pria itu berdiri dan merebut mic dari moderator dan memperkenalkan dirinya.


"Gue Farhan !!.. komandan divisi satu squad farmer. Squad yang isinya sampah !!.. "


Ucapnya sambil, membuka jaketnya dan melemparnya ke tanah. Yang membuat beberapa orang melihatnya dengan tatapan kesal, serta mulai terdengar sumpah serapat dari beberapa orang itu.


Lantas pria itu menunjuk ke arah tempat berkumpulnya team Explore serta berdiri dari duduknya.


" Ehh... team sampah.. Gue denger ketua lu ngebunuh anak buahnya sendiri di depan kalian. Dan kalian diem aja?!!.... Susah ya sama anjing yang nurut sama pisikopat haus darah!!.. Cuih... "


Ucapnya sambil meludah ke arah jaket yang di lempar sebelumnya dan menginjaknya di tanah.


Sontak membuat beberapa orang dari team Explore berlari kearahnya. Tak terima dengan ucapan orang itu.


" Anj*** sini lu semua!!... "


Ucapnya sambil meloncat dan bertepuk tangan kegirangan di barengi dengan tawa yang menyeringai menandakan dia sangat bersemangar.


" Stop!!!... "


Ucap Oglost sambil meloncat dari atas atap roff mobil dan berjalan menghampirinya.


" Biarin tuh mulut ngomong dulu sampe puas!! "


Ucapnya sambil membuka jaketnya dan menaruh jaketnya di pundak temanya.


lantas Oglost berjalan sambil mematikan rokoknya dengan cara mengengggam dan mehancurkanya.


" Mau nyoba megang pintu neraka ? "


Ucap oglost sambil berhenti di depan orang itu.


" Glost biarin Gue yang ngurus anak itu "


Teriak Wildan sambil berjalan dengan raut muka marah karena merasa bahwa ia juga di hina olehnya.


" Akhirnya orang cupu munculin mukanya."


Ucapnya sambil melihat kearah Wildan yang berjalan kearahnya.


" Glost sorry anak buah gue, dah lu nonton aja. Sekali lagi sorry "


Ucapnya meminta maaf, atas kelakuan anak buahnya yang sudah diluar batas dan meminta Oglost agar tidak melakukan hal yang bisa saja merengut nyawa anak buahnya.


" Oh mau lo yang disiplinin??.. Ya udah, nonton dari sini "


Ucap Oglost sambil merogoh saku celananya dan mengeluarkan rokok dari sakunya dan menyalakanya.


"Mau dua lawan satu??... lu kira gue ga bera~~ "


Belum selesai ia berbicara, ia sudah menerima bogem mentah dari wildan yang mendarat tepat di wajahnya. Membuat ia terjatuh ketanah dalam posisi tertelungkup.


" Bangun lu!!.. "


Ucap Wildan sambil menarik baju belakang pria itu. ia langsung memeluk perut Wildan dan mendorongnya sampai terjatuh kebelakang.


" Anj*** jangan sok kuat "


Ucap maki pria itu sambil menarik kerah jaket Wildan dan mendaratkan beberapa pikulan di wajah Wildan.


Segera Wildan menahan pukulanya dan menarik kaki kirinya dan menendang perut pria itu dengan sekuat tenaga sampai pria itu terlempar menerjang kursi yang sebelumnya ia duduki


'Duk'


" Segini doang?? Bahkan evo bocah aja lebih kuat dari lu "


Ucap Wildan sambil berdiri dari tidurnya, serta berjalan mendekat ke arah kursi itu.


"crang..."


Suara botol pecah yang tepat mengenai pelipis kanan wildan. Ternyata Farhan menggunakan kesempatan saat ia terpental ke arah kursi itu untuk mengambil botol yang sebelumnya ia simpan.


" Mati lu bang*** "


Ucap pria itu sambil sedikit tertawa melihat Wildan tertunduk dan mulai bercucuran darah.


Tak sampai situ ia langsung menendang perut wildan sampai mundur beberapa langkah, serta akan mengakhiri pertarungannya dengan cara menghujamkan pecahan beling yang ia pegang ke arah leher wildan.


Sontak melihat kejadian itu Gilang Reflek berlari kearah pertarungan itu dan terlihat beberapa orang yang tertunduk tak ingin melihat hal buruk itu terjadi.


" Will... "


Teriak Gilang sekencang kencangnya. Dan melompat kedepan berharap ia bisa sampai ke arah Wildan dengan sekuat tenaga.


Dan alangkah kaget nya mereka saat Gilang berhasil melompat ke arah pria itu dan menendang pergelanganya dengan keras.


" krek.. "


Suara dari arah pergelangan pria itu yang di barengi jeritan kesakitan pria itu


" Anj*** tangan gue!!!... "


Teriak pria itu sambil mengacungkan tanganya ke atas meregang kesakitan karena pergelanganya yang menekuk kebelakang.


Melihat kejadian itu, sontak semua team kaget karena melihat seseorang bisa berlari serta melompat dengan jarak yang lumayan agak jauh.


Sontak Gilang memukul rahang bawah pria itu dengan tangan kananya, yang membuatnya terkapar di tanah


" Lang ngapain ??!!.... "


Ucap Oglost sambil menarik pundak Gilang dan menarik kerah bajunya.


" Maksudnya apa lu, mo jadi pahlawan??!! "


Tanya kedua Oglost sambil menarik Gilang mendekat ke arahnya.


" Harusnya gue yang nanya ke lu maksudnya ini semua apa??!!!... Lu ga ngerasain gimana Wini sekarang!!... "


Ucap Gilang sambil balik menarik kerah baju Oglost sambil terus menatapnya tajam.


Tak lama Wildan menepuk pundak Gilang sambil menyuruhnya melepaskan kerah baju Oglost.


" Lang .. Lepas gue ga paapa kok, thanks buat bantuanya. "


Sambil menepuk nepuk pundak temanya itu.


Mendengar itu Gilang langsung melepaskan cengkramanya dan di susul pukulan yang tepat mengenai wajahnya yang di layangkan oleh Wildan.


duk...


Suara pukulan yang tepat mengenainya yang membuatnya terkapar di tanah.


" Sorry wakil gue ikut campur, "


Ucap Wildan sambil melihat Gilang yang terkapar di tanah.


Dalam hatinya ia sebenarnya sangat menyesal melakukan hal itu pada Gilang namun, di sisi lain ia tak ingin Gilang memiliki masalah dengan Oglost yang dikenal dengan sifat psychonya itu.


" Dasar Ketua lemah ... heh he... "


Ucap Farhan yang berusaha berdiri dari posisi tidurnya serta terlihat darah dari ujung mulut Farhan mengalir keluar.


Prok...


Prok...


Prok...


Suara tepuk tangan terdengar dari belakang Farhan. Yang terlihat Datang tiga orang dengan dua orang mengunakan setelan seperti pdl keamanan, serta seorang yang mengunakan setelan ala kantoran lengkap dengan jas serta dasi yang melilit di lehetnya .


" Dasar primitif, masih aja Pake hukum kuno!!.. "


Ucapnya sambil mendekat kearah Farhan sambil mejulurkan tanganya untuk membantu Farhan berdiri.


Yang di sambut oleh Farhan dengan cibiran sebari berdiri