
Lantas semua orang berjalan berbondong bondong menuju sumber suara, serta Reze yang menyuruh Gilang turun dari mobil untuk ikut melihat.
"Turun!. Kita liat mereka.."
Ucap reze sambil membuka pintu mobil di sampingnya menyuruh Gilang agar turun dan juga ikut bersamanya.
Lantas GIlang langsung turun, dan mengikuti langkah reze yang menuju sumber suara. Dimana sudah banyak orang berkumpul untuk melihat salah satu temanya yang terkena gigit inang.
Terlihat juga Ismira dan yukky yang sudah ada di samping wildan yang berdiri di depan mereka.
"Mi, dek kalian gak kenapa napa??"
Tanya pembuka Gilang yang sempat berpisah dengan mereka berdua.
"Kita gak apapa,kamu ga kena gigit kan??.. Siapa dia??.."
Tanya keheranan ismira melihat kekasihnya yang berjalan dengan orang yang ia tak kenal, dan cukup babakvbelur serta lusuh dan penuh dengan tanah di bajunya.
"Kenalin Reze resmana wakil ketua explore."
Sapanya dengan ramah, serta mejulurkan tangan bermaksud ingin berkenalan dengan ismira.
Namun segera Yukky memangilnya dengaan sebutan 'kakak' yang membuat Gilang dan Ismira terkejut.
"Ka Resa...!!!!"
Teriak Yukky berlari memeluk pria itu sambil tersedu sedu tak kuasa menahan tangisnya.
Sontak Reze memeluk Yukky dengan erat, serta tak menyangka bisa melihat Yukky tampak kehadiran ayahnya.
"De, ayah mana ??..."
Ucapnya dengan nada nada lirih, tak menyangka anak itu bisa selamat dari wabah yang menakutkan ini.
"Ayah... Ayah meninggal...."
Ucap terbata batanya yang membuatnya terdiam karena shock serta tak percaya dengan penuturan Yukky
Di balik keharuan yukky yang bisa bertemu lagi dengan Reze, Oglost justru harus kehilangan salah satu kapten divisinya.
"Dari kapan lu kena gigit??... "
Ujarnya, menanyakan kepada anak buahnya tentang sejak kapan dirinya tergigit inang.
Yang di jawab sejak setengah jam lalu. Oleh anak buahnya.
"Sekarang, ada pesan terakhir??.... Atau apa permintaan terakhir lu??.."
Ucap dinginnya sebarii menyalakan rokok di mulutnya.
"Gue pengen ganyang sama lu Glost, itu permintaan terakhir gue!!. Sorry kalo gue egois....."
Mendengar hal itu sontak, para anak buahnya terkejut dan tak percaya permintaan terakhir temanya itu.
Mendengar hal itu Oglost menghentikan menyalakan rokoknya, dan menyeringai dengan dingin ia menerima tantangan itu dengan senang hati
"Ganyang ya..... Yaudah....."
Sautnya sambil berjalan sebari memasukan kembali rokok kedalam bungkus. Dan berdiri di depan anak buahnya itu bersiap untuk bertarung.
"Lepas batch tangan lu zal!!. "
Pintanya sambil menadahkan tangan, meminta tanda di tangan anak buahnya itu di berikan padanya. Sebagai tanda bahwa ia gugur saat berperang.
"Nih.. Makasih ya buat semua,... Sebuah kehormatan bisa di squad ini..."
Sebari memberikan batch aksara kanji ketangan Oglost dan memundurkan kaki kananya bersiap memasang kuda kuda.
"Sebuah kehormatan juga Bisa jadi rumah buat pejuang tanguh. kaya lo Zal"
Jawabnya, sambil memasukan batch itu kedalam jaketnya. Dan segera memasang kuda kuda yang sama seperti temannya serta mengepalkan tanganya.
"Sorry Zal...."
Ucap Oglost yang langsung melayangkan tinju ke arah wajah anak buahnya yang bisa di tangkis serta di balas dengan upercut yang di layangkan temanya.
Yang bisa di hindari dengan memundurkan kepalanya, dan menendang lurus yang tepat mengenai perut Rizal. Yang menyebabkan ia mundur karena tendangan di perutnya, namun lengan kananya di tarik oleh Oglost yang langsung mematahkan sendi sikunya.
"Arghhhhh....."
Terdengar teriakan yang cukup keras, membuat Gilang serta yang lain kaget karena mendengar suara itu.
Ucap reze menatap kerumunan orang dan melepaskan pelukanya.
lantas mereka berjalan mendekati kerumunan dan melihat Oglost yang sedang duel dengan anak buahnya. yang kini sudah kewalahan menghadapinya.
Gilang yang melihat itu kaget serta keheranan karena ia melihat mereka berdua saling serang padahal mereka berdua satu squad.
"Ngapain mereka gelut !?.. padahal mereka itu di squad yang sama kan??.. Reze apa yang sebenernya erjadi?!..."
Tanya keheranan Gilang sebari terus melihat mereka berdua yang terus melayangkan pukulan dan tak mau mengalah satu sama lain.
"Gayang, atau galungan sampe nyawa ilang tradisi di squad expore.
Jika ada salah satu anggota yang kena gigit mereka dapet sebuah permintaan yang ga bisa di tolak.
Dalam kasus ini dia minta untuk bisa bertarung hand to hand sama ketua dan itu permintaan terakhir dia sebelum mati di bunuh."
Tutur reze menjelaskan tentang sebuah tradisi sakral di squad expore. Dimana jika ada seseorang yang tergigit bisa mendapatkan pengabulan keinginan.
Dan terlihat kini Oglost yang terus menerus melancarkan serangan yang mengarah ke arah kepala anak buahnya dan berhasil memukul hingga jatuh orang itu.
"Zal ini udah akhir dari lu!! Tangan kanan lu udah patah, kaki kiri lu udah ga bisa di pake diri lagi."
Tutur Oglost sebari menarik tanya kiri Rizal untuk bangkit, dan segera memintanya untuk 'mengakhiri' penderitaanya.
Tak lama ia meminta katana dari anak buahnya yang menyaksikan dan menadahkan tanganya menunjukan katana yang ia pegang.
"Sekarang pilihanya cuma mati senndiri atau mati di tangan gue!!.."
Uhuk.....
Uhuk.....
"thanks Glost, tolong bunuh gue!!... sebagaimana lu bunuh yang lain. Gue tunggu lu di sana!!.."
Jawabnya sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya, dan menutup telapak tangan Oglost agar bisa memegang katana yang sekarang berlumuran darahnya.
"Ya...tunggu gue disana."
Jawabnya,yang sebenarnya ia terlihat mengeluarkan air mata. karena harus mengakhiri nyawa anak buahnya untuk ke sekian kalinya.
Lantas anak buahnya berlutut di depanya dan menunduk di depanya dan bersiap untuk menemui ajalnya.
Melihat itu,Oglost berjalan ke samping anak buahnya. sebari mengangkat katana yang dipegangnya, terlihat katana itu mengekluarkan cahaya biru yang menyelimbuti bilah itu.
"See you Lang..."
Kata kata terakhir yang terdengar saat katana yang dipegang Oglost menyat tetuk anak buahnya. dan memisahkan kepala dari badanya.
Melihat kejadian itu, sontak Ismira menutup mata Yukky dan matanya. Serta yang lain mengalihkan pandangan nya karena tak sanggup untuk melihat seberapa mengerikanya kejadian itu.
Tak ter kecuali Gilang dan Wildan yang berdiri mematung. Melihat eksekusi itu dan tak menyangka kejadian itu.
"Rise in heaven zal"
Tutur Oglost yang mengangkat ujung katananya dari tanah dan mengelapnya mengunakan lengan jaketnya dan menusukan katana yang ia pakai ke kepala anak buahnya itu.
Lantas ia mengangkat tangan kananya dengan posisi terkepal dan berteriak sekeras kerasnya yang di ikuti semua anak buahnya.
" Kita pernah bersama berdiri menentang dunia yang fana
duduk melingkar saling bertukar pikiran
saling membelakangi untuk melindungi
membuka mata melihat tujuan yang sama
mengarungi jalan dengan merapatkan barisan
sekarang kau tiada, menghilang dari pandangan
beristirahatlah dengan tenang kawan "
Mendengar ucapan itu, Gilang terpana mendengarnya. Kakinya tak kuat menahan gemetar, serta bulu kuduknya berdiri merinding.
Sambil berucap lirih
"sumpah... Sangar"
Ucap mulutnya yang terus terbuka tak percaya.