LAST STAND

LAST STAND
33. BIG CHANGE



" Ngapain kalian kesini ?!!.. "


Gerutu Farhan sambil menepis tangan pria itu.


" Gue pengen jemput lu sama semua anak buah lu "


Ucap pria lantang pria itu sambil tertawa sinis.


Mendengar ucapan itu sontak mereka kaget dan tak percaya dengan ucapan pria itu.


" Farhan maksudnya apa??!!! Lu join mereka??!! "


Teriak salah satu ketua team sambil berjalan kearah tengah di barenggi oleh semua ketua kelompok.


Terlihat reze dan para ketua yang lain berjalan mendekat yang membuat Gilang mundur beberapa langkah kebelakang.


" Anjing anjing di sini sok keras ya?? "


Ucap salah satu anak buah orang itu yang melihat tajam kearah reze dan yang lain, melihat itu Wildan selaku ketua dari squad nya hanya bisa tertunduk mematung.


Sontak mendengar kata kata itu Oglost menerjang muka orang itu dengapukulan yang mendarat tepat di wajah pria itu.


" Anjing??? heuh... Siapa sekarang yang cuma bisa ngegonggong ga karuan ??.. "


Ucapnya sambi menegakan badanya yangn setengah tertunduk, lantas ia berjalan dan mendekatkan wajahnya ke orang yang menjadi pemimpin dari mereka.


" Lebih baik lu balik dari sini!!.. Sebelum anak buah lu berakhir disini.!! "


Ucapnya tepat di depan muka orang itu dan mencoba mengintimidasinya agar mau pergi dari tempat itu.


" Nafas bau sampah hasil mungut heuh..."


Ucap ledek pria itu sambil mengibas ngibaskan tanganya di depan mukanya yang membuat Oglost naik pitam dan menanduk wajah pria itu sampai tersungkur dan mengeluarkan darah dari hidungnya.


Melihat ketua nya tersungkur. Lantas para bawahanya mencoba menyerang Oglost namun di hentikan oleh ketuanya, karena tak ingin memulai peperangan dengan mereka.


" Arya... Tarik mundur mereka!!.. Kita gak akan menang!! Kita dah dapet apa yang kita cari !!!. "


Titahnya, sambil berdiri dan meemerintahkan anak buahnya untuk tidak termakan konfrontasi Oglost yang bisa saja membunuh mereka yang hanya beberapa orang.


Lantas mereka yang semula akan menyerang Oglost mengurungkan niatnya, dan membopong temanya dan ketuanya untuk pulang.


Farhan yang melihat ketua barunya diserang Oglost segera mendekat kearah Ogost dan menatapnya tajam.


" Mulai sekarang lu semua musuh gue !!!... Liat aja yang akan terjadi....."


Ucap ancamnya sambil terus menatap Oglost dan berbalik berjalan mengikuti rombongan itu.


" Anji*** banget tuh orang, beberapa orang kita di manipulasi biar ikut dia!!.. "


Ucap pria berbadan gempal berjalan kearah oglost sambil membawa bungkus rokok di tanganya.


" Wil sekarang lu mau gimana?? Bebeerapa anak buah lu ningalin lu!!... Kita semua ngedukung buat lu balas apa yang mereka lakuin sekarang !! "


Ucap kembali pria itu sambil menepuk pundak Wildan yang tertunduk menatap tanah.


" Bubar acara puncak dah beres "


Terdengar sayu keluar dari dari mulut Wildan sambil terus menunduk tak kuasa menegakan kepalanya.


" Hah..."


Ucapnya menanyakan ucapan Wildan yang terdengar lemah dan memastikan ucapanya.


" Bubar !!! "


Ucap teriak Wildan sambil menegakan kepalanya yang membuat semua orang di sekitarnya terkejut dan seolah mengerti perasaan Wildan yang sedang hancur.


Lantas satu persatu ketua dan wakilnya dari setiap squad itu kembali ke teamnya masing masing dan membubarkan diri dari acara tersebut.


Setelah beberapa saat lapangan itu sunyi menyisakan Gilang, Oglost, Reze dan Wildan yang masih berada di lapang tersebut.


" Lang lu sekarang mau gimana??... Sebelumnya lu udah ngerusak galungan ??... "


Mendengar hal itu Gilang terdiam dan malah melihat kearah Wildan berharap kawanya membantunya untuk menjawab.


" Gue emang salah, gue siap nanggung resiko apapun itu "


Ucap Gilang sambil berjalan kearah Oglost yangmenatapnya sedari tadi.


" Gue mau lu jadi wakil dari squad Farmer, sekaligus anggota bar bar king Besok gue tunggu di sini jam 8 pagi buat tes. Itu hukuman lo!!.. "


Ucap Oglost sambil mengacungkan bungkus rokok kearah Gilang dan menyuruhnya untuk membawa sebatang rokok.


Mendengar itu Gilang langung mengambil sebatang rokok dan mengangukan kepalanya tanda ia siap untuk menjalani hukuman yang di berikan Oglost.


" Wil lu dapet wakil yang kuat, "


Ucap reze sambil menepuk pundak Wildan sebari melihat Gilang dan Oglost berdiri di depanya.


Tak lama mereka memutuskan untuk pulang , di perjalanan saat pulang Wildan bertannya pada Gilang tentang kemantapanya untuk menjadi waliknya sekaligus meminta maaf karena ucapanya Gilang sekarang menjadi wakilnya.


" Lang, lu yakin mau jadi wakil gue ???... sebelumnya makasih udah selametin gue. Sekarang lu bisa kapan aja ketauan kalo lu setengah gagaran!!.. "


Tanya pembukanya sambil berhenti berjalan.


" Siap ga siap gue bakal ketauan pada akhirnya, cuma gue minta tolong lindungin Yukky sama Ismira "


Jawab Gilang sambil menepuk pundak Wildan dan terus berjalan untuk pulang kembali kerumah barunya .


Sesampainya di rumah terlihat Ismira yang sudah menunggunya do ruang tamu sambil tertidur dalam posisi terduduk di kursi mwenunggunya .


Melihat itu Gilang hanya tertawa kecil melihat wanita itu menungunya sampai tertidur dalam posisi dukuk.


" heh.... Kasian amet, maaf ya bikin kamu tidur di kursi Gini. "


Ucapnya sambil mendekat sebari hendak membopong tubuh gadis itu untuk bisa tidur dengan layak.


Baru saja ia akan membopong, gadis itu terbangun dari tidurnya. Dan membuka matanya yang sekarang jarak wajahnya berada sangat dekat dengan wajah Gilang.


" Kamu udah pulang?? "


Racau gadis itu setengah sadar sebari mengucek matanya.


"Pindah yu ke kamer tidurnya, jangan di sini. "


Ucap Gilang sebari mengangkat tubuhnya dari kursi.


menyadari tubuhnya dini di angkat Gilang, Ismira sontak kaget dan juga malu karena ketauan menunggu dirinya pulang dan tak mau tidur sendiri karena ketakutan.


" Hah... Bentar bentar!!.. Turunin aku Yang aku malu... "


Ucapnya sambil sedikit meronta di pangkuanya namun, itu semua percuma karena Gilang tak mau meengikuti ucapanya dan terus mengangkatnya.


" Dah, gapapa mi. Angap aja bonus karena nungguin aku pulang!!.. "


Ucap santainya sambil melihat wajah kekasihnya yang terlihat memerah padam karena tak kuasa menahan malu.


" Dasar curang!!.. "


Gerutunya yang langsung mengalungkan tanganya ke leher Gilang serta menariknya agar bisa mencium bibir Gilang.


sontak Gilang langsung berhenti dan mengangkat punggung kekasihnya itu agar semakin dekat denganya dan menurunkan pangkuan di kakinya agar ia bisa berdiri dan segera mendekapnya erat erat.


Lantas setelah berpaut cukup lama Ismira melepaskan pautanya dan menempelkan keningnya di bibir Gilang.


Sambil menanyakan tentang kejadian yang terjadi di lapangan sebelumnya.


" Tadi di lapang endingnya gimana??... pas bubar aku di samperin sama Anissa katanya, bakal ada sesuatu hal buruk nimpa kita "


Ucap tanyanya. Sambil menarik baju Gilang dan membenamkan wajahnya ke dada bidang Gilang.


" Endingnya aku di angkat wakilnya Wildan sama masuk bar bar king "


Ucap Gilang sambil memeluk. Menenangkan kekasihnya.