
Mendengar hal itu Oglost langsug tetersiam dan memandang Wildan denngan tatapan seolah tak percaya
"Agan mati??... '
Tanya nya sambil berjalan mendekat ke arah Wildan, yang tetap menunduk tidak berani menatap wajahnya.
"Dia mati demi ngelindungi gue!!..."
Ucapnya membuang tatapan matanya ke arah kanan, tak kuasa melihat sosok di depanya.
Lantas Oglost menarik kerah jaket Wildan dan mengepalkan tanganya kananya seolah bersiap memukul wajah wildan.
"Pukul gue!!...gue ema--"
Ucapnya sambil melihat wajah Oglost yang menatapnya penuh emosi.
Lantas Oglost menarik kerah jaket wildan kebawah, dan segera memukul serta mencengkaram wajah inang yang sebelumnya tadi di tusuk Wildan.
Terlihat kilatan biru keluar dari dalam jaketnya dibarengi suara berdengung. Yang membuat inang itu mengerang kesakitan, namun tak lama ia terkulai lemas.
"Bukan waktunya meleng!!.. Pastiin lu hancurin otaknya!!.."
tuturnya mengingatkan temanya Wildan agar tidak memalingkan pandanganya.
"Hati lu boleh hancur, tapi jangan sampe otak lu ga bisa mikir dan mati konyol!!.. Agan meningal dengan caranya, dan lu harus ngejaga semangatnya dengan cara lu!! PAHAM??"
Ucap Oglost memberi semangat untuk Wildan, dan mengingatkan agar terus hidup dan berjuang demi impiannya juga orang orang.
Lantas Gilang melepaskan cengkamanya di jaket Wildan sambil melihatnya berdiri.
"Makasih Glost..."
ucap wildan sambil melihatnya tersenyum.
"Woy.... Anak anak sisa waktunya tingal dua lagu lagi, siapin pin bolingnya!!.."
ucap rese yang merangsek masuk ke dalam peperangan menggunakan mobil bersama Gilang.
"pin bolling?? Maksudnya??"
Tanya Gilang yang yang keheranan dengan kelakuan semua orang dari squad itu, mulai dengan cara mereka bertarung, cara mereka bertahan Seolah sedang berada di dunia game.
Lantas Reze memarkirkan mobilnya di ikuti dua mobil yang sudah siap di posisi tepat di tengah tengah medan pertarungan dan menyuruh bawahanya membawa barang di belakang bak terbuka
"Ehhh... Agus, tono!!.. tolong net lu sambungin ke eagle sama wolf cepetan!!.. Formasi ' guard '
Di mulai!!..."
Memberikan Intruksi agar anak buahnya segera bersiap siap dengan rencana mereka.
Sesuai komando yang dibrikan, kedua orang itu langsung menatik sebuah tali elastis dan mereka berdua berlari menuju posisi mobil yang sebelumnya ikut parkir di samping mereka.
Tak lama dayang Oglost dengan berlari menghampiri kap depan mobil sebari meloncat menaikinya
"Eh goblok.... Katana gue mana satu lagi??.. Mau bolling kan ??.."
Ucapnya sambil belutut di kap mobil.
"Nih....cepet siap siap!!.."
ucapnya sambil mengeluarkan setengah badanya dari jendela, dan memberikan katana kepada ketuanya. Dan menyuruhnya untuk siap siap mejalankan rencana.
Lantas Oglost menaiki atap mobilnya, dan menaiki dan langsung mengaiktan tuas pengunci di kakinya. serta berdiri memegangi katanya dengan dua tangan
"Eagle in possition copy"
ucap radio dari salah satu mobil yang beerada di depannya dan wolf yang mengabarkan sudah sama siapnya.
"Tumpukin pin bolling nya 1 menit dari sekarang!!.."
Ucap teriak Oglost sambil berdiri di atas kap mobil.
mendengar komando itu. Mereka mengumpulkan inang di satu titik tepat di depan mobil. Dan segera membuat blokade dari para anggota yang berbentuk seperti pukat berusaha menahan para inang agar tidak kabur dan lari.
Brum...
Brum..
"Ready to deff !!!.... Gas..!!"
Teriak yang mengawali reze menarik Oglost di atas cap mobilnya. Membuat tali yang di lilitkan meregang dan siap melontarkan Oglost untuk melesat jauh.
"Ready to fire rez."
Serunya, sebari berlutut,menahan badanya di atas kap mobil. Bersiap meluncur menerjang kedepan.
" Glost... Dont miss it."
Ucap reze yang langsung melepaskan tuas yang menahan Oglost, dan langsung terbang melesat dari atas cap mobil di saksikan semua orang yang perlahan mundur.
Segera Oglost melesat dan terbang, menerjang para inang sebari memutar badanya, membuat beberapa kepala inang itu tertebas. Dan membuat beberapa tertebas di pundaknya, mengankibatkan beberapa kehilangan tangan.
segera ia menendang inang yang membuatnya terhenti, Dan membuat inang itu mengelincir sambil menginjak badan inang sebagai pijakannya.
Melihat hal diluar nalar itu. Gilang hanya bisa terduduk terpana melihab bagaimana ada orang yang cukup 'gila' dalam bertarung.
"Dia pasti ga waras...."
Tuturnya melihat kejadian dimana dalam sekejap beberapa inang terbunuh dengan gampang
Setelah beberapa inang berhasil di tumbangkan.
Dan berhasil menebas beberapa dari mereka, lantas Oglost menyuruh anak buahnya untuk membunuh para inang yang tersisa.
"Habisin sisanya jangan ada yang nyisa!!..."
Teriaknya yang langsung di lakukan anak buahnya yang langsung berlari dan menyerang para inang dengan membabi buta menyebabkan sisa inang yang sebelumnya berhasil ditebas Oglost itu mulai mati.
Saat para anak buahnya menghabisi para inang yang tersisa. Terlihat seseorang mengunakan pakaian seperti dokter yang menaiki hewan seperti kucing yang memiliki tanduk serta sayap melihat mereka bertarung dari jauh.
"Nampaknya mereka cukup berbahaya"
Ucapnya pada seseorang yang berkomunikasi lewat handy talkie yang ia pegang
"Urus mereka! mereka bisa ngerepotin kita"
Jawab suara wanita dari handy talkienya menyuruhnya untuk segera menghabisi semua pasukan yang sedari tadi bertarung dengan para inang.
"Belum saatnya, mereka lagi sama project zero.. biarin dulu aja dulu."
Mengusulkan untuk membiarkan dulu mereka, karena menurutnya bisa merepotkan jika harus menghadapi pasukan yang cukup terampil dalam bertarung serta ada Ismira bersama mereka.
Lantas pria yang menaiki hewan itu berlalu meninggalkan tempat yang semula di gunakan untuk melihat mereka bertarung.
Kembali menuju peperang yang terlihat sekarang para inang sudah banyak berkurang dan sudah tingal menyisakan beberapa.
slash....
Katana yang di tebaskan membunuh inang terakhir yang berhasil di daratkan oleh Oglost yang berhasil menebas kepala inang membuatnya terbelah secara miring dati kepala bagian kanan sampai rahang sebelah kiri.
"dua belas.... Sebungkus rokok!!..."
Ucap Girang Oglost sebari menyipratkan darah inang di katanya ke tanah dan mengelap katananya dengan lap kain yang ia keluakan dari dalam jaketnya.
"TiME TO DRINK AND EAT!!!!..."
Teriaknya sambil mengangkat katana menandakan semua telah berusai dan mereka berhasil membunuh semua inang dan juga memenangkan pertarungan.
Sontak para anak buahnya mengikutinya sambil berteriak bahagia. Di iringi dengan lagu yang di putar reze dari audio yang dibawa mobilnya.
"Kumpul sekarang!!... sama angkut yang terluka, pastiin ga ada yang tergigit!!.. Kita balik sekarang."
Ucap Reze dari dalam mobil menyuruh mereka untuk berkumpul dan saling membatu teman mereka yang terluka, serta memastikan tidak ada yang tergigit inang saat bertarung.
Saat semua berkumpul dan saling membantu satu sama lain, terdengar salah satu anak buahnya berteriak yang menyebabkan semua terdiam dan juga kembali bersiap.
"Rizal kegigit!!..."
Sautnya yang langsung membuat kerumunan itu mendatangi sumber teriakan itu dan segera menggerubunginya.