
" Lepasin dulu Mi berat tau!!... "
Ucap Gilang sambil mengoyang goyangkan tanganya agar terlepas dari dekapan kekasihnya.
"Diem ihh !!.... "
Balas kekasihnya yang semakin mengencangkan dekapanya tanda ia mulai ketakutan.
Sambil menghela nafas panjang, Gilang yang tadinya akan memilih untuk tidur sendiri dengan berat hati menyetujui permintaan kekasihnya itu.
" iya, iya aku tidur sama kamu!!.. Udah sekarang kita beres beres dulu, tar aku ke rumah siwildan nanyain bisa nyalain lampu gak. Soal nya aki motor tadi di tingalin buat yukky "
Ucap nya sambil mengusap kepala kekasihnya agar bisa sedikit tenang.
Mendengar itu Ismira langsung melepaskan dekapanya dan malah mencium pipi Gilang sambil berterima kasih.
setelah mereka berdua masuk dan menyimpan tas masing masing. Terdengar suara seperti piring kaca yang bergeser, membuat Ismira ketakutan setengah mati dan langsung bersembunyi di belakang kekasihnya sambil menarik baju kekasihnya dan menutup matanya rapat rapat.
" Itu apaan,.. Liat gih!!... "
Ucapnya sambil terus memejamkan mata sebari menarik baju Gilang yang membuatnya kembali susah bergerak.
" Astaga Mii!!... Paling tikus ahh.. Apa dah!!... "
Ucap Gilang sebari berbalik memegangi Ismira dan mengoyangkan tubuh kekasihnya itu dan menyuruh ia membuka matanya.
Setelah membuka mata, Ia melihat Gilang yang menatapnya dan lampu kepala yang di gantung Gilang sebelumnya yang menyot mereka, menampilkan bayangan yang kian mendekat berjalan dari arah luar Ruangan. Membuat ia makin ketakutan dan melompat memeluk Gilang sambil berteriak sejadi jadinya.
" Ada setan dateng kesini!!.... "
Teriak ketakutanya sambil membenamkan wajahnya ke pundak Gilang dan tak ingin melihat ke arah belakang Gilang.
" Apaan sih.. Mana ada Set~ "
Ucapnya sambil berbalik dan kaget karena sudah ada seseorang dengan jaket berwarna hijau, dengan hoodie yang di pakai menutupi kepalanya membuatnya seakan setan yang sesunguhnya.
" Anj*** setan!!... "
Sambil melayangkan tendanganya yang tepat mengenai perut temanya itu sampai terjatuh dan membuka Hoodie nya dan terlihat wajahnya yang ternyata Wildan.
" A...duh... "
Ucapnya sambil memeganggi perutnya.
Lantas Gilang yang melihat bahwa orang itu adalah Wildan, segera membantunya untuk berdiri.
" Si be*** ngapain ngagetin orang!!... "
Ucap sebal Ismira Yang tau bahwa bayangan itu adalah Wildan.
Setelah selesai membantu Wildan berdiri Gilang menanyakan maksud Wildan ke rumah itu.
" Lu ngapain ke sini?? Kan kata lu ke sana aja. perut lu sakit gak??... "
Ucap Gilang menanyakan keadaan temanya itu sambil melihat bekas tendanganya yang meningalkan jejak sepatu di jaket itu.
Wildan sebari meringis kesakitan memegangi perutnya bermaksud menghidupkan listrik namun, ia penasaran dengan kelakuan bucin temanya yang terdengar keluar.
" Gue tadinya mau lupa bilang lampu dah bisa nyala, cuma gue penasaran suara kalian kaya orang kebelet bikin anak!. Makanya masuk siapa tau bisa liat 'show' gitu. "
Ucapnya sambil meringis memegangi perut yang membuat Ismira melepaskan gengaman dan segera metoyor kepala Wildan
" Eh otak ************!!... Jaga tuh cungur kalo ngomong!!... "
Ucapnya sebal sebari tak kuasa menahan malu karena terlihat sangat ketakutan dengan kegelapan.
Segera Gilang melerai dan segera meminta Wildan untuk menyalakan lampu rumah itu. Dan sinar lampu mulai menyinari seluruh ruangan. Terlihat susunan rumah itu memanjang dari ruang tengah sampai dapur yang di pisah oleh lemari sebagai skat ruangan.
" Nah dah terang. Cepet siap siap kalian harus ikut ke acara!!.. "
Ucapnya sambil turun dari kursi yang di gunakan pijakan untuk menyalakan listrik.
" Gue tunggu kalian di luar!! "
Tambahnya sebari berjalan keluar meninggalkan mereka berdua yang akan siap siap.
" Yo.. Pergi !! "
Ucap Gilang sambil menepuk pundak Wildan sehingga mengagetkan nya
" Anjir kaget!!.. Rumah jangan lupa kunci!!... "
Ucapnya Sambil berdiri dan berjalan menuju lapangan di tengah perumahan itu.
Sesampainya di acara tersebut terlihat banyak orang yang sudah berkumpul serta beberapa bendera yang berkibar di tengah tengah mereka.
Lantas mereka bertiga di sambut oleh salah satu orang yang memakai jaket berwarna hijau, berjalan kearahnya sambil sempoyongan.
" Capten Wildan.... Seneng liat lu balik lagi ke sini!!.. "
Ucap peria itu sambil memasang muka songgongnya serta gestur tangan yang terbuka.
" Bukan waktu yang tepat buat bikin onar Han!!.. "
Jawab salah satu orang sambil berjalan menarik pundak orang itu.
"Cihh... Dasar pengganggu!!.. "
Ucap orang itu sambil memalingkan badanya dan berjalan berlalu begitu saja.
" Tuh anak lagi mabuk berat sorry kelakuanya. "
Ucap pria itu sambil sesekali melihat ke arah kemana temanya pergi dan mendekat kearah wildan.
Lantas dia melihat kearah Gilang serta ismira dan segera memberi semangat serta ikut berbela sungkawa atas kematian Agan.
" Wil yang kuat ya, Sekarang mungkin dia dah tenang di alam sana. "
Sambil menepuk pundak Wildan dan segera mengajak mereka untuk masuk karena acara akan di mulai.
Selepas mereka masuk. Terlihat bendera dari semua team menancap serta kursi yang ada di tengah tengah lapang.
Lantas mereka berhenti di dekat bendera berwarna hijau dengan gambar serta tulisan Farmer satu dari ke tujuh team tersebut.
mereka berdua di minta oleh Wildan untuk diam karena ia akan menemui seseorang.
" Kalian disini aja!!.. gue ada Urusan bentar, paling tar ada Yukky sama Wini kesini. "
Ucap wildan meminta mereka berdua untuk menunggu kedatangan Yukky dan wini kesana.
Wildan pun berjalan meninggalkan mereka dan mulai datang rombongan orang yang menggunakan jaket sesuai warna bendera yang menancap.
Tak lama Yukky dan Wini datang di temani Amanda dan reze yang mengantar mereka berdua.
" Maaf telat,... tadi Reze kelupaan bawa jaket team nya jadi agak lama "
Ucap gadis itu sambil tersenyum ramah kepada mereka ber dua.
" Rez, kak, mbak saya kesana dulu ya "
Ucapnya sambil pamit meminta izin pada mereka untuk pamit menuju area teamnya.
Terdengar dari kejauhan suara raungan mesin mobil serta alunan lagu yang membuat orang orang melihat kesumber arah suara itu datang
" Pasti nih... kelakuan anak anak se*** malu maluin aja!!..."
Ucap reze sambil menutup serta menundukan mukanya tak kuasa menahan malu karena pasti kelakuan itu berasal dari teamnya.
Dan benar saja, datang dua mobil pic up di sertai dengan oglost yang duduk di atas atap mobil itu dengan santainya.
" Yang diatas kepala mobil itu bukanya lakinya Si Annisa ??... "
Tanya Ismira kepada Ģilang dan melihat Reze yang nenggunakan jaket yang sama dengan Oglost.
" Hooh.... Dia ketua team explore, team yang nyelametin kita kemaren."
Tutur Gilang yang kagum melihat kedatangan mereka yang bisa di bilang unik karena datang menggunakan mobil sedangkan orang orang berjalan kaki.