
Lantas pria itu berlari menuju salah satu inang dan. dengan santai menendang serta menebas, dan berhasil memutuskan lengan salah satu inang, yang sudah berevolusi menjadi cakar kucing.
"Diem ya anak manis... jangan cakar- cakaran."
Ucapnya sambil menusukan pisau seperti cakar harimau ke mata inang tersebut.
Lantas inang itu menjerit kesakitan dan malah mendatangkan lebih banyak inang.
"Agrh... ribet!!.."
Racaunya sambil mehujamkan pisau itu yang masuk kedalam matanya dan membuat pendaran hebat keluar dari mata inang itu.
Lantas sekitar tiga inang, belari menuju nya yang berdiri menahan badan inang yang ia tusuk, namun ia malah mengangkat tubuh inang itu dan membuatnya menjadi tameng untuk dirinya.
Sontak ia berlari dan melempar tubuh inang itu, yang mengenai dua dari empat inang itu, menyebabkan mereka terjatuh karena tertimpa jasad.
"Dasar inang nyusahin..."
Ucapnya sambil berlari menerjang dagu satu satunya inang yang tersisa dan meusuk bahunya, serta berhasil menjatuhkan dan menyeret nya.
Serta langsung melemparnya ke arah dua inang yang mulai bangkit kembali agar kembali terjatuh.
Dengan santai ia memegang katana yang sebelumnya ia bawa dengan kedua tanganya, terlihat kilatan cahaya biru menyinari katana itu.
Dan langsung menebas kepala mereka bertiga dalam sekalli serang.
Melihat cara bertarungnya Gilang hanya bisa terpana, karena baru pertama kali melihat ada seorang yang bisa membunuh empat inang dalam waktu sekejap.
"Kaget ya...??"
Ucap temanya yang malah duduk jongkok sambil merokok,
"Sebenernya siapa kalian??.."
Ucap Gilang melihat priaq itu yang malah santai saat teman temanya bertarung.
"Gue??? atau tuh orang??"
Ucapnya sambil mematikan roko dengan kakinya.
"Gue reze, wakil divisi expore bar bar king, sama tuh orang manusia paling gila di squad kita."
ucapnya mengenalkan diri dan sedikit menyinggung ketua regunya yang terlihat 'gila' itu.
"Lu ga kena gigit kan??.."
Tanya Reze sebari melihat Gilang yang berdiri mematung di sampingnya.
"Gak..." sebari melihatkan kedua lenganya tanda ia baik baik saja.
"Ada yang ketingalan??"
Tanya kedua Reze sebari terbangun dari Duduknya.
Sontak ia ingat dengan keadaan Ismira dan yukky yang sedari tadi sembunyi menunggu mereka.
"Cewe gue.. Ma ade gue!!.. Gue baru inget"
Ucap Gilang panik karena baru ingat dengan mereka berdua yang ia suruh sembunyi.
"Ohh cewe itu sama anak cewe maksud lu, mereka sama mobil satunya udah aman kok"
Ucap santai Reze sebari berjalan menuju mobil dan segera menaiki bak terbukanya, lalu membuka penutup pengeras suara yang membalut benda itu, dan tak lama terdengar suara deruan mesin yang cukup keras.
"Generator udah, ini udah, mixernya full, bass trible udah, tingal..."
Gumatnya sebari mengotak ngatik alat pengeras suara itu.
Lantas Gilang berjalan mendekati Reze yang malah sibuk sendiri dengan alat pengeras suaranya itu.
"lu mau ngapain??... Jangan jangan..."
Ucap Gilang keheranan karena melihat cahaya yang bersinar dari alat pengeras suara itu.
"yap... Nyantai sambil denger musik metal!!.."
Tuturnya sambil melompat dari atas bak terbuka dan segera memasuki pintu kemudi.
"Lu gak naik?? yakin??..."
Tawarnya sambil mengeluarkan kepalanya dari dalam jendela, melihat Gilang berdiri menghalang jalan mobil itu, sontak Gilang berlari masuk kedalam mobil.
"kita mau kemana?? Mereka Gimana??"
tanya panik Gilang yang begitu ke anehan melihat tingkah laku reze.
"ya ke medan perang lah!!... Pegangan aja bakal banyak polusi tidur"
Tuturnya sambil menyalakan rokok dan memutar kunci mobilnya.
Bruum....
Bruum...
Suara mobil hidup yang langsung di injak gasnya oleh reze membuat Gilang menguatkan peganganya karena hentakan mobil itu.
"ehh... Lupa musiknya,"
Sambil membelokan mobil itu, serta menekan tombol di audio mobilnya, dan mencari judul lagu di layar kecil audio itu.
"emm ini bukan, ini terlalu slow, nah ini nih bagus"
ucapnya sambil terus menekan tombol dan berhasil menemukan lagu yang ia cari.
"Hello guys...kita bolling ya, waktunya sampe lagu ke empat abis."
Seru suaranya terdengar keras akibat ia menggunakan pengeras suara di belakangnya dan memberi komando yang membuat Gilang kebinggungan.
"Tar.. Tar... Bolling maksudnya??.."
Tanya Gilang keheranan.
"Liat aja udah!!.."
Ucap Reze sambil memasukan perseneleng mobilnya dan melaju ke arah medan peperangan.
Suara musik terdengar di medan peperangan yang seolah memberikan dorongan semangat bagi mereka yang sedang bertarung.
"Dah gila ini squad"
ucap Wildan sebari mencabut golok yang menancap di dada salah satu inang.
Sontak Oglost tersenyum dan berteriak memberi semangat kepada anak buahnya agar menikmati pertempuran yang terjadi.
"PARTY TIME!!..."
Teriaknya yang di sambut sorak Gembira seluruh anak buahnya sebari mengangkat senjatanya.
Lalu ia berlari sekenca kencangnya ke arah kerumunan teman dan juga lawanya agar bisa melawan inang lebih banyak.
"im in jim!!.."
ucapnya sebari menendang inang yang sedang anak buahnya lawan dan menyelamatkan anak buahnya.
" Switch!!,.. gue butuh kerambit, Glost"
sebari membelakangi komandannya serta menadahkan tanganya.
"kerambit, nih!!:
memberikan kerambit di tanganya kepada anak buahnya itu.
Evo leher, tangan sama kaki Glost!!.."
Ucap anak buahnya sebari merapatkan punggungnya ke badan komandanya itu.
"bright in order!!.."
Jawab komandanya memasang kuda kuda untuk menusuk
Segera salah satu inang berlari ke arah Oglost yang langsung menusukan katanya itu tepat kemata inang itu, sampai menembus kepala belakangnya. Serta anak buahnya yang sukses menjatuhkan inang yang ia lawan.
"need help, bright in glost!!.."
Ucap anak buahnya seberi menahan inang di bawahnya.
Segera Gilang mecabut katananya dan menusuk mata inang yang di tahan anak buah nya itu.
Sleb....
Suara katana masuk kedalam mata inang itu yang membuatnya mati seketika.
"Thanks, orderan beres!!.."
Ucap anak buahnya sebari berdiri mencabut katana milik komandanya itu.
"it's honor, thanks Glost."
Ucap terima kasihnya dan memberikan katana milik komandanya itu kembali
"yo hati-hati ya..."
Ucap santainya mengambil katananya dan berlari kembali, serta Wildan yang melihat Oglost berlari segera berteriak memangil namanya.
"Oglost woy!!"
Teriaknya sambil melambaikan tangan yang langsung di respon oleh Oglost dengan gerakan yang sama, namun ia terhalang oleh inang yang memiliki tubuh kekar berotot. Dan memiliki semacam Tanduk serta memiliki empat mata
"Agrhh... ini ganggu lagi!!.."
Ucapnya sambil mengaruk kepalanya, taklama inang itu mengeram seolah menangtang Oglost untuk duel.
Sontak ia mengangkat katananya dan segera berlari menuju inang itu dan melompat memutar badanya kebelakang yang berhasil menendang bagian atas kepala inang itu dengan tumit kakinya sangat keras, namun belum cukup untuk menumbangkanya.
"eh.. Kok??..."
Ucap keherananya karena baru kali ini salah satu tendanganya tidak merobohkan inang itu.
Lantas datang anak buahnya berlari sambil memukul rahang bawah inang itu dah merobohkanya.
"sorry Glost bawa buruanya, tapi dia baru aja ngelempar Ardi sampe ga sadar"
"finish aja nih..."
Sebari memberikan katana yang ia pegang dan lanjut berjalan mendekati wildan.
Sontak anak buahnya itu langsung mengambil katana yang ia berikan dan menusuk mata inang itu.
"ehh..halo Wildan, Agan mana?"
Tanya ramah Gilang yang membuat wildan menundukan kepalanya.
"Agan Kill by accident Glost!!.."
Ucapnya sebari tidak melihat wajah Oglost