
Mereka pun segera keluar dari rumah Annisa. Dengan badan yang setengah basah serta hujan yang sudah berhenti menyisakan genangan.
" Yang, sebenernya aku takut kita lama di sini, kita bakal ketahuan kalo kita sekarang 'hybrid manusia' sama mereka "
Ucap Ismira sebari membutup pagar rumah kawanya itu.
" Sama, tapi kita gak bisa terus nutupin identitas kita. Ya sekarang nikmatin aja. "
" Ucap hibur Gilang yang kepada kekasihnya sambil mengelus kepala kekasihnya.
serta kembali mengingatkan bahwa sekarang dia bukan lagi manusia normal lagi.
Dalam perjalanan menuju rumah Agan, mereka melihat sebuah pelangi yang kebetulan muncul menemani sore mereka.
Setelah sampai mereka langsung masuk ke rumah Agan yang terlihat Yukky yang mulai bisa akrab dengan Wini sedang mengobrol menunggu mereka kembali.
" Kak ismi, kak ismi kita laper masak yu "
Ucap pembuka saat ia melihat Ismira yang baru pulang bersama Gilang.
" Ayo... Cuma bentar. Kak Ismi ganti baju dulu. Wini mau makan apa?.. "
Jawab ismira sambil memeluk serta duduk berlutut di depan Yukky serta menanyakan pada Wini ingin di masakan untuk lauk makanya.
" Apa ajak kak Ismi "
Jawab anak itu sambil terus menatap Yukky yang terlihat bahagia.
Lantas mereka bertiga pun memasak lauk ala kadarnya, dan segera menyajikan.Serta memakanya. Dan saat mereka sedang makan - makan di meja makan terdengar pintu rumah yang terbuka serta suara Wildan yang memangil dua gadis kecil itu.
" Win.. Yukky ... Gilang sama ismira udah pulang belum?? .. "
Ucap Wildan sebari kedalam berjalan mencari keberadaan mereka.
" Ehh,... lagi pada makan. Sori Gue ganggu waktu makan kalian "
Ucap Wildan yang kaget karena melihat serta merasa mengganggu mereka sedang makan.
" san...tai aja Wil.. Sini yu makan dulu "
Tawar Gilang sebari mengunyah makanan yang membuatnya tersedak.
" Udah makan aja dulu. Tar beres makan baru ngobrol, kita nunggu aja di ruang tamu.
Ucapnya sambil berlalu meningalkan mereka.
Setelah makan, mereka semua langsung berjalan menuju ruang tamu yang sekarang penuh dengan beberapa orang berjaket dengan warna warna berbeda. Membawa berbagai macam barang kebutuhan hidup.
terlihat juga Reze, Wildan serta seorang gadis menggunakan jaket yang sama seperti annisa duduk di antara yang lain.
" Wini, ini mungkin ga seberapa dari kita. Tapi se engganya ini pemberian dari kami buat kamu "
Ucap Wildan sambil membuka pembicaraan sebari memberikan beberapa kebutuhan hidup seperti beras,sayuran,pakaian, serta obat obatan.
" Kita janji sama kamu buat jadi kakak pengganti kak Agan. Jadi jangan takut yah minta tolong ke kita. "
Tambahnya sambil berlutut di depan Wini serta di ikuti oleh semua orang.
" Kak Wildan... "
Ucap Haru Winni sebari memeluk Wildan sekencang kencangnya tanda ia tak ingin kehilangan sosok kakak untuk kedua kalinya.
Melihat itu Gilang mengingat kembali kejadian ia yang harus menjadi 'orang tua' pennganti untuk Yukky.
" Lang sesuai janji Gue, nih kunci rumah buat lo tinggal. Winni serahin aja sama Gue biar gue yang tanggung. "
Ucap Wildan sebari melempar kunci dengan gantungan daun ke arah tangan Gilang.
" Yo, makasih Wil "
Ucap Gilang sebari terus melihat kunci di tanganya.
Tak lama rombongan itu pun pamit dan menyisakan Reze, wildan dan seorang gadis.
" Lang, ismi kalian kan dah punya tempat tinggal di sini. biarin Wini sama anggota medic yang nemenin. "
Serta membiarkan Winni untuk di temani oleh anggota dari team medic.
" Ya udah kalo gitu, terserah lu sih "
Ucap Gilang sebari berdiri dan menepuk pundak kekasihnya.
Setelah Mereka berdua membawa tas. Yukky meminta agar di bolehkan tingal beberapa hari dengan Wini
" Kak Gilang.. Boleh ya aku diem disini dulu nemenin Wini "
Pinta Gadis itu pada Gilang yang ia angap seperti kakaknya itu.
" ya udah gapapa,.. Cuma besok kakak jemput biar tau rumah kakak di mana. "
Jawabnya yang menggiyakan permintaan gadis itu.
Lantas mereka berduapun segera menemui Wildan dan yang lain.
" Dah Lang, ismira?? Yukky gak ikut?? "
Tanya Wildan yang langsung di jawab oleh Yukky kalau ia ingin menemani Wini untuk beberapa hari.
" Ohh gitu ya udah, kenalan aja sama kak Amanda. Anggota dari team medic, atau mau sekalian sama kak resa nih yang cowok cuma namanya aja cewe "
Canda Wildan mengenalkan salah satu anggota team medic, yang akan mengurus mereka serta Reze.
" Ehh... Pacul sawah,!!... seenaknya kalo ngomong!!... Dia udah tau gue, lagian dia anak dari salah satu guru gue "
Jawab sebal reze sebari memukul pundak Wildan tanda ia sebal karena di olok olok olehnya.
" yaudah Kita pamit, tar malem bawa anak anak buat ke acara ya!!..."
Pinta nya sambil bangun dari duduknya dan mengajak Gilang serta ismira untuk mengikutinya.
Setelah beberapa saat berjalan ia dan yang lain sampai di depan Rumah yang berada agak pojok dari deretan rumah.
" Nih rumah kalian buat sementara. tar kalo ada apa apa tinggal ke rumah gue, Tuh yang ada banyak pot. "
Ucap Wildan sambil menunjuk rumahnya yang terlihat banyak pot.
" Wil thanks ya buat semua, "
Ucap Gilang sebari bersalaman dengan Wildan.
" calm weh.. Itu janji gue dulu dah gue tepati, dah ya gue balik ke rumah dulu siap siap buat tar malem "
Ucapnya sambil tersenyum lebar dan segera berjalan ke rumahnya.
Lantas Gilang dan ismira masuk ke rumah baru mereka karena sudah mulai gelap dan segera memasangkan senter di kepala mereka agar bisa melihat di dalam.
Setelah pintu mereka sedikit terkejut karena, rumah yang di berikan sudah layak untuk di tinggali. Dengan barang barang serta foto pemilik rumah yang terpajang di ruang tamu rumah tersebut.
" Mereka pasti pemilik lama rumah ini. Kasian mereka sekarang gak tau kemana. "
Ucap Ismira sambil terus memandangi foto mereka di tembok.
" Udah jangan di pikirin!!. Sekarang yang penting kita udah sedikit aman. Oh iya sekarang kita cari kamar buat tidur. "
Ucap Gilang memberi semangat agar kekasihnya bisa sedikit tenang karena sudah menemukan tempat tinggal yang aman.
Setelah masuk lebih dalam ke rumah itu, mereka baru menyadari jika kamar di rumah itu hanya satu. Dan juga hanya ada satu tempat tidur.
" Ni rumah belum beres renovasi deh kayanya. Masa cuma satu kamer "
Gumat Gilang sebari memperhatikan sebuah ruangan yang nampak seperti ruang baca karena banyak sekali buku serta lemari kaca.
" Mi aku tidur aja di sana kayanya, soalnya agak tabu tidur sekamer sama cewe "
Ucap Gilang meminta agar di biarkan untuk tidur di ruangan baca tersebut.
" Tapi kan kita ga ada listrik yang. Aku kan takut gelap!!.. Pokonya gak mau !!... "
Ucap Ismira sebari terus memeluk lengan kiri Gilang karena ia ketakutan dan juga enggan untuk tidur dalam posisi gelap.