
Sepanjang perjalanan pulang menuju Mension utama. Selena membuat Zein pusing sendiri, bagaimana tidak?. Gadis itu selalu bertanya tentang jamu, yang tadi sempat Zein katakan padanya. Salah sendiri, bicara yang sembarangan dengan Selena.
Mereka juga sampai melupakan Han, yang dengan terpaksa menggantikan posisi Zein, untuk tetap berada di dalam gedung hotel. Lebih tepatnya di dalam aula hotel, untuk ikut serta dalam pesta tersebut. Hanya demi menjaga kerjasama yang telah terjalin, bersama kolega bisnis mereka saja.
"Tuan, apa tuan. Sudah memikirkan tawaranku tadi? " Cecar Selena, yang mana keduanya baru saja tiba di Mension.
Zein juga melangkah dengan cepat, hanya untuk menghindari dari gadis cerewet. Dimana sekarang malah mengerjarnya ini.
"Tuan, mari kita pacaran! " Seru Selena dengan suara lantangnya.
"Kau seperti nya, memang salah minum obat" Jawab Zein sambil memijat kepalanya sendiri.
"Kalau tidak mau pacaran, mari kita menikah saja!. Bagaimana? "
"SELENA... "
"Iya... "
"Haisss,,,, menyebalkan sekali" Umpat Zein, yang mengurungkan niatnya. Untuk menoleh dan menatap wajah gadis cantik itu.
Dimana, Selena juga nampak berpenampilan sangat memukau malam ini, dengan balutan gaun yang menampilkan bagian dadanya, Dengan ukuran yang sedap untuk di pandang mata. Bokong bulat dan berisi, sungguh body wanita yang sangat sempurna.
Tubuh mantan kekasihnya dulu saja, tak ada apa-apa nya dibandingkan, dengan body Selena saat ini. Padahal, Selena bukanlah seorang model, ataupun publik figur.
"Tuan... "
"Apalagi? " Sentak Zein, yang dengan terpaksa memutar tubuhnya kembali. Untuk menatap gadis tersebut, dengan tatapan penuh kekesalannya.
Cup!
Mata Zein terbelalak sempurna. Dengan tubuh yang sedikit menegang. Lantaran, Tiba-tiba saja Selena malah mencium bibirnya tanpa permisi lagi. Bahkan, tak hanya Zein rupanya yang terkejut. Melainkan, Selena juga merasakan hal yang sama. Ia tak sengaja menabrak tubuh Zein. Dan di waktu yang sama juga, Zein ternyata sudah menoleh lebih dulu padanya.
"Ak... "
"Kau memang harus diberi pelajaran! " Ucap Zein, yang langsung menarik tangan Selena begitu saja.
Selena yang merasa bersalah, sekaligus malu secara bersamaan. Hanya bisa pasrah, dan ikut dengan Zein. Hingga, para maid yang belum tidur pun. Hanya bisa mendelik tak percaya, akan aksi konyol gadis itu di depan majikan mereka sendiri.
"Apa dia sudah tidak waras? "
"Iya, berani sekali dia melakukan itu pada tuan, Zein"
"Dia memang wanita penggoda"
Suara bisik-bisik dari maid tersebut, mulai menjadi obrolan sinis tentang sikap Selena barusan. Yang mana, mereka memang tak menyukai Selena saat pertama kalinya, Selena dibawa ke mension oleh Zein.
"Apa yang kalian bicarakan?. Jangan sampai bergosip tentang tuan! " Tegur kepala pelayan, yang telah mendengar obrolan mereka barusan.
"Nyonya, " Mereka pun, langsung menundukkan kepala. Saat di tegur oleh wanita paruh baya itu.
"Sana bubar! , Sudah waktunya tukar ship" Ujar wanita paruh baya itu lagi memberi perintah.
"Baik, Nyonya! "
Ya, para maid di Mension memang dibuat untuk dua team. Sehingga, ada yang berjaga malam hari dan juga siang hari. Sehingga, keadaan Mension tak boleh kosong para pekerja. Semua itu di atur, hanya untuk kebutuhan Zein selama ini.
*******
"Masuk! " Perintah Zein dengan tatapan penuh keseriusan nya.
"Kemana? "
Zein mendorong tubuh langsing Selena untuk masuk, kedalam kamar mewah, yang merupakan kamar utama. Tempat istirahat Zein selama ini. Dan ia juga terlihat langsung menutup pintu kamar itu secara terburu-buru.
"Tuan, apa yang tuan lakukan? " Tanya Selena dengan tatapan penuh waspada nya.
"Bukankah, tadi kau ingin kita menikah? Hem? " Tanya balik Zein, dengan seringai liciknya.
Selena malah terlihat bingung. Karena, tadi juga Zein tak menunjukkan reaksi apapun. Saat ia tanya dan memberikan tawaran tersebut.
"Bagaimana, kalau aku buka segel dulu?. Untuk memastikan rasanya, bagaimana?. " Zein pun mulai mengeluarkan tawaran, yang mungkin sedikit gila.
"Maksudnya? " Selena yang masih polos dan lugu. Sama sekali nampak tak paham akan ucapan pria tampan di depan nya ini.
"Apa tuan, akan membuka mimew ini? "
"Hahaha.... apa namanya? " Zein malah tertawa terbahak-bahak, saat Selena bilang kata mimew padanya.
Pria itu tak menyangka, jika di era modern seperti sekarang ini. Masih ada saja seorang gadis polos seperti Selena. Apalagi, negara yang mereka tinggali sekarang merupakan negara, yang sangat terkenal akan se*s bebasnya. Yang mana tak jarang, jika anak-anak remaja sudah paham akan hubungan dalam kenikmatan itu bagaimana.
"Apa kau yakin, belum pernah melakukan nya? " Selidik Zein, sambil menaikan satu alisnya.
Selena menggeleng cepat. Ia mulai paham, akan arah pembahasan Zein sekarang. Yang mana, pria itu sedang membahas masalah hubunga in*im.Dan ia bukan gadis yang bodoh, untuk tak tahu masalah seperti itu.
"Mari kita lakukan bersama!. " Ajak Zein dengan entengnya. Seolah, ingin mengajak orang makan saja.
"Aku pasti akan mengajarimu cara yang ampuh, untuk membuat pasangan nyaman! " Goda Zein kembali dengan seringai liciknya.
"Benarkah? " Sepertinya Selena mulai tertarik akan tawaran konyol itu.
"Tentu saja, karena seorang pria tidak akan pernah bisa melupakan wanitanya. Jika mereka sudah... " Zein menangkupkan kedua tangan nya, lalu menggerakkan nya turun naik sambil memainkan bibirnya yang sedikit tebal itu.
Selena pun masih memperhatikan wajah Zein. Yang mana telah ia akui, jika Zein memang lebih tampan. Dari pria yang telah ia sukai sejak dulu. Apalagi, malam ini ia juga melihat. Bagaimana sang pria, malah bermesraan dengan wanita lain. Tanpa ingin mencari keberadaan nya yang telah hilang.
"Apa cara ini akan berhasil? " Tanya Selena dengan sedikit lirih.
Ia kecewa, sedih, dan juga kecewa. Selama ini ia tak pernah di lirik oleh pria itu. Bahkan, dengan jelas sudah pernah menolaknya. Karena, ia tak ahli dalam bidang begituan. Sementara, sang pria juga memang menyukai wanita agresif. Dan yang mampu membangkitkan hasrat dalam dirinya.
"Tentu saja, aku akan jamin itu!. Bagaimana? " Zein pun tak menyerah begitu saja, hanya untuk membujuk Selena. Karena jujur saja, ia bahkan sudah menahan sesuatu sejak tadi.
Namun, Zein malah tak mau melakukan nya. Tanpa persetujuan dari lawan mainnya dulu. Sebab, ia tak mau membuat kesalahan fatal. Dengan terlibat masalah bersama seorang wanita. Yang telah sama-sama menikmati sensasi keduanya.
"Kalau begitu, mari kita coba lakukan saja! "
"What? " Zein malah terkejut, dengan persetujuan dari Selena. Yang sama sekali tak berpikir ulang lagi atas tawaran nya barusan.
"Kamu yakin? " Zein berusaha kembali meyakinkan Selena lagi.
"Why not?. Aku akan coba! " Jawab Selena dengan santai.
"Darimana, aku akan memulainya? " Tanya Selena lagi.
"Hei, kau mau apa? " Zein malah melotot tak percaya, saat Selena malah mulai melepaskan tali gaunnya itu.
"Tentu saja membuka gaunku"
"Shiittt,,,!? "
Hai gengs, selamat membaca kembali. Maafkanlah othor sampai lupa jika masih ada cerita disini, hihihi... Insya9 setelah ini, kita bakal rajin up kembali ya... Jangan lupa tinggalkan jejak cintanya, dan dukung vote serta masih penilaian nya juga ya. Agar othor makin semangat buat Up...