Last Night

Last Night
Tak Percaya



"Hah, menikah? " Selena mendelik tak percaya. Saat tiba-tiba Zein membicarakan pernikahan dengannya.


Selena pun sampai berdiri dari sofa sana. Sambil menatap Zein tak percaya. "Tuan, jangan bercanda soal pernikahan!" Serkah Selena sambil terkekeh , menggeleng tak percaya.


"Aku tidak pernah bercanda, Selena! " Tegas Zein dengan yakin. "Aku juga tidak butuh penolakan darimu! " Tambhanya lagi.


"What?" Mata Selena memicing, "Anda ingin memaksa saya harus menikah dengan anda, begitu? " Selena semakin tertawa.


"Lelucon macam apa ini, tuan? " Tanya Selena masih saja sama sekali tak akan percaya.


Pria seperti Zein, tiba-tiba saja mengajaknya menikah. Tak ada angin tak ada hujan. Bahkan, Selena juga tak akan meminta pertanggungjawaban Zein. Jika seandainya ia malah hamil di luar nikah. Sebab, ia sadar diri siapalah dirinya itu.


Mendengar, pernyataan Selena. Zein hanya bisa menghela nafasnya kasar. Nyatanya meminta wanita untuk di ajak menikah, itu tak semudah yang ia pikirkan. Bahkan, Selena tak percaya padanya sama sekali.


"Kau ingin hamil, tanpa adanya seorang suami nanti? " Tanya Zein dengan tatapan tertuju pada perut Selena.


Sontak saja, wanita itu langsung berhenti tertawa. Ia juga sudah memikirkan hal itu sebelum nya. Namun, Selena juga lebih memilih untuk hidup sendiri, tanpa adanya seorang suami. Daripada, ia menikah dengan orang yang sama sekali tak mencintainya.


Ya, Selena sudah capek dan lelah. Untuk menyimpan perasaan sendiri. Ia sudah bosan memberikan perhatian, pada pria yang tak peka akan kehadirannya.


"Kita baru saja melakukan nya dua kali, tuan. Mana bisa langsung hamil? " Selena menjawab dengan nada meremehkan.


Selena mencebikkan bibirnya. Walaupun, Selena mulai merasa resah. Jika seandainya apa yang di katakan Zein ada benarnya juga. Sebab, ia juga bisa merasakan bagaimana cairan itu masuk kedalam rahim nya. Walaupun, melakukan nya baru dua kali saja. Tapi, benda super itu benar-benar membuat Selena tak berdaya.


"Pokoknya, Kita harus menikah!. Dan besok pagi semuanya sudah di atur oleh Han! " Tegas Zein sambil berdiri dari sofanya.


"Tidak bi... "


"Jangan coba-coba kabur lagi dari mension ini!. Atau kau akan menyesalinya! " Ancam Zein sebelum ia benar-benar pergi dari kamar utama itu.


Ya, Zein dengan terpaksa mengeluarkan ultimatumnya Agar, ia berhasil menikahi Selena. Dan mungkin hanya dengan itu, Selena tak meremehkan ucapannya lagi. Yang malah di anggap main-main oleh wanita tersebut.


"Tuan, bagaimana kita bisa menikah?. Kalau tak ada cinta di antara kita. " Pertanyaan Selena kali ini, berhasil membuat Zein mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar.


Pria itu pun langsung menoleh, dengan seringai tipis dibibirnya. "Cinta? " Ulang nya dengan kekehan kecil. "Cinta itu bisa kita coba, setelah menikah nanti! Apa susahnya belajar sama-sama! " Jawaban Zein, sedikit membuat Selena melunak.


Wanita cantik itu, tak pernah menyangka. Jika Zein akan menjawab dengan kalimat tersebut. Ya, walaupun ia tahu, Zein pasti belum memiliki perasaan tersebut padanya. Zein mempertahankan dia, hanya karena rasa kasihan. Bukan cinta ataupun suka. Yang di rasakan oleh seorang pria, pada wanita yang telah mempu menggetarkan hatinya.


"Persiapkan dirimu, sebaik mungkin!. Karena, besok kita akan langsung menikah! "


Selena hanya bisa menarik nafas dalam-dalam. Dan menghembuskan nya dengan kasar. Zein memang keras kepala. Ia sama sekali tak akan mendengar pendapat orang lagi. Dan seperti nya Zein hanya manut dan nurut pada sang asistennya saja. Sebab, hanya Han orang terdekatnya sekarang. Yang sangat tahu, apa yang ia mau dan tidaknya. Sementara, keluarga besar Zein berada di Negara yang berbeda dengannya. Bahkan, Zein tak akan pernah mau. Jika seandainya keluarga ataupun adik dan abangnya tahu. Apa yang sedang ia alami sekarang. Baik itu masalah, maupun kesenangannya di tempat tinggal baru.