
pagi pun menjelang, memulai kembali hari yang sudah di nanti. Larissa kini tengah menuruni tangga menuju meja makan, ia melangkah kaki nya dengan begitu ringan seakan hari ini akan indah.
namun sayangnya semua nya sirna saat ibunya kembali memarahinya tentang perlakuan yang ia tunjukkan semalam saat berada di restoran.
"Larissa, setelah sarapan kamu kembali ke kamar, tidak ada sekolah hari ini kamu mama hukum dan selama masa hukuman kamu tidak di izinkan untuk keluar dari kamar". perkataan yang keluar dari mulut sang ibu membuat Larissa kaget.
"ha? apa ini kenapa aku di hukum kaya gini??", Larissa membantah.
"turuti atau hukuman mu bertambah", ucap nyonya Harry.
"ck", Larissa berdecak.
"aku benci mama",batin Larissa dan langsung kembali ke kamar tanpa memulai sarapannya.
"mau kemana??",tanya nyonya Harry.
"tempat isolasi",cetus Larissa kesal.
Larissa langsung berlari menuju kamarnya dan tak menghiraukan perkataan ibunya lagi,ia membuka pintu dan langsung melemparkan tas nya ke atas kasur dengan kasar.
ia mengganti pakaian seragam menjadi pakaian rumah, kini ia sudah berada di kasur merebahkan tubuhnya sedangkan tas yang ia campakkan tadi sudah berada di meja belajarnya.
"tidak bisakah aku hidup dengan tenang tanpa aturan??", batin Larissa.
"apapun yang ku lakukan selalu salah di mata mama, begini salah begitu juga salah semua harus atas perintah nya,tidak bisa kah aku berjalan di jalan ku sendiri tanpa ada orang yang mengatur kemana arah jalan ku??", batin nya.
"aku mulai lelah,kapan aku bisa menata sendiri kehidupan ku??", lirihnya sambil meneteskan air mata.
tak terasa air matanya pun jatuh, dan tanpa kesadaran ia sudah masuk ke alam mimpi karena kelelahan.
bagi Larissa sudah bukan hal baru untuk kejadian seperti ini, karena memang seperti itulah ibunya setiap ia salah ia akan di berikan hukuman.
ntahlah, Larissa hanya menuruti perintah ibunya sejak dulu bahkan sampai sekarang ini. walau kadang ia merasa kehidupan nya dan semua yang ia jalani adalah rencana dari ibunya.
tak butuh waktu lama ia pun larut dalam tangisannya,dan mulai menutup matanya dan tertidur hingga malam tiba dan ia kembali terbangun.
jam menunjukkan pukul 8 malam entah apa yang membuat Larissa melewati semua aktivitas nya hari ini, ia tak keluar dari kamar sedetik pun bahkan makan pun tidak.
ia tidak nafsu untuk makan dan sampai sekarang ia belum juga makan apapun selain 2 suap nasi yang ia makan tadi pagi, ia tak ada niatan untuk keluar dari kamarnya.
ia hanya berdiam diri menatap langit-langit kamarnya, sekali melihat ke arah balkon dan arah pintu kamar. ia tak berharap ada yang memanggil nya untuk keluar,tapi ia sungguh lapas saat ini.
"tok tok tok", suara yang berasal dari ketukan pintu.
"Larissa buka pintu nyaa", panggil seseorang dari luar kamar.
Larissa tak membukakan pintu bahkan tak menyahut panggilan orang itu,ia hanya berdiam menatap pintu yang terus berbunyi akibat ketukan dari orang yang berada di luar kamar.
"Larissa!",panggilan itu mulai terdengar keras.
"buka pintunya!!!",sambung si pemanggil.
"untuk apa",jawab Larissa yang memutuskan untuk menjawab panggilan itu.
Larissa sudah tau itu siapa dan untuk apa dia datang,tapi Larissa tetap tidak membukakan pintu untuk orang itu.
"Larissa,buka pintunya kamu harus makan!!",ucap orang itu lagi.
"ga usah ma, Larissa ga laper",sahut Larissa yang sebenernya kelaparan di dalam kamar.
"buka dulu pintunya!!", sahut ibunya dari luar.
Larissa hanya berdiam diri tidak ingin berniat untuk berjalan menuju pintu apalagi membukakan pintu, namun terbesit di benaknya jika ayah nya tau ia sampai kembali sakit itu akan rumit.
"Larissa!! buka pintu nya sekarang!!",kini nyonya Harry sudah kesal pada putri nya.
"iyaa sebentar", jawab Larissa malas.
Larissa membukakan pintu dan di hadapannya sudah ada ibunya sedang membawakan makanan dan minuman untuk nya, namun Larissa tak menghiraukan nya ia malah kembali berjalan ke tempat tidurnya meninggalkan ibunya di sana.
"kamu pikir siapa dirimu ha!!!? seenaknya saja memperlakukan mama dengan cara seperti ini!!!!?", bentak nyonya Harry.
"mama? kau bukan ibu ku,kau hanya perusak hubungan yang menang karena pengorbanan ibuku",ujar Larissa sambil menatap luar jendela.
"apa kau bilang!!!!??", nyonya Harry kembali marah dan menjatuhkan makanan yang ia bawa tadi.
"kau pikir apa dirimu ha??!! jika bukan aku yang merawat mu kau tak akan pernah hidup!!!!!", sambungnya.
"aku tak pernah mengharapkan kehadiran seorang ibu sepertimu, ingatlah bahwa kau hanya perusak di keluarga ku",ujar Larissa tersenyum .
"prakkk",satu tamparan mendarat di pipi mulus milik Larissa yang mengakibatkan ruam di pipi kirinya.
"dasar tak tau diri!! sudah untung aku mau merawatmu dengan tubuh yang penyakitan itu, jika tak ada aku kau tak akan hidup Larissa!!! kau tau ituuu!!!!", amarah kembali meluap di dalam diri ibu tiri Larissa itu.
"apa kau pikir kau terlihat hebat dengan perlakuan seperti ini??",tanya Larissa tak menghiraukan betapa perih tamparan yang ia dapatkan dari ibu sambung nya itu.
"yaaa,aku sangat hebat bisa menampar mu dengan tangan ku sendiri, dari dulu itu adalah hal yang benar benar ku inginkan. aku ingin sekali melihatmu tersiksa dan tak bisa mengganggu aku dan suamiku yang tentunya adalah ayahmu", jawab nyonya Harry dengan percaya diri.
"tak tau diri sekali ya dirimu ini, apa kau tak tau kenyataan bahwa kau tak berhak atas apapun di rumah ini tapi kau masih berhak atas ayahku walau dia juga salah satu kebahagiaan yang kau rebut dari ibuku",ujar Larissa.
"apa maksudmu??",tanya ibu sambung nya bingung.
"apa kau tak tau bahwa semua harta papa sudah di wariskan untukku??",ujarnya.
"ha?? bagaimana bisa??",jawab nyonya Harry kaget.
"pahami saja perkataan ku dan kau akan mengerti",ujar Larissa.
"apa dirimu masih ingin berada di sini??", sambungnya.
"tidak!! aku muak dengan mu,aku tidak mengerti saat ini tapi nanti akan ku pikirkan yang terpenting adalah aku puas dengan tamparan tadi, AHAHAH". jawab nyonya Harry lalu meninggalkan kamar Larissa.
Larissa dan ibu sambung nya adalah salah satu bukti bahwa tak semua ibu sambung di jamin akan baik pada anak tirinya, apalagi anak itu sudah bisa mengerti tentang kedatangannya di keluarganya.
Larissa sebenarnya tidak terlalu membenci ibu sambungnya itu melainkan ibu sambung nya lah yang sangat sangat membencinya.
entah lah, semua berjalan begitu saja hingga akhirnya Larissa mulai tau kejadian sebenarnya dari kematian ibunya.
nyonya Harry yang sekarang adalah istri dari tuan Harry namun,sebelum menikah dengan nya tuan Harry sudah menikah terlebih dahulu dengan ibu Larissa.
namun karena kejadian itu semua akhirnya berantakan,termasuk pernikahan tuan Harry dan ibu Larissa.
kejadian itu bermula saat dilakukan nya pertemuan pemilik perusahan di satu gedung besar yang mendatangkan wanita wanita malam termasuk ibu sambung Larissa.
saat itu semua orang tengah di mabukkan oleh minuman keras yang sudah disediakan oleh panitia, dan saat itu juga ayah Larissa terlalu banyak meminum minuman itu dan ia akhir terpengaruh dan ia tak sadarkan diri.
ternyata selama itu juga ia di temani oleh ibu sambung Larissa, sampai akhirnya sejak saat itu kedua orang itu memiliki hubungan dekat dan ayah Larissa terpengaruh oleh wanita itu.
dan setelah hampir 2 tahun,akhirnya rahasia itu terbongkar. dan ibu kandung Larissa meninggal akibat kecelakaan saat mengendarai kendaraan nya setelah mengetahui perselingkuhan suaminya dengan wanita itu.
1 tahun berlalu dan saat itu larissa masih duduk di bangku kelas 2 SMA,tak ada yang memberitahu apa penyebab kematian ibunya yang ia tau hanya ibunya sudah tiada.
namun setelah 2 tahun berlalu ia masih mencaritahu dan benar saja ia mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan nya selama ini, dan rahasia itu terbongkar dari mulut ibu sambungnya sendiri.
sungguh keji perlakuan itu,tapi Larissa hanya bisa diam merenungi nasibnya. ayahnya tak berubah perlakuan nya masih sama begitu juga dengan Larissa yang menyayangi ayahnya walaupun ia sudah tau yang sebenernya.
kembali pada larissa yang masih duduk di kasur nya menatap lurus ke arah foto yang di sana ada foto dirinya dan kedua orangtuanya yang sangat ia sayangi, namun yang tersisa hanyalah ayahnya tidak dengan ibunya.
"tolong berhenti berpura pura baik di depan papa", batin Larissa.
"aku hanya ingin hidup dengan tenang,jika memang dia tak ingin merawat ku ya tak usah perdulikan aku", sambungnya.
tanpa sadar ia meneteskan air matanya, perlahan demi perlahan air mata itu turun dengan derasnya.
"tuk tuk tuk", suara ketukan pintu.
"iya masukk",jawab Larissa mengusap air mata nya yang jatuh lalu mengambil selimut dan menutupi tubuhnya.
"permisi non, tadi nyonya bilang kalau non Larissa menumpahkan makanan dan nyonya menyuruh saya untuk membersihkan nya". ucap wanita paruh baya itu.
"iyaa bi,makasi yaa",jawab Larissa dari balik selimut nya.
"iyaa non sama sama",jawab wanita paruh baya itu.
"dimana wanita jahat itu bi??",tanya Larissa.
"maksud nona itu,nyonya besar ya non??",tanya wanita itu.
"iya bi",jawab Larissa malas.
"Ohh,nyonya sedang duduk di taman bersama tuan besar non",jawab wanita itu sambil membersihkan makanan yang jatuh.
Larissa langsung membuka selimutnya dan lari menuju balkon untuk melihat kebenaran nya,dan benar saja ada sepasang suami istri di sana yang dengan mesra nya duduk di bangku taman.
"aku tau kau sedang merayu papaku,untuk memarahi ku kan??",batin Larissa sambil tersenyum.
"tenanglah,aku akan mengikuti permainanmu mulai hari ini",batinnya.
"bibi, bibi masuk ke kamar aja biar aku yang bersihin yaa",ucap Larissa memohon.
"tapi non"
"udah tenang aja bibi aman kok,bibi istirahat aja ya,dan satu lagi kalau nanti wanita jahat itu bahkan kalau aku yang teriak manggil bibi ga usah di sahutin okee", ucap Larissa kembali.
"baik non,kalau gitu saya permisi dulu",jawab wanita paruh baya itu.
setelah Larissa merasa aman ia pun mulai menjalankan aksinya,ia memulainya dari membersihkan makanan yang terjatuh laku mulai mengambil satu persatu pecahan kaca
dan...
"AAHHHH",teriak Larissa yang membuat siapapun langsung menghampiri nya begitu juga dengan tuan Harry yang langsung berdiri karena kaget mendengar teriakan Larissa.
Larissa sengaja membuka lebar lebar pintu balkon agar orangtuanya bisa mendengar nya, dan benar saja rencananya berhasil yaitu membuat orangtuanya memperhatikan nya.
tak lama setelah teriakan itu kedua orangtua Larissa sudah berada di kamar,dan ayah Larissa kaget melihat kondisi putrinya yang ibu jarinya sudah berlumuran darah.
"kenapa ini jari nyaa??",tanya tuan Harry khawatir.
"ini pa,tadi kena ini nih pecahan kaca", lirih Larissa berakting.
"kenapa ga hati hati sih",tanya tuan Harry kembali masih khawatir.
"iya pa, tadi ga sadar kalau kaca nya runcing banget jadi nusuk dehh,sakit banget tau pa kalau emang perusak banget ya dia",ucap Larissa.
"maksud kamu??",cetus ibu sambung nya.
"maksud aku tuh,perusak jari mulus nya aku maa",jawab Larissa.
"kena kan",batin Larissa.
"lagian kenapa kamu yang bersihin,perasaan tadi mama suruh bibi",tanya nyonya Harry tak ingin memperpanjang pembahasan sebelumnya.
"kasian bibi,dia cape jadi aku suruh istirahat deh",jawab Larissa.
"baik nya anak papa inii", ucap tuan Harry mengelus puncak kepala putrinya itu.
Larissa tersenyum menang saat melihat wajah ibu sambungnya mulai kesal, sekarang malah semakin banyak rencana yang sudah ia pikirkan.
"ya udah obatin dulu",ucap tuan Harry.
"kamu ambilin p3k dehh",ucap tuan Harry pada istri nya itu.
"bentar aku panggilin bibi",jawab nyonya Harry.
"bibiii! biii!"teriak nyonga Harry.
"paa,kan bibi istirahat gimana sihh papa lupa yaa",ucap Larissa pada ayahnya.
"iyaa yahh", pikirnya.
"kamu aja yang ambil sana",suruh tuan Harry pada istri nya itu.
"kenapa aku sih?",tanya nyonya Harry kesal.
"ga usah banyak tanya,ambilin aja sana",jawab tuan Harry.
dengan wajah kesal akhirnya nyonya Harry mengambil kotak p3k yang ada di laci meja ruang keluarga, dengan sangat terpaksa ia akhirnya turun ke bawah untuk mengambil kotak itu.
di jalan saat mengambil kotak itu ia menggerutu dalam hati dan mengata-ngatai anak tirinya itu, pasal nya ini juga pasti ulah putri dari suaminya itu.
"aku tau ini rencana mu,dan aku akan membalas nya",gerutu nyonya Harry.
setelah mengambil kotak p3k yang di butuhkan ia langsung kembali ke kamar putri dari suaminya, dengan sangat terpaksa ia harus kembali ke sana.
saat masuk ke kamar ia melihat suaminya dengan putri dari suaminya itu tengah duduk di atas kasur, sambil bercerita sampai tak menyadari ada orang lain di sekitar mereka.
"ehemmm",nyonya Harry berdehem membuat kedua orang itu tersadar akan keberadaan nya.
"loh sejak kapan di sini??",tanya tuan Harry.
"udah dari tadi,tapi kalian asik ngobrol jadi ga nyadar",jawab nyonya Harry kesal.
"Ohh begitu",jawab tuan Harry lalu meminta kotak p3k yang ada di tangan istrinya itu.
"sini kotaknya",ucap tuan Harry dan nyonya Harry langsung memberikan kotak yang ia ambil dari laci ruang keluarga.
"sini sayang papa obatin",bujuk tuan Harry.
"pelan pelan ya pa, Larissa takut",lirih Larissa membuat ibu sambungnya itu semakin kesal dan menahan amarah.
"kena lagii,ahahha",ucap Larissa dalam hati.
"nikmat sekali hidup ku jika setiap hari aku terus mengganggu mu seperti ini, seperti apa yang telah kau lakukan pada ku di saat papa tidak berada di sisiku",ucapnya lagi dalam hati.
"sakit??",tanya tuan Harry.
"engga kok pa",jawab Larissa tersenyum manis.
setelah membersihkan luka dan sisa makanan yang tadi terjatuh juga pecahan kaca mereka memutuskan untuk keluar dari kamar Larissa dan berjalan menuju ruang makan untuk makan malam.
.
.
.
.
.
.
.
.