
suara itu menyadarkan kedua sahabat itu dan mencari ke arah asal suara itu,dan di sana ada seorang pria yang tengah berdiri memandangi kedua wanita itu.
dia adalah Ferdinand yang sedaritadi sudah memperhatikan kedua wanita yang saat ini ada di hadapannya,kedua wanita itu kaget dengan keberadaan nya belum lagi Ferdinand tidak mengecilkan sedikitpun volume suara nya.
"sutthh,Lo bisa diem ga sihhh, atau kecilin dikit aja suara lo". ucap Larissa yang kesal dengan Ferdinand,pasal nya ia berbicara dengan suara yang tidak bisa di jelaskan sebesar apa.
"urusan Lo apa?? ha?". jawab Ferdinand dengan santai menatap kedua wanita itu bergantian.
"ya ga ada,tapi tolong kali ini aja bantuin kita buat Lo jangan ngomong keras". ucap Larissa dengan nada berbisik dan itu sangat lah pelan.
"kalau gue ga mau, gimana??". ucap Ferdinand menantang.
"kalau aja ini ga lagi rumit urusannya udah gue jambak ni orang". gumam Larissa dalam hati.
"apa ha?? mau ngatain gue Lo??". tanya Ferdinand yang memperhatikan Larissa yang sedaritadi diam tak membalas pertanyaannya.
pertarungan mulut itu terus berlanjut sampai angel dan yang lainnya mendengar percakapan itu dari dalam kelas dan memutuskan untuk menghampiri si empunya suara.
"kaya nya ada orang di luar ayo samperin". ucap Angel pada teman-teman nya itu dan meninggalkan Selly dengan posisi yang sama.
angel dan teman temannya keluar dari ruang kelas itu dan menghampiri ketiga orang yang sedaritadi ribut entah apa yang mereka perdebatkan.
"Tuh,Lo nyari mereka kan itu mereka udah keluar". ucap Ferdinand pada Larissa yang berdiri membelakangi pintu masuk kelas.
Larissa membulatkan mata nya saat mendengar perkataan Ferdinand dan langsung membalikkan badannya.
"mampus gue,malah ga ngeliat lagi Aduhh ribet dah urusannya". gumam Larissa dalam hati dan sekarang tengah bingung harus melakukan apa.
"ngapain kalian di sini?? Lo juga Fer,ngapain di sini sama 2 orang ga jelas ini". ucap Angel pada Ferdinand sesekali melihat ke arah kedua wanita yang di sebutkan nya tadi.
"gue ga ngapa-ngapain kebetulan lewat doang dan ngeliat mereka di sini lagi ngeliatin kalian". jawab Ferdinand dengan santai nya.
"Ohh,gue tau. kalian mau gue buat kaya Selly juga kan??,ya udah ayo masuk. mangsa gue tambah banyak aja,kalau begini tiap hari kan enak gue". ucap Angel sambil terus tertawa.
"ga usah berfikir terlalu jauh,karena Lo ga akan bisa lakuin itu ke mereka". ucap Ferdinand pada angel dengan menajamkan penglihatan nya.
"maksud Lo??"tanya Angel yang sekarang tengah bingung dengan sikap Ferdinand.
"Lo ga akan bisa ganggu mereka". jawab Ferdinand tegas. jangan harap Lo bisa ganggu kehidupannya mereka".ucap nya lagi yang membuat suasana menjadi hening.
"Lo kesambet apa fer??tanya Angel bingung dengan sikap sepupu sekaligus ketua OSIS mereka.
"ga ada,gue cuma ga mau Lo ganggu mereka". ucap Ferdinand dengan wajah meyakinkan.
"udah kasian anak orang suruh pulang dia,Lo ga cape apa ngebully dia mulu. ga bisa apa Lo ga ngebully orang sehari aja,sehari aja loh ngel ga bisa apa??". ucap Ferdinand tanpa berfikir saat mengucapkan itu.
"ga lah,malah seru kalau begini tiap hari. gue lebih cepet dapet apa yang gue mau ahahha". ucap Angel dengan tawa meninggalkan mereka semua, begitu juga dengan teman temannya.
Larissa dan Claudia tak ambil pusing tentang perkataan angel yang entah mengenai apa,mereka malah langsung menuju kedalam kelas menghampiri Selly yang masih di dalam ruangan.
mereka mendapati Selly yang masih terikat dengan tali dan dengan keadaan yang acak acakan,kedua wanita itu membuka ikatan tali yang ada apa tangan dan kaki selly.
mereka membuka secara perlahan ikatan demi ikatan yang ada di sana, setelah selesai dengan tali itu mereka kemudian membatu Selly merapikan diri.
pergelangan tangan yang terikat tadi meninggalkan tanda merah di bekas ikatan itu,dah ada sedikit luka juga di beberapa bagian nya.
mereka memutuskan untuk membawa Selly keruang UKS untuk di berikan pertolongan pertama di sana.
"sel,ini tangan Lo luka kita ke UKS dulu aja ya sebelum balik". bujuk Larissa sambil terus memperhatikan luka itu.
"ga usah sa,gue bisa kok bersihin ini di rumah. ga banyak juga luka nya ntar juga pas pulang udah kering,gue cuci ke kamar mandi dulu aja ya". ucap Selly sambil memegangi luka nya .
"sel, tolong nurut sama kita. lagian di sana juga masih ada petugas UKS, gapapalah mereka agak pulang telat ahahha". bujuk Claudia juga untuk meyakinkan Selly agar mau ikut ke UKS.
"iya sel,ga lama kok cuma sebentar aja". ucap Larissa kembali.
setelah beberapa menit akhirnya Selly mau untuk mengobati luka nya di UKS, mereka pun berjalan menuju ruangan UKS.
di perjalanan menuju ruangan itu Claudia bertanya pada Selly tentang apa yang tadi terjadi pada Selly.
"Lo tadi kenapa sih?? kenapa ga ikut bareng kita aja,kenapa Lo harus di sana dan ngebuat orang orang itu tuh ya si banyak gaya itu ngebully Lo lagi. tanya Claudia pada Selly yang masih memegangi luka nya itu.
"gue gapapa kok,gue tadi mau ikut kalian tapi gue takut kalau nanti nambahin masalah". jawab Selly.
"nambahin masalah??". tanya Larissa
"ini masalah keluarga jadi ga usah di ceritain gapapa ya". jawab Selly.
"ya udah gapapa,tapi kalau nanti Lo mau cerita kasih tau kita ya. kita selalu mau jadi teman cerita Lo kok". ucap Larissa.
Larissa tau ada yang aneh dengan jawaban Selly tapi ia tak ambil pusing,begitu juga dengan Claudia yang masih setia mendampingi Selly.
tak lama mereka sampai di ruangan itu dan langsung masuk ke dalam,sayang nya saat masuk ke dalam sudah tak ada orang lagi di sana.
akhirnya Larissa memutuskan untuk mengobati luka Selly dengan bantuan Claudia, mereka mengambil peralatan itu dan mulai membersihkan luka di tangan Selly dan beberapa goresan di bagian kaki nya.
setelah selesai dengan luka itu mereka pun merapikan kembali apa yang mereka gunakan tadi ke tempat semula, setelah selesai mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.
"ya udah kalau gitu gue di luan ya,makasi udah bantuin gue tadi". ucap Selly dan tersenyum di akhir kalimat nya.
"iya sama sama,ya udah Lo hati hati ya". ucap Larissa pada Selly.
"Lo mau ikut gue ga sa?? ntar biar di anterin aja". usul Claudia yang jemputan nya sudah sampai.
"makasi,tapi gue takut nanti jemputan gue Dateng cla ntar kalau gue ga di sini di kira gue kemana mana lagi". ucap Larissa yang khawatir jika nanti ia tak ada di tempat biasa di jemput.
"udah gapapa ntar kan bisa di bilangin pas nyampe rumah". saran Claudia lagi.
" yaudah kalau gitu gue ikut,makasii cla maaf ngerepotin". ucap Larissa yang tengah duduk di salah satu kursi mobil.
"Lo kaya sama siapa aja deh sa".ucap Claudia di balas tawa oleh sahabatnya itu.
mobil pun berjalan menuju rumah Larissa yang tak jauh dari rumah Claudia,tak butuh waktu lama untuk sampai di tempat tujuan.
Larissa turun dari mobil dan hendak mengajak Claudia untuk singgah, namun hari ini ia ada latihan jadi tidak bisa singgah dan mengatakan di lain waktu saja.
Claudia memutuskan untuk pulang dan mobil pun berjalan menuju arah rumah nya,sebelum kendaraan milik sahabat nya itu hilang di pertigaan Larissa masih terus melihat ke arahnya.
dan sekarang Larissa sudah berada di kamar nya yang nyaman,kamar itu adalah istana yang di rindukan nya. tempat ternyaman di seluruh dunia yang adalah kasur miliknya.
tanpa sadar ia sudah tertidur pulas hingga matahari terbenam dan berganti dengan gelapnya malam,bulan pun sudah ada di atas dengan cahaya yang terang dengan indah nya.
Larissa terbangun dari tidurnya karena suara alarm yang sudah menunjukkan pukul 7 malam yang artinya ini sudah saatnya untuk makan malam.
Larissa lari ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, setelah semuanya selesai ia langsung turun ke bawah menuju ruang makan.
di rumah tak ada siapapun kecuali bibi dan salah satu penjaga keamanan rumahnya,dan ia akhirnya memutuskan untuk makan sendiri di sana.
karena ternyata kedua orangtuanya ada urusan penting jadi itu harus di selesaikan dengan cepat,kalau bisa selesai malam ini mereka akan pulang tapi jika tidak mereka akan di kantor masing masing dulu.
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
pagi sudah tiba matahari sudah menampakkan sinarnya dan larissa terbangun dari tidurnya akibat pancaran cahaya sinar mentari pagi itu.
"eumm,silau bangett sih,huayamm".ucap nya yang terbangun dan langsung duduk di kasurnya.
"apa mama sudah pulang?? inikan hari minggu harusnya hari ini kita jalan jalan kaya biasanya". gumam nya dalam hati dan masih di posisi yang sama.
"aku cek aja kali ya".ucap nya dan keluar dari kamarnya melihat ke arah bawah namun tak ada siapapun di sana.
Larissa akhirnya memutuskan untuk turun dan menuju dapur untuk mengambil segelas air karena ia sangat harus,setelah meminum segelas air itu ia kemudian mengambil cemilan dan membawanya ke ruang keluarga.
ia menyalakan tv mencari siaran yang asik untuk di tonton lalu mulai memakan cemilannya,tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 siang dan akhirnya ia memutuskan untuk makan siang.
"mama sama papa belum pulang juga ternyata,gue pikir bakal ada liburan hari ini ternyata mereka lagi sesibuk itu". ucap nya dalam hati sambil memasukkan sesendok nasi ke dalam mulutnya.
"sepi banget ni rumah,apa gue suruh Claudia aja ke sini?? atau gue aja yang main ke rumah dia?? ah gue bingung bangettt".gumam nya lagi dalam hati.
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
saat ini Larissa sudah ada di depan rumah Claudia ia tengah menekan bel yang ada di hadapannya itu,tadi setelah ia selesai makan ia memutuskan untuk ke rumah Claudia karena ia sudah benar benar merasa bosan.
gerbang rumah sudah di buka dan ada asisten rumah itu di sana,bibi itu mempersilahkan Larissa untuk masuk ke dalam.
"siapa bii?? tanya claudia dari dalam rumah.
"ini non,ada non Larissa". jawab bibi sambil membawa Larissa ikut masuk ke dalam.
"lah? ada apa Lo ke sini?? bosen ya ga ada temen ya?? ahahha". ledek Claudia.
"ia,gue bete di rumah malah ga ada siapa siapa yang ada cuma bibi sama supir papa". keluh Larissa yang kesal dengan pertanyaan sahabat nya itu.
"ahaha,pantes aja Lo kesini. udah gitu ga bilang bilang lagi untung gue ga kemana mana hari ini,ya udah ayo ke kamar aku". ucap Claudia sambil memegangi gelas yang ia bawa sedaritadi.
saat sampai di kamar Claudia meminta Larissa untuk menunggunya,karena ia ingin ke dapur dulu untuk mengambil makanan dan minuman yang akan di sediakan untuk Larissa.
"nih,buat Lo". ucap Claudia sambil memberikan minuman pada Larissa.
"makasi". ucap Larissa dan mengambil segelas minuman itu.
"mama papa Lo kemana sa??" tanya Claudia lalu meneguk minuman nya.
"mama masih di butik banyak pesanan katanya,kalau papa masih di kantor banyak urusan yang belum selesai. gue ga tau kenapa hari ini kerasa sepi aja gitu,semalem gue udah di tinggal sekarang juga kan gue kesel jadinya". keluh nya.
Ting tong (bunyi bel)
"siapa bii??". tanya Claudia dan menyebabkan cerita mereka harus terputus.
.
.
.
.
.
.
.