Larissa Christine

Larissa Christine
perkenalan



pagi ini begitu dingin tak seperti biasanya jam menunjukkan pukul 6 pagi semua orang sudah bergegas untuk melanjutkan aktivitasnya masing masing,begitu pula dengan Larissa ia sudah siap dengan segala sesuatu untuk di bawa ke sekolah.


Larissa Christine adalah seorang gadis belia yang masih duduk di bangku SMA, berparas cantik dan berkepribadian baik.


ia adalah anak dari salah satu pengusaha terkenal di kota nya,ayah nya juga seorang dermawan walau tak banyak yang tau tentang nya karena ayah ataupun keluarga lain nya sering menutupi keberadaannya.


ayahnya tak ada niatan lain tentang mengapa ia menyembunyikan identitas putrinya, Larissa pun tak pernah berniat untuk tau maksud dari kedua orangtuanya itu.


karena ia yakin ada maksud tertentu dari hal itu,dan benar saja karena posisi ayah nya yang sudah berada di atas pasti banyak yang akan menggangu ketenangan keluarga nya. itu lah sebab nya identitas Larissa tidak pernah di beritahu pada siapapun.


Larissa juga anak yang tertutup tak ingin banyak yang tau tentang diri nya karena itu juga dapat membahayakan keselamatannya dan keluarga nya. untuk berteman saja ia harus tau bagaimana orang itu ,ia juga tak sembarang untuk memberitahu dirinya.


pagi ini seperti biasa Larissa akan berangkat ke sekolah ia memakai seragam sekolah nya,baju putih lengan pendek dan tentu saja rok abu-abu panjang milik nya.


di sekolah mereka di wajibkan memakai rok panjang agar lebih leluasa melakukan kegiatan atau kejadian tak terduga.


jam menunjukan pukul 07.05 semua orang sudah tidak berada di rumah lagi yang tersisa hanya Larissa dan beberapa asisten rumah tangga di rumahnya.


Larissa turun dari lantai 2 menuju lantai 1 saat menuruni tangga ia sempat melihat ke arah arloji yang ada di tangannya itu. tak butuh waktu lama untuknya menuruni tangga ia langsung menuju ruang makan untuk mencari orangtuanya.


tapi saat sampai di meja makan ia tak menemukan satu orang pun di sana,yang ia temukan hanya beberapa kursi dan satu meja besar yang ada di sana. ia lupa pesan ibu nya semalam bahwa,ibu dan ayah nya akan pergi lebih cepat dari jam biasanya karena ada banyak hal yang harus di selesaikan.


"sial,gue lupa lagi kalau hari ini ga berangkat bareng mama malah udah jam segini". ucapnya dalam hati sambil melihat ke arah arloji yang ada di tangan nya itu.


ia mulai berjalan menuju keluar rumah dan benar saja dia tak melihat siapapun lagi di depan rumah mewah itu. entah apa yang ada di pikiran nya ia bergegas lari ke gerbang rumahnya,lalu membuka gerbang itu dan keluar dari sana.


rumah nya tak jauh dari jalan besar menuju sekolah nya,ia berjalan menuju jalan besar itu. saat sampai di sana,ia merogoh tas nya dan mengambil ponsel yang berada di sana.


ia mengotak-atik ponsel nya dan memesan ojek online, setelah itu ia menunggu di sana tapi sudah beberapa menit dia menunggu taksi itu belum juga datang.


ia mulai kesal dan khawatir karena jam sudah menunjukkan pukul 07.32 yang berarti kurang dari 15 menit ia harus sampai di sana karena tepat pukul 07.45 gerbang sekolah sudah di tutup.


"aduhhhh lama bener dah kemana ini taksi nya,ya Tuhan tolong bantu hamba mu ini aku sangat membutuhkan bantuan saat ini. Tuhan tolong turunkan malaikat mu kali ini saja aku membutuhkan nya". ucapnya bertubi tubi sambil menutup kedua matanya yang indah itu.


"Lo masih mau kaya gitu terus?? atau mau ikut gue ke sekolah" ucap seorang pria.


"Ferdi??"gumamnya dalam hati, ia kaget karena tak seperti biasanya Ferdi mau membantu seseorang bahkan itu wanita sekalipun,tapi hari ini ia memberikan tawaran untuk ikut dan naik motor miliknya itu.


"Lo masih mau bengong biar gue tinggal atau naik biar ga telat"ucap Ferdinand yang membuat Larissa langsung naik ke motor milik Ferdinand,awal nya Larissa ingin menolak ajakan Ferdinand tapi saat ia melihat ke arah jam ia tak lagi befikir iya langsung naik ke atas motor tersebut.


tak ada pembicaraan saat di perjalanan semua terasa begitu sunyi, yang ada hanya suara kendaraan yang juga melintas di sisi lain kendaraan mereka.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


mereka sampai di sekolah tepat waktu sebelum gerbang di tutup. didepan gerbang Ferdinand memaksa Larissa untuk turun dari motor miliknya itu.


"udah nyampe Lo turun di sini aja cepet."ucap nya dengan nada ketus.


"fer,itu tuh dikit lagi nyampe lohh. kenapa ga di sana aja gitu dikit lagi doang". balas Larissa dan meminta untuk ikut ke dalam sekolah.


"Lo ga ngerti gue tadi bilang apa??!". tanya Ferdinand yang mulai kesal dengan Larissa.


"gue ngerti tap-". belum selesai Larissa mengatakan apa yang ingin ia katakan Ferdinand langsung memotong pembicaraannya.


"gue bilang turun ya turun". bentak Ferdinand dengan nada sedikit tinggi.


"i- iyaa". Larissa turun karena bentakan yang di berikan Ferdinand,secara Larissa bukan lah anak yang kuat jika itu tentang suara keras.


Ferdinand menyalakan motornya dan pergi dari hadapan Larissa,karena ia kesal dengan jawaban dan permintaan Larissa itu. Larissa memutuskan untuk berjalan menuju ke


ruang kelas nya ,ia harus melewati lapangan besar dan beberapa kelas lain.


ia juga harus melewati tangga untuk menuju kelasnya yang berada di lantai dua itu,kelas yang besar dengan fasilitas lengkap di dalam nya.


saat sampai di depan ruang kelas nya Larissa langsung memasuki ruang kelas nya itu,di dalam sudah ramai dengan siswa siswi yang tak lain teman Larissa.


ia berjalan menuju bangku milik nya,ia duduk di sana dan memasukkan buku serta peralatan lain yang ia bawa dari rumah.


setelah selesai dengan peralatan nya ia mulai diam dan melihat ke arah luar jendela ia mendapati sosok pria itu, lagi.


ia masih kesal dengan perlakuan Ferdinand tadi,hingga akhirnya ia berdecak kesal walau sosok itu sudah tak terlihat lagi.


"baik sih tapi kalau ngebentak ya tetep jadi ga baik lah,tu orang bener bener buat gue kesel deh". Larissa terus saja mengatai Ferdinand dalam hatinya sampai tak sadar bahwa guru sudah berada di dalam kelas.


Larissa tersadar dari lamunannya saat salah satu temannya menepuk pundaknya dari arah belakang.


"sa, sadar heyy,Lo mau di laporin sama kepala sekolah karena di kira ga ngikutin jam pelajarannya pak Ali??" begitu claudia mengatakan itu Larissa tersadar dari lamunannya dan langsung melihat ke arah pak Ali guru killer nya itu.


dan Larissa menaikkan ibu jari miliknya dan menganggukkan kepalanya ,menandakan ia sudah sadar dan terimakasih atas apa yang di lakukan oleh Claudia.


pelajaran berlangsung dengan tenang tak ada keributan yang terjadi di dalam kelas itu,tentu saja karena guru yang sedang mengajar mereka adalah pak Ali. guru yang paling di takutkan semua murid karena ketegasannya itu,tapi bagus jika ada guru yang di takuti murid agar mereka tidak semena-mena terhadap guru.


tingg tonggg


bunyi bel menandakan jam pelajaran selesai berganti dengan jam istirahat,semua murid keluar dari kelas yang tersisa hanya tinggal beberapa murid perempuan termasuk Larissa dan Claudia.


"sa,Lo ga ke kantin??" tanya Claudia yang sudah selesai merapikan buku dan alat tulis yang ia gunakan selama belajar.


"kaya nya engga deh gue lagi males ke kantin,lagian gue udah bawa makanan ringan juga". ucap nya sambil merapikan buku dan alat tulisnya dan sesekali melihat ke arah Claudia yang sekarang sudah duduk di bangku kosong milik Larissa.


"serius Lo bawa makanan??".tanya Claudia yang begitu bersemangat, Larissa tak menjawab ia hanya menganggukkan kepala nya tanda bahwa pertanyaan yang di ajukan Claudia itu benar adanya.


"dimana dimana?? gue mau dong saa". tanya Claudia kembali pada Larissa,dan Larissa mengambil cemilan itu dari dalam laci meja nya.


"nih,Lo juga males ke kantin kan". ucap Larissa sembari memberikan cemilan itu pada Claudia dan langsung di terima oleh nya.


mereka mulai memakan cemilan itu di dalam kelas sambil bercerita tentang beberapa hal,mulai dari pembahasan tentang pelajaran tadi sampai entah kemana alurnya berlangsung.


tak lama setelah mereka selesai bel kembali berbunyi,menandakan waktu istirahat selesai dan kembali di lanjutkan ke jam pelajaran.


semua murid kembali ke dalam kelas ada yang masih membawa makanan di tangan nya,ada segerombolan anak laki-laki yang tengah asik bercanda tawa sambil berjalan,ada juga yang langsung duduk di bangkunya tanpa bersuara.


dan semua orang tau yang selalu diam itu adalah Selly, wanita yang paling pendiam dari semua nya dan dia salah satu korban bully dari Angel. Selly tak pernah melawan perlakuan angel padanya,ia tak pernah terlihat sedih ia selalu menunjukkan sisi bahagia dalam dirinya padahal mata nya tak pernah bisa berbohong dengan keadaan itu.


Angel salah satu pem-bully yang ada di sekolah,tak hanya Selly yang jadi korban nya masih banyak lagi. untung nya Selly sekelas dengan Larissa dan Claudia, mereka selalu menjaga Selly ketika mereka melihat angel mulai mendekati Selly.


Angel juga salah satu cucu dari pemilik sekolah itu sebab nya dia semena-mena dengan semuanya,dia memperlakukan orang lain seperti budaknya.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


Tingg tongg


bel sekolah berbunyi menandakan pelajaran telah usai dan semua murid dan guru boleh kembali kerumahnya masing masing.


"oke anak anak pelajaran hari ini selesai semoga apa yang saya ajarkan pada kalian bisa di cerna dengan sebaik mungkin,terimakasih dan sampai jumpa" ucap pak Arya


"BAIKK PAKK, TERIMAKASIH JUGA".jawab semua murid dan merapikan semua peralatan mereka,pak Arya juga keluar dair kelas.


semua murid keluar dari kelas dan kembali ke rumah masing masing dan sebagian dari mereka juga ada yang masih ingin kumpul kumpul. kelas sudah sepi yang tersisa hanya Larissa, Claudia dan Selly tentunya.


mereka berdua menghampiri Selly yang masih setia duduk di bangku miliknya itu.


"ly?? lo gapapa kan??".tanya Larissa yang curiga dengan p'rilaku Selly.


"gue gapapa kok cuma mau duduk bentar,ga lama lagi juga gue bakal balik". jawab Selly dengan santai agar kedua orang itu percaya padanya.


"oh ya udah kalau gitu kita balik di luan ya".ucapnya dan meninggalkan Selly yang menjawab pernyataan itu dengan anggukan.


Larissa dan Claudia meninggalkan Selly di dalam kelas mereka berjalan menuju gerbang kelas,namun ada beberapa orang mencurigakan yang melintas di dekat mereka.


tentu saja itu angel dan beberapa siswi lain yang ikut dalam kegiatan pembullyan siswa siswi di sekolah itu. mereka berjalan menuju kelas yang sekarang hanya terdapat Selly di sana,mereka menuju ke sana dengan begitu santai tapi Larissa dan Claudia mencurigai mereka semua.


awal nya Larissa dan sahabatnya itu hanya memperhatikan dari jauh,namun lama kelamaan semua perilaku mereka sangat mencurigakan. dan akhirnya Larissa dan Claudia memutuskan untuk mengikuti mereka memperhatikan setiap gerak-gerik mereka.


dan benar saja mereka memasuki pintu kelas itu dengan mendorong kuat pintu nya,ternyata pada saat Larissa dan Claudia pergi Selly langsung menutup pintu kelas mereka karena ia tau apa yang akan terjadi.


namun semua yang ia lakukan tidak membuahkan hasil malah menambah buruk masalah,dan sekarang angel dan beberapa siswi itu mulai masuk ke dalam kelas. dan menutup pintu kelas itu dengan rapat.


terdengar bunyi benturan keras dari dalam ruangan itu,hingga membuat Larissa dan Claudia menghampiri mereka dengan mengendap-endap.


suara itu terdengar lagi dan ternyata suara itu berasal dari pukulan meja yang sangat keras dan angel yang membuat nya.


"kalau Lo mau aman lo harus turutin mau gue". ucap Angel sambil memegang dagu Selly dengan satu tangannya dan satunya lagi memegang salah satu sisi kursi yang di duduki Selly.


Selly meng-iyakan ucapan Angel dengan cara menganggukkan kepalanya, sekarang ia benar benar tersiksa di sana. tangannya di ikan kebelakang dan ia di dudukkan di salah satu kursi. ia juga di kelilingi oleh teman teman angel yang lainnya.


"nah gitu dong,kalau kaya gini kan Li ga bakalan kita siksa dan Lo juga ga akan ngerasain sakit tiap hari. coba aja Lo nurut tiap hari kan kita seneng ya ga perlu repot repot nyiksa Lo". ucap nya dan melepaskan tangannya dari wajah Selly.


Larissa yang mendengar itu hendak masuk ke dalam kelas dan memukul semua orang yang membully Selly saat ini,walau itu niatan baik namun itu juga dapat menyebabkan kan masalah pada dirinya nanti.


Claudia juga menarik tangan sahabat nya itu saat ia mengetahui apa yang akan Larissa lakukan.


"ga usah berlagak jadi pahlawan kesiangan,ntar Lo berdua juga kena imbasnya".


.


.


.


.


.


.


.