
Happy reading
...Typo bertebaran ...
...♤♡♡♤...
Hendery ingin sekali dikick dari bumi dan dari manapun.
Melihat dua orang di samping kanan kirinya bersender dengan keadaan yang sedikit mirip.
Kun dan mark.
Hendery takut, ia beripikir jika ada seseorang yang menjahati mereka pasti ia akan kabur menyelamatkan diri begitu pula jika ada hewan buas tapi
Bagaimana dengan kedua orang ini?
Ia ingin menangis saja, tidak bisa pula ia membawa kedua orang itu untuk ia selamatkan sekaligus.
Bayangkan mereka berdua tidak bisa berjalan!!, ia tidak akan tega menyuruh kun yang lebih tua darinya untuk ngesot apalagi menyuruh mark untuk ngesot? Bahkan berteriak saja tidak bisa
Hendery terus menangisi nasibnya saat ini, sudah hampir 4 jam jika ia tebak mungkin ini sudah jam 12 malam atau mungkin 2 subuh?
Melihat kun dan mark yang tertidur? Mungkin pingsan atau mati? Hendery hanya memandangi wajah mereka yang sangat tenang itu beda dengannya yang sudah pucat.
Ia harus sadar diri, hanya dirinya yang masih bisa mencari pertolongan, ia ingin mencarinya tapi hendery sangatlah
Takut.
Takut berpencar di hutan sendirian eughhh membayangkannya saja sudah bikin ia mual.
Merasa ada sedikit gerakan, membuat tidur pulas kun terganggu, matanya berkedip dan menjauhkan wajahnya dari bahu hendery lalu menatapnya.
"Kenapa dery?" Ucap kun sambil menguap. Hendery menggeleng dan terus menguatkan diri sendiri.
Ia pun yang sudah bertekad berdiri, lalu menahan bahu kun. "Gege, gua bakal pergi sebentar cari bantuan, lu bisa kan jaga mark dan diri sendiri di sini?" Tanya hendery, kun sedikit terharu mendengarnya. Ia pikir riwayatnya hanya akan habis disini bersama hendery yang tidak berpikir dan selalu tidak percaya akan nasib.
"Okey okey lo bisa pergi sekarang hiks" satu isakan lolos dari kun. Hendery ikutan sedih, ia berpikir kun khawatir ia akan termakan sesuatu kah or something like that
"Gege jangan nangis, arachi?" Hendery jadi tidak ingin pergi rasanya.
Kun mengangguk lalu mendorong hendery sedikit kasar, memintanya agar cepat pergi, ia muak melihat hendery yang bengong berjam jam di sampingnya sekalinya pergi bukannya mendapat makanan malah mendapat canadian boy, seriously? Kun ingin menamparnya saja.
Mana mark selalu menggunakan "help , help , help" kun teh hanya bisa "naon"
Melihat punggung hendery yang perlahan menjauh membuatnya tersenyum senang dan menghapus sisa air matanya, lalu terkekeh.
Ia menoleh ke mark yang entah pingsan atau sudah tiada.
"Mark kita akan selamat pasti, gua yakin hendery pasti bisa nolongin kita
Agak.a hiks"
...♤♡♡♤...
Doyoung yang sejak tadi mondar mandir terus memikirkan tentang penjelasan dari jungwoo tadi, menggigit jarinya yang sudah mengeluarkan darah sedari tadi.
"Hahh..... hahh... hahh"
"TOLONGG!!... TOLONGG"
Doyoung menoleh ke arah suara begitu jungwoo yang hampir tertidur.
Dari kejauhan ia bisa melihat taeyong dengan sebuah tumpukan besar dipunggungnya, lebih tetkejut lagi dengan keadaannya yang sudah jauh dari kata baik. Lebih kotor dari saat awal taeyong terbangun. Ditambah luka luka di sekujur tubuhnya.
"Tolongg... hahh...hahh" taeyong yang berusaha untuk terus berlari malah terjatuh jangan lupa seorang yang ia bawa pun ikut terjatuh.
"TAEYONGG!!!" Doyoung berlari menghampiri taeyong, lalu memeluknya erat, taeyong bahkan sudah tidak sanggup membalas pelukan doyoung, nafasnya sangat terengah engah.
"Taeyongg.. hiks darii mana sihh! Udah pergi lama dateng² sekarat!!" Bentak doyoung sambil menangis, tanganya beralih mengusap wajah taeyong yang kotor walau tidak ada luka tapi banyaknya tanah yang menempel.
"D-doyoungiee? Ammu suda bangun" jawab taeyong lemah, ia menyender di dada doyoung. Doyoung mengangguk cepet.
"Hahh hahh yongie ttadi ketemu ittu, tapi ia jatuh ttadi ke bawah y-yongie mawu bantuin eh malah ikutan jatuh hiks" doyoung sedikit menyipitkan matanya 'ngomong apasih'.
"Hiks.. i-iya si ittu siapa?" Doyoung mengelus elus rambut taeyong lembut.
"Itu y-"
"T-t-tolong bi-bisa dijeda dulu pelukannya? Ini s-sakit banget sat" lirih seseorang yang taeyong gendong tadi.
Doyoung menoleh kearahnya, menyipitkan matanya.
"Yuta?"
...♤♡♡♤...
Syalalala syalalalla
Hendery berjalan dengan senandung ria, juga loncat loncat kesenengan.
Ia merasa menyusuri hutan tidak semenakutkan itu, bahkan ia bertemu wanita cantik bahkan guling yang sudah kotor pasti ada seseorang yang berkemah disini.
Bahkan ia melihat anak kecil berlarian tanpa baju hanya ****** *****, ia yakin itu cucu tarzan.
Hendery dengan dua buah semangka yang ia dapat dari wanita itu pun terus mengeluarkan senyuman. Sekarang ia sedang berjalan menghampiri mark dan kun untuk menyantap buah itu.
Untungnya ia sudah memasang tanda agar ia tidak tersesat saat pulang nanti.
Namun lama kelamaan senyum itu pudar digantikan wajah datarnya, hendery sebenarnya takut tapi akibat rasa lelah ia menjadi kesal.
Sudah berjamjam berjalan dihutan dan sudah berada di tempat ia yakin kun dan mark berada.
Namun
Kun dan mark tiada disitu.
Apa mereka kabur meninggalkan hendery sendiri? Tidak mungkin.
"Mark"
"Gua bawa semangka nih"
"Gamau?"
"Serius enak ini"
"Yaudah deh"
Baru ancang ancang ingin membelah semangka itu dengan satu tinjuan ia tersenyum mendengar suara dari semak semak.
Ia yakin itu mereka berdua.
Iyalah, hanya mereka yang berada disemak semak kan harus ngesot.
"Sini lah buru, gausah malu mal-"
"DIA DISINI TUAN!!" teriak seseorang membuat hendery menoleh kaget, kepalanya menoleh kanan kiri, ia sudah dikepung 1.. 2...5 ! 5 ia dikepung 5 orang dengan ia membelakangi pohon.
Tanpa sadar semangka yang ia pegang menggelinding.
Hendery dibekap, tangan dan kakinya langsung diikat, memberontak pun percuma.
Orang orang itu memakai pakaian eumm seperti jaman dulu? Yang penting sangat bertolak belakang dengan yang hendery kenakan sekarang. Kaos oblong berwarna merah dengan celana jeans panjang. Dan mereka? Seperti pengawal di zaman dahulu.
Mereka menyeret hendery seperti karung begitu pula saat mengangkat badannya di bahu mereka.
Hendery terus meronta namun tak lama ia terdiam menerima nasib.
...♤♡♡♤...
Taeyong dengan tertatih² berusaha memapah jungwoo yang tidak bisa berjalan dengan lancar akibat sebelah kakinya keseleo.
Begitu pula doyoung yang menggendong yuta di punggungnya, badan putihnya ternodai tanah liat.
Ia merasa yuta tidak bergerak sama sekali dalam gendongannya. Sepertinya pingsan ?
Sepertinya
Doyoung menggeleng kuat untuk berhenti memikirkan yang tidak tidak.
Ia menghela napas kasar, melirik taeyong yang terus berusaha berjalan, ia menatapnya sendu, niatnya ingin menyuruh untuk berdiam dulu di bawah pohon.
"AAAAKKHHHHH"
teriakan yang sangat keras itu membuat doyoung dan taeyong menoleh cepat, tidak dengan jungwoo yang sangat lelah hanya untuk menoleh.
Mereka waspada saat suara larian seseorang semakin mendekat, doyoung sudah menidurkan yuta dibalik semak² agar sedikit aman begitu pula jungwoo.
Suara itu semakin mendekat membuat doyoung sedikit ketakutan.
"AAAAKKHH OWA OWAA TOLONG" teriaknya sampai.
BRUGH
Doyoung tersentak begitu taeyong akibat suara debuman keras dari arah belakangnya, ia menoleh dan
"Jisung?" Gumam doyoung.
Taeyong menghampiri jisung yang terjatuh akibat berlari yang tergesa gesa, ia mendudukan jisung lalu membantu agar nafasnya tidak sememburu tadi.
"Jisungie kamu gapapa?" Tanya panik taeyong, ia tau sangat jisung itu sangat amat manja dan royal sekali ia yakin jisung lebih ketakutan dari mereka berempat.
"Taeyong hyung? Hyung .... HUWAAAAA" jisung menangis kencang, wajah tampannya entah sejak kapan berubah sangat jelek.
Jungwoo bahkan langsung bisa menoleh akibat tangisannya yang amat keras.
"Omo ! Omo omo, jisungie kenapa hum? Ayo ayo jangan nangis" taeyong memeluk jisung, menepuk punggungnya pelan sampai jisung sedikit tenang.
Jisung pun memeluk taeyong dengan.
"Huwaaaaa... eomaaa" namun ia tetap menangis dengan pekikan memanggil ibunya.
...♤♡♡♤...
"Sekarang udah sedikit tenang?" Doyoung mengusap lembut punggung jisung yang masih sedikit sesenggukan.
Jiwa keibuan taeyong ingin sekali memberinya air minum namun bagaimana mereka saja tidak puna air dan makanan sejak terbangun di hutan belantara ini.
Dan tidak tau harus mencarinya dimana.
"Hiks hiks" walau sudah tidak menangis namun bibir yang ditekuk kebawah membuat taeyong memeluk jisung kembali.
Bahkan jungwoo sudah tertidur akibat hari sudah sangat malam. Dan yuta yang masih belum sadar tertidur di tanah dengan kepada bersandar di paha jungwoo.
"Cup cup cup jisungie kenapa?"
"Hiks icung takut tadii bangun udah ada disini" ucap jisung walau masih sesenggukan doyoung dan taeyong masih mengerti dengan apa yang ia ucapkan.
"Jisungie jangan takut ya? Ada taeyong sama doyoungie terus ada jungwoo dan err yuta juga jadi jangan takut ya" ucap taeyong berusaha menenangkan jisung.
"tapi .. kenapa hyung juga ada disini? APA KITA DICULIK" tanya jisung dengan sedikit teriak di kalimat terakhirnya. Taeyong mengernyit saat jisung teriak tepat di sebelah telinganya namun ia tetap tersenyum.
Doyoung pun jadi memikirkan apa yang dikatakan jisung tadi.
Apa mereka benar diculik?
Doyoung bersumpah ia tidak ingat mengapa bisa disini dan dimana ia terakhir kali sebelum terbangun di hutan? Ia pun tidak ingat.
Namun mengapa mereka masih bisa mengingat satu sama lain?
...♤♡♡♤...
...Tbc...