
Taeyong terduduk di atas ayunan dengan sebuah buku tebal berisikan sejarah adanya kerajaan kerajaan yang sudah menjabat bertahun tahun di negrinya bahkan ada kerajaan ia sendiri.
taeyong membacanya tanpa bosan pada buku yang super tebal itu, mengayunkan kakinya kesana kemari. Tanpa menyadari jaehyun yang berada dibelakangnya.
"aku menyesal memberimu buku itu" ucap jaehyun tiba tiba.
Taeyong terkejut hampir terjatuh jika jaehyun tidak menahan badannya agar tak jatuh kebelakang maupun ke depan.
"Ah kamchagi, bisakah kamu tak dapat tiba tiba seperti itu" kesal taeyong pada jaehyun yang terkekeh di belakangnya.
jaehyun ikut terduduk di ayunan satunya, padahal ayunan ini cukup tinggi untuk ukuran orang dewasa seperti mereka namun mengapa taeyong masih bisa meejuntaikan kakinya kesana kemari sedangkan jaehyun kakinya menapak bahkan sedikit menekuk.
"kenapa kau menyesal memberiku buku ini?" Tanya taeyong tanpa menoleh kearahnya fokusnya benar benar tak pecah dari buku itu walau sudah dikagetkan pun.
"karena itu atensimu hanya kepada buku bukan kepadaku"
taeyong lalu menoleh kearah jaehyun, dan mengusap surainya. Dan terkekeh "aigoo, aku tidak mungkin mencuekanmu hanya karena buku, kita sahabat kan, aku bersyukur kau mau membantuku membalikan ingatan dan membantu mengingat seluk beluk kerajaan ini" bukan tanpa sengaja jaehyun mengajarkan dan membantu taeyong mengembalikan ingatannya.
taeyong akan menjadi raja suatu saat nanti untuk kerajaan lee sama dengannya untuk kerajaan jung, jadi wajar ia membantu sahabat kecilnya.
dan sekalian membuat taeyong mengingat kenangan manis yang mereka buat sejak dulu.
Jaehyun tersenyum sendu.
'sahabat'
iya mereka hanyalah sahabat dari kecil yang dipertemukan jaejoong dan yunho untuk menjadi sahabat karib sama seperti ayah mereka.
...♤♡♡♤...
Taeyong lagi lagi berdecak kagum melihat jaehyun dengan lancar menjelaskan setiap sisi kerajaan lee yang sering dikunjungi taeyong dulu.
Apa memang sedekat itu mereka dulu.
Salah satunya jaehyun bilang taeyong sangat suka berada diperpustakaan, bukan hanya ia sih namun pula jaehyun jadi mereka berdua akan lebih menyukai menghabiskan waktu diperpustakaan membaca buku tentang sejarah dan ekonomi kerajaan dibandingkan berkuda dan bersenang senang seperti pangeran diluar sana.
Mengingat saat jaehyun menjelaskan tempat tempat yang disenangi taeyong, taeyong bisa menyimpulkan bahwa
Tempat yang ia sukai adalah tempat yang juga disukai jaehyun.
seakan kesamaan mereka memang banyak.
membuat taeyong tersenyum sendiri melihat jaehyun yang sedang membaca buku setelah habis berkeliling menceritakan tempat tempat yang ia sukai.
taeyong juga membaca sama seperti buku kemarin sejarah keluarga lee, agar ia bisa tahu apa saja yang dialami keluarganya dulu, sebagai calon raja ia harus tahu kan.
dan jaehyun lebih memilih membaca ekonomi kerajaan agar makin mengetahui bagaimana menghitung keuangan kerajaannya sendiri tanpa harus mempunyai menteri keuangan, ia tidak mau uang untuk rakyatnya di ambil begitu saja oleh orang yang tak bertanggung jawab. Dan juga agar ia tahu penghitungan pokok jualan agar tak rugi.
Mereka asyik dalam pikiran masing masing, sangat fokus. Jika sudah dalam perpus dan membuka buku masing masing jangan harap untuk jaehyun membuka suara bahkan dikagetkan saja mungkin tidak akan latah, hanya jaehyun yang berbicara sendiri akibat diacuhkan.
"jaehyun-aa" panggilnya masih tak digubris.
"jaehyun?" masih tetap sama.
"jaehyunieee" jaehyun hanya berdehem.
"jung jaehyunnn eung?" Taeyong mempoutkan bibirnya tanpa sadar bertingkah imut membuat jaehyun menatapnya.
"apa?" Atensinya kembali kepada buku bukunya.
"ayo pergi keluar" ucap antusias taeyong sambil memperhatikan salju diluar dari jendela.
"kau tak liat, banyak salju diluar kau akan kedinginan"
taeyong mengerucutkan bibirnya, ia ingin keluar lagi pula salju diluar masih belum menutupi rumput dan tanah.
"Sekali saja jaehyun-aa ya ya ya" mohon taeyong, ia sudah mencondongkan tubuhnya memegang tangan jaehyun.
Jaehyun menghela nafas. Tak tega tapi tak mau juga membuat taeyong sedih. melirik sebentar ke luar jendela lalu menarik lengan taeyong ke arah kamarnya.
Jaehyun mengambil jaket besar berbulu domba lalu memasangkannya pada taeyong. Tak lupa memakaikannya syal dan topi. Memakaikan taeyong celana tebal padahal ia sudah memakai celana yang lumayan tebal sebelumnya.
dan jaehyun mengganti sepatunya menjadi lebih tebal.
sungguh ini sudah sangat hangat mungkin ia akan kepanasan.
"jja ayo pergi" jaehyun menarik lengan taeyong keluar istana. Taeyong lagi lagi mengerucutkan bibirnya. Lihat ia sungguh sangat besar akibat pakaian ini sedangkan jaehyun? ia malah masih memakai baju yang sama dari perpustakaan iya baju berwarna putih yang tak tipis dan juga tak tebal.
"jaehyun-aa kamu tak memakai jaket juga? Ini lumayan dingin" taeyong kira walaupun sudah memakai pakaian tebal seperti ini akan sangat hangat tapi tetap saja padahal salju belum lumayan banyak.
Jaehyun menggeleng. "Tidak"
taeyong tak percaya, ia pun menarik jaehyun menghadapnya melepas syal yang melingkar erat di lehernya lalu berjinjit untuk memakaikannya kepada jaehyun melilitkannya erat sampai mulut jaehyun tertutup.
"setindaknya pakai itu kkk" taeyong tertawa kecil hingga menampilkan senyum cerahnya.
jaehyun terpaku, ditempat sampai taeyong harus menggerak gerakan badannya terlebih dahulu.
"jaehyun? Eoh kenapa?" Taeyong memiringkan kepalanya bingung.
"a-ah tidak" jaehyun dengan cepat membuang arah dari taeyong dan berjalan lebih dulu.
"yakk jaehyun-aa tunggu" taeyong dengan pakaiannya berusaha berlari mengejar jaehyun.
yang tanpa ia sadari telinga jaehyun memerah.
...♤♡♡♤...
Taeyong berada dikamarnya, terduduk tepat didepan perapian badannya tertutup dengan selimut tebal dengan susu coklat panas digengamannya.
jaehyun datang dengan kayu menambah perapian.
"Sudah merasa lebih baik?" tanyanya khawatir, ia menyesal memperbolehkan anak nakal ini bermain dan berguling guling di rumput yang sudah ditimpa salju itu.
Jaehyun mengangguk. Daa keluar sebentar meminta pelayan membuatkannya.
"Yak kenapa kau tidak kedingingan juga!?" Tanya taeyong sengit saat jaehyun datang dengan susu coklat panas permintaanya.
"kau lupa, aku tidak bermain dengan salju sedari tadi"
"tapi kan kamu memakai baju yang sangat mudah kedinginan!!"
Jaehyun hanya diam, masih membuat perapian dan menoleh melihat wajah kesal taeyong yang menggemaskan menurutnya.
Jaehyun mengusap rambut taeyong yang lumayan dingin itu, taeyong terdiam dan menikmati usapan taeyong dipucuk kepalanya itu.
"Masih Sangat dingin" gumamnya.
"kau mau yang lebih hangat?"
♤♡♡♤
disini taeyong diatas kasur dirinya dengan jaehyun disampingnya mendekap dirinya erat dari samping jangan lupakan selimut tebal menyembunyikan badan mereka berdua.
sungguh taeyong menyesal menerima tawaran jaehyun yang akan memeluknya ia kira hanya pelukan tidak diatas kasur. Jantungnya berdetak sangat cepat.
"sudah merasa lebih hangat?" taeyong merasa jaehyun mengusap punggungnya lembut, bohong jika ia berkata tidak hangat, ini lebih hangat daripada di hadapan perapian.
Taeyong mengangguk tangannya berada di dada bidang jaehyun begitupun kepalanya ia sembunyikan didada bidang jaehyun.
jaehyun pun merasa badan taeyong sudah lebih hangat, ia terus mengusap punggung taeyong lembut tanpa terpikirkan taeyong yang sudah merah padam disampingnya.
"Kau tidur?" jaehyun memecahkan keheningan malam itu. tanpa disadar hari sudah gelap.
"tidak"
"Tidurlah" jaehyun memeluk taeyong kedua tangannya mengusap punggung dan kepala taeyong.
taeyong kaget tubuh mereka semakin dekat dan menempel.
"A-aku tidak bisa tidur"
jaehyun terdiam sesaat, biasanya taeyong akan tertidur diperpustakaan akibat membaca banya buku, tidak mungkin ia menyuruh taeyong membaca bucu dalam keadaan seperti ini.
"aku rindu doyoung" lamunan jaehyun buyar, ia sedikit mengernyit.
"doyoung? Kim doyoung? kau mengingatnya?" taeyong mengangguk didekapannya.
"heeum, dia yang ku temui pertama kali saat dihutan"
"Kau mengingat pangeran doyoung tapi tidak denganku" jaehyun menatap salju diluar jendela yang semakin lebat dengan sendu.
"aku tidak tau" taeyong membuat pola abstrak di dada jaehyun.
Jaehyun menghela nafas panjang. "Kau ingin menemui pangeran doyoung?" taeyong mendongak dan mengangguk cepat.
"mau mauu"
Jaehyun terkekeh. "Baiklah besok kita pergi ke kerajaan kim"
"apakah jauh?" Taeyong mulai menyandarkan kepalanya di dada bidang jaehyun. Jaehyun menggeleng.
"tidak, jika dari kediamanmu akan jauh tapi tidak dari kediaman ku itu sangat dekat"
"Jadi kita akan melewati kerajaan jung?" Tanya taeyong semangat. Jaehyun mengangguk.
"apa kita akan berkunjung ke kerajaan jung" tanpa sadar taeyong sedikit mengangkat badannya dan bertumpu di dada bidang jaehyun. Jaehyun tertawa kecil.
"kau mau kekerajaanku?" Taeyong mengangguk cepat wajahnya imut sekali seperti puppy.
"Haha baiklah kau akan menginap disana beberapa hari, aku akan meminta persetujuan ayahmu" jaehyun mengusap surai taeyong lagi mungkin itu akan menjadi hobinya.
"Woahh sayang jaehyun banyak banyak" taeyong memeluk leher jaehyun tanpa sadar. Jaehyun lagi lagi terkejut.
"T-taeyong?" Taeyong memundurkan dirinya, dan menatap jaehyun seolah 'apa aku salah melakukan itu?' .
Jaehyun menggeleng, tepat saat ia membuang muka jendela terbuka lebar. Membuat beberapa salju masuk kedalam dan udaranya yang sedang buruk membuat tubuh taeyong kedingin kembali.
jaehyun berdiri menutup jendela itu rapat memastikan tidak akan terbuka, lalu menambahkan kayu pada perapian.
menghampiri taeyong yang kembali memeluk dirinya sendiri.
"apa dingin sekali?" taeyong mengangguk. jaehyun menyingkap selimut dan mendudukan dirinya dikasur samping taeyong.
Menarik taeyong dari samping agar bisa ia dekap seperti tadi. Hampir 10 menit ia mendekal taeyong. "Masih dingin?" Taeyong mengangguk.
Seakan dinginnya salju merembas masuk dari tembok kamarnya. Jaehyun menarik taeyong dengan cepat berada dipangkuannya lalu memeluk pinggangnya erat. Taeyong terkejut menatap jaehyun kaget.
jaehyun menarik pinggangnya semakin mendekat. Taeyong reflek memeluk leher jaehyun. Taeyong merasa deru nafas jaehyun menyapu lehernya dan itu membuat tubuhnya menjadi sedikit hangat.
Taeyong menyenderkan kepalanya di bahu jaehyun, taeyong mengantuk akibat usapan di kepalanya dan tepukan pelan di bokongnya dari jaehyun.
Sebenarnya ia tidak bisa tidur akibat rasa nyaman dan jantungnya berdebar debar dalam posisi seperti ini.
"Selamat tidur taeyong-aa" ucapan jaehyun seakan menghinoptisnya, ia sudah tidur menuju alam mimpi.
Jika saja ia tahu bahwa jaehyun merasakan hal yang sama dengannya bahkan lebih.
padahal jaehyun ingat mereka tidak pernah melakukan skinship dulu karena taeyong tidak menyukainya.
apakah ia punya kemajuan?.
...♤♡♡♤...
tbc