Improve | NCTOT23 | Bxb

Improve | NCTOT23 | Bxb
2 | terbangun 0.1



Happy reading


Yang ga happy jadi bocilku ehe


...♤♡♡♤...


Setelah bengong berjam jam, dengan pikiran.


Ini bukan mimpi


Bukan mimpi


Bukan mimpi


Bukan mimpi


BUKAN MIMPI


Hendery terduduk lesu, pasalnya ia sangat tidak suka disini, kotor bahkan ia harus duduk ditanah.


Jangan lupakan kun yang ia temukan di balik semak semak dengan keadaan tidak bisa berjalan sama sekali.


namun yang tidak bisa berjalan malah yang memiliki semangat ingin keluar dari hutan sedangkan hendery yang masih sehat wal afiat sudah menyerah.


Seperti sekarang kun sudah mengambil beberapa ranting pohon, batu dan beberapa daun yang memiliki dahan yang lebar.


Tentunya ia mencari yang terdekat ia masih bisa sadar diri dalam keadaan ngesot untuk mengambil itu semua kecuali hendery yang entah kemana pikiran anak itu.


Kun menumpukkan ranting itu menjadi sebuah gundukan yang tak besar, lalu menggesekan 2 batu untuk dijadikan api agar bisa menerangi mereka karena hari sudah mulai gelap.


"Kun ge" yang dipanggil hanya berdehem.


"Kun" kun yang emosi memilih diam.


"Kun gege"


"Manggil lagi gua gampar" hendery diam seribu bahasa.


Melihat hendery yang seperti mayat hidup Kun menghela napasnya kasar "apa dery?" Tanyanya lembut.


Sebenarnya ia juga kesal dengan hendery yang tidak membantunya apa apa hanya membantu menggendongnya dari balik semak² ke sini.


"Ga jadi" hendery menggeleng pelan lalu menyender di pohon yang dibelakangnya.


Kun hanya bisa meremat batu yang ia pegang untuk menyalurkan emosi.


...♤♡♡♤...


..."...


Pelangi pelangi alangkah indahmu


Merah kuning hijau dilangit yang biru


Pelukismu agung


Siapa gerangan


Pelangi pelangi


Ciptaan yongie" jungwoo menyanyi tanpa sadar sambil menulis abstrak di tanah dengan ranting pohon. Taeyong yang namanya disebut sebut hanya menggelengkan kepalanya.


Taeyong berpikir sejenak lalu berdiri, meregangkan tubuhnya sebentar lalu tersenyum lebar berusaha menyemangatkan dirinya sendiri.


Ia tidak boleh hanya diam saja menunggu pertolongan sedangkan kedua temannya sedang kesulitan untuk diri mereka sendiri, mana hari sudah mulai gelap.


"Nah uwu!! Tunggu sini yah jagain doyoung! Yongie mau pergi sebentar nyari sesuatu yang bisa kita pake buat bermalaman dan sekalian mencari makan malam" taeyong memegang kedua bahu jungwoo, jungwoo mengedip kedipkan matanya lucu. Membuat taeyong gemas sendiri.


"E-eumm okey" jungwoo menunduk dan memainkan jarinya.


"Tunggu yongie yaa!! Bentar aja!" Taeyong berjalan menyusuri hutan sendiri dengan sedikit terburu buru karena langit sudah mulai gelap.


Jungwoo yang melihat punggung taeyong semakin menjauh pun menarik doyoung agar mendekat kearahnya, ia takut akan dimakan binatang buas sendirian, kalo dimakan berdua ya its okey.


Jungwoo menatap wajah doyoung yang berada dipangkuannya, wajah putih yang  ada jiplakan sepatu dan tanah itu masih terlihat imut dan menggemaskan walau saat tertidur.


Jungwoo menekan nekan pipi doyoung, berharap sang empu terbangun namun nihil, mata jungwoo berbinar lama lama ia ketakutan juga, mana taeyong tidak balik balik sejak tadi.


Plak plak plak


Jungwoo menampar pipi doyoung, yang awalnya hanya geplakan biasa menjadi keras. Jungwoo memohon semoga dewi fortuna membangunkan doyoung.


"Doyoungg hyung?... ayoo bangun hiks" satu isakan keluar dari mulut jungwoo tanpa sadar


"Eung ?


"WAAHHH DOYOUNG HYUNGG" jungwoo yang melihat doyoung sadar pun memeluknya erat, menyalurkan rasa takutnya ke doyoung, doyoung yang dipeluk masih memasang wajah cengonya.


Yah bagaimana lagi, ia baru sadar dan sudah disuruh menenangkan orang yang menangis tanpa ia tau akibatnya.


Doyoung pun mau tak mau memeluk balik jungwoo.


"Eeh? Uwu kenapa?" Tanyanya, jungwoo menggeleng pelan.


"Takut" cicitnya.


Doyoung pun melihat sekeliling, otaknya yang baru sadar itu langsung berpikir cepat. Dengan sigapnya ia sampai membuat kesimpulan.


Ia ingin bertanya pada jungwoo namun ia takut akan kesal bertanya dengan orang yang sedang menangis bukannya mendapatkan jawaban yang sesuai malah tangisan yang lebih keras.


"Uwu?" Jungwoo mendongak, tangisnya yang pecah itu membuat doyoung tak tega dan memilih kembali memeluk jungwoo erat.


...♤♡♡♤...


Hendery mencari sesuatu yang bisa dimakan, berdiam diri dan membayangkan ini hanya mimpi saja membuatnya lapar, sebenarnya ada makanan yang ditawarkan kun padanya.


Rumput.


Karena kun tidak bisa memanjat untuk mengambil buah ataupun berburu hewan, jadi ia membakar rumput lalu memakannya, ntah lidahnya sudah mati rasa.


Tidak dengan hendery seenggaknya ia tidak memakan rumput yang sudah atau belum dinjak seseorang.


Hendery menyusuri semak semak, siapa tau ada hewan berkeliaran namun ia berdoa bukan hewan buas, ia berharap itu rusa atau semacamnya yang bisa ia bakar dan makan.


"Sshh ahh"


Hendery cengo, itu suara orang kesakitan atau 🌚


"Aduh bahaya nih" niatnya ingin kabur namun hendery malah mencari asal suara itu.


"Aahh aghh" suaranya makin jelas, hendery mengernyit suara yang ia dengar hanya suara lelaki


Mana suara wanitanya?


Apa ia solo?


Hendery menyibak semak semak itu yang ia yakin suara itu ada dibaliknya.


"Nah ketauan kan l-" hendery menoleh ke kanan kiri, ia tidak menemukan siapapun. Hendery merinding. Ia dengan terburu buru berbalik arah namun


"S-s...siapa.. it-itu?" Lirih seseorang, hendery membeku, nafasnya tercekat, ia ingin resign saja dari bumi.


"P-pleasee.."


"Please.. help m-me, i-it hurts... so damn it ah" ucapnya terbata bata.


Hendery berbalik dengan kilat akibat 'emang setan bisa binggris?', hendery mencari asal suara itu pandangannya hanya ke kanan kiri dan atas hanya itu.


"Aghh d-down be-below... , y-you idiot" merasa dihina, ia pun dengan rasa ingin mencekik menghadap bawah, namun setelahnya rasa ingin mencekik itu hilang perlahan melihat kondisi orang itu.


Kepala mengeluarkan darah, tangan sebelah yang sudah tidak bisa digerakan, sebelahnya yang berusaha menutupi darah di perut kirinya, wajah dengan banyak goresan, pakaian kotor dan dekil, jangan lupakan kedua kakinya yang sudah tidak bisa berjalan.


Hendery merasa orang itu tidak ada peluang untuk hidup.


"Hei... apa kamu melihat malaikat?" Orang itu dengan nafas terengah engah dan terus meringis, bersusah payah mengangguk.


Hendery tersenyum berarti ia tidak perlu menolongnya, ia akan mati haha "wahh bagus.. dimana malaikatnya? Aku bakal bantu biar sampingan denganya siapa tau langsung teleport ke akhirat" kekeh hendery.


"W-wait bukannya itu kamu" jawabnya lirih, hendery kebingungan.


"Hah? Maksud lo"


"Ughh.. i-i mean, aku k-kira malaikat itu cakep cakep, t-tapi.." orang itu memicingkan matanya untuk melihat visualisasi hendery di atas sana, dengan cahaya rembulan menyinarinya ia kira beneran malaikat ternyata hanya bocah yang mengejeknya akan segera mati, namun setelah dilihat lihat


"B-but.. y-you are hendery?" Matanya melotot dan badannya sedikit terangkat, membuatnya kembali terbaring dengan pekikan akibat luka luka ditubuhnya.


Hendery terkaget, dia tau namanya? Bagaimana bisa. Hendery terus memperhatikan wajah orang itu namun tidak terlihat jelas akibat luka² di wajahnya.


Hendery turun ke bawah dengan berpegangan batang pohon dan apapun yang bisa menahannya. Menghampiri orang itu yang sepertinya masih sadar namun tidak bisa membuka mata akibat rasa sakit yang dideritanya.


Menangkup wajah orang itu, butuh waktu hingga 30 menitan untuk hendery mengenalinya.


"w-WHAT!!


Mark?"


...♤♡♡♤...


Besok agy , ku lelah;)