Improve | NCTOT23 | Bxb

Improve | NCTOT23 | Bxb
11 | perkiraan mereka yang salah.



jaehyun dan taeyong berada di kereta kencana menuju kerajaan jung.


Niatnya mereka ingin langsung ke kerajaan kim untuk bertemu doyoung karena taeyong memaksa. Namun jaehyun menyogoknya dengan setoples permen yang ia janjikan jika mau ke kerajaan jung terlebih dahulu.


bukan karena apa, jaehyun hanya ingin mereka menaruh barang taeyong terlebih dahulu dan mengecek keadaan mark. Karena ia tidak berkunjung ke kerajaannya sendiri sejak mark sadar yaitu 2 hari yang lalu.


taeyong selama perjalanan hanya tertidur tepat di bahu jaehyun, dan jaehyun yang terus membaca buku tebalnya.


Sampai saat mereka tiba di kerajaan jung. Jaehyun menutup bukunya baru saja ingin berdiri ia menoleh ke taeyong. Tak tega membangunkannya, jaehyun langsung menggendong taeyong bridal style.


Semua pelayan membungkuk hormat kepada mereka.


jaehyun berjalan ke arah kamarnya tepat saat ingin membuka pintu, pintu itu sudah dibuka terlebih dahulu dari dalam.


disambut tatapan terkejut dan kesal sekaligus.


"dari mana kau sialan" tanya wonwoo sarkas. Jaehyun tak menghiraukan dan melenggang pergi ke dalam kamarnya yang sudah sangat bersih.


ia tersenyum, memang hebat sudah asisten pribadinya itu.


wonwoo ikut masuk menyusulnya, melipat tangannya didepan dada. "yak! kau mendiamkanku" wonwoo mencebik bibirnya.


jaehyun yang sudah menaruh badan taeyong di kasurnya dan menyelimutinya berbalik dan menatap wonwoo dengan cengiran bodohnya.


"haha tidak, aku lelah ingin ke perpus" jaehyun melepas jasnya dan pergi dengan hanya kemeja putihnya.


Wonwoo menatap siapa yang ada di kasur jaehyun. Taeyong.


wonwoo bertambah kesal sambil menghentak hentakan kakinya. "yakk!! Kalau capek istirahat di kamarmu bukan diperpus"


"TIDAK BISA" jawab jaehyun yang sudah jauh dari kamarnya dan berteriak.


Wonwoo berbalik niat ingin mengejar jaehyun. "KESINI KAU-


wonwoo terdiam melihat dada seseorang dihadapannya, ia pun menoleh dan terkejut padahal ia sudah tau siapa sebenarnya yanv dihadapannya.


"mingyu- y-ya" jawabnya terpatah, walaupun jaehyun-wonwoo-taeyong- dan mingyu teman dari kecil, hanya wonwoo yang masih berani berbicara frontal pada putra mahkota mereka.


"wonwoo jaga ucapanmu" ucapnya dingin lalu melenggang pergi untuk menaruh barang barang taeyong.


wonwoo masih diam ditempatnya. Dia merutuki dirinya sendiri sudah berbicara seperti itu. Lalu berbalik melihat mingyu yang merapihkan barang barang taeyong.


"mingyu kau datang?"


"Iya" jawabnya singkat.


"kenapa kau tidak bilang?" tanyanya sendu sambil menatap lantai.


"kenapa harus? Jika taeyong ada aku pun pasti ada bukan begitu?" tanyanya balik menatap wonwoo datar.


wonwoo masih diam berdiri di antara pintu, lalu tersenyum "ah iya juga" tanpa banyak bicara wonwoo pergi, berlari sambil menahan tangis.


padahal ia ingin memarahi mingyu karena sudah menaruh barang barang milik taeyong di kamar jaehyun padahal ia punya kamar sendiri di kerajaan jung sejak lama namun ia tak sanggup memarahi mingyu. Bahkan hanya sekedar membentaknya wonwoo tak bisa.


...♤♡♡♤...


Jaehyun masih membaca dan menulis hal hal penting dari buku itu ke buku tulisnya. Merapihkan kembali kacamatanya.


lalu menoleh ke arah pintu ketika mendengar suara dari arah darj arah sana. Dan tersenyum.


"taeyong? Kau sudah bangun" jaehyun tersenyum menahan gemas melihat wajah taeyong yang menatapnya kesal.


"katanya kita akan langsung ke rumah doyoung!" omelnya. Jaehyun terkekeh.


"iya besok, niatnya aku mau langsung membawamu tapi kau tertidur"


"kan kamu bisa membangunkanku" taeyong berkacak pinggang, dan menatap jaehyun kesal sekali.


jaehyun membuka kacamatanya, "aku sudah bangunkan kok kau saja yang tak bangun" bohong padahal jaehyun tak tega membangunkannya.


Taeyong mengernyit. Tak mungkin ia saja tadi terbangun akibat suara burung hantu di luar jendela.


"aku tak mau tau! besok pagi harus bertemu doyoung dan mana permen yang kau janjikan" taeyong mendekatkan dirinya dan menjulurkan kedua tangannya.


Jaehyun menaikan kedua alisnya.  "Kalau ada maunya kau pasti ingat" taeyong mengangguk cepat "pastii"


jaehyun terkekeh dan membuat gestur dengan jari telunjuknya agar taeyong mendekat. Taeyong yang hanya ingin permen itu pun mendekat.


sampai tepat taeyong di samping jaehyun yang sudah memiringkan kursinya. "jja mana permenn ny-


Jaehyun dengan sekali tarikan menarik tangan taeyong agar duduk dipangkuannya. tepat berhadapan hanya beberapa senti. Taeyong menatap jaehyun kaget, dengan cepat ingin berdiri namun jaehyun menahan pinggangnya. Makin menarik pinggang taeyong menempel pada badannya.


taeyong terkejut dan bertumpu di bahu jaehyun untuk menahannya agar tidak lebih mendekat. "y-ya apa yang kau lakukan!" bisik taeyong sedikit teriak


jaehyun mendekatkan wajahnya pada telinga taeyong. "Kau bilang ingin permen kan?" jaehyun mengusap punggung taeyong lembut naik turun.


taeyong tersentak. "Jika mau lihat kebelakangku" taeyong dengan cepat melihat kebelakang jaehyun dideretan buku buku itu ada setoples permen yang menyempil.


"Jika mau ambilah" jaehyun masih mengusap punggung taeyong dan mengendus wangi yabg menguar dari lehernya.


taeyong berpikir keras, ia mau permen itu yang pernah mingyu kasih saat pertama kali terbangun disini. Namun jika ia mengambilnya badan mereka akan semakin menempel.


"b-baik aku akan mengambilnya" taeyong dengan sekuat tenaga berdiri. Jaehyun malah makin memeluk pinggangnya erat.


"Tidak ambil saja seperti ini"


...♤♡♡♤...


taeyong menunduk dalam disamping jaehyun, mereka sedang berada di perjalanan menuju kerajaan kim.


Wajah taeyong kembali memerah jika mengingat hal memalukan semalam.


"YAKK TIDAKK CEPAT LEPASKAN AKU MAU ITU" teriak taeyong sambil menunjuk toples permen di atas rak buku.


jaehyun menjauhkan telingannya. Dan melepaskan pelukannya dari pinggang taeyong, taeyong dengan cepat berdiri dan mengambil toples itu dengan cepat dan berlari menjauhi perpus.


Jaehyun yang melihat taeyong lari dengan terburu buru pun terkekeh. Ia pun masih terkejut bisa menjahili taeyong dengan cara seperti itu.


jaehyun melanjutkan pekerjaannya tadi yang tertunda.


tanpa ia sadari bahwa seseorang di balik deretan rak buku, melihatnya dengan tatapan marah.


taeyong menggelengkan kepalanya dan melirik ke arah jaehyun disampingnya dan tepat wajahnya semakin memerah saat jaehyun yang juga tepat sedang menatapnya.


"y-ya?" tanya taeyong gugup, jaehyun pun berdiri, saat tepat mau turun dari kereta kencana, jaehyun menjulurkan tangannya kepada taeyong.


"Sudah sampai, ayo"


taeyong dengan gugup meraih tangan kekar jaehyun dan menuruni tangga kereta dengan hati hati. Ia terkejut menatap mingyu yang sudah menjulurkan tangannya ke arah taeyong padahal ia sudah berpegangan pada jaehyun.


Mau tak mau taeyong meraih tangan mingyu dan turun dari kereta. "Makasih mingyu" lalu berjalan beriringan bersama jaehyun dengan tangan saling berpautan.


jika saja taeyong sadar mingyu menatap punggung nya yang menjauh dengan sendu.


...♤♡♡♤...


"selamat datang putra mahkota jung dan putra mahkota lee" bungkuk hormat seorang lelaki dihadapan mereka.


Taeyong memiringkan kepalanya. Dan menarik ujung baju jaehyun lalu menjinjit dan membisikannya sesuatu.


"aku seperti pernah melihatnya"


jaehyun menaikan alisnya. "Pemimpin pasukan dari kerajaan kim maksudmu?" tanya jaehyun. Taeyong hanya diam "tak tau"


"dia yang menemukan kalian di hutan pertama kali" jawab jaehyun, taeyong hanya beroh ria. Lelaki itu- moon taeil yang merasa dirinya dibicarakan hanya tersenyum dan mempersilahkan mereka lewat.


"Silahkan putra mahkota kim doyoung sudah menunggu kehadiran kalian"


jaehyun dan taeyong berjalan menyusuri kediaman kim itu. Yang identik dengan emas dan hitam, beda dengan kediaman lee yang cenderung berwarna merah emas dan kerajaan jung yang hitam dominan.


Sampai mereka dipersilahkan memasuki ruangan dengan pintu besar dan ukiran indah. Taeil membukanya ia terkejut bahkan taeyong dan jaehyun yang sedari tadi berpegangan tangan pun terkejut.


melihat doyoung yang duduk dijendela menghadap luar kakinya menjuntai ke bawah, sambil menatap indahnya langit dan tanah yang tertutup salju.


"pangeran doyoung!" teriak taeil, doyoung tersentak kaget ia hpir terjatuh saat menoleh kearah pintu. Untungnya taeil sigap menariknya agar terjatuh dipelukannya.


Taeil memeriksa keadaan doyoung, "ada yang sakit?" Tanyanya khawatir doyoung masih menetralkan jantungnya, dan menggeleng.


"Tidak kok"


taeil menghela nafanya lega lalu menatao doyoung tajam. "Kenapa kau duduk di jendela itu! bagaimana jika kau terjatuh, ingat kau berada di lantai tiga doyoung!" omel taeil. Doyoung hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Eum pengen aja, lihat langit cerah sekali walaupun masih turun salju udara sangat sejuk sekarang" jelas doyoung menunjuk ke arah jendela bak seorang anak kecil menujuk boneka kesayangannya. Taeil yang ingin marah pun tidak bisa dengan kelakuan tunangannya ini.


taeyong mendengar penjelasan taeyong pun menatapnya aneh. 'Sejuk? Tidak ini lebih seperti saat kau berada di freezer' . Tapi jika melihat pakaian jaehyun, taeil, doyoung, dan para pelayan membuatnya yakin bahwa semua kerajaan bahkan manusia manusia di wilayah selatan kuat akan dingin.


doyoung menampilkan cengiran kelincinya dan menangkap taeyong yang berada diantara pintu. Doyoung pun semakin mencerahkan senyumannya dan berlari ke arah taeyong.


"TAEYONG-AAA"


"DOYOUNGIEEE"


pekik mereka bersama, saling memeluk. Dan meloncat loncat kesenangan.


Taeil menatap mereka terkejut. Ia kira yang akan bertemu doyoung hanyalah jaehyun tapi mengapa yang disambut adalah taeyong?.


bukankah mereka tidak memiliki hubungan yang baik. taeil pun mendekati jaehyun. Dan membawanya agar mereka bisa berbincang diluar bersama.


Mereka sampai lantai dasar kediaman kim, taeil membawanya di ruangan teh. Ini biasanya digunakan untuk belajar table manner doyoung.


Jaehyun menyesap teh hangat itu.


"hahh, kau lihat tadi taeil mereka sangat menggemaskan" kekeh jaehyun. Taeil menatapnya pun aneh, apa ia lupa bagaimana hubungan doyoung dan taeyong.


"Iya tuan, tapi apakah tuan lupa?" jaehyun mengernyit.


"lupa apa?"


"mereka kan adalah rival"


jaehyun sedikit mengingat ingat, lalu menatap taeil terkejut. Terkejut setelah mengingat bahwa dulu doyoung daa taeyong pernah ribut parah hingga darah mengalir dari keduanya.


Jaehyun dan taeil dengan cepat berlari, takutnya ini hanya bualan mereka yang sok sok menjadi teman baik dan akhirnya ribut besar.


Mengingat jika si anak nakal doyoung dan si anak baik taeyong mereka terkenal dengan perbedaan sifat yang sangat bertolak belakang. Ribut bahkan jika hanya berkontak mata.


Sial mereka baru ingat.


Jaehyun dan taeil mendorong pintu besar itu dengan keras hingga membuat bunyi debuman.


"TAYEONG/DOYOUNG"


teriak mereka seakan melihat kedua anak sedang berkelahi tentu membuat dua lelaki manis didalamnya menoleh kaget ke pintu.


Mereka kira adalah doyoung dan taeyong yang tertangkap basah sedang membogem satu sama lain


namun hasilnya adalah


doyoung dengan topi bunga dan juga taeyong topi bunga dengan doyoung yang sedang memakaikan slimut tebal agar mengelilingi tubuhnya, mereka yang saling mendadani satu sama lain.


tbc..