
dengan wajah kesal, hampir saja ia jantungan.
"NGAPAIN KALIAN!!"
Taeyong pun terkejut namun hanya diam dan kembali memainkan boneka kelinci punya doyoung.
Taeil langsung membungkukan badannya meminta maaf akibat perbuatannya tadi sementara jaehyun menggaruk tengkuknya.
"maaf pangeran say-
"Tidak, ayo taeil kita kembali" jawab jaehyun cepat ia pun menarik taeil agar ikut bersamanya menjauh dari ruangan itu.
doyoung menatapnya aneh. Lalu kembali melanjutkan kegiatannya tadi.
ia merapihkan topi dari ranting yang melingkar dan bunga menempel di sekelilingnya di kepala taeyong. Itu sungguh cantik.
Doyoung mengambil kaca mengarahkannya kearah taeyong. "Lihat cantik sekali"
taeyong melihat dirinya dicermin itu dan tersenyum, mengambil alih cerminnya dan meraba raba kepalanya. "Iya cantik"
Doyoung pun merapihkan topi bunga di kepalanya, dan tersenyum bak kelinci yang ada digenggaman taeyong. Sangat menggemaskan.
"dari mana kau dapat ini doyoung-aa" tanya taeyong.
"tidak dari siapa siapa, aku buat hehe" jawab doyoung dengan cengirannya. Taeyong hanya berdecak kagum.
"dan
jja ku juga buat ini" doyoung mengambil satu kotak kecil dari kotak dibelakangnya. Taeyong mengernyit.
doyoung membukanya dan menunjukannya ke taeyong. "Apa ini?" Taeyong menyipitkan matanya melihat warna kemerahan yang padat mengisi kotak kecil itu.
"Jja sini kau akan tau" doyoung kembali menyuruh taeyong menghadapnya dan mengambil brush dikotak itu, menempelkan kearaha kemerahan itu lalu menangkup dagu taeyong dan menempelkan brush itu pada bibirnya, sedikit menggerakannya agar merata.
doyoung menjauhkan sedikit kepalanya dari taeyong, ingin melihatnya secara jelas. Lalu tersenyum, mengusap ujung bibir taeyong. "Nah bagus"
taeyong kembali berkaca, melihat wajah cantik dan tampannya dengan topi bunga dan benda kemerahan menempel dibibirnya itu.
sedikit mengecap agar warnanya merata atas bawah.
"Kau cantik kan" taeyong hanya menganggukan kepalanya. Taeyong seperti pernah menggunakan barang itu.
"darimana kau membuatnya?" tanyanya walau masih menatap lekat wajahnya dari kaca.
doyoung sempat berpikir. "Eum , tidak tau lupa. Aku menemukan ini sudah ada didalam kotak dan kata taeil ini punya ku dan aku yang membuatnya" doyoung pun mengoleskan warna merah itu ke belah bibirnya. Dan mengecapnya.
"rasa strawberry hehe"
"aku jadi ingin strawberry" gumam taeyong, doyoung yang mendengarnya pun jadi ingin memakan strawberry.
Doyoung pun berdiri dan menarik taeyong. Mereka menyusuri lantai dasar mencari keberadaan taeil dan putra mahkota jung itu. Sampai hingga ke ruangan teh.
melihat kedua lelaki dominan sedang menikmati teh panas dan salju turun.
"jaehyun-aa" jaehyun yang merasa terpanggil pun menoleh bahkan taeil ikut menoleh ke arah suara.
mereka terdiam di tempat duduk. Melihat pemandangan kedua lelaki manis yang menghampiri mereka.
"taeyong-aa?" taeyong duduk dikrsi sebelah jaehyun. "Iya kau sedang apa?" tanyanya, tak sadar jika jaehyun terus menatapnya.
begitupun taeil menatap doyoung yang duduk disampingnya. "Taeil-aa apakah ada strawberry?" kepala indah dengan bunga, wajah bak kelinci menggemaskan ingin dipungut lalu bibir merah merekah.
taeil masih terdiam, sampai doyoung kesal menggerak gerakan badannya. "YAKK ADA TIDAK, MALAH MELIHATKU SEPERTI ITU"
Taeil menggelengkan kepalanya berusaha memfokuskan kembali pikiranya, lalu berdiri.
doyoung yang mengira gelengan taeil jawaban dari pertannyaanya tadi melengkungkan bibirnya. "Tidak ada ya?" doyoung tertunduk lesu.
taeil yang seakan salah berbuat kedua kalinya, buru buru memperbaiki kesalahannya. "Maaf pangeran maksudku banyak persediaan strawberry di dapur.
Doyoung kembali semangat, dan menarik tangan taeyong berjalan meloncat menuju dapur sebelum itu taeil sempat meneriakinya.
"PANGERAN KAU BISA MEMANGGIL PELAYAN" doyoung tak menggubris dan terus menuju dapur. Melewati pelayan yang membungkuk hormat ke arah mereka. Dan menuju dapur ada beberapa pelayan disana.
Dengan mengendap endap doyoung berjalan berjongkok melewati jalur menuju bawah meja makan. Taeyong tanpa sadar mengikuti tingkah doyoung.
Sampai dibawah meja. "Ngapain kita seperti ini" tanya taeyong sedikit keras, doyoung langsung membekapnya.
"ssttt tidak ada jalan lain, kepala pelayan disini galak" bisik doyoung pelan. Tangan doyoung meraba raba meja makan dari bawah. Meraba mangkok besar yang sudah ia pastikan adalah strawberry.
Baru saja tangannya menarik strawberry itu kebawah tangannya digenggam.
"putra mahkota doyoung, bukankah kita sudah berjanji tidak ada mencuri makanan dari dapur" doyoung yang merasa terciduk keluar dari persembunyiannya. Dan membuat wajah seimut mungkin.
"tidak pangeran tidak bisa"
"Weyooo, aku putra mahkota disini" jika doyoung sudah membawa jabatannya di kediaman itu semua pelayan pasti akan mematuhinya namun tidak dengan irene.
"Lalu?" ucapnya memiringkan kepala, bahkan pelayan yang lain sudah kabur entah kemana takut dipecat oleh putra mahkota mereka.
"lalu?? aishh berikan strawberry saja ya yaaa"
baru saja irene ingin memarahinya lagi taeyong keluar dari persembunyiannya. Irene melotot kaget, membungkukan kepalanya lagi.
"Selamat siang putra mahkota lee" ucapnya anggun.
doyoung melipat kedua tangannya, dan menatap irene kesal. "Nuna apa tidak ada strawberry?" Tanya taeyong, irene dengam cepat memberi semangkuk strawberry segar kepadanya. "Silahkan pangeran" taeyong menerimannya dengan senang hati. Lalu menarik doyoung yang terkejut.
doyoung yang ditarik pun meneriaki irene dari jauh.
"NUNAA KENAPA TIDAK MEMBERINYA KEPADAKUU"
...♤♡♡♤...
Doyoung dan taeyong menyantap strawberry segar yang sudah dingin akibat udara dingin, namun itu membuatnya semakin lezat.
tanpa mereka sadari kedua lelaki dominant menatap mereka tanpa henti.
Taeil menatap doyoung lekat. Ia juga jadi ingin strawberry.
yang ada dimulut doyoung.
jaehyun pun sama menatap taeyong gemas dan mengomelinya jika memakan dengan terburu buru hingga pipinya mengembung dengan santainya berbicara dengan tidak jelas. Kan jaehyun tak ingin ia tersedak.
waktu pun berjalan hingga jaehyun menyuruh taeyong pulang akibat mereka berdua dengan diam diam bermain diluar hujan salju. Doyoung sih tidak terlalu kedinginan.
Taeyong sempat merengek dan hampir menangis. Namun jaehyun dapat membawanya pulang dan sogokan strawberry sekebon.
"terima kasih atas waktunya putra mahkota" bungkuk taeil, kembali berdiri dan tersenyum ke arah jaehyun, jaehyun mengangguk dan dapat melihat doyoung dibelakang sana sedang menekuk wajahnya melihat kepulangan taeyong. "Hei sudah lah kalian akan bertemu lagi diakademis nanti"
doyoung sedikit penasaran. 'Akademis?' , "apa itu?"
"Kau tak ingat ah yasudah lah sampai jumpa." jaehyun pun menarik taeyong dengan cepat menuju kereta kencana karena sudah ia tebak nanti akan ada hujan salju.
Taeil menutup pintu, berbalik menatap datar doyoung yang masih menatap pintu berharap taeyong akan kembali.
Doyoung lalu mengalihkan penglihatannya ke taeil dan menatapnya kesal, melahap strawberry digenggamannya kasar dan berjalan ke arah kamarnya dengan menghentak hentakan kaki.
taeil terkekeh melihatnya dan mengikuti doyoung dari belakang.
Doyoung yang merasa diikuti pun berbalik badan dengan tiba tiba. Dan menatap keberadaan taeil yang berada beberapa meter dibelakangnya. "jangan ikuti aku!"
doyoung kembali berjalan kedepan menuju kamarnya dan merasa masih diikuti pun ia berbalik badan dengan menghentakan kaki.
"SUDAH KUB-
"Apa doyoung-ah?" taeil tepat berada dihadapan doyoung, jarak mereka hanya beberapa senti, membuat doyoung membulatkan matanya, menatap taeil terkejut.
wajah doyoung sangat lucu dan menggemaskan dilihat dari jarak segini, taeil pun tersenyum dan memajukan kepalanya sambil memiringkannya sedikit.
doyoung terkejut kembali dan menahan bahu taeil agar tidak mempersempit jarak mereka. dan taeil dengan cepat merengkuh pinggang ramping doyoung.
"y - yak taeil apa yang-
lagi lagi ucapan doyoung terpotong, taeil menaruh jari telunjuknya di bibir peach doyoung. "Sstt"
taeil kembali memajukan kepalanya dan menatap bibir doyoung sensual, doyoung pun dengan cepat memejamkan kedua matanya. Hingga berselang beberapa detik ia tidak merasa apa apa, doyoung memutuskan membuka kembali kedua matanya.
dan melihat taeil yang melihatnya dengan terkekeh. Wajah doyoung memerah sekarang. "Kenapa kau memejamkan mata pangeran?" Taeil tersenyum kepadanya. Doyoung pun dengan cepat mendorong taeil hingga terdorong beberapa langkah.
"t-tidak" doyoung menggelengkan kepalanya cepat.
"Tidak apa hm?" Taeil menggoda doyoung dengan menyampirkan rambutnya kebelakang telinga. Doyoung pun menatapnya kesal.
"TIDAK ADA"
taeil tak bisa menahan tawanya, doyoung sungguh menggemaskan dengan wajah memerah menahan kesal.
taeil menatap kepergiannya dengan terkekeh, doyoung lebih lebih sangat gemas sekarang.
ia ingin sekali memakan kelinci itu.
...♤♡♡♤...
tbc