
Dua minggu kemudian hari kemping tiba.
...
Maria telah selesai menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa nanti selama satu minggu. Kebutuhannya telah siap didalam koper yang ia bawa.
Selesai merapikan ia keluar dari kamarnya dengan membawa satu koper yang lumayan besar dan turun kebawah menghampiri kedua orang tuanya yang belum lama sampai dirumah dari bandara.
"Bundaaa. " ucapku setengah berteriak sambil berlari kecil menghampiri wanita setengah paruh baya itu.
"Aku kangen. " lanjutnya dengan memeluk erat sang bunda tercintanya.
"Ekhem ekhem." dehem sang papahnya dari arah belakang anaknya yang sempat terabaikan.
"Uhuk uhuk. "
"AAHCHIMM! " lanjutnya yang tak mau menyerah.
"Bunda kamu sedang sakit kah? " tanya Maria tetapi bundanya menggelengkan kepalanya yang bertanda 'tidak'.
"Kalau bukan suara bunda lalu itu suara siapa . " tanyaku kepada bunda.
"Papah kamu cantik, yang berada dibelakangmu." balas bundanya sambil mencubit hidung putrinya dengan pelan.
"Oh papah-- hehe aku gak tau kalau papah disitu." ujarku yang sempat terhenti dan langsung membalikkan badannya kearah belakang ternyata disana ada papahnya yang sedang melihat dirinya dengan kedua tangannya yang dilipat kedepan.
"Kamu, udah gak menganggap papah lagi hem. " ucap papahnya.
"Kalau begitu uang jajanmu papah potong 50% titik. " lanjutnya dengan nada sombong.
"Eh eh jangan gitu dong papahku ganteng ya ya ya. " balasku langsung menghampiri papah yang berada tak jauh dari dirinya tak lupa dengan memasang wajah yang memelas.
"Kan diriku tidak tahu kalau papah berada disana, maafkan diriku yang lalai menjadi seorang anak bagimu. " lanjutku dengan kata sedikit hiperbola dan disertai dengan wajah yang memelas, tak lupa memeluk sebelah tangan papahnya.
"Ayolah pah, kau sudah setengah baya untuk bertingkah baper seperti ini. "
"Ouh bearti kamu ngatain papah udah tua. "
Eh!
"Padahal aku gak bermaksud seperti itu." gumamku.
"Sudah sudah kalian berdua seperti bocah yang kehilangan empengnya. " ucap bunda yang memotong pembicaraan mereka berdua.
"Bearti papah kayak bayi dong. " ucapku spontan kearah papahnya.
"Kamu yang bayi gede. " balas papah yang tak mau mengalah
"Oh astaga. " gumam bundanya yang melihat tingkah mereka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Skip
Suasana sekolah sebelum keberangkatan kemping.
"Mohon diharapkan setiap ketua kelas 12, wajib mengabsen siswanya yang telah terdata. " ucap panitia acara melalui TOA yang digunakan.
Para muridpun berhamburan mencari ketua kelas masing-masing untuk melakukan pendataan.
"Perhatian perhatian ketua kelas 12 mipa3 yang badai ganteng ini berada didepan gedung sayap kiri, mohon diharapkan para murid untuk datang menghampiri saya. " teriaknya dengan suara kencang bagaikan trompet siapa lagi kalau bukan sang ketua kelas maxime analyz atau sering disapa dengan xime.
Pukk
Aww
"Bisa gak sih lu gak usah pukul gua. " ujar sang empu yang terkena pukulan.
"Gak ada yang nyuruh lu budek sih." celetuk niana sama kesalnya karna dari tadi dia memanggil xime tak ada respon sedikitpun.
"Kenapa emangnya? " tanya xime.
"Gak tau gua lupa, gara-gara elu sih. " balas niana lalu meninggalkan xime yang masih diam berdiri dengan mengerutkan keningnya.
"Gua yang aneh, apa dia sih yang aneh? " gumam xime dengan melihat niana dari kejauhan.
"Auah.. suka-suka dialah yang penting dibawa happy ajah. " lanjutnya dengan bergumam lalu ia melanjutkan kembali aktivitasnya.
...
Drettt.. Drett..
Luar panggilan.
-Maria.
"Kenapa? "
-Niana
"Oh astaga Maria, jangan bilang loh masih dirumah? " 😱
"Iya. "
"Lu harus cepat kesini, karna dikit lagi BISnya mau berangkat. " 😒
"Iya. "
"Ok, 10 menit gua tunggu lu disini. Inget jangan ngaret princess. " 🙃
"Iya. " ucapnya mengakhiri panggilan.
Tut.. Tut..
Dan memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
"Dari siapa sayang. "
"Niana bun. "
"Pah, bun aku gak bisa lama-lama disini soalnya bisnya mau berangkat sebentar lagi. Jadi aku harus sampai sana sekitar 10 menitan. " lanjutku.
"Ok, aku ambil koper dulu." balasku dan dijawab dengan anggukan oleh papahnya.
Setelah mengambil komper didekat tangga, Maria menghampiri bundanya yang sedang merapihkan piring-piring di meja makan.
"Bun aku berangkat dulu yah. " kataku tak lupa dengan pelukan terakhir sambil mencium sebelah pipi bundanya.
"Iya, hati-hati sayang. Ingat jangan melakukan sesuatu tanpa persetujuan gurumu dan jadilah anak yang baik ok. " ucap bunda.
"Ok. "👌 balas Maria dan pergi meninggalkan bundanya sendiri diruang makan dengan hati yang sedikit gelisah.
Skip sekolah.
Sampailah Maria didepan gedung sekolahnya, Maria saat ini sedang melihat-lihat kekiri dan kekanan untuk mencari dimana niana berada karna saat ini sekolah sangat ramai oleh para murid yang sedang berhamburan kesana sini.
Dorrr!
"Astaga! Ittsss dasar lu tarzan, ohiya Lu dari tadi gua cariin kemana ajah sih? " ujar Maria.
"Hehe tadi gua ngedata dulu sekalian sama loh. " balasnya.
"Ouh. "
"Ouh doang? " ucap niana dan dibalas dengan deheman saja. Niana yang mendengar itu hanya memutar bola mata karna melihat kebiasaan maria.
"xime mana? " tanyaku.
"Lagi ngurusin cewe-cewe tengil. " ucap niana.
"Ouh. "
"Ouh lagi. " gumam niana. 'Mending loh gak usah jawab niana' -bhatin.
"Test test 123. Perhatian perhatian bagi para peserta kemping mohon diharapkan untuk menaiki bus karna sebentar lagi busnya akan segera berangkat. " ucap guru yang sebagai panitia.
"Ayo mar kita naik duluan, biar nanti xime yang nyusul. " ujar niana dan dibalas anggukan oleh Maria.
Suasana bus
Naik naik ke Puncak gunung
Tinggi-tinggi sekali...
Sorak demi sorakkan terdengar memenuhi di dalam bus yang mereka tempati.
"Pak, kapan sampainya? " ujar seorang salah satu murid.
"10 menit lagi sampai ditempat tujuan. " balasnya.
"Woi woii lihat dah, hutannya sumpah masih alam banget, lebat lagi. " ujar Doni clyne yang sedang melihat kearah luar jendela.
"Iiih serem dah, takut. " ucap salah satu murid perempuan yang tak jauh dari Maria.
"yah ampun BEP, kan masih ada akuh yang selalu menjagamu. Kalau kamu takut tinggal aku peluk biar kau tidak takut lagi. " balas doni si playboy panci.
"Ciee ciee ekhem ekhem keselek burung dah gua." celetuk Daniel sturridge.
"JOMBLO SI LU, CARI NOH TEMBOK BUAT SANDARAN LU HAHA. " sorak seluruh murid yang berada dibus tersebut.
"Anging dasar lu semua temennya kamvret, pergi sonoh jauh-jauh kelaut. " balasnya.
10 menit kenudian.
"Wuah sejuk banget mar, beda sama dikota. " ujar niana.
"Xime dimana Ana. " ucapku.
"Entahlah mungkin kejepit badak-- itu dia orangnya. " ucap niana sempat terhenti sambil celingak-celinguk mencari keberadaan xime.
"Cahelah belum lama juga kita ketemu udah kangen ajah. " ucap xime yang belum lama turun dari bus.
"Ohiya xime, bantuin gua yah. " ucapku.
"Bantuin apaan mar. "
"Ini.. " sambil menaruh tas bawaannya keatas tangannya xime lalu meninggalkan xime yang mengerutkan keningnya.
"Gua juga yah. " ucap niana sambil tersenyum dan menaruh milik tasnya ketangan satunya lalu meninggalkan xime sendiri dan menyusul niana yang sudah duluan berjalan.
"Woiii. " sambil menepuk bahunya xime.
"Eh ayam terbang ayam terbang. " latahnya si xime.
"Sue lu lice. " yang hanya dibalas dengan mengiranya saja.
Alice melihat keadaan xime sangat prihatin ada rasa ingin membantunya karna tas-tas yang ia bawa, mungkin membuatnya tambah banyak beban.
"Ehm boleh gua bantu. "
"Apaan, oh ini yoess silakan. " balas xime langsung menunjukkan senyum sumringahnya karna ada pertolongan datang.
Ketika xime ingin memberikan tas salah satunya kepada alice, tetapi alice hanya diam saja tak bergerak untuk mengambil tas tersebut.
"Kenapa, kok lu diem ajah bantuin nih. " ucap xime.
"Maksud gue tuh bukan ngebantuin lu ngebawain tas tetapi-- gua malah mau membantu menambahkan lagi tas gua. " ucap alice langsung menaruh tasnya dileher xime dan meninggalkannya sendirian lagi.
"KURANG AJAR SEMUANYA EMANG NIH TEMEN, PERGI SONO JAUH-JAUH KEPLANET PLUTO!! " teriak xime dari kejauhan.
Buk!
"APA LAGI SIH! "
......
Follow m3 : 0minions_