
Penginapan
Berjalan menuju ke Ruangannya yang ada di Penginapan, Yehuan menghela nafasnya
"Aku masih harus menunggu 1 bulan lagi sampai Qin Mei mendapatkan Darah Naga Api" Ucap Yehuan
Mengingat beberapa hal, Yehuan ingin memanfaatkan kesempatan dan waktu yang di miliknya untuk melakukan beberapa urusan yang penting baginya
"Selama 1 bulan ini, Aku harus segera meningkatkan Kekuatanku secepat Mungkin, aku memang tidak memiliki Buku Tehnik Pertarungan yang bisa ku pelajari, namun itu sama sekali tidak menjadi masalah bagiku, Dalam beberapa Kasus, aku memang sama sekali tidak memerlukan Buku Buku semacam itu, karena pada dasarnya segalanya sudah ada dalam genggamanku, aku hanya perlu mencari cara dan beberapa kali Uji coba untuk mendapatkan Kekuatan dengan Versiku sendiri" Ucap Yehuan
Beberapa saat setelahnya, Yehuan sampai di depan Pintu Ruangannya
Kemudian Yehuan menggenggam Gagang Pintu lalu Mendorongnya untuk membukanya
"SUAMIKU!!!"
Tepat sesaat setelah Yehuan membuka Pintu, Yin Yue dan Juga Yin Yui langsung menerjang ke arah dirinya dan langsung memeluknya
Yin Yue dan Juga Yin Yui memeluk Yehuan dengan sangat erat yang menandakan bahwa mereka sangat merindukan Yehuan walaupun mereka berdua hanya di tinggalkan oleh Yehuan selama beberapa waktu
Yehuan tersenyum lalu mengelus Rambut Yin Yue dan juga Yin Yui, "Apa kalian berdua menjadi Gadis Baik selama aku Pergi?" Ucap Yehuan bertanya kepada Yin Yue dan juga Yin Yui
Yin Yue dan juga Yin Yui mengangguk, "Ya, Kami menjadi Gadis yang Baik selama Kamu Pergi" Ucap Yin Yue dan juga Yin Yui
Yehuan tersenyum lalu kembali mengelus Rambut Yin Yue dan juga Yin Yui, "Gadis Baik, Gadis Pintar..." Ucap Yehuan sembari mengelus Rambut Yin Yue dan juga Yin Yui
Yin Yue dan Juga Yin Yui merasa sangat bahagia setelah Yehuan memuji Mereka, Keduanya terlihat sangat bahagia dan menikmati sentuhan yang Yehuan berikan
(Yin Yue dan juga Yin Yui, Keduanya memang seorang Gadis yang sangat dingin kepada Semua Laki Laki, Tapi, Saat aku berhasil meluluhkan Hati mereka, Mereka berdua menjadi Gadis yang sangat penurut dan juga tidak bisa lepas dariku) Ucap Yehuan
Kemudian Yin Yue menatap ke arah Wajah Yehuan dengan senyuman Manis, "Suamiku, Seharian ini aku sangat merindukanmu, Tolong Cium aku agar Aku bisa melepaskan Kerinduanku Kepadamu" Ucap Yin Yue
"Aku Juga, Aku juga menginginkan Sebuah Ciuman darimu Suamiku, Kamu tidak tau seberapa kesepiannya diriku saat kamu meninggalkan aku, jadi aku menginginkan Ciumanmu untuk menghilangkan Rasa Kesepian yang ada di dalam diriku ini" Ucap Yin Yui
Yehuan menghela nafasnya lalu Tersenyum, "Baiklah, Bagaimana mungkin aku berkata Tidak kepada Kedua Istriku yang cantik ini" Ucap Yehuan
Yin Yue dan juga Yin Yui tersenyum manis, Kemudian mereka berdua melepaskan Pelukannya dari Yehuan lalu melepaskan Cadar yang mereka kenakan
Walaupun Yehuan sudah sering melihat Kecantikan yang di miliki oleh Yin Yue dan juga Yin Yui, Yehuan masih belum bisa untuk tidak terpukau dengan Kecantikan yang mereka miliki
Kemudian Yehuan mengelus pipi Yin Yue, lalu sesegera mungkin Yehuan langsung mencium bibir Yin Yue, dengan saling berpelukan serta saling mengulum lidah satu sama lain, ciuman itu terus bertahan hingga beberapa waktu
Yin Yue menutup matanya untuk menikmati momen penuh kebahagiaan tersebut
(Ahh... Suamiku... Aku mencintaimu... Aku sangat mencintaimu Suamiku... Aku tidak ingin kehilangan dirimu Suamiku... Suamiku...) Ucap Yin Yue dalam benaknya yang di penuhi oleh kebahagiaan
Beberapa saat kemudian, Yehuan melepaskan pelukan serta Ciumannya dari Yin Yue, Saat itu juga, Yehuan melihat Yin Yue yang Wajahnya memerah serta nafasnya terengah engah akibat terlalu bersemangat untuk berciuman
Kemudian Yehuan kembali mengelus pipi Yin Yue sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah Yin Yui yang wajahnya sudah sangat merah
Yin Yui mendekat ke arah Yehuan untuk mendapatkan sentuhan darinya
Mengerti dengan apa yang Yin Yui inginkan, Yehuan mengelus pipi Yin Yui dengan lembut, Saat Yehuan mengelus pipinya, Yin Yui Terlihat sangat bahagia dan sangat menikmati momen itu
Kemudian Yehuan langsung mencium bibir Yin Yui, mengulum lidahnya dengan liar dan memeluk Yin Yui dengan erat
Dengan penuh semangat dan gairah, Yin Yui terus mencium bibir Yehuan dan mengulum Lidah Yehuan dengan Kuat
(Aku suka... Aku suka saat berciuman dengan Suamiku... Kuharap momen ini tidak akan pernah berakhir... Ohh Suamiku... Aku mencintaimu... Aku sangat mencintaimu...) Ucap Yin Yui dalam benaknya yang di penuhi oleh Kebahagiaan
Beberapa saat Setelahnya, Yehuan melepaskan pelukan serta Ciumannya dari Yin Yui, Saat itu juga, Nafas Yin Yui menjadi terengah engah dengan wajahnya yang sudah sangat merah
Yehuan tersenyum kemudian mengelus pipi Kedua Istrinya dengan lembut, "Sepertinya kalian juga sudah tidak bisa menahannya lagi" Ucap Yehuan
"Baiklah, Kalau begitu, Cepat lepaskan pakaian kalian" Ucap Yehuan
Tersenyum mendengar perintah Yehuan, Sesegera mungkin Yin Yue dan juga Yin Yui melepaskan seluruh pakaian mereka kecuali Sarung Tangan dan Kaus Kaki panjang yang menutupi Paha hingga Ujung kaki mereka karena mereka berdua tau bahwa Yehuan sangat menyukainya
Melihat pemandangan yang Luar Biasa indah itu, Yehuan tidak tau harus berkata apa saat melihat Tubuh Luar Biasa indah milik kedua Istrinya
Kemudian Yin Yue dan juga Yin Yui menghampiri Yehuan
"Suamiku, Tolong izinkan kami untuk melepaskan pakaianmu" Ucap Yin Yue dan juga Yin Yui secara bersamaan
Yehuan mengangguk, "Lakukanlah" Ucap Yehuan
Yin Yue dan juga Yin Yui mengangguk dengan wajah mereka yang sudah sangat merah
Kemudian Mereka berdua mulai melepaskan baju yang di pakai oleh Yehuan dengan perlahan lalu meletakkan Baju Yehuan di lantai
Setelah itu, Yin Yue dan juga Yin Yui Berlutut di hadapan Yehuan untuk melepaskan Celana yang di pakai oleh Yehuan, Secara perlahan, Yin Yue dan juga Yin Yui mulai melepaskan Celana Yehuan dan membebaskan "Tongkat" milik Yehuan yang sudah Tegang Gagah Perkasa
Yin Yue dan juga Yin Yui sangat terkejut saat melihat kebebasan Tongkat milik Yehuan
Yin Yue dan juga Yin Yui memandangi Tongkat milik Yehuan selama beberapa saat, mereka benar benar tidak percaya bahwa Tongkat Raksasa itulah yang telah Mengacak acak diri mereka
Akhirnya Yin Yue dan juga Yin Yui melihat ke arah Wajah Yehuan dengan wajah mereka yang sudah sangat merah
"S-suamiku... Apa... Apa aku boleh menyentuhnya?" Ucap Yin Yue bertanya kepada Yehuan
Yehuan mengangguk, "Tentu" Ucap Yehuan
Kembali melihat ke arah Tongkat milik Yehuan yang Tegang Gagah Perkasa membuat Yin Yue dan juga Yin Yui menelan ludah mereka
Kemudian Yin Yue mencoba menyentuh Tongkat milik Yehuan dengan kedua tangannya, di butuhkan 2 Genggaman Tangan Yin Yue hanya untuk melingkari Tongkat milik Yehuan
Panjang Tongkat milik Yehuan setara dengan Panjang Antara Siku tangan hingga Ujung Jari Tangan orang dewasa
"Apa kalian sudah selesai?" Ucap Yehuan
Yin Yue dan juga Yin Yui terkejut mendengar ucapan Yehuan, Kemudian mereka menatap ke arah Yehuan lalu mengangguk untuk menjawab pertanyaan Yehuan
"Kalau begitu, Berbaringlah di tempat tidur" Ucap Yehuan
Tanpa membuang waktu lagi, Yin Yue dan juga Yin Yui langsung menjatuhkan diri mereka ke atas tempat tidur
Melangkah naik ke atas tempat tidur dan duduk di antara sela kedua Kaki Yin Yue, Yehuan langsung menusuk Yin Yue dengan Kuat hingga menembus Rahimnya
Suara Rintihan yang mirip seperti tangisan kecil terdengar dari Yin Yue yang mencoba menahan Rasa Sakit yang luar biasa itu
"S-suamiku... t-tolong... tolong bersikap lembutlah kepadaku..." Ucap Yin Yue
"M-maaf Istriku... Sepertinya aku terlalu bersemangat" Ucap Yehuan
Yin Yui cemberut saat melihat adegan itu, "Suamiku... Cepatlah... Apa kamu hanya akan bermain bersama Kakak?" Ucap Yin Yui yang cemburu
Yehuan Menghela nafasnya kemudian tersenyum ke arah Yin Yui, "Baiklah, Tunggulah Sebentar, aku akan membuat kakakmu pingsan terlebih dahulu" Ucap Yehuan
Dengan itu, Yehuan mulai bercinta dengan Kedua Istrinya
(Benar... Untuk saat ini, aku tidak perlu memikirkan apapun... Yang harus aku lakukan sekarang hanyalah membahagiakan Istriku bagaimanapun caranya) Ucap Yehuan dalam benaknya
Gelombang kebahagiaan mengalir deras di dalam ruangan Yehuan, dengan suara lembut dari kedua istrinya yang memenuhi setiap inci ruangan, momen itu menjadi momen paling di nikmati oleh Yehuan tanpa harus memikirkan apapun selain membahagiakan Kedua Istrinya