Immortal

Immortal
Dream



"Rupanya kau datang juga sayang, aku sangat merindukan dirimu. " ucap pria itu sambil berjalan kearah diriku yang berada tak jauh darinya.


What! Sayang? Pala lu peyang kali yak, wait wait. pikirnya dan mengerutkan dahinya seakan dia bingung apa yang terjadi dalam dirinya dan bukannya ia lagi tidur di kasur kesayangannya dan sekarang ia tak tau dimana dia berada tempatnya sangat asing dimatanya. Apakah ini hanya mimpi? Semoga bukan, eh semoga iya. Gadis itu masih diam berdiri disana melawan pikirannya yang saat ini berkecamuk. Ia tak menyadari bawah pria itu sudah tepat didepannya malah sangat dekat.


Srekk


Pria itu menarik pinggang wanita dihadapannya dan memeluk erat seakan tidak ada hari esok. Yang dipelukpun sontak kaget dan buyar sudah yang ada dipikirannya karna pria didepan ini tiba-tiba memeluknya tanpa seizin nya. Ia masih diam saja dipeluk sama pria itu, ia sangat bingung dengan situasi ini dan mencerna apa yg terjadi dengannya.


"Hai.. Kenapa kau diam saja. Apakah kau terpesona dengan ku? " dengan suara yang berat serta serak yang seksi yang terdengar Indah ditelinganya.


Eh.. ia menatap pria itu tepat dimanik matanya yang Indah yang berwarna biru sebiru lautan samudra, rambutnya yang bergoyang tertiup angin yang menambah ketampanannya, alis hitam yang tebal, hidung yang mancung, rahang yang keras terlihat gagah nan kokoh, serta tak lupa dengan bibirnya yang sedikit tebal kemerahan yang membuat Maria meneguk slavinanya.


Membayangkan kalau bibir pria tersebut.. Pikirnya


Aitsss' dasar otak mesum. Bhatinnya


"Hai, kenapa kau diam" bisiknya ditelinga maria dengan suara seksinya itu Yang membuat bulu kuduk wanita itu merinding seketika.


"Aku merindukan mu" bisik pria itu serta menatap tepat ke mata wanita didepannya itu dengan mata penuh kerinduan yang sangat mendalam. pria itu mulai mendekati wajahnya kearah wajah wanita tersebut dan terus mendekat dan mendekat hingga jarak mulai menipis.


wanita tersebut mulai memejamkan matanya dan wajah pria itu semakin mendekat, sampai ia bisa merasakan hembusan nafas pria itu hanya tinggal beberapa senti lagi Untuk menempel bibirnya ke bibir pria itu tetapi..


"Tringgg. Tringgg. Tringgg..... " suara jam waker.


Dann..


GUBRAKKK


"Wadauuuuuu badan gue. " hancur sudah mimpi indahnya ketemu sang pangeran tampan, gara-gara jamnya yang gak bisa diajak kompromi ukh_-


Tringggg.. Tring.. Tring..


"Jam sialan ganggu mimpi Indah gw aja."  tangannya terulur untuk mematikan bunyi jam wekernya tanpa melihat pukul berapa saat ini.


"Emang dah jam berapa sih orang masih malem juga udah bunyi aja." gumamnya yang matanya pun masih merem melek merem-melek untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya, nyawanya pun belum sepenuhnya kumpul, ketika matanya melihat ke satu objek untuk mengetahui pukul berapa sekarang ini.


dannn..


JRENGGGG!!!! Bagaikan mendapat hadiah dipagi hari. Dan matapun sepenuhnya melek dengan sempurna seperti ingin keluar dari kelopaknya.


"MAMPUS gw telat lagi." gadis itu pun bangun dan langsung lari kearah kamar mandi untuk menyelesaikan ritual mandi tiap harinya.


Tak  butuh waktu lama ia telah menyelesaikannya dalam waktu 15 menit. Dan langsung keluar tergesa gesa dari kamar menuju meja makan.


"Morning pah, bun." tak lupa mencium pipi kedua orang tuanya yang sudah terbiasa disetiap pagi.


"Astaga anak perawan bangunnya jam segini emang kamu gak telat ke sekolahnya hemm." tanya papah sambil menyeruput kopi yang ada dihadapannya.


Uhhh.. Pertanyaan itu selalu sajah terulang terus


"Telat pah, makanya aku mau berangkat udah siang nih." balasnya


"Gak sarapan dulu nih." tanya bunda.


"Gak bun biar nanti aku sarapan di kantin sekolah aja." jawabnya.


"Yaudah aku berangkat pah, bun." meninggalkan meja makan dan berjalan keluar.


Skip_


Dan Sekarang ia berada tepat didepan pagar sekolahnya yang sudah tertutup rapat, Ia pun melihat jam putih yang berada melekat pas dipergelang tangannya. Kalau gue lewat gerbang sekolah nanti gue dihukum lagi kayak kemaren karna terlambat, mending sekali-kali lah lewat tembok sekolah mumpung gak ada yang lihat ini. pikirnya Sambil melirik sekelilingnya yang tak ada siapa-siapa.


Padahal ini bukan pertama kalinya ia memanjat dinding sekolah, gadis itu emang sering disebut anak cowo karna tingkahnya yang kelewatan sopan.


Gadis itu pun akhirnya manjat tembok belakang sekolah ini bukan kali pertamanya ia panjat, ia sering melakukannya kalau sedang terlambat dan bolos pelajaran kalau sedang bosan sama guru mapelnya.


SREKK SREKKKK.


udah ampe Puncak tinggal turunnya aja selesai deh, duh pake nyangkut lagi nih tas. bhatinnya


Ia mulai turun perlahan lahan dan..


" lagi ngapain neng "


"lagi turun dari tembok lah masa lagi renang ." ucap gadis itu tanpa sadar yang dibelakang adalah guru yang sedang piket berjaga dibelakang sekolah kalau ada terjadi siswa-siswi yg terlambat atau bolos. "ouh " balas gurunya sambil mangangguk-manggut kepalanya.


"kenapa harus lewat tembok bukannya ada gerbang ya " tanya guru itu.


"males ah, lagian juga kalau lewat gerbang nanti ketahuan ama pak kumis(satpam) terus ngadu ke pak botak mending cari jalan aman ajah." kataku.


"emang ketahuan ngapain, ketahuan pacaran yah apa ketahuan telat ? " tanya orang itu.


"bukannya masuk sekolah jam 7.30 dan kenapa kamu datang jam 9." lanjutnya.


"emang, tadi gue kebablasan tidurnya jadi gini deh." jawab gadis itu dengan enteng tanpa dosa.


gass teruss lah -author-


"bu____" guru itu terhenti karena gadis itu yang memotong ucapannya.


"etttt dah tanya mulu udah kayak wartawan aja, mending bantuin gue turun nih, tolong pegangin tas gue yah" smbil melempar tasnya kebelakang tanpa menengoknya dan gurunya pun dengan sigap menangkap tasnya yang sekarang berada ditangannya.


HAP!! Huh. Selamat sampai tujuan. bhatinnya dan tak lupa membersihkan tangan serta merapihkan pakaian yang terlihat kusut.


"ekhem." deheman dari arah belakang.


"Apaan sih loh khem khem mulu keselek lu___" ucapannya terhenti ketika ia berbalik kearah belakang yang ternyata ia melihat sang pencabut nyawa eh ralat guru botak. Maria pun meneguk slavinanya wadoh mati dah lu maria, kenapa harus guru ini mulu sih yang hukum gue mulu demen banget.


" eh bapak kenapa ada disini pengen jambu buat bini ya pak." tanya maria dengan cengar cengirnya yang kebetulan tempat yg ia panjat ditebok ada pohon jambu yang sedang berbuah banyak. "Gak. " balas guru itu.


"Ouh yaudah kalau gitu acaranya nanti dipending dulu dan dilanjutkan dilain tahun. Kalau gitu saya permisi pergi ya pak." sambil salaman ke guru itu


"Permisi pak." membungkukkan badan agar telihat sopan. Belum juga dua langkah ia jalan tiba-tiba ditarik kerak bajunya kearah belakang jadi ia mundur kembali ketempat semula.


"Ettt tetttttt mau kemana kamu maria?" tanyanya. Yang masih Setia memegang kerah belakang bajunya maria ketika ia ingin meninggalkan tempat itu.


"bapak kenapa narik saya? Emang saya kecoa pake ditarik-tarik." tanya maria.


"Eh kecoa? Kucing kali " jawab guru itu meralat ucapan maria.


"Ouh sekarang udah ganti lagi yah pak. " ucapku.


"Seterah kamu, yang penting sekarang kamu ikut bapak ke BK. " ucap guru itu dengan tegas. Maria pun pasrah dan mengikuti guru itu ke ruang BK akhirnya. Apakah ini yang dimaksud jalan aman?


Ps: guru botak adalah guru BK yang sangat ditakuti oleh anak-anak disekolah itu kecuali untuk maria.


Oke comment , share and like untuk cerita ini. Next cerita 👉