
AKKKKKHHHHHH-----
________________________________________
Derttttt Dertttt...
Hosh hosh hoss deruh nafasnya yang begitu cepat serta buih-buih keringat membasahi wajahnya, wajah Maria saat ini bagitu pucat bagaikan orang sakit.
Ia teringat akan mimpinya, seperti ia pernah merasakannya sendiri tetapi Maria tak ingat apa yang ia mimpikan baru saja. Itu bagaikan Dejavu. Entahlah.
Dertttt Drettt..
Ponselnya terus saja bergetar seperti ada panggilan masuk, ternyata benar panggilan masuk dari niana. Maria pun mengangkat panggilan itu.
Panggilan lain
Hemm
Lu dimana Mar. Udah masuk nih tapi gua kira lu belum datang eh ternyata tas lu ada dikelas toh.
Lagi di perpus, yaudah gua otw nih.
Gua tutup dulu.
Iya.
Tuttt tuttt...
-----
Maria melihat jam tangan yang berada ditangan kirinya, ternyata ia tertidur selama satu jam dan sekarang sudah pukul 8.00 ia telat masuk kelas 30 menit. Ia tidak tau apakah ia akan terkena hukuman atau tidak.
Maria mengingat-ingat akan mimpinya tetapi nihil ia tak mengingat apapun, yang maria rasakan hanyalah seperti horor yang membuat dirinya takut akan mimpi itu.
Ia pun akhirnya mengabaikan mimpi itu dan berdiri dari tempat duduknya lalu meninggalkan perpustakaan itu menuju keruang kelasnya.
Sesampai di depan kelas ia melihat dari depan jendela sambil mengintip ternyata gurunya lagi tidak ada dikelas, akhirnya ia pun memberanikan diri untuk masuk keruang kelasnya.
Sesampi di depan pintu maria baru tiga langkah ia melangkah teman-teman dikelas milihat dirinya karna baru datang jam segini tapi teman-teman sudah tak heran lagi dengan Maria si anak tukang telat.
Maria yang berdiri didepan pintu hanya menyengir kuda kearah niana dan ketua kelas yang dicengirin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Uhh untung belum datang tuh guru." gumam maria.
"Kata siapa? Hem. "
'Anjerr bulu kuduk gua langsung merinding seketika.' bhatinnya.
"Saya disini, di belakang mu. Memangnya kamu tak melihat tas saya sudah ada dimeja sana. " ucap guru itu sambil mengarahkan tatapannya ke mejanya.
Maria seketika langsung membalikkan badan kearah belakang dan mengikuti arah pandangan yang dilihat guru itu dan ternyata benar, tasnya sudah bersemayam dimeja sana. Kenapa ia tak melihatnya?
'Harus cari alasan lain nih. Tapi apa yah.' ucapnya dalam hati sambil memikirkan Sesuatu.
"Kenapa baru datang dijam pelajaran saya! "
"Ah sudah kuduga pertanyaan itu sama persis seperti kemarin. " gumam maria yang masih didengar jelas oleh guru itu.
"Apa? "
"Eh, enggak. " ucap maria spontan.
"Enggak? Maksudnya. " ujar guru itu.
"Ehmm, anu--
"Anu? Anu apa? "
"Ck bapak jangan memotong ucapan saya. "
"Makanya kamu kalau ngomong yang jelas dong." balas guru itu singkat.
"Kok jadi saya pak, saya ngomong gak jelas karna bapak yang memotong pembicaraan saya." dumelnya.
"Ouh kamu nyalahin bapak nih jadinya, kalau gitu nilai kamu bapak kurangi 50 poit. "
"What!! 50 ? wah bapak ngancemnya berhasil." ujarku yang sedikit kaget.
"Ck Maaf pak maksud saya, bukan untuk nyalahin bapak. Tapi emang itu kenyataannya." lanjutku dengan senyuman terpaksa.
"Aduh kamu yah gak ada benernya. " gumam guru itu yang masih terdengar oleh maria.
"Eh! Sorry pak saya masih denger loh. " balasku.
"Oke saya ulang pertanyaan saya--
"Jangan susah-susah pak, takutnya saya susah jawab. " celetuk maria.
Anak-anak yang mendengar sahutan maria mulai menahan tawa sebab gurunya dibuat jengkel olehnya.
"Maria."
"Iya pak. "
"Saya belum selesai bicara.. Maria kamu kenapa telat masuk dipelajaran saya!!! " ucap guru itu yang sempat terhenti dan meninggikan setengah suaranya.
Maria yang mendengar itu langsung mengusap-usap telinganya.
"Oh anu itu pak hemm heh, sebenarnya saya juga udah datang, malah dari pagi-pagi sebelum jam pelajaran dimulai. " ucap maria dengan percaya dirinya.
Anak-anak pun langsung berbisik-bisik ribut dengan tatapan yang kurang yakin akan jawaban Maria.
"Benarkah? Lalu buktinya apa? " tanya guru itu dengan mengerutkan keningnya tanda tak yakin akan perkataan maria. Pasalnya maria di kenal dengan anak yang selalu terlambat ke sekolah.
Maria langsung menunjuk kearah salah satu tempat duduknya dengan mengangkat tangannya.
"Ck bukan lu tarzan, tapi disamping lu. " balas maria. Orang-orang yang dikelas mengerutkan keningnya karna tak paham akan maksudnya.
"Uh tulalitnya si tarzan." gumam maria.
"Maksud gua, tas gua yang ada disamping lu. "
"Ouhhh tas, kenapa tas lu. Aman-aman ajah kok disini. " balas niana dengan tampang bloon.
Maria yang mendengar itu menepuk jidat karna niana tak paham apa maksudnya.
"Iya pak tadi maria sudah datang dari pagi-pagi saya yang melihatnya, itu pun saya juga heran tumben banget datang pagi." ujar maxime sang ketua kelas dengan jawaban yang jujur.
Maria yang mendengar jawaban maxime hanya tersenyum karna ada yang belain dirinya.
"Apa benar maxime. " ucap guru itu.
"Benar pak. " balasnya.
"Ok hari ini bapak ampunin, dan sekarang kenapa kamu telat masuk jam saya selama 30 menit! "
'Ck ck gua kira udah selesai. ' pikirku dengan muka masam.
"Saya dipanggil oleh guru piket pak, buat ngasih buku tugas saya yang belum dikumpulin. " ucapku bohong, padahal ia telat karna tidur diperpustakaan.
"Ouh jadi gitu, ya sudah kamu duduk." balas guru itu pada akhirnya.
Maria pun menghela nafas lega karna guru itu mempercayai ucapannya. Pelajaran pun dimulai dengan tenang dan damai.
Skip_
Sehabis dari kantin Maria dan niana melihat segerombolan siswa siswi yang berkumpul didepan mading dengan ekspresi yang berbeda-beda.
Karna penasaran Maria dan Niana pun menghampiri tempat mading berada.
"Misi-misi air panas air panas mau lewat. " teriak niana dari arah belakang, seketika siswa-siswi langsung menepi mensilakan maria dan niana lewat.
Maria pun berjalan duluan dan disusul oleh niana dari belakang. Ketika sampai didepan mading maria mengerutkan keningnya kurang mengerti.
"Pengumuman tentang kegiatan kemping tahunan 2019. Wah kemping seru nih, ikut ah." ucap niana.
"Kemping? Tahunan? Gua kok baru tau, kayaknya tahun kemarin tidak ada yah. " tanyaku.
"Ada. Kan gua udah kasih tau. Mungkin lu lupa, tapi pas itu kan elu pergi ke prancis nemuin nenek lu. " balas Ana.
"Ouh.." balasku singkat lalu meninggalkan mading dan pergi menuju kelasnya berada, lalu disusul oleh Ana.
Ana nama panggilan Maria untuk niana.
.....
Bel pun berbunyi yang bearti berakhirnya pelajaran hari ini. siswa-siswi pun berhamburan keluar dari kelas dengan amat senangnya.
Seorang gadis duduk bersandar dibangku bawah pohon lebat, berada tepat didepan sekolahnya dengan santainya sambil memakai earphone.
Kakinya menyilang dengan posisi kaki kanan diatas dan kaki kiri dibawah, kaki kiri pun bergerak keatas kebawah karna ia menikmati lagunya dengan hati senang.
Ana keluar dari kelas lalu melihat seorang gadis yang sedang duduk sendiri dibangku, Ana yang melihat itu pun memanggil gadis itu dari kejauhan tetapi tak ada respon sama sekali.
Ana pun akhirnya menghampiri gadis itu yang tak lain adalah Maria tukang madol pelajaran, karna pelajaran akhir ia tidak mengikutinya dan sekarang ia malah duduk bersantai dibawah pohon lebat sambil bernyanyi.
"Woi Maria!! " teriak niana sambil menepuk bahu maria.
Yang ditepuknya pun terlonjak kaget dan seketika melepaskan earphonenya lalu melirik ana dengan tatapan tajam.
"Elu yah, untung gua gak ada riwayat penyakit asma. Kalau ada bisa mati gua gara-gara loh." ucapku spontan.
"Hehe peace. " balas ana dengan menunjukkan dua jarinya, jari telunjuk dan jari tengah.
"Jantung kali neng. Bukannya asma. " lanjutnya.
"Ogah ah kalau jantung, terlalu serem. " balasku.
Niana mengganti topik pembicaraan dengan membahas kamping yang akan diadakan dua minggu lagi.
"Lu ikut mar. "
"Ikut apaan? "
"Kamping. "
"Ehmm.. Ikut dong pasti. makanya hari ini gua lagi seneng. " ujarku.
"Seneng? Kenapa? Ini kan cuma kemping biasa doang. "
"Gua seneng karna bisa terhindar dari dua bodyguard itu sementara. " ucapku sambil tersenyum.
"Ouh yang lu ceritain itu. " ucap ana
"Ehm. " dehemku.
"Lumayan kan satu minggu terlepas dari pengawasan bodyguard gua. " lanjutku.
"Kalau gua sih jadi lu seneng, soalnya yang jagain bodyguardnya ganteng. " ucap Ana.
"Yeh dasar, mau lu itu mah. " ujar maria sambil memutar bola matanya.
Maria memakai earphonenya kembali dari pada mendengar ocehan Ana yang gak ada faedahnya. Tetapi Ana tak menyadari itu ia terus saja ngomong tanpa melihat kearah maria.
.
.
follow Instagram : 0minions_