
Pedalaman Hutan Kematian
Sebuah Pilar Es menjulang tinggi keluar dari Kabut Hitam yang ada di dalam Hutan
Membekukan segala sesuatu yang ada di dalamnya, Pilar Es itu berisi Puluhan Serigala Darah
Namun, Di Bawah Pilar Es itu, Masih terdapat Kawanan Serigala Darah yang sangat banyak
Salah Satu Serigala Darah Melolong untuk memanggil Bantuan dari kawanan lainnya
Tepat sesaat setelahnya, Dari segala Arah, Datang dan Berhamburan Serigala Darah yang tidak terkira Jumlahnya
Yin Yue mengerahkan sebagian Kekuatannya untuk membunuh Para Serigala Darah itu
Menarik Tombaknya lalu menghempaskannya dengan kuat
Sapuan Gelombang Dingin yang bisa Merobek Tubuh berhasil mengoyak Serigala Darah itu satu per satu
Namun para Serigala Darah itu masih terus berdatangan dan membuat Yin Yue tertahan semakin lama di tempat itu
Yin Yue menggertakkan Giginya, "Cih... Jika seperti ini terus... Aku hanya akan membuang buang waktu..." Ucap Yin Yue
Kemudian Yin Yue mengangkat Tombak nya
"BADAI ES PENGHANCUR"
Mengayunkan Tombak nya dengan Kuat, Sebuah Badai Es Terbentuk
Dengan Serpihan Serpihan Es yang berterbangan layaknya sebuah pedang, Serpihan Es itu mulai mengoyak Tubuh Para Serigala Darah itu
Badai Es itu mulai melebar hingga ke segala Penjuru, Mengoyak dan menghancurkan segala sesuatu yang ada di jalurnya
Yang tersisa dari Badai Es itu hanyalah Genangan Darah dan Es Yang membekukan segala sesuatu yang di lalui nya
Potongan Potongan Tubuh Serigala Darah berceceran dimana mana, Hamparan Luas berubah menjadi Padang Es yang tak pernah mencair
Yin Yue menghela nafasnya, "Akhirnya..." Ucap Yin Yue
Kemudian Yin Yue segera bergegas pergi menuju ke Tengah Hutan Kematian
...----------------...
Dalam Perjalanan
Yin Yue melihat Peta yang di berikan Fu Ma kepadanya
"Kristal Pecahan Jiwa itu seharusnya ada di dalam sebuah Goa yang ada di tengah Hutan Kematian, Jika aku tidak salah, Seharusnya aku sudah dekat dengan Goa itu" Ucap Yin Yue
Kemudian Yin Yue menyimpan Peta nya di dalam Cincin Penyimpanannya lalu segera mempercepat langkahnya karena tidak ingin membuang buang waktu
Perjalanan Yin Yue tidaklah Mudah, Dirinya selalu saja berhadapan Dengan Berbagai Demonic Beast, Para Demonic Beast yang di Temui Yin Yue menjadi semakin Kuat seiring dengan Yin Yue yang mulai mendekati Area Tengah Hutan
Berbagai Pil di Konsumsi oleh Yin Yue untuk meningkatkan Kekuatan Bertarung nya dan Memulihkan Kekuatannya
Untung nya Yin Yue di bekali Persiapan Yang Matang oleh Fu Ma, Mulai dari Informasi hingga Persediaan
Walaupun Persediaan yang Fu Ma berikan telah Habis di gunakan oleh Yin Yue, Namun itu tak menjadi Penghalang bagi Yin Yue untuk terus maju menuju ke Tengah Hutan Kematian
Menggunakan Seluruh Sumber Daya langka yang di milikinya, Yin Yue tanpa Ragu menggunakan mereka semua demi mencapai Tujuan nya
Bagi Yin Yue, Sumber Daya Langka yang di milikinya benar benar tidak ada apa apanya jika harus di bandingkan dengan Nyawa Yehuan
Maka dari itulah, Yin Yue Bertarung melawan Para Demonic Beast itu hingga Titik Darah Penghabisan
Luka parah di terima oleh Yin Yue, Namun itu tak menggentarkan Tujuan Yin Yue untuk terus maju dan melangkah lebih jauh lagi ke dalam Hutan Kematian
Bagi Yin Yue, Saat ini tidak ada yang lebih penting daripada Tujuan nya untuk menyembuhkan Yehuan
"Yehuan... Bertahanlah... Aku pasti akan segera kembali dengan membawa Kristal Pecahan Jiwa itu..." Ucap Yin Yue
...----------------...
Setengah Hari Kemudian
Pusat Hutan Kematian
Yin Yue berjalan ke arah Sebuah Goa yang ada di hadapannya
Goa Itu memancarkan Energi yang aneh, Entah itu Energi apa, Yin Yue tidak mengetahuinya sama sekali
Dari sanalah, Yin Yue sudah mengetahui bahwa ada Bahaya Besar yang akan mengancamnya jika dirinya masuk ke dalam Goa tersebut
Namun Tekad Yin Yue tak bisa di patahkan, mau itu bahaya ataupun Ancaman, Yin Yue Akan tetap masuk ke dalam Goa itu
"Aku sudah membuang Banyak waktu, Aku harus segera mendapatkan Kristal Pecahan Jiwa itu secepatnya..." Ucap Yin Yue
Yin Yue memegang Tombak nya dengan Kuat, "Demonic Beast di dalam Goa itu seharusnya adalah Demonic Beast yang ada di Atas Tingkat 5, Sepertinya aku harus menggunakan Tehnik Terlarang itu lagi" Ucap Yin Yue
Tanpa membuang waktu lagi, Yin Yue segera masuk ke dalam Goa tersebut
...----------------...
Di Dalam Goa
Goa itu memiliki Struktur yang aneh, Layaknya Reruntuhan Kuno yang sudah sangat lama di tinggalkan
Aura berwarna Merah Darah menyertai Bau Amis Darah yang menyengat, Suasana di dalamnya begitu mencekam, cukup untuk membuat seseorang jatuh pingsan karenanya
Di seluruh jalan yang ada, Tengkorak Manusia bercampur dengan Tulang Belulang dari makhluk yang tak di ketahui
Yin Yue berjalan masuk lebih dalam ke dalam Goa tersebut, Dengan tetap mewaspadai segala sesuatu yang ada di sekitarnya, Yin Yue terus mempercepat langkahnya untuk segera mencapai Inti Goa
...----------------...
Inti Goa
Seekor Ular Raksasa melingkari sebuah Piramida Batu, Dan di Puncak Piramida Batu itu, Terdapat sebuah Kristal yang tak lain dan tak bukan itu adalah Kristal Pecahan Jiwa
"Itu dia..." Ucap Yin Yue
Kemudian Yin Yue berhenti bersembunyi lalu segera melangkah mendekat ke arah Ular Raksasa itu
"Tak perlu membuang waktu lagi... aku harus mendapatkan Kristal itu secepatnya" Ucap Yin Yue
Kemudian Yin Yue mengangkat Tombaknya, "HEI KAU ULAR JELEK" Teriak Yin Yue
Mendengar Teriakan Yin Yue, Ular Raksasa itu bangkit lalu mengarahkan dirinya ke arah Yin Yue
Ular Itu mendesis, Menatap Yin Yue dengan Tatapan yang tampak lapar ingin segera memangsa Yin Yue
Yin Yue tak gentar sama sekali, Menutup matanya lalu mulai berkonsentrasi untuk memusatkan Seluruh kekuatan nya
Tanpa Ragu lagi, Ular itu langsung Menerjang ke arah Yin Yue
Menghela Nafasnya, Yin Yue membuka Matanya
"Gelombang Es Penghancur"
Yin Yue mengayunkan Tombak nya dengan Kuat
Pada saat itu juga, Pergerakan Ular Raksasa itu terhenti
Yin Yue menghela Nafasnya
"Hancurlah..."
Sayatan Kecil muncul di kepala Ular Raksasa itu
Tak lama setelahnya, Tubuh Ular itu mulai Terkoyak Habis Habisan, Tubuhnya terbelah menjadi 2, Darahnya menyembur deras ke sana kemari hingga membuat sebuah Genangan Darah
Selama beberapa waktu, Yin Yue hanya memandangi Ular Raksasa itu dengan Tatapan Dingin
Tepat sesaat setelahnya, Tubuh Yin Yue langsung terjatuh ke tanah, Nafasnya terengah engah, pandangannya begitu buram hingga hampir kehilangan kesadarannya
Kepalanya terasa sangat sakit seperti di tusuk oleh Ratusan Jarum pada saat yang bersamaan, Dari Mata Kanan Yin Yue mengeluarkan setetes darah yang mengalir jatuh melalui pipinya
Tubuhnya terasa sangat lemah, Bahkan untuk berdiri saja Yin Yue tidak bisa
"Hah... Hah... Hah... Aku... Berhasil..." Ucap Yin Yue
Kemudian Yin Yue mencoba berdiri dengan menggunakan Tombaknya sebagai Penopang Tubuhnya
Saat ingin berjalan untuk mengambil Kristal Pecahan Jiwa yang ada di puncak Piramida Batu, Seorang Laki Laki Datang lalu langsung menyerobot dan mendahului Yin Yue
"Wah Wah... Ternyata sudah di bereskan, ini menghemat waktu serta mengurangi pekerjaanku"
Yin Yue yang Tubuhnya Gemetaran mencoba menatap ke arah Laki Laki itu
"Siapa...?" Ucap Yin Yue dengan nada lemah
Laki Laki itu tersenyum, Kemudian Menatap ke arah Yin Yue, "Kau tidak perlu tau" Ucap Laki Laki itu
Kemudian Laki Laki itu segera memanjat ke Puncak Piramida Batu itu
"Kristal Pecahan Jiwa ini sekarang menjadi milikku" Ucap Laki Laki itu
Tubuh Yin Yue semakin gemetaran
"BERHENTI... KRISTAL ITU BUKAN MILIKMU..."
Yin Yue berteriak sekuat tenaga untuk menghentikan Laki Laki itu
Laki Laki itu menatap ke arah Yin Yue dengan Tatapan yang menghina, "Maaf Nona, Benda ini sekarang menjadi milikku" Ucap Laki Laki itu
Kemudian Laki Laki itu segera Pergi meninggalkan Yin Yue
"BERHENTI..." Yin Yue berteriak
Mencoba mengejar Laki Laki itu, Namun Yin Yue sama sekali tak bisa menahan tubuhnya dan akhirnya diri nya terjatuh ke tanah
"ber... henti... Kristal itu... Kristal itu milik Yehuan..." Ucap Yin Yue dengan nada yang sangat lemah
Saat itu juga, Yin Yue di kuasai oleh Rasa Putus ada dan Rasa Kesedihan, Pada akhirnya, Yin Yue gagal untuk mendapatkan Kristal Pecahan Jiwa yang menjadi satu satunya harapan baginya untuk menyembuhkan Yehuan
Air matanya mengalir, Dalam Kesedihan, Yin Yue terus menerus Meminta Maaf kepada Yehuan
"Yehuan... Maafkan aku... Maafkan aku... Hiks... Hiks..." Ucap Yin Yue dalam tangisannya
Dalam kesedihannya, Yin Yue tak bisa berbuat apa apa, Harapannya Musnah, dan itu berarti dirinya juga akan kehilangan Yehuan
Meratapi Dirinya yang begitu tidak berguna, Yin Yue hanya bisa menangis dalam kondisi nya yang lemah
Tekad yang menyertai dirinya hilang begitu saja, seakan tidak pernah ada, dalam tangisannya, Yin Yue tak bisa melakukan apapun lagi
Tepat pada saat itulah, Sesuatu Bersinar dari Arah Kepala Ular Raksasa yang terbelah dua dengan cahaya yang menyilaukan
Tangisan Yin Yue terhenti saat melihat Cahaya tersebut
"Apa... itu...?" Ucap Yin Yue
Kemudian Yin Yue mencoba Bangkit dengan seluruh kekuatan nya yang tersisa
Mendekati Cahaya yang bersinar itu, Yin Yue mencoba mengambil benda yang bersinar tersebut
Pada saat itu juga, Yin Yue terkejut setengah mati dengan apa yang di temukan nya
"Ini... Kristal Pecahan Jiwa...?"