
Gedubrakk...
"Engggh... Berisik banget perasaan dari tadi gua tidur. " kesal maria karna ketika ia tidur selalu saja mendengar suara-suara yang membuat tidurnya tak nyaman.
Maria mengambil buku yang berada di wajahnya lalu merubah posisinya menjadi duduk bersandar agar menbuat dirinya nyaman.
Ia melihat keluar jendela yang berada disampingnya ketika ia melihatnya tak ada apa-apa yang ia lihat. Tetapi yang ia lihat hanya pemandangan taman belakang sekolah yang sunyi karna tak ada seorangpun yang berada disana, saat maria mulai mempertegas penglihatannya dari jarak jauh ia melihat tanah ditaman itu retak yang lumayan lebar.
Maria melihat sekeliling taman dan.. Ia melihat suatu objek yang berada disamping pohon besar yang berada ditaman itu yang membuat dirinya tercengang saat melihatnya.
Tak sengaja Mata orang itu dan mata dirinya saling beradu pandang yang membuat maria merasa terimidasi olehnya dan maria pun langsung melengoskan wajah agar berhenti menatapnya karna menatapnya membuat dirinya merinding.
Maria kembali melihat lagi kearah keluar jendela mungkin karena penasaran, tetapi ketika ia lihat tak ada orang itu orang itu--- menghilang? Gumam.
Maria bangun dari posisinya lalu pergi meninggalkan perpustakaan belum sempat satu langkah ia keluar dari pintu tiba-tiba hapenya berdering di saku bajunya yang menandakan adanya panggilan masuk. Maria pun berhenti lalu mengambil hapenya yang berada di saku bajunya, naina itu lah nama yang tertera disana ia telah menelpon 3 kali panggilan tak terjawab olehnya.
Maria pun akhirnya mengangkat panggilan telpon dari naina.
Panggilan lain
Maria_
Ken--
(tiba-tiba menjauhkan telpon dari kupingnya)
MARIAAA!!
Lu gila yah, cepet masuk kelas sekarang karna jam ini ada kelasnya bu caroline. Kalau lu kaga dateng habislah riwayatmu nak.
Tapi---
Tut.. Tut.. Tut..
"Wahh daebak, utung teman yang versi ini cuma satu. Gak bakal kebayang kalo punya lebih. " ucapku
…
Maria melihat jam tangan berwarna putih yang melekat ditangan kirinya ternyata bel istirahat sudah 10 menit yang lalu.
Matilah lah kau maria. Bhatinnya
Maria berlari keluar perpus menuju kelas 12 mipa3 yang dimana letaknya dilantai dua, ia harus menaiki tangga terlebih dahulu tetapi sebelum dua langkah ia naik ke tangga ia terhenti mendadak dan langsung memundurkan langkahnya kebelakang yang dimana ia seperti mendengar sesuatu yang menyebutkan namanya.
Perasaan kayak ada yang nyebut nama gua, tapi.. bodo ah mungkin orang iseng ajah kali yak. Gumamnya.
Maria melihat sekeliling sekolah sudah sepi karna jam istirahat telah 10 menit yang lalu, ia mengabaikan sesuatu yang tadi ia dengar tak sengaja, ia hanya mengira mungkin orang lain yang iseng padanya atau mungkin ada fans berat yang memanggil namanya.
Maria melanjutkan langkahnya tetapi terhenti lagi karna ia mulai timbul penasaran karna akhir-akhir ini ia sering mendengar namanya yang selalu dipanggil-panggil tapi entah itu siapa?
Ia terus melangkah sambil mendengarkan dimana arah sumber suara tersebut, tetapi yang ternyata kakinya melangkah kearah taman belakang sekolah atau belakang perpus yang jarang siswa/i kunjungi karna sebagian orang tak mengetahui kalau disini ada taman.
Rasa penasaran pun makin memuncak karna ia mendengar suara yang berbeda, maria mengambil kesimpulan kalau ada dua orang yang sedang bercakap-cakap disana. Yang sering ia dengar samar-samar adalah menyebutkan namanya baik nama panggilan maupun nama panjang, kelas, keluarga, dan alamatpun disebutkan dan lebih kagetnya lagi itu semua benar.
Maria saat ini sedang berada dibelakang tembok dekat taman agar ia lebih leluasa bisa mendengar apa yang mereka bicarakan soal dirinya.
"Wahh stalker sejati!! " gumannya pelan dengan suara terkejut saat mendengar atau yang lebih tepatnya nguping pembicaraan orang itu.
Srek.. Kretek.. (Suara kaleng yang tak sengaja maria menginjaknya.)
Mampus, gua ketahuan. Batin sambil meneguk slavina mulai panik. Maria pun melangkah mundur kebelakang dengan langkah pelan-pelan agar tak ketahuan oleh mereka, tetapi sepertinya Dewi fortuna lagi tak berpihak padanya karna..
Bruk..
1.. 2.. 3..
Waduh gua nabrak siapa nih dibelakang, perasaan dibelakang gua gak ada tembok dah. Pikirnya yang mulai panik karna acara mengupingnya diketahui oleh orang itu.
Ketika maria mulai berbalik perlahan-lahan sambil memejamkan matanya kearah belakang karna ia tak ingin melihatnya.
"Maria!! Kenapa kamu disini hah? " seru orang itu.
Maria terhentak kaget dan langsung membuka matanya karna yang ternyata ia dengar adalah suara gurunya yang tak lain pak botak siapa lagi kalau bukan dia yang sekarang masih gentayangan ajah.
Apes banget dah gua. Kena mulu ama dia. Pikirnya mulai pasrah.
"Ehmm. " balas maria dengan singkat tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun dan berjalan mendahului gurunya.
Dasar bocah. Umpat sang guru
"Aku mendengarnya pak. " ujarku didepan guru itu. Tetapi saat ini pikiran Maria yang sedang bertanya-tanya soal kejadian tadi ditaman.
Tadi siapa yah yang ditaman itu. Pikir maria sambil terus berjalan dengan pelan.
"Pak, bisakah bapak berjalan lebih cepat lagi. Biar anda tidak berada dibelakang saya. " pintaku pada guru itu dan sempat berhenti diperjalanan menuju ruang BK, Maria sudah mengetahui apa maksud guru itu tadi yang 'ikut bapak sekarang' dimana lagi kalau bukan BK tempat tujuannya.
Guru itu berjalan mendekati maria dan..
Pletekk!!
Awww Aitss..
"Bapak kenapa menjitak saya." ujar sang empunya yang meringis merasa sakit oleh ulah guru itu.
"Kan sakit tauu. " lanjutku.
"Kamu tuh yah sopan banget sama bapak, hukuman mu akan bapak tambahkan. " ujar gurunya.
"Tap--
"Gak ada tapi-tapian, cepet ikutin bapak. " lanjut guru itu dengan nada tegas setiap kalimatnya.
Guru itu kemudian berjalan mendahului maria dan maria saat ini berada dibelakang guru itu. Ia berjalan begitu cepat sampai maria tak bisa menyamai langkah kakinya.
Saat maria berada dibelakang, maria berpikir untuk kabur atau lari dari guru itu agar ia bisa terbebas dari hukumannya. Otak cantiknya pun terus berpikir dan berpikir bagaimana caranya untuk kabur dan ia pun sudah menemukannya.
"Maria apakah kamu gak bosen di hukum sama bapak terus hah, kalau kamu bosen seharusnya kamu lebih rajin dan disiplin kalau disekolah. Bapak bosen tiap hari harus hukum kamu sehari 5x ." cerocos guru itu tanpa henti sampai takterasa sudah sampai didepan pintu berwarna coklat yang dimana itu adalah ruangan miliknya.
Pak guru itu berhenti dari langkahnya karna sudah sampai didepan ruangannya, tetapi guru itu terus saja ngomong dan memanggil nama maria tanpa melihat kearah belakang.
"Maria. " panggil gurunya.
"Maria, kamu dengar bapak tidak. "
Panggi guru itu yang ketiga kalinya karna tak ada sahutan sama sekali, Mulai kesal sudah guru itu diabaikan oleh maria dan guru itu pun berbalik kearah belakang yang ia ketahui kalau maria sedang mengikutinya tetapi....
Nyusss
"Mari--aaaaaaaa. " ucap guru itu yang sempat terhenti lalu meneruskannya lagi dengan setengah berteriak karna saat berbalik kearah belakang yang ternyata tak ada maria dibelakangnya betapa terkejutnya ia, sudah ngomong panjang kali lebar orang yang diomongin tak ada disana melainkan hanya angin lewat saja.
Maria POV
"Aku seperti mendengar suara teriak bahagia nya guru itu, sampai kupingku berdengung dan bulu kudukku sampai bangun. " gumamnya
Maria saat ini sedang duduk sambil menyeruput kopi americano di salah satu tempat tongkrongannya yaitu caffe chingu yang tak terlalu jauh dari sekolahnya saat ini.
Caffe ini terkenal dikalangan anak remaja jaman now karana caffe itu memiliki kopi yang khas korea, remaja amerika juga sebagian suka dengan k-pop bukan cuma kamu ajah loh aku juga sukak.
Inilah rencananya yang ada diotak cantiknya, ia mengendap-endap kabur agar guru itu tak bisa mengetahuinya. Ketika sudah jauh dari jangkauan guru itu, maria mengambil kesempatan untuk keluar dari sekolah dengan memanjat pagar dan itupun kesempatannya. Karna kesempatan tak akan datang kedua kalinya, kalau datang itupun karna beruntung itulah pepatahnya yang selalu ia ucapkan.
Tapi Maria tak mempermasalahkan itu karna ia sudah ahli dalam manjat-memanjat, Ia akhirnya bisa keluar dari sekolah itu tanpa membawa tas apapun juga yang tadi pagi ia bawa. Maria hanya membawa uang yang ada disaku baju dan hapenya yang ia pegang saat ini.
Masalah tas biar temannya yang urus, karna ia sudah menelpon teman sebangkunya untuk membawa pulang tasnya.
Masalah pertama pun beres dan masalah kedua masih ia pikirkan bagaiman ia bisa menghindari hukuman guru itu besok tanpa harus ketahuan oleh guru itu.
Itulah pikirannya saat ini.
_________________________________
Info 👉 Guru botak atau yang dikenal dengan Pak Alferd Korybski adalah guru BK SMA High School.
caffe chingu yaitu tempat favorite maria saat waktu senggang. Mungkin senggangnya tiap waktu.
P. S : Maria lagi nyari teman buat ikut bolos nih, kalian ada yang mau gak. Coment dibawah yah:)))